KOMPAS.com - Semua orang ingin memiliki kulit sehat dan cantik. Berbagai upaya pun dilakukan, kebanyakan melibatkan perawatan dan penggunaan produk skincare.
Namun di antara banyaknya produk yang menjanjikan untuk menghambat atau memperlambat penuaan kulit itu, sebuah studi baru di Jepang menawarkan intervensi alami yang menyegarkan: Olahraga.
Mengangkat beban dikenal dapat membentuk otot, meningkatkan kepadatan tulang, dan meningkatkan metabolisme—tetapi bagaimana jika dumbel dan barbel juga bisa menjadi tiket untuk mendapatkan kulit yang bercahaya dan awet muda?
Penelitian yang diterbitkan pada Juli 2023 di jurnal peer-review Scientific Reports menunjukkan bahwa sesi latihan beban secara teratur bisa menjadi tambahan "perawatan" terbaru dalam rutinitas perawatan kulit.
Latihan aerobik vs. Latihan ketahanan
Menjelajahi hubungan antara olahraga dan kesehatan kulit, para peneliti, yang dipimpin oleh Satoshi Fujita, PhD, profesor di Departemen Ilmu Olahraga dan Kesehatan di Universitas Ritsumeikan di Kyoto, Jepang, memberi perhatian pada sekelompok 61 wanita Jepang paruh baya yang sebelumnya tidak banyak bergerak.
Selama 16 minggu data peserta dianalisis. Tujuan mereka ada dua: Menilai potensi manfaat latihan aerobik seperti lari atau bersepeda, dibandingkan latihan ketahanan, seperti angkat beban.
Temuan penelitian ini membawa kesimpulan menarik. Latihan aerobik dan resistensi memiliki dampak positif pada kesehatan kulit. Peserta dari kedua kelompok mengalami peningkatan elastisitas kulit, yang berarti kulit mereka mulai menunjukkan ketahanan yang lebih baik.
Selain itu, terjadi perbaikan nyata pada struktur lapisan atas kulit, yaitu dermis, yang penting bagi kesehatan dan penampilan kulit secara keseluruhan.
Namun, latihan ketahananlah yang muncul dengan manfaat tambahan. Mereka yang melakukan aktivitas seperti angkat beban mengalami peningkatan ketebalan dermis.
Dermis yang lebih tebal sering dikaitkan dengan kulit yang lebih cerah dan awet muda, sehingga ditemukan bahwa latihan ketahanan menawarkan sedikit keunggulan dalam membalikkan perubahan kulit yang berkaitan dengan usia.
Permukaan kulit bukanlah satu-satunya fokus. Pada tingkat molekuler, olahraga sepertinya mendorong gen tertentu. Gen-gen ini, yang penting untuk menjaga struktur dan dukungan kulit, menunjukkan peningkatan aktivitas setelah rutinitas olahraga.
Meskipun kedua jenis olahraga tersebut memengaruhi berbagai molekul dalam aliran darah —mulai dari protein pemberi sinyal sel yang disebut sitokin hingga berbagai hormon— latihan ketahanan secara unik meningkatkan kadar molekul pembentuk kulit yang dikenal sebagai dermal biglycan.
Meskipun cakupan penelitian ini terbatas pada kelompok kecil dalam jangka waktu singkat, penelitian ini membuka jalan bagi penelitian yang lebih luas.
Manfaat tambahan untuk kesehatan kulit
Terlepas dari temuan dalam penelitian Dr. Fujita, olahraga memiliki manfaat lebih luas yang berdampak pada kesehatan dan penampilan kulit.
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa begitu banyak penggemar kebugaran yang memiliki kulit bercahaya setelah berolahraga? Ternyata ada alasan yang kuat di balik fenomena ini.
Edidiong Kaminska, MD, FAAD, dokter kulit yang berbasis di Chicago, menjelaskan penampilan cerah ini dalam sebuah wawancara dengan American Academy of Dermatology.
Saat melakukan aktivitas fisik, aliran darah meningkat ke otot dan seluruh organ, termasuk kulit. Peningkatan sirkulasi ini membawa oksigen dan nutrisi penting ke sel-sel kulit dan membersihkan kotoran, sehingga menciptakan glowing pasca-latihan.
Keuntungannya tidak berhenti di situ. Kebugaran dapat membantu mengatur stres dan memperbaiki pola tidur. Menurut Kaminska, menghilangkan stres sehari-hari berpotensi mengurangi keparahan kondisi kulit seperti jerawat, eksim, atau psoriasis, karena stres diketahui berperan dalam masalah ini.
Selain itu, mengikuti rutinitas olahraga yang konsisten sering kali berkorelasi dengan kualitas tidur yang lebih baik—dan dengan tidur yang nyenyak, lingkaran hitam di bawah mata yang tidak diinginkan mungkin akan hilang.
Meski begitu Dr Kaminska memperingatkan terhadap potensi masalah kulit yang terkait dengan keringat berlebih. Memang, berkeringat adalah cara alami tubuh untuk melepaskan kotoran, namun terlalu banyak berkeringat dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, terutama jika melibatkan riasan.
Dia merekomendasikan untuk mencuci riasan sebelum berolahraga untuk menghindari masalah ini—dan, tentu saja, jangan pernah mengurangi perlindungan terhadap sinar matahari selama olahraga di luar ruangan!
Pastikan untuk mandi setelahnya untuk membersihkan kulit dari keringat, minyak, dan bakteri, agar pori-pori tetap tidak tersumbat. Jika kamu tidak bisa segera mandi, Dr. Kaminska merekomendasikan, “Setidaknya cuci muka dengan pembersih yang lembut dan non-komedogenik, atau bersihkan kulit yang cenderung berjerawat dengan pembersih yang mengandung asam salisilat.”