JAKARTA, investor.id – Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) yang merupakan bagian dari Zuellig Pharma, dan PT Ray Hikmah Jaya (RHJ) berkolaborasi dalam mengatasi limbah makanan. Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab dalam pengelolaan limbah makanan dalam operasional bisnis sekaligus merayakan Hari Pangan Sedunia
Kolaborasi tersebut ditandai dengan Penandatanganan plakat oleh Lee Meng Thoong (CEO of Danone Specialized Nutrition Indonesia), Christophe Piganiol (Presiden Direktur APL), dan Adi Susanto (Direktur RHJ), di Jakarta, Jumat (18/10/2024).
CEO Danone SN Indonesia Lee Meng Thoong mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan kembali susu bubuk yang tidak terserap oleh konsumen dan pasar dengan mengolahnya menjadi pakan ternak, dibandingkan dilakukan dengan proses pembakaran. “Inisiatif ini diharapkan dapat mencegah limbah makanan dan mengurangi emisi karbon, yang menjadi salah satu fokus utama Hari Pangan Sedunia tahun ini,” ungkapnya dalam keterangan pers, Sabtu (19/10/2024).
Program ini, lanjutnya, menargetkan penggunaan kembali sebanyak 500 kg susu bubuk (termasuk kemasan) yang sudah tidak terpakai sebagai pakan ternak. Inisiatif ini diharapkan mampu mencegah 452 kg limbah makanan dan mengurangi emisi CO2 yang seharusnya dihasilkan apabila dilakukan proses pembakaran. Untuk itu, Danone SN Indonesia juga menggandeng mitra yang memiliki kredibilitas di bidangnya untuk memastikan bahwa proses pengelolaan ini dapat dilakukan secara optimal
Presiden Direktur APL Christophe Piganiol menyatakan, kolaborasi tersebut menegaskan fokus APL pada keberlanjutan dan keinginan untuk bermitra dengan klien guna menciptakan dampak yang lebih besar. Hal itu sesuai dengan visi keberlanjutan perusahaan untuk membangun masa depan yang lebih sehat bagi komunitas yang dilayani.
“Dengan bekerja sama dengan Danone SN Indonesia dan RHJ, kami tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga membangun dasar untuk kemitraan yang lebih kuat dan lebih berkelanjutan bagi ekosistem bisnis,” paparnya.
Dengan mengolah kembali susu bubuk yang tidak terserap konsumen dan pasar menjadi pakan ternak, proyek ini juga selaras dengan upaya global menerapkan konsumsi yang bertanggung jawab. Limbah pangan dari susu bubuk ini memiliki nilai protein yang tinggi serta vitamin dan mineral, sehingga dengan pemanfaatan kembali susu bubuk yang tidak terserap oleh konsumen dan pasar ini bisa meningkatkan pertumbuhan hewan ternak yang mengonsumsinya dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News