JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren positif hingga akhir Juli 2024. Saat ini, OJK telah mengantongi 111 pipeline penawaran umum dengan nilai Rp 33,04 triliun.
“Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai penawaran umum mencapai Rp 129,90 triliun di mana Rp 4,39 triliun di antaranya merupakan fundraising dari 28 emiten baru. Di luar itu, masih terdapat 111 pipeline penawaran umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp 33,04 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Senin (5/8/2024).
Untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF), Inarno menyebut, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 30 Juli 2024, terdapat 17 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 579 penerbit, 159.957 pemodal, dan total dana SCF yang dihimpun dan teradministrasi di KSEI sebesar Rp 1,15 triliun.
Sementara di bursa karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Juli 2024, terdapat 70 pengguna jasa yang mendapatkan izin dengan total volume sebesar 613.541 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp 37,04 miliar, dengan rincian nilai transaksi 26,73% di pasar reguler, 23,19% di pasar negosiasi, 49,89% di pasar lelang, dan 0,18% di marketplace.
“Ke depan, potensi bursa karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.864 pendaftar yang tercatat di sistem registri nasional pengendalian perubahan iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan,” ujar Inarno.
Di pasar saham, kata dia, IHSG menguat 2,72% (month to date/mtd) pada 31 Juli 2024 ke level 7.255,76 (year to date.ytd terkoreksi 0,23%), dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 12.338 triliun atau naik 1,83% mtd (5,76% ytd), serta non-resident mencatatkan net buy Rp 6,68 triliun mtd (ytd: net sell Rp 1,05 triliun). Secara mtd, penguatan terjadi di hampir seluruh sektor, dengan penguatan terbesar di sektor industri dan transportasi dan logistik. Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp 11,87 triliun ytd.
Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,09% mtd (naik 2,66% ytd) ke level 384,57, dengan yield SBN rata-rata turun sebesar 7,34 bps (ytd naik 25,87 bps) dan non-resident mencatatkan net buy sebesar Rp4,90 triliun mtd (ytd: net sell Rp 29,05 triliun). Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp 0,58 triliun mtd (net sell Rp 2,22 triliun ytd).
Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp 830,25 triliun (naik 0,51% mtd atau 0,67% ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp491,61 triliun atau naik 1,06% mtd (ytd: turun 1,96%) dan tercatat net subscription sebesar Rp 2,75 triliun mtd (ytd: net redemption Rp 12,53 triliun).
Inarno menyebut, dalam rangka penegakan ketentuan di bidang PMDK, pada bulan Juli 2024, OJK telah mengenakan sanksi administratif berupa denda atas kasus kepada 2 manajer investasi dan 1 emiten sebesar Rp 475 juta.
Selanjutnya selama 2024, OJK telah mengenakan sanksi administratif atas pemeriksaan kasus di pasar modal kepada 83 pihak yang terdiri dari sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 57,17 juta, 14 perintah tertulis, 1 pencabutan izin usaha manajer investasi, 1 percabutan izin orang perseorangan, dan 5 peringatan tertulis serta mengenakan sanksi administratif berupa denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp 49,81 miliar, kepada 561 pelaku jasa keuangan di pasar modal dan 66 peringatan tertulis atas keterlambatan penyampaian laporan, serta mengenakan 2 sanksi administratif berupa peringatan tertulis atas selain keterlambatan.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News