Pertamina mendorong para inovator, termasuk adik-adik mahasiswa di UNRI, untuk berkontribusi dalam menciptakan inovasi-inovasi baru - Halaman all [528] url asal
JAKARTA, investor.id – Pertamina terus menyuarakan tentang energi baru kepada masyarakat, khususnnya generasi muda. Salah satunya melalui program roadsshow Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2024 yang digelar di sejumlah kampus di Indonesia.
Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis KPI Tenny Elfrida mengatakan inovasi merupakan kunci untuk mencapai transformasi green energy dan energi yang berkelanjutan.
“Kami terus mendorong para inovator, termasuk adik-adik mahasiswa di UNRI, untuk berkontribusi dalam menciptakan inovasi-inovasi baru yang ramah lingkungan dan efisien dalam mengelola sumber daya energi. Kami percaya bahwa kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah adalah fondasi yang kuat untuk mewujudkan transformasi ini,” ungkap Tenny yang juga menjadi salah satu narasumber pada acara ini yang digelar di Universitas Riau (UNRI) ini mengusung tema “Energizing The Future Together - Refining The New Energy”.
Tema ini mengusung semangat yang terkait dengan momen Sumpah Pemuda dan semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai perusahaan yang terus berkomitmen dalam mengurangi emisi karbon dan mengusung Green Energy. Rektor Universitas Prof. Dr. Sri Indarti, SE, M.Si mengungkapkan apresiasinya terkait langkah Pertamina mengadakan acara PGTC sebagai bukti bahwa Pertamina terus berkomitmen keberlanjutan dunia pendidikan di Indonesia.
“Sebuah kehormatan bagi kami untuk menjadi salah satu tuan rumah acara PGTC 2024. Momentum ini sangat penting bagi kita untuk membuka peluang kolaborasi serta mengembangkan program inovasi yang bermanfaat untuk lebih baik bagi bangsa kita dan generasi mendatang,” jelas Sri. PGTC 2024 dibagi atas 3 sesi acara insightful yang pertama dengan tema "Green Energy: Synergizing Academic and Industrial Alliances For Enhance Energy Resilience" yang diisi oleh Rektor UNRI dan Direktur SDM & Penunjang Bisnis KPI. Sesi kedua, mengangkat dari sisi digital yaitu dengan tema "Navigating The Digitalization Landscape To Empower Indonesia's Energy Efficiency & Transformation" menghadirkan para ahli di bidangnya antara lain Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Komdigi RI, Dr. Prabunindya Revta Revolusi, S.T., M.I.K , Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Ketenagakerjaan Dr. Ruslan Irianto Simbolon, S.E., M.M , serta influencer Malaikha Dayanara Kridaman. Sesi terakhir, mengangkat tema "KPI Recruitment & Alumni UNRI Insight For Global Competitiveness" langsung dilakukan diskusi interaktif mahasiswa dengan para alumni UNRI yang menjadi inspirasi untuk berkarya serta berkontribusi di dalam dunia pekerjaan. Tidak hanya itu, PGTC kali ini juga membuka interactive booth dimana semua mahasiswa dapat lebih detail mengenai informasi perusahaan secara komprehensif dari booth KPI, Human Capital, dan juga Corporate Social Responsibility (CSR). PGTC merupakan bagian dari pendekatan kolaboratif untuk mengatasi tantangan trilemma energy . Pertamina pun telah menerapkan langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut dan mengajak civitas akademika untuk berkolaborasi menuju energi Indonesia yang berkelanjutan.
KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG. KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional untuk mewujudkan visi nya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata kelola perusahaan yang baik
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Mia menjelaskan, penting bagi semua pihak berkolaborasi dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk mampu menjadi tulang panggung Indonesia Emas 2045. [315] url asal
IDXChannel - PT Pertamina Patra Niaga memaparkan tantangan dan peluang di sektor energi di hadapan para mahasiswa Universitas Diponegoro bersama perwakilan 15 perguruan tinggi di Semarang. Kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan Pertamina Goes to Campus (PGTC).
"Melalui kegiatan Pertamina Goes to Campus, kami berharap dapat menginspirasi mahasiswa untuk memahami tantangan dan peluang di sektor energi, serta membekali mereka dengan wawasan yang relevan untuk memasuki dunia kerja,” ujar Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Patra Niaga Mia Khrisna Anggraini di Gedung Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (22/10/2024).
Dia mengungkapkan, tema yang diusung yakni 'Energizing The Future Together' untuk menggambarkan komitmen perusahaan untuk mengedukasi generasi mendatang tentang trilema energi.
Mia menjelaskan, sangat penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk mampu menjadi tulang panggung Indonesia Emas 2045, khususnya di tengah berbagai tantangan di aspek energy equity dan sustainability.
"Kita perlu memastikan generasi muda kita untuk unggul tidak hanya di aspek pengetahuan dan keterampilan, namun juga memiliki mindset dan perilaku pemimpin dan innovator," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, kegiatan Pertamina menyambangi kampus-kampus dan insititusi pendidikan sudah berlangsung sejak 2004. Langkah ini guna mengenalkan bisnis energi yang selalu adaptif dan berkelanjutan.
"Partisipasi kami di Universitas Diponegoro merupakan langkah konkret untuk menjalin hubungan dengan generasi mendatang, memberikan mereka wawasan praktis dan motivasi dalam menghadapi dinamika industri energi yang terus berkembang," ujarnya.
Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo mengapresiasi kedatangan Pertamina Patra Niaga melalui kegiatan PGTC. Menurutnya, dengan adanya PGTC para mahasiswa tidak hanya mendapatkan kuliah dari ruang kelas, namun juga wawasan langsung dari dunia industri.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan PGTC ini. Mahasiswa kami mendapatkan wawasan dan pengalaman dari Pertamina Patra Niaga, tidak hanya tentang energi terbarukan tetapi juga wawasan mengenai dunia kerja. Banyak pembicara dan pameran keren di sini, jadi ini memberikan wawasan yang dalam,” kata dia.
Pertamina kembali menggelar rangkaian acara Pertamina Goes To Campus (PGTC) 2024. Jika sebelumnya pelaksanaan kegiatan dilakukan di universitas yang berdomisili di Indonesia, untuk pertama kalinya Pertamina menggelar PGTC di luar negeri yaitu di Singapura. Ajang ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa Indonesia di Singapura turut membangun masa depan energi berkelanjutan.
PGTC perdana di luar negeri ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Singapura (PPIS) dan Kedutaan Besar Indonesia Singapura yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu 16-17 Oktober 2024.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyampaikan Pemerintah Indonesia menargetkan untuk meningkatkan posisi Indonesia dari middle-income country menjadi high-income country pada 2045. Demi mencapai target tersebut dibutuhkan pertumbuhan ekonomi.
"Untuk meningkatkan peringkat Indonesia menjadi high-income country dibutuhkan peningkatan ekonomi sebesar 7-8 % per tahunnya. Ini bisa dicapai jika kontribusi industri manufaktur domestik mencapai 30%. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan ketahanan energi baik dari energi fosil maupun dari energi hijau. Pertamina secara berkelanjutan melaksanakan program biofuel untuk memberikan energi alternatif hijau yang menggunakan sumber daya alam domestik," ungkap Nicke dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (17/10/2024).
Nicke menjelaskan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk dari akademisi. Melalui kegiatan PGTC di Singapura ini mahasiswa Indonesia yang menempuh studinya di luar negeri diharapkan dapat turut berperan aktif membangun bangsa.
"Sustainability dan transisi energi di Indonesia tidak hanya untuk mengurangi karbon tapi juga untuk meningkatkan posisi Indonesia di mata global dan kita tidak bisa mencapainya tanpa kontribusi dari para mahasiswa yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Ini adalah panggilan untuk mahasiswa di luar negeri, setelah lulus agar kembali pulang untuk membangun Indonesia menjadi negara yang lebih hijau dan berkelanjutan," ajak Nicke.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan acara PGTC yang melibatkan mahasiswa untuk mengupas isu global yaitu sustainability.
"Kegiatan ini menjadi milestone penting dalam perjalanan kita menuju masa depan berkelanjutan. Kita berkumpul hari ini tidak hanya untuk mendiskusikan energi tapi juga untuk membahas isu global yaitu transisi energi. Tujuan utama kegiatan hari ini adalah membangun kolaborasi antar pelajar dan pelaku bisnis, karena masa depan energi berkelanjutan tidak semata ada pada inovasi teknologi namun juga partisipasi dari generasi muda," ungkap Suryo.
Rangkaian PGTC di Singapura hari pertama digelar dengan kegiatan talkshow berjudul Pertamina Energizing Talks. Pada sesi diskusi tersebut turut menghadirkan pembicara dari Pertamina yaitu SVP Business Development, Wisnu Medan Santoso dan SVP Human Capital Management, Saptiadi Nugroho, serta pembicara internasional lainnya. Pada rangkaian hari kedua mahasiswa Indonesia di Singapura berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke kantor PT Pertamina International Shipping Asia Pacific office di Singapura.
Keseluruhan rangkaian PGTC ini diharapkan dapat memberikan manfaat positif untuk mahasiswa Indonesia di Singapura terkait informasi terkini tentang isu energi, memberikan ruang untuk berkontribusi dan untuk memberikan informasi terkait kualifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk terjun ke bisnis energi sebagai SDM Indonesia masa depan.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.