#30 tag 24jam
Pacu Pengembangan Kawasan Bakauheni Harbour City, Begini Strategi ASDP
pengembangan kawasan BHC sebagai wisata bahari di Tanah Air juga akan terkoneksi dengan jalur pariwisata domestik di Pulau Sumatera. [875] url asal
#bhc #bakauheni-harbour-city #pt-asdp-indonesia-ferry-persero #wisata-bahari #mimika
(IDX-Channel - Economics) 12/08/24 02:43
v/14241833/
IDXChannel - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat peran sebagai Agent of Development melalui proyek strategis Bakauheni Harbour City (BHC).
Hal tersebut tak lepas dari target untuk menjadikan proyek BHC tersebut sebagai destinasi pariwisata terintegrasi, sekaligus pusat ekonomi baru di sekitar wilayah pelabuhan.
Menurut Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, BHC termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan untuk mengembangkan kawasan di Lampung Selatan, termasuk Pelabuhan Bakauheni yang menjadi gerbang masuk dari Pulau Jawa ke Sumatera, dengan harapan dapat menjadi hub pariwisata maritim unggulan.
"Tentu pengembangan BHC ini akan mengintegrasikan sektor pariwisata, pelabuhan, dan hiburan, yang bertujuan menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Shelvy, dalam keterangan resminya, Minggu (11/8/2024).
Bahkan, menurut Shelvy, pengembangan kawasan BHC sebagai wisata bahari di Tanah Air juga akan terkoneksi dengan jalur pariwisata domestik di Pulau Sumatera, khususnya di wilayah Provinsi Lampung.
Shelvy menjelaskan, proyek ini merupakan inisiatif guna mendukung program Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Bakauheni Harbour City atau yang kita kenal sebagai BHC diinisiasi dengan tujuan untuk meningkatkan pariwisata domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di Sumatera," ujar Shelvy.
Dikatakan Shelvy, inisiasi ASDP bersama dengan Pemprov Lampung dan jajaran serta seluruh mitra kerja pendukung dalam pengembangan BHC yang berdampak luas pada kemajuan sektor pariwisata Lampung, tentu dapat terwujud berkat dukungan penuh Pemerintah, khususnya dari Kementerian BUMN.
Diungkapkan Shelvy, pengembangan kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) menjadi salah satu target perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah dan nasional, yang dapat terealisasi pada era kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan Pak Menteri Erick, khususnya dalam proyek BHC ini, di mana beliau sejak awal terus memberikan dukungan luar biasa, dimana ASDP tidak hanya meningkatkan pelayanan dan memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat dan angkutan logistik melalui pelayanan kapal ferry di jalur tersibuk Jawa-Sumatera, tetapi juga terus berekspansi dalam pengembangan kawasan yang memajukan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Lampung dan sekitarnya," ujar Shelvy.
Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir juga memberikan dukungannya mengenai proyek tersebut.
"Potensi luar biasa yang dimiliki Bakauheni perlu terus dikembangkan. Investasi yang telah kita tanamkan dalam pembangunan ini memerlukan dukungan dari pemerintah daerah serta masyarakat agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar," ujar Erick, dalam kesempatan terpisah.
Erick menekankan pentingnya proyek BHC sebagai ekosistem yang berkelanjutan dalam mendukung UMKM dan melestarikan budaya Lampung.
"Saya berharap proyek BHC ini dapat menjadi sebuah ekosistem berkelanjutan, terutama dalam mendukung UMKM dan budaya Lampung," ujar Erick.
Hingga Agustus 2024, data mencatat total pengunjung Siger Park sebanyak 117.168 unit kendaraan dengan rincian 48.068 unit motor dan 69.100 unit mobil.
Jumlah unit kendaraan roda dua dan roda empat tertinggi ada pada bulan April masing-masing sebanyak 19.940 unit roda dua dan 20.945 kendaraan roda empat.
Sedangkan jumlah pengunjung Krakatau Park periode Januari-Juli 2024 sebanyak 37.893 orang dengan pengunjung tertinggi terdapat pada April sebanyak 11.148 orang.
Dalam kesempatan lain, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai ASDP telah mempersiapkan dengan baik konsep peningkatan pelayanan. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan-pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront kawasan BHC.
"Empat pilar yang harus diutamakan seperti proses bisnis, product knowledge, infrastruktur, dan hospitality yang setiap bagiannya harus bersinergi untuk meningkatkan pelayanan. ASDP telah dengan siap menghadirkan pilihan bagi pengguna jasa dalam objektivitasnya meningkatkan pelayanan pelanggan," ujar Tulus.
Proyek Bakauheni Harbour City mencakup berbagai fasilitas modern, termasuk pelabuhan penyeberangan, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, dan area komersial.
Dengan lokasinya yang strategis di pintu gerbang Sumatra, Bakauheni Harbour City diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, ASDP berkomitmen bahwa Kawasan Terintegrasi BHC ini dapat membawa manfaat jangka panjang bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat daerah.
Mulai 2024 hingga 2028, proyeksi serapan tenaga kerja operasionalisasi PSN tahun 2028 akan mencapai 104 orang yang terbagi menjadi tenaga kebersihan, penjaga keamana, petugas parkir, pemeliharaan lansekap, teknisi, petugas ticketing, kesehatan, customer service, pemeliharaan infrastruktur jalan, dan pemeliharaan bangunan.
Kemudian, proyeksi serapan IKM atau UMKM pendukung PSN tahun 2028 akan mencapai 53 yang termasuk dalam industri kreatif, minuman, makanan, pakaian jadi, dan usaha bidang transportasi.
Sementara, total serapan tenaga kerja tahun 2024 telah mencapai 874 orang termasuk 155 orang tenaga kerja massa operasional, dan 685 orang tenaga kerja masa konstruksi.
Pembangunan kawasan terintegrasi Bakauheni Harbour City terbagi dalam tiga tahap. Pada Tahap I periode jangka waktu 2022-2025, terbagi menjadi Tahap IA untuk masa 2022-2025 dengan luas area pengembangan mencapai 41,9 hektare (ha).
Pada tahap ini, BHC difokuskan pada pembangunan yang menjadi prioritas Proyek Strategis Nasional (PSN) yakni berupa pengembangan fungsi utama pendukung aktivitas pelabuhan yaitu pembangunan theme park, dan komersial UMKM.
Kemudian, Tahap IB dalam periode waktu 2026-2030 mencakup areal seluas 22,8 ha. Tahap ini merupakan kelanjutan pengembangan area prioritas PSN dengan fokusnya berupa pengembangan hotel di Distrik 3 dan komersial pendukung.
Untuk Tahap II, periode 2031-2040 seluas 64 ha dengan fokus peningkatan pelayanan Bakauheni Harbour City sebagai kawasan kota mandiri. Serta, tahap terakhir atau Tahap III periode 2041-2061 dengan luasan 31,2 ha yakni keberlanjutan dan diversifikasi pembangunan.
Total luas lahan yang dibutuhkan untuk tiga tahap pengembangan BHC atau hingga tahun 2061 mencapai 160 ha dengan perkiraan nilai keseluruhan investasi sebesar Rp4,7 triliun.
(taufan sukma)
ASDP Catat Pengguna Aktif Ferizy Tembus 2,38 Juta Halaman all
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pengguna aktif layanan pemesanan tiket feri secara daring melalui Ferizy mencapai 2,38 juta Halaman all [584] url asal
#aplikasi-ferizy #pt-asdp-indonesia-ferry-persero #tiket-feri
(Kompas.com) 31/07/24 22:17
v/12815679/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendorong pemesanan tiket feri secara daring melalui aplikasi atau website Ferizy. Hingga saat ini, layanan Ferizy sudah digunakan oleh 2,38 juta pengguna aktif.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen ASDP untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan dengan kapal feri.
"Kami terus berupaya untuk memperbaiki dan memperbarui layanan kami agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Melalui digitalisasi ini, kami ingin memastikan bahwa proses pemesanan tiket menjadi lebih mudah, cepat, dan aman," ujar Shelvy dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7/2024).
Shelvy menambahkan pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024 lalu, salah satu faktor positif pada arus balik yang berjalan lancar dan terkendali adalah secara data akumulatif pemudik bertiket yang tiba di Pelabuhan Bakauheni mencapai 98,2 persen.
"Hal ini merupakan bentuk dukungan pengguna jasa dalam mematuhi kebijakan bertiket maksimal H-1 keberangkatan dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal tertera di tiket," kata dia.
Dia menyebutkan, transformasi digital ASDP dimulai pada Agustus 2018 dengan penerapan kartu prabayar pada mesin EDC, diikuti pada Juni 2019 dengan pembelian tiket di loket dan vending machine menggunakan e-KTP reader dan passport reader.
Pada Mei 2020, sistem Ferizy memungkinkan pembelian tiket secara daring melalui Web dan Apps Ferizy atau melalui saluran penjualan Ferizy, dengan lebih dari 120 metode pembayaran tersedia.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Ferizy mengalami pertumbuhan pengguna yang pesat, dari 438.105 pengguna di tahun pertama hingga 655.951 pengguna pada 2023.
"Dengan adanya Ferizy ini, penumpang dapat memesan tiket secara mudah dan cepat tanpa harus antre di loket," ujar Shelvy.
Digitalisasi itu bahkan sudah diterapkan ke wilayah Indonesia Timur pada awal Juli lalu di Pelabuhan Kupang NTT kemudian dilanjutkan dengan lintasan Bira-Pamatata yang menghubungkan Makasar dan Selayar pada Kamis (18/7) lalu.
"Dengan penerapan ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dan logistik daerah," imbuhnya.
ASDP mengagendakan pada Sabtu (3/8) mendatang, penerapan reservasi tiket online bakal dilakukan di Pelabuhan Bastiong dan Rum sehingga total implementasi digitalisasi tiket tersebut tersebar di 37 pelabuhan.
Pelabuhan tersebut mencakup Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Lembar, Padangbai, Jepara, Karimun Jawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tanjung Kalian, Pagimana, Gorontalo, Galala, Hunimua, Waipirit, Namlea, Batulicin, Tanjung Serdang, Bajoe, Kolaka, Bolok, Larantuka, Kalabahi, Aimere, Waingapu, Bira, Pamatata, Bastiong, dan Rum.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja ASDP yang telah berupaya menjadi operator layanan feri dengan jumlah armada terbesar.
"Selain itu, ASDP dinilai telah melakukan peningkatan fasilitas dan pelayanan baik pelabuhan maupun penyeberangan. Hal tersebut pun selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan akses layanan penyeberangan,” papar Erick.
Erick juga meminta ASDP tetap meneruskan inovasi, seperti yang telah dilakukan dalam layanan pembelian tiket feri berbasis daring, Ferizy.
Erick mengapresiasi layanan Ferizy yang merupakan bentuk transformasi digitalisasi ASDP dalam memberikan kemudahan kepada pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring.
ASDP Catat Pengguna Aktif Ferizy Tembus 2,38 Juta
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pengguna aktif layanan pemesanan tiket feri secara daring melalui Ferizy mencapai 2,38 juta Halaman all [584] url asal
#aplikasi-ferizy #pt-asdp-indonesia-ferry-persero #tiket-feri
(Kompas.com) 31/07/24 22:17
v/12815675/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendorong pemesanan tiket feri secara daring melalui aplikasi atau website Ferizy. Hingga saat ini, layanan Ferizy sudah digunakan oleh 2,38 juta pengguna aktif.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen ASDP untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan dengan kapal feri.
"Kami terus berupaya untuk memperbaiki dan memperbarui layanan kami agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Melalui digitalisasi ini, kami ingin memastikan bahwa proses pemesanan tiket menjadi lebih mudah, cepat, dan aman," ujar Shelvy dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7/2024).
Shelvy menambahkan pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024 lalu, salah satu faktor positif pada arus balik yang berjalan lancar dan terkendali adalah secara data akumulatif pemudik bertiket yang tiba di Pelabuhan Bakauheni mencapai 98,2 persen.
"Hal ini merupakan bentuk dukungan pengguna jasa dalam mematuhi kebijakan bertiket maksimal H-1 keberangkatan dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal tertera di tiket," kata dia.
Dia menyebutkan, transformasi digital ASDP dimulai pada Agustus 2018 dengan penerapan kartu prabayar pada mesin EDC, diikuti pada Juni 2019 dengan pembelian tiket di loket dan vending machine menggunakan e-KTP reader dan passport reader.
Pada Mei 2020, sistem Ferizy memungkinkan pembelian tiket secara daring melalui Web dan Apps Ferizy atau melalui saluran penjualan Ferizy, dengan lebih dari 120 metode pembayaran tersedia.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Ferizy mengalami pertumbuhan pengguna yang pesat, dari 438.105 pengguna di tahun pertama hingga 655.951 pengguna pada 2023.
"Dengan adanya Ferizy ini, penumpang dapat memesan tiket secara mudah dan cepat tanpa harus antre di loket," ujar Shelvy.
Digitalisasi itu bahkan sudah diterapkan ke wilayah Indonesia Timur pada awal Juli lalu di Pelabuhan Kupang NTT kemudian dilanjutkan dengan lintasan Bira-Pamatata yang menghubungkan Makasar dan Selayar pada Kamis (18/7) lalu.
"Dengan penerapan ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dan logistik daerah," imbuhnya.
ASDP mengagendakan pada Sabtu (3/8) mendatang, penerapan reservasi tiket online bakal dilakukan di Pelabuhan Bastiong dan Rum sehingga total implementasi digitalisasi tiket tersebut tersebar di 37 pelabuhan.
Pelabuhan tersebut mencakup Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Lembar, Padangbai, Jepara, Karimun Jawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tanjung Kalian, Pagimana, Gorontalo, Galala, Hunimua, Waipirit, Namlea, Batulicin, Tanjung Serdang, Bajoe, Kolaka, Bolok, Larantuka, Kalabahi, Aimere, Waingapu, Bira, Pamatata, Bastiong, dan Rum.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja ASDP yang telah berupaya menjadi operator layanan feri dengan jumlah armada terbesar.
"Selain itu, ASDP dinilai telah melakukan peningkatan fasilitas dan pelayanan baik pelabuhan maupun penyeberangan. Hal tersebut pun selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan akses layanan penyeberangan,” papar Erick.
Erick juga meminta ASDP tetap meneruskan inovasi, seperti yang telah dilakukan dalam layanan pembelian tiket feri berbasis daring, Ferizy.
Erick mengapresiasi layanan Ferizy yang merupakan bentuk transformasi digitalisasi ASDP dalam memberikan kemudahan kepada pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring.
ASDP Catat Pengguna Aktif Ferizy Tembus 2,38 Juta
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pengguna aktif layanan pemesanan tiket feri secara daring melalui Ferizy mencapai 2,38 juta Halaman all [584] url asal
#aplikasi-ferizy #pt-asdp-indonesia-ferry-persero #tiket-feri
(Kompas.com - Money) 31/07/24 22:17
v/12788162/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendorong pemesanan tiket feri secara daring melalui aplikasi atau website Ferizy. Hingga saat ini, layanan Ferizy sudah digunakan oleh 2,38 juta pengguna aktif.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen ASDP untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan dengan kapal feri.
"Kami terus berupaya untuk memperbaiki dan memperbarui layanan kami agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Melalui digitalisasi ini, kami ingin memastikan bahwa proses pemesanan tiket menjadi lebih mudah, cepat, dan aman," ujar Shelvy dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7/2024).
Shelvy menambahkan pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024 lalu, salah satu faktor positif pada arus balik yang berjalan lancar dan terkendali adalah secara data akumulatif pemudik bertiket yang tiba di Pelabuhan Bakauheni mencapai 98,2 persen.
"Hal ini merupakan bentuk dukungan pengguna jasa dalam mematuhi kebijakan bertiket maksimal H-1 keberangkatan dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal tertera di tiket," kata dia.
Dia menyebutkan, transformasi digital ASDP dimulai pada Agustus 2018 dengan penerapan kartu prabayar pada mesin EDC, diikuti pada Juni 2019 dengan pembelian tiket di loket dan vending machine menggunakan e-KTP reader dan passport reader.
Pada Mei 2020, sistem Ferizy memungkinkan pembelian tiket secara daring melalui Web dan Apps Ferizy atau melalui saluran penjualan Ferizy, dengan lebih dari 120 metode pembayaran tersedia.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Ferizy mengalami pertumbuhan pengguna yang pesat, dari 438.105 pengguna di tahun pertama hingga 655.951 pengguna pada 2023.
"Dengan adanya Ferizy ini, penumpang dapat memesan tiket secara mudah dan cepat tanpa harus antre di loket," ujar Shelvy.
Digitalisasi itu bahkan sudah diterapkan ke wilayah Indonesia Timur pada awal Juli lalu di Pelabuhan Kupang NTT kemudian dilanjutkan dengan lintasan Bira-Pamatata yang menghubungkan Makasar dan Selayar pada Kamis (18/7) lalu.
"Dengan penerapan ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dan logistik daerah," imbuhnya.
ASDP mengagendakan pada Sabtu (3/8) mendatang, penerapan reservasi tiket online bakal dilakukan di Pelabuhan Bastiong dan Rum sehingga total implementasi digitalisasi tiket tersebut tersebar di 37 pelabuhan.
Pelabuhan tersebut mencakup Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Lembar, Padangbai, Jepara, Karimun Jawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tanjung Kalian, Pagimana, Gorontalo, Galala, Hunimua, Waipirit, Namlea, Batulicin, Tanjung Serdang, Bajoe, Kolaka, Bolok, Larantuka, Kalabahi, Aimere, Waingapu, Bira, Pamatata, Bastiong, dan Rum.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja ASDP yang telah berupaya menjadi operator layanan feri dengan jumlah armada terbesar.
"Selain itu, ASDP dinilai telah melakukan peningkatan fasilitas dan pelayanan baik pelabuhan maupun penyeberangan. Hal tersebut pun selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan akses layanan penyeberangan,” papar Erick.
Erick juga meminta ASDP tetap meneruskan inovasi, seperti yang telah dilakukan dalam layanan pembelian tiket feri berbasis daring, Ferizy.
Erick mengapresiasi layanan Ferizy yang merupakan bentuk transformasi digitalisasi ASDP dalam memberikan kemudahan kepada pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring.
Tingkatkan Keamanan Penyeberangan, ASDP Genjot Digitalisasi Lewat Ferizy
Perseroan juga menerapkan manajemen armada kapal untuk mengoptimalisasi kemudahan dan kenyamanan lebih bagi para penumpang. [558] url asal
#pt-asdp-indonesia-ferry-persero #digitalisasi
(IDX-Channel - Economics) 27/07/24 20:45
v/12332689/
IDXChannel - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan digitalisasi guna meningkatkan kinerja di lapangan.
Terbaru, ASDP berinovasi dengan mengakselerasi digitalisasi layanan, di antaranya pemesanan tiket online di aplikasi ferizy dan website trip.ferizy.com.
Tak hanya itu, Perseroan juga menerapkan manajemen armada kapal untuk mengoptimalisasi kemudahan dan kenyamanan lebih bagi para penumpang.
Pada semester pertama tahun 2024, ASDP mencatatkan pencapaian signifikan dengan melayani 5,89 juta penumpang dan 11,42 juta kendaraan, berkat implementasi digitalisasi di 33 pelabuhan seluruh Indonesia yang mempermudah akses dan transaksi layanan penyeberangan.
"Digitalisasi layanan memang menjadi salah satu prioritas utama kami dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan," ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, dalam keterangan resminya, Jumat (27/7/2024).
Menurut Shelvy, Manajemen ASDP berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan prima, khususnya kelancaran akses transportasi penyeberangan dan kenyamanan pengguna jasa demi memastikan kepentingan umum terlayani dengan baik.
"Sebagai contoh, transformasi digital yang kami lakukan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan pengalaman dengan memberikan kemudahan pembelian tiket kapal ferry dimana saja dan kapan saja," ujar Shelvy.
Salah satu inovasi utama ASDP ini telah diterapkan di 33 pelabuhan. Dengan sistem ini, penumpang dapat memesan tiket secara mudah dan cepat tanpa harus antre di loket.
Shelvy menjelaskan, digitalisasi ini bahkan sudah merambah ke wilayah Indonesia Timur, di mana pada awal Juli 2024 ini tercatat lima pelabuhan telah terdigitalisasi yakni Pelabuhan Bolok-Kupang, Pelabuhan Larantuka-Flores, Pelabuhan Aimere-Ngada, Kalabahi-Pulau Alor, dan Pelabuhan Waingapu-Sumba.
Pada Kamis (18/7/2024) lalu, tiket ferry perjalanan melalui lintasan Bira-Pamatata yang menghubungkan Makasar dan Selayar juga telah dapat dibeli secara online. Dengan penerapan ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dan logistik daerah.
Selain itu, ASDP juga memperkenalkan digitalisasi pada berbagai aspek operasionalnya. Misalnya, penggunaan teknologi untuk manajemen armada kapal, pemantauan kondisi pelabuhan secara real-time, dan pengelolaan logistik yang lebih efisien.
Teknologi ini membantu ASDP dalam mengoptimalkan rute perjalanan, mengurangi biaya operasional, dan memastikan keselamatan serta keamanan penumpang.
"Penerapan manajemen kapal saat ini telah menggunakan aplikasi monitoring armada, dimana data acquisition jadi jauh lebih cepat dan terorganisir. Harapannya data kita olah menjadi informasi dan informasi tersebut mampu menjadi keputusan operasional," ujar Shelvy.
Digitalisasi juga berdampak positif pada efisiensi bisnis ASDP. Dengan meningkatnya produksi pengguna jasa, ASDP mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,56 triliun pada semester I-2024.
Nilai tersebut meningkat sembilan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba yang dibukukan juga mencapai Rp 356 miliar, menunjukkan efektivitas dari berbagai inovasi digital yang diterapkan.
"Sebagai bentuk komitmen kami menghubungkan masyarakat dan pasar, kami akan terus memperluas dan mengembangkan inisiatif digital untuk memastikan optimalisasi pelayanan prima," ujar Shelvy.
Tak hanya itu, dikatakan Shelvy, ASDP juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui evaluasi berjangka dan respons terhadap aspirasi pelanggan, seperti pengadaan access bridge yang menghubungkan terminal eksekutif dan reguler di Pelabuhan Utama milik ASDP di Merak dan Bakauheni yang memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jasa yang berjalan kaki tanpa perlu melewat jalur yang biasa dilewati kendaraan.
"Kami selalu berusaha untuk mendengar dan memahami kebutuhan pelanggan kami. Digitalisasi adalah salah satu cara kami untuk memastikan bahwa layanan yang kami berikan selalu relevan dan memuaskan," ujar Shelvy.
Dengan langkah-langkah inovatif ini, ASDP tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga menetapkan standar baru dalam layanan penyeberangan di Indonesia.
"Transformasi digital yang dilakukan ASDP diharapkan akan terus memberikan dampak positif bagi industri dan perekonomian nasional," ujar Shelvy.
(Taufan Sukma)