JAKARTA, investor.id - Pasar kripto melesat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin naik ke level US$ 60 ribu. Hal itu ditopang oleh proyek ambisius negara LE Salvador mengembangkan 'Bitcoin City'.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu (14/8/2024) pukul 06.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 2,13% menjadi US$ 2,13 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 1,63% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 60.583 per koin atau setara Rp 954,54 juta (kurs, Rp 15.756).
Hal serupa terjadi pada Binance (BNB) terkerek 1,03% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 524 per koin. Sedangkan Ethereum (ETH) malah turun 1,3% menjadi US$ 2.710 per koin.
Dikutip dari Cryptonews, aksi harga Bitcoin baru-baru ini telah memicu minat di kalangan investor, terutama karena investasi ambisius El Salvador yang mengumumkan investasi bersejarah senilai US$ 1,6 miliar untuk mengembangkan ‘Bitcoin City’ dalam kemitraan dengan Yilport Holdings.
Proyek ambisius ini bertujuan untuk mengubah pelabuhan Acajutla dan La Union menjadi pusat ekonomi utama, dengan kota tersebut berfokus pada mata uang kripto dan menawarkan manfaat pajak untuk menarik investor global.
Investasi ini akan memodernisasi infrastruktur pelabuhan, meningkatkan perdagangan, dan menciptakan kawasan perumahan, komersial, dan industri, bersama dengan fasilitas pendidikan untuk teknologi blockchain. Meskipun ini dipandang sebagai langkah maju yang besar dalam penggunaan teknologi finansial, beberapa pakar mengkhawatirkan risikonya.
Mereka khawatir akan terlalu bergantung pada mata uang kripto seperti Bitcoin, yang bisa sangat fluktuatif dan menghadapi tantangan regulasi.
Proyek ini merupakan hal besar bagi El Salvador dan mungkin menginspirasi negara lain untuk mengeksplorasi proyek serupa yang berfokus pada kripto.
Dukungan Institusional
Oleh karena itu, ini dapat meningkatkan harga BTC dengan menandakan dukungan institusional yang kuat dan potensi adopsi jangka panjang, meskipun kekhawatiran tentang volatilitas dan regulasi dapat menyebabkan fluktuasi.
Perkembangan ini dapat berdampak signifikan pada sentimen pasar Bitcoin dan adopsi jangka panjang. Proyek yang sedang berlangsung ini bertujuan untuk mengintegrasikan mata uang kripto ke dalam kerangka ekonomi negara tersebut, yang berpotensi meningkatkan harga Bitcoin dalam prosesnya.
Bitcoin (BTC/USD) saat ini diperdagangkan pada kisaran US$ 60 ribu, menunjukkan tanda-tanda ketahanan karena berada tepat di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di US$ 59.763 pada grafik 4 jam. Level ini berfungsi sebagai titik pivot kritis, dengan resistensi langsung diamati di US$ 61.869.
Jika Bitcoin menembus resistance ini, Bitcoin berpotensi menargetkan level berikutnya di US$ 64.643 dan US$ 67.008. Namun, jika harga gagal bertahan di atas level support US$ 59.763, kita mungkin melihat pullback menuju US$ 57.706 atau bahkan US$ 54.641.
Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di 57,30, menunjukkan momentum positif tanpa memasuki wilayah overbought, yang menunjukkan kemungkinan masih ada ruang lebih lanjut untuk pergerakan naik.
Secara keseluruhan, Bitcoin berada di titik krusial, bertahan di atas EMA 50 dapat menarik lebih banyak pembeli, mendorong harga lebih tinggi. Sementara penurunan di bawah level ini mungkin menandakan periode konsolidasi atau penurunan lebih lanjut. Pantau terus level-level penting ini dan RSI untuk tanda-tanda kekuatan yang berkelanjutan atau potensi kelemahan di sesi mendatang.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News