JAKARTA, investor.id – PT Berkat Elektrik Sejati Tangguh (BEST) produsen pendingin ruangan (air conditioner/AC) merek BESTLIFE menandatangani perjanjian kerja sama dan investasi dengan perusahaan asal China, MBO Group, untuk pembangunan pabrik produksi AC di Indonesia.
CEO MBO Group Sail Zhang mengatakan bahwa MBO merupakan produsen AC nomor 6 terbesar di China yang berkembang sangat cepat. Pada Oktober 2024 ini perusahaan telah menambah satu pabrik AC baru lagi di kota Anqing, China.
Pabrik tersebut merupakan Smart Factory yaitu menggunakan teknologi full robotic tanpa tenaga manusia. Sehingga saat ini total pabrik yang dimiliki MBO mencapai sebanyak tiga pabrik.
“Dan target berikut dari MBO Group adalah membangun pabrik di Asia Tenggara dengan mengandeng partner lokal dan pilihan tersebut adalah bersama PT Berkat Elektrik Sejati Tangguh di Indonesia,” kata Sail Zhang dalam keterangan rilisnya dikutip Selasa (24/9/2024).
Untuk diketahui, nilai investasi untuk pembangunan pabrik produksi AC di Indonesia tersebut mencapai Rp 350 miliar. Ditargetkan pembangunan pabrik ini dapat selesai pada tahun 2026 dan dengan kapasitas produksi 1 juta set AC per tahun.
Managing Director PT Berkat Elektrik Sejati Tangguh Andy Arif Widjaja menjelaskan bahwa pembangunan pabrik AC di Indonesia adalah komitmen dari perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia dan membuka lapangan kerja.
“Pabrik AC ini nantinya selain untuk memenuhi kebutuhan domestik dan akan juga untuk ekspor ke pasar Amerika dan Eropa,” imbuhnya.
Dengan adanya pabrik AC tersebut, kata dia, diharapkan dapat memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen Indonesia bahwa produk BESTLIFE lebih terjamin kualitasnya karena dirancang khusus sesuai kondisi Indonesia dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Pasalnya pusat research and development (R&D) juga berada di Indonesia.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VI Darmadi Durianto menjelaskan bahwa dia mewakili pemerintah berterima kasih dan mendukung penuh perjanjian investasi ini. Menurutnya kerja sama ini juga membuktikan bahwa pasar Indonesia masih menarik untuk para investor.
“Memang kondisi ekonomi saat ini masih dalam pemulihan tetapi pelaku usaha masih optimis keadaan dapat membaik dan ini dibuktikan dengan adanya perjanjian kerja sama hari ini,” tutupnya.
Editor: Heru Febrianto (Heru.Djaafar@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News