JAKARTA, investor.id – Sendi lentur (joint laxity) secara jangka panjang dapat menimbulkan radang sendi atau pengapuran (osteoarthritis) secara dini. Karena itu, pengidapnya harus waspada sejak usia anak-anak.
“Joint Laxity adalah kelenturan sendi, yaitu sendi bisa bergerak melebihi ruang geraknya,” jelas Dokter Ahli Ortopedi, Konsultan Hip & Knee, Sport Medicine RS Pelni, dr Fajar Mahda SpOT (K) dalam paparan layanan kesehatan ortopedi RS Pelni, Jakarta, pekan ini.
Kondisi kelenturan sendi, kata dr Fajar, secara jangka panjang akan membebankan sendi. “Efeknya, sendi lama-lama akan aus, lalu menyebabkan radang sendi atau pengapuran atau disebut osteoarthritis,” jelas dr Fajar yang memperdalam ortopedi hingga ke berbagai negara.
Gejala
Kelenturan sendi ini, kata dr Fajar, diidap sejak usia anak-anak. “Biasanya gejalanya terlihat, kalau anak lari atau jalan, akan jatuh tiba-tiba,” ungkap dr Fajar.
Selain itu, bisa juga dilakukan tes mandiri dengan menekukkan jempol tangan hingga menyentuh pergelangan tangan. “Kalau jempol tangan bisa ditekuk sampai menyentuh pergelangan tangan, itu tandanya sendi lentur atau joint laxity,” jelas dr Fajar.
Penyebab joint laxity belum jelas, namun kondisi ini diturunkan secara genetis dari gen ibu. “Jadi kalau seornag ibu punya anak Perempuan, maka gen joint laxity ini akan diturunkan kepada anak perempuannya. Begitu seterusnya,” jelas dr Fajar.
Untuk mencegah pengidap joint laxity sampai memicu pengapuran sendi atau osteoarthritis, dr Fajar menyarankan berbagai gaya hidup sehat, termasuk pilihan olahraga yang tepat.
Berikut gaya hidup dan olahraga yang tepat untuk mencegah pengapuran/osteoartritis:
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News