PALANGKARAYA, investor.id –Kapasitas terpasang fasilitas pengolah (refinery) minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) milik PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) akan bertambah menjadi 4.000 Metrik Ton (MT) per hari pada kuartal II-2025 dari sebelumnya 2.500 MT per hari.
Direktur Utama Citra Borneo Utama Ronny Hertantyo Raharjo mengungkapkan, peningkatan kapasitas terpasang tersebut bakal dikontribusikan oleh refinery 2 berkapasitas 1.500 MT yang diestimasikan dapat mulai beroperasi (commissioning) pada kuartal II tahun depan.
“Jadi, tahun depan total kapasitasnya 4.000 MT. Kalau sampai kuartal II-2025 itu commissioning, tapi produksi yang dihasilkan sekitar kuartal III dan IV-2025,” ucap Ronny kepada media, Rabu (2/10/2024).
Sampai saat ini, progres pembangunan refinery 2 sudah menyelesaikan tahap pembangunan struktur dasar seperti fondasi dan diharapkan sudah mulai berdiri pada akhir 2024. Mengingat, peralatan (equipment) sudah berada di lokasi.
"Jadi, kira-kira awal tahun depan vessel-vessel atau equipment sudah jadi. Sudah kelihatan bentuk pabriknya,” tambah dia. Sementara kapasitas terpasang untuk minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil/CPKO) mikik CBUT saat ini mencapai 600 MT CPKO per hari.
Ronny mengklaim, teknologi pada refinery 2 akan lebih canggih dibanding refinery sebelumnya karena refinery 2 memiliki kemampuan untuk mengolah CPO berkualitas rendah bahkan berkualitas buruk sekalipun. Pemanfaatan teknologi ini akan menguntungkan CBUT karena dengan begitu perseroan dapat membeli CPO dengan harga diskon dari pabrik lain.
"Jadi, refinery 2 ini akan bisa mengolah CPO baik dengan kualitas tinggi ataupun kualitas rendah. Itu adalah keunggulan secara teknologi di refinery 2 ini,” tutur dia.
“Selama ini, kami berbangga hati memiliki kebun berkualitas baik. Ditambah, delivery dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menuju refinery dalam radius 60 kilometer yang artinya kurang dari 24 jam, sehingga kualitas dari CPO itu tetap terjaga,” papar dia.
Hadirnya refinery 2 di samping akan menghasilkan efisiensi, di saat bersamaan juga diharapkan dapat meningkatkan standar. Apalagi, standar produk CBUT sudah bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sehingga negara-negara Eropa sudah bisa membeli.
ChiefofSustainability PTCitra Borneo Indah (CBI) Group selaku pengendali PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan CBUT Henky Satrio Wibowo menegaskan, emiten-emiten di bawah CBI Group sudah mendeklarasikan 100% RSPO pada Desember 2023. “Artinya, sekarang sudah RSPO,” kata dia.
RSPO merupakan kewajiban agar perusahaan senantiasa bertanggung jawab terhadap semua hal ketika menjalankan unit bisnisnya. “Jadi, sustainability itu holistik dan sustainability itu berkaitan dengan bagaimana kami memastikan produk kami bertanggung jawab dan bisa dijual,” tandas Henky.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News