JAKARTA, investor.id–Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sejumlah langkah intensifikasi maupun ekstensifikasi untuk mengejar target swasembada gula konsumsi pada 2028 dan industri di 2030 mendatang. Salah satu langkah intensifikasi yang ditempuh adalah bongkar ratoon (peremajaan) pada lahan tebu rakyat seluas 298.298 hektare (ha) yang dilakukan selama lima tahun ke depan.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, peningkatan produksi sejumlah pangan strategis, termasuk gula, menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, melalui Perpres No 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel) dicanangkan di 2028 nanti Indonesia akan mencapai swasembada gula konsumsi, sedangkan gula industri pada 2030.
Saat ini, kebutuhan gula nasional mencapai 9,1 juta ton, terdiri atas gula konsumsi 3,4 juta ton dan gula industri 5,7 juta ton. “Karena itu, untuk memenuhi target tersebut, Kementan melakukan langkah intensifikasi dan ekstensifikasi,” papar Mentan.
Mentan mengatakan itu saat mengungjungi Pabrik Gula (PG) Camming di Wanuawaru, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 10 Oktober 2024. Dalam keterangan yang dikutip Senin (14/10/2024), langkah untuk kondisi existing melalui intensifikasi berupa rawat ratoon 206.478 ha dan bongkar ratoon 298.298 ha yang dilakukan selama lima tahun di lahan tebu rakyat.
Selain itu, dilakukan ekstensifikasi berupa penambahan luas areal tebu berdasarkan Perpres No 40 Tahun 2023 sekitar 700 ribu ha dengan penambahan 30 unit PG baru yang terintegrasi antara kebun dan pabrik.
Amran adalah putra asli Bone yang pernah menjadi bagian keluarga besar PG Camming, yakni sebagai pegawai PTPN XIV pada 1997 dengan jabatan terakhir Kepala Bagian Logistik. Karenanya, Mentan meminta manajemen PG Camming melakukan yang terbaik atas PG itu. “Pak Dirut, titip PG Camming Bone, Takalar, lakukan yang terbaik di sini,” ujar Mentan.
Mentan berpesan, untuk meningkatkan produktivitas tebu, faktor ketersediaan air sangat penting terutama di masa kekeringan seperti saat ini. “Tidak cukup menggunakan bibit unggul, kalau tidak didukung air yang cukup. Jangan biarkan air hujan pergi begitu saja. Pak Dirut, coba bangun embung, tampung air sebanyak-banyaknya,” jelas Amran.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan, utamanya aspek budi daya, agar swasembada gula bisa diwujudkan. “Produktivitas 8 ton per ha dengan luasan areal sekarang, saya kira swasembada gula konsumsi akan tercapai di 2028, bahkan bisa lebih cepat,” ungkap dia.
SGN kini terus memperluas areal perkebunan. Di bawah PTPN Group, luasan keseluruhan 187 ribu ha. “Khusus yang di Bone Camming itu 5.500 ha. Tahun ini, kita perluas jadi 7.500 ha, 2026 nanti kita selesaikan seluruh areal 12.500 ha,” tandas dia.
Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News