JAKARTA, investor.id – Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan terus meroket pada pekan depan. Hal itu disebabkan penurunan laju produksi di saat yang sama adanya peningkatan permintaan dalam beberapa minggu terakhir.
Trader minyak sawit David Ng menyatakan, harga CPO kemungkinan akan bergerak dalam rentang 4.450 - 4.650 Ringgit Malaysia per ton pekan depan. "Kami memperkirakan harga berada di kisaran tersebut," katanya dikutip dari Bernama, Minggu (27/10/2024).
Sementara itu, Senior Trader dari Interband Group of Companies Jim Teh memperkirakan, pasar CPO akan mengalami aksi profit taking, seiring hedge funds telah membeli lebih dari US$ 20 miliar pada kontrak berjangka komoditas pertanian, termasuk minyak sawit, selama tujuh minggu terakhir.
Namun, Teh menekankan bahwa pekan depan adalah pekan perdagangan yang lebih singkat karena perayaan Deepavali pada 31 Oktober mendatang. "Sebagian besar pelaku pasar yang merayakan Deepavali, termasuk trader internasional, akan mulai cuti pada Senin," ujarnya.
Sementara itu, BMI, perusahaan di bawah Fitch Solutions, melaporkan bahwa kontrak berjangka CPO mencapai 4.486 Ringgit Malaysia per ton pada 23 Oktober 2024, tertinggi sejak Juli 2022. "Hingga 23 Oktober, harga minyak sawit telah naik 22,6% sepanjang 2024, dengan kenaikan 19,5% dibandingkan harga 12 bulan sebelumnya," demikian yang disampaikan dalam laporan prospek harga CPO dari BMI.
Faktor utama penguatan harga minyak sawit pada Oktober ini meliputi kekhawatiran terhadap pasokan ekspor, penguatan harga di pasar minyak nabati lainnya, perkembangan nilai tukar, serta risiko kenaikan harga di pasar energi.
Harga Rata-rata CPO
BMI memprediksi harga rata-rata minyak sawit di tahun 2024 akan berada di angka 3.850 Ringgit Malaysia per ton, sedikit menurun dibandingkan rata-rata harga hingga Oktober 2023 yang tercatat 3.966 Ringgit Malaysia per ton. Untuk 2025, BMI memproyeksikan harga rata-rata di angka 3.650 Ringgit Malaysia per ton.
Pada pekan lalu, secara mingguan kontrak berjangka CPO November 2024 meningkat 314 Ringgit Malaysia menjadi 4.632 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan Desember 2024 naik 310 Ringgit Malaysia menjadi 4.584 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, Januari 2025 menguat 281 Ringgit Malaysia menjadi 4.536 Ringgit Malaysia per ton,
Untuk kontrak berjangka CPO Februari 2025 melesat 258 Ringgit Malaysia menjadi 4.481 Ringgit Malaysia per ton, Maret 2025 mengalami kenaikan 234 Ringgit Malaysia menjadi 4.423 Ringgit Malaysia per ton, dan April 2025 bertambah 205 Ringgit Malaysia menjadi 4.152 Ringgit Malaysia per ton.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News