JAKARTA, investor.id - PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Maret 2023. Artinya saham BDKR listing di BEI baru sekitar 1,5 tahun hingga September 2024 ini.
Dulu perseroan melepas 15% sahamnya ke publik lewat initial public offering (IPO) di harga Rp 200/saham. Nilai keseluruhan IPO-nya Rp 141,2 miliar.
Saat IPO mungkin tak banyak yang menyangka bahwa harga saham Berdikari Pondasi dengan kode BDKR bisa memberikan gain yang besar bagi para pemegang sahamnya.
Kini terbukti sudah. Pada sesi I perdagangan 4 September 2024, sekitar pukul 09.30 WIB, harga saham BDKR ada di Rp 860 atau meningkat 1,78% dari penutupan perdagangan 3 September.
Jika dibandingkan dengan harga IPO di Rp 200, harga saham BDKR sudah melambung 330% ke Rp 860.
Laku Keras
Saham Berdikari Pondasi Perkasa (BDKR) juga laku keras dengan aktif ditransaksikan. Seperti pada 30 Agustus 2024 yang mencapai 114,14 juta saham ditransaksikan, frekuensi 34.337 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 105,2 miliar.
Berdikari Pondasi Perkasa didirikan pada tahun 1984 dengan spesialisasi di bidang pondasi, perbaikan tanah, konstruksi dermaga, lifting, dan penyewaan crane.
Berdikari Pondasi Perkasa didirikan oleh John Tanuwijaya yang juga merupakan direktur utama perseroan saat ini.
Sepanjang semester I-2024, perseroan mencatatkan pendapatan bersih Rp 247,69 miliar dengan laba bersih Rp 28,51 miliar. Di periode yang sama tahun 2023, BDKR membukukan pendapatan bersih Rp 278,67 miliar dengan laba bersih Rp 34,39 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News