Menhub Budi Karya Sumadi mendorong beberapa pengembangan kawasan sepeti rumah susun dan bus keliling di sekitar fasilitas angkutan masal berbasis TOD [235] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendorong beberapa pengembangan kawasan sepeti rumah susun dan bus keliling di sekitar fasilitas angkutan masal berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Budi Karya mengatakan titik-titik TOD harusnya dapat direncanakan dan dibangun rumah susun untuk memudahkan masyarakat beraktivitas sari satu tempat ke tempat lain.
“Sekalian bikin rumah susun, jadi konsepnya itu berkelanjutan, Kalau rumah susunnya ada di situ, turun langsung kereta api, langsung ke pisat kota,” kata Budi Karya dalam sambutan di Stasiun Jurangmangu, Sabtu (12/10/2024).
Budi Karya menyebutkan konsep titik-titik TOD tersebut akan diteruskan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Dia juga mengklaim ada banyak sekali TOD yang dapat dikembangkan.
Menurutnya TOD menjadi satu keharusan yang merupakan tituk jumpa dari angkutan massal. Dia mencontohkan di kawasan Stasiun Jurangmangu sudah ada bus keliling yang disediakan oleh PT Jaya Reality Property Tbk. (JRPT) sebagai developer.
“Ya, saya anjurkan pada developer lain juga menggunakan seperti itu [bus keliling]. Karena dari rumah sampai ke stasiun tidak kesulitan dan tidak membuat parkir terlalu banyak di sini,” kata dia.
Meski demikian, Wakil Direktur Utama JRPT Yohannes Hengky Wijaya mengatakan potensi pembuatan rumah susun di sekitar stasiun masih harus mempertimbangkan permintaan dari masyarakat.
Menurutnya saat ini permintaan rumah tinggi masih melandai. Namun dia mengapresiasi misi Jokowi dan Prabowo untuk memindahkan ketergantungan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
“Kita mengikuti perkembangan dari permintaan perumahan masyarakat,” kata Hengky, Sabtu (12/10/2024).
Pasar apartmen diproyeksikan mengalami peningkatan sepanjang sisa semester tahun ini. Hal ini tak terlepas dari tarif PPN dan pembangunan MRT fase 2A. [404] url asal
Pasar apartemen diproyeksikan akan mengalami peningkatan sepanjang sisa semester tahun ini. Hal itu bertepatan dengan penetapan pemerintahan baru, kondisi iklim bisnis yang stabil, dan investasi baru yang masuk.
Perusahaan manajemen investasi Colliers memperkirakan penambahan pasokan 9.317 unit apartemen pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.516 unit dijadwalkan akan selesai pada sisa kuartal tahun 2024; 3.956 unit pada tahun 2025; dan 845 unit pada tahun 2026.
Membeli apartemen tahun ini dinilai menguntungkan karena belum diterapkannya tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% yang direncanakan pemerintah untuk tahun 2025.
"Secara keseluruhan, kami tetap meyakini bahwa saat ini adalah peluang yang menguntungkan untuk membeli apartemen, terutama mengingat rencana pemerintah untuk menaikkan pajak menjadi 12% pada tahun 2025," ujar Head of Research Colliers, Ferry Salanto dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (13/8/2024).
Selain itu, adanya pembangunan MRT fase 2A yang menghubungkan 7 stasiun dari Bundaran HI ke Kota menumbuhkan potensi muncul proyek-proyek baru. Sebagaimana yang terjadi di sekitar MRT fase 1.
Hal ini karena semakin banyak orang yang tertarik dengan hunian yang menerapkan prinsip Transit-Oriented Development (TOD), yang menekankan pada aksesibilitas, kenyamanan, dan efisiensi.
Colliers pun merekomendasikan para pengembang yang ingin memperkenalkan proyek-proyek baru untuk mengamankan lahan yang berdekatan dan berada pada area MRT fase 2A. Langkah ini dinilai tidak hanya menambah nilai pada proyek, tetapi juga meningkatkan daya tarik bagi calon pembeli yang mencari hunian yang terintegrasi dengan transportasi umum.
Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.