Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga berharap Chery bisa melebarkan pangsa ekspornya hingga ke Australia dan negara-negara di Afrika. [471] url asal
Chery Motor Indonesia akan menjadi basis produksi mobil-mobil buatan Chery di Asia Tenggara. Tak hanya menyuplai kebutuhan mobil buat negara-negara tetangga, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga berharap Chery bisa melebarkan pangsa ekspornya hingga ke Australia dan negara-negara di Afrika.
"First export launch by Chery Indonesia merupakan momen penting, dalam meningkatkan kontribusi industri otomotif nasional di pasar global. Pemerintah memberi apresiasi kepada Chery Motor Indonesia terhadap pencapaian terbaru melalui ekspor Omoda 5 yang merupakan produk mobil dengan setir kiri menuju pasar Vietnam," terang Agus dalam sambutannya di Cikarang Dry Port, Bekasi, Jumat (1/11/2024).
Diketahui, pada tahap awal pengiriman, Chery mengekspor sebanyak 120 unit Omoda 5 ke Vietnam. Selanjutnya, Chery menargetkan mengapalkan 500 unit Omoda 5 setiap bulannya ke negeri naga biru. Pada tahun pertama, Chery menargetkan bisa mengekspor sebanyak 5.000 unit Omoda 5 ke Vietnam.
Agus juga berharap Chery tak hanya menjadi basis produksi di Asia Tenggara. Tapi juga bisa memperluas pasar ekspornya ke negara-negara lain, seperti Australia, maupun di negara-negara benua Afrika.
"Bukan hanya pasar-pasar tradisional di Asean, tapi bisa mengembangkan sayap atau pasar ekspor di negara-negara atau kawasan-kawasan lain luar Asean seperti Australia, yang saya tidak tahu seberapa besar operasional yang ada di Afrika untuk Chery dan saya kira itu juga jadi salah satu potensi market yang bisa kita kirim dari Indonesia ke Afrika," tambah Agus.
Menjawab keinginan pemerintah Indonesia, Executive Vice President of Chery International Chen Chunqing mengatakan, ekspor Chery Omoda 5 ke Vietnam adalah langkah awal dari rencana ekspansi Chery Motor Indonesia ke pasar global. Selain melakukan kegiatan Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia, Chery Motor Indonesia juga berkomitmen untuk mengekspor produk-produk terbaiknya ke berbagai negara di dunia.
"Kami percaya bahwa produk-produk Chery memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Dengan kualitas dan teknologi yang terus ditingkatkan, kami yakin mampu memenuhi ekspektasi konsumen di berbagai negara," ungkap Chen.
Produsen mobil asal China, Chery, menjadikan Indonesia sebagai negara basis produksi mobil Chery di kawasan Asia Tenggara. Terbaru, Chery Indonesia baru saja mengirim sebanyak 120 unit Omoda 5 untuk pasar Vietnam.
"Ekspor perdana Chery Omoda 5 ke Vietnam merupakan momen bersejarah bagi Chery Motor Indonesia. Ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk terus berkembang dan memperluas pasar. Kami optimis bahwa Chery Omoda 5 akan mendapatkan sambutan yang hangat di pasar Vietnam, seperti halnya di Indonesia. Chery Indonesia akan jadi produsen mobil dengan pertumbuhan ekspor tercepat," ujar Executive Vice President of Chery International Chen Chunqing, di Cikarang Dry Port, Jumat (1/11/2024).
Setelah Vietnam, Chen menjelaskan akan ada lagi negara lain yang dituju. Saat ini, PT Chery Motor Indonesia telah siap melakukan perakitan untuk kebutuhan market dalam negeri juga ekspor ke negara tetangga.
Chery Indonesia ekspor perdana 120 unit Omoda 5 ke Vietnam Foto: Luthfi Anshori/detikOto
"Bersamaan dengan mulainya ekspor ke Vietnam, kami terus melakukan evaluasi dan melakukan persiapan secara internal. Hal ini guna mempersiapkan ekspor untuk model-model lainnya yang diproduksi di Indonesia agar dapat berkontribusi mendukung perkembangan industri otomotif negara lain," ucapnya lagi.
Chen mengatakan, Indonesia menjadi basis produksi penting di Asia Tenggara bagi Chery dan akan memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Tidak hanya itu, faktor kualitas pun menjadi salah satu hal yang dilihat, sebab Chery Motor Indonesia berkomitmen untuk memastikan kualitas produksi.
Sebagai informasi, Chery Omoda 5 pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2023 dan berhasil memikat hati konsumen dengan desain futuristis, performa tangguh, dan fitur-fitur canggih. Sistem keamanan Chery Omoda 5 yang lengkap dengan 12 ADAS juga telah mendapat pengakuan bintang lima dari Australasian NCAP (ANCAP). Di Indonesia, Omoda Series sejak pertama kali diluncurkan hingga kini telah terjual lebih dari 8.000 unit.
Komitmen Chery Motor Indonesia untuk Pasar Global
Ekspor Chery Omoda 5 ke Vietnam adalah langkah awal dari rencana ekspansi Chery Motor Indonesia ke pasar global. Selain melakukan kegiatan Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia, Chery Motor Indonesia juga berkomitmen untuk mengekspor produk-produk terbaiknya ke berbagai negara di dunia.
"Kami percaya bahwa produk-produk Chery memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Dengan kualitas dan teknologi yang terus ditingkatkan, kami yakin dapat memenuhi ekspektasi konsumen di berbagai negara," tambah Chen.
Sejak pertama kali Chery Motor Indonesia berdiri pada 2022, kini sudah terdapat 67 jaringan dealer di seluruh Indonesia. Pendekatan dealer kepada pasar otomotif Indonesia selalu mendapatkan respons yang positif, baik untuk model Tiggo series maupun Omoda series.
"Penerimaan yang positif di Indonesia juga merupakan gambaran penerimaan di pasar global. Chery berhasil masuk Fortune 500 dengan peringkat ke-385 dan menduduki peringkat nomor satu untuk ekspor mobil penumpang asal China selama 21 tahun berturut-turut," tutup Chen.
Bisnis.com, JAKARTA — PT Garam, subholding PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, merancang skenario penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) untuk 3 tahun mendatang.
Rencana tersebut sejalan dengan langkah perusahaan, yang berencana membangun sejumlah pabrik baru guna meningkatkan kapasitas produksi. Langkah ekspansi pabrik ini diperkirakan menelan biaya investasi sebesar Rp600 miliar hingga Rp700 miliar.
PT Garam bakal membangun Pabrik Segoromadu II di Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi di kisaran Rp110 miliar – Rp120 miliar. Pabrik yang rencananya dibangun pada Mei 2025 ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi 80.000 metric ton per year (MTPY).
Setelahnya, perusahaan akan membangun pabrik berteknologi mechanical vapour recompression (MVR) di Sumenep. Nilai investasi pembangunan pabrik ditaksir mencapai Rp400 miliar – Rp500 miliar, di luar dari revitalisasi pegaraman senilai Rp200 miliar.
Di tengah kebutuhan dana yang cukup besar, Direktur Utama PT Garam Arif Haendra mengatakan perusahaan sejatinya mampu membiayai investasi tersebut secara mandiri.
Untuk Pabrik Segoromadu II, misalnya, PT Garam telah menyiapkan dana sekitar 30% dari total investasi. Hasil dari produksi Segoromadu II nantinya membuat perusahaan mampu membiayai pembangunan pabrik MVR lewat sumber dana sendiri atau SDS.
Arif juga mengeklaim bahwa perbankan sudah siap mendukung langkah ekspansi PT Garam. Namun, pemegang saham meyakini dengan fundamental yang kuat, perusahaan dapat mencari sumber pendanaan lain seperti lewat penerbitan obligasi dan IPO.
“Pemegang saham yakni ID FOOD menyampaikan bahwa PT Garam memiliki potensi yang cukup untuk bisa melakukan IPO,” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.
Peluang IPO, kata Arif, kini sedang dikaji oleh manajemen supaya PT Garam dapat menjadi perusahaan terpercaya dan memiliki reputasi yang baik. Dia meyakini dalam kurun tiga tahun ke depan, perusahaan sudah siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kami memprediksi jika kerja PT Garam semakin baik dan dua investasi besar ini sudah kami laksanakan yakni Pabrik Segoromadu II dan Pabrik MVR di Sumenep, tidak lebih dari 3 tahun ke depan PT Garam sudah siap,” pungkas Arif.
Pabrik Segoromadu II bakal difungsikan untuk menambah pasokan garam konsumsi dalam negeri. Selain meningkatkan kapasitas produksi PT Garam, kehadiran pabrik baru itu akan mendorong pertumbuhan pangsa pasar perusahaan di segmen garam konsumsi.
Arif menuturkan bahwa saat ini produksi PT Garam memiliki pangsa pasar 8% terhadap pasokan garam konsumsi. Jumlah tersebut diharapkan meningkat ke level 15% pada akhir 2024, dan menembus lebih dari 20% setelah Pabrik Segoromadu II beroperasi.