JAKARTA, investor.id – PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), emiten pengelola waralaba Pizza Hut di Indonesia mencatatkan rugi neto tahun berjalan sebesar Rp 96,71 miliar pada Januari-September 2024, atau 1,5 kali lipat lebih besar dibanding periode sama tahun lalu yang rugi Rp 38,96 miliar. Membengkaknya kerugian tersebut disebabkan turunnya penjualan perseroan dari Rp 2,75 triliun menjadi Rp 2,03 triliun.
Manajemen Sarimelati Kencana dalam laporan keuangan yang dipublikasi Selasa (29/10/2024) mengungkapkan, penurunan penjualan PZZA terjadi baik di segmen makanan maupun minuman. Sepanjang sembilan bulan 2024, penjualan dari segmen makanan hanya sebesar Rp 1,9 triliun atau berkurang 25,41% dibanding periode sama 2023 yang mencapai Rp 2,55 triliun. Penjualan di segmen minuman juga terkoreksi dari Rp 197,57 miliar menjadi Rp 132,29 miliar.
Sejalan dengan menurunnya penjualan, beban pokok penjualan turut menyusut dari Rp 927,88 miliar menjadi Rp 638,93 miliar. Sehingga, laba bruto perseroan terkoreksi 23,31% dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,39 triliun.
Tingginya beban usaha, membuat PZZA mencatatkan rugi operasi sebanyak Rp 82,41 miliar hingga akhir September 2024, melonjak dibanding periode sama tahun lalu yang hanya rugi Rp 4,23 miliar. Dampaknya, rugi neto tahun berjalan juga ikut membengkak dari Rp 38,95 miliar menjadi Rp 96,71 miliar.
Kinerja keuangan yang kurang menggembirakan tersebut juga sejalan dengan pergerakan harga sahamnya di lantai bursa. Sepanjang tahun ini (year to date/ytd), saham PZZA telah longsor 41,62% ke level Rp 216 pada penutupan perdagangan Selasa (29/10/2024).
Editor: Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News