Jakarta, Investor.id- PT Summarecon Agung Tbk membidik penjualan Rp700 miliar dari proyek klaster Louise at Symphonia di Summarecon Serpong,Tangerang, Banten.
"Total nilai penjualan Louise sekitar Rp700 miliar dari 172 unit, sedangkan saat ini kami meluncurkan tahap pertama sebanyak 44 unit," tutur Albert Luhur, executive director Summarecon Serpong kepada wartawan di Tangerang, Banten, Selasa (15/8/2024).
Rumah tapak di klaster Louise dibanderol berkisar Rp3,6 miliar hingga Rp4,5 miliar per unit. Luasan rumah yang dijual mencakup 8x10 meter persegi (m2) dan 8x15 m2.
Dia mengaku segmen rumah menengah seperti Louise masih cukup prospektif. Karena itu, Summarecon yakin seluruh rumah dalam tahap pertama akan diserap pasar.
"Kami perkirakan penjualan tahap pertama akan terjual seluruhnya dalam enam bulan," kata Albert.
Sinyal prospektifnya klaster Louise tersirat dari product knowledge yang diikuti para agen properti,Selasa (15/10/2024).
"Product knowledge Louise diikuti sekitar 1.500 agen properti. Respons mereka cukup bagus," kata Ferry Susanto, head of Marketing Summarecon Serpong.
Respons para agen properti itu antara lain dipicu oleh desain rumah yang baru dan harga yang relatif cukup ramah untuk pasar.
Dia menjelaskan, pihaknya mulai membuka clubhouse dan show unit di Louise untuk umum Selasa (15/10/2024), sedangkan launching pada 16 November 2024.
“Target kami penjualan tahap pertama mencapai berkisar Rp180-200 miliar,” kata Ferry kepada Investor Daily.
Summarecon Serpong yang memiliki luas 850 hektare (ha) merupakan salah satu proyek properti terpadu (township) besutan Summarecon Agung (SMRA).
SMRA mengembangkan properti Summarecon Serpong melalui anak usaha, PT Serpong Cipta Kreasi sejak tahun 2004.
Mengutip laporan keuangan SMRA, luas lahan yang belum dikembangkan 339 ha dari total 850 ha.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News