#30 tag 24jam
Inovasi Chery Bikin Baterai Mobil Listrik Bisa Libas Jakarta-Bali Sekali Ngecas
Chery melakukan terobosan inovasi baru untuk mobil listrik, jarak tempuhnya bisa Jakarta sampai Bali untuk sekali pengisian. [534] url asal
#chery #baterai-solid-state #teknologi-baterai #elektrifikasi-kendaraan #china #ngecas #mobil #baterai-kunpeng #sel-baterai #large-cylindrical-ternary #jadwal-penggunaan-baterai-kunpeng #siklus-pengisian #lithi
(detikFinance) 23/10/24 10:49
v/16879326/
Wuhu - Chery akan meluncurkan baterai jenis solid baterai pada 2026. Tak tanggung-tanggung, jarak tempuh baterai termutakhir itu bisa melahap Jakarta sampai Bali untuk sekali pengisian.
Kabar tersebut diumumkan Gao Xinhua, Executive Vice President Chery Automobile saat agenda Chery Global Innovation Conference 2024 di Wuhu, China.
Baterai Kunpeng, begitu namanya disebut. Teknologi itu menggunakan battery solid state.
Jenis baterai ini memiliki beberapa keuntungan yang menjadikannya menarik, mulai dari kepadatan energi yang lebih tinggi, umur panjang, dan waktu pengisian lebih cepat. Chery mengumumkan jadwal penggunaan baterai Kunpeng bakal dilakukan pada 2026.
Kunpeng memiliki tiga model antara lain;
- Lithium iron phosphate
- Square ternary
- Large cylindrical ternary
Fitur tambahan dari Chery yang tidak kalah penting yakni punya pengecasan dengan label 6C, yang membuat waktu pengisian baterai jadi lebih cepat dibandingkan yang ada di pasaran saat ini.
Misalnya baterai dengan kapasitas 100 kWh dapat diisi dengan arus 600 kW. Menurut perwakilan Chery, hanya dalam 5 menit pengisian mobil listrik.
Baterai lithium iron phosphate memiliki kepadatan energi 120-160 Wh/kg. Jenis baterai ini diklaim bisa mendapat jangkauan 200-600 km. Sedangkan jika baterai digunakan pada mobil jenis PHEV dan Extended Range Electric Vehicles (EREV) bisa menjangkau mode EV 100-200 km. Teknologi ini dapat mendukung pengisian daya 1C-6C dan dapat digunakan dalam suhu sekitar antara -30°C dan 65°C.
Lanjut baterai terner square Chery akan digunakan untuk EV dengan jangkauan 600-800 km. Kemudian PHEV dan EREV dengan jangkauan yang bervariasi dari 150-300 km.
Terakhir adalah large cylindrical ternary yang dikembangkan untuk EV dengan jarak tempuh 700-1.200 km. Jika dilihat jarak maksimal, Jakarta-Bali itu cukup sekali pengisian. Sedangkan PHEV/EREV dapat menempuh jarak antara 150-300 km dengan sekali pengisian daya.
Baterai ini menjadi bagian penting dari strategi Chery dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan dan efisien, sejalan dengan tren global menuju elektrifikasi.
Baterai Kunpeng bisa melakukan siklus pengisian daya lebih dari 3.000 kali. Saking awet dan daya tahannya, dalam presentasi, Chery menunjukkan bahwa salah satu sel baterai dengan sudut yang terpotong, baterai masih dapat digunakan.
"Kami yakin industri harus mencari peluang besar baru," kata Yin Tongyue, ketua Chery Automobile Co., Ltd.
"China punya pasar 30 juta per tahun, dan pasar global mendekati 100 juta kendaraan. Ruang yang sangat luas. Kami berupaya untuk unik dan berbeda dari yang lain," tambahnya lagi.
(riar/din)
Uap Air di Udara akan Membentuk Awan, Proses beserta Siklusnya - kumparan.com
Uap air di udara akan membentuk awan. Simak proses perubahan wujudnya dalam ulasan di artikel berikut. [301] url asal
(Kumparan.com - Tekno & Sains) 20/10/24 18:36
v/16749726/
Dalam proses siklus air ada empat tahap yang berbeda, yaitu evaporasi, kondensasi, prespitasi, dan infiltrasi. Dalam pembelajaran sains, perlu diketahui uap air di udara akan membentuk awan, termasuk proses siklus yang manakah?
Awan adalah massa yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang dinamakan awan antarbintang dan nebula. Bagaimana proses uap air di udara yang membentuk awan?
Mengutip buku Master Kisi-Kisi USBN SD/MI 2019, Baidha Azra, dkk.,(2018:399), air di permukaan bumi mengalami penguapan karena adanya sinar matahari, kemudian uap air membentuk awan.
Awan muncul ketika uap air di udara berkumpul dan membentuk gumpalan putih usai mencapai tingkat kejenuhan tertentu. Wujud fisik awan sangat dipengaruhi oleh suhu di sekitarnya, baik dalam bentuk cair, gas, atau padat.
Awan bergerak dan semakin penuh dengan uap air lalu turunlah hujan ke permukaan bumi. Air hujan yang turun kemudian mengalir dari permukaan tinggi menuju permukaan rendah dan bermuara di laut.
Proses terbentuknya awan adalah melalui kondensasi uap air di atmosfer. Saat sinar matahari menyentuh permukaan bumi, udara di sekitarnya akan menghangat dan naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.
Daur air ini terjadi melalui proses evaporasi (penguapan), presipitasi (pengendapan), dan kondensasi (pengembunan). Uap air di udara akan membentuk awan termasuk dalam kondensasi.
Kondensasi atau pengembunan ini prosesnya jika suhu turun, maka uap air akan berubah menjadi titik-titik air membentuk awan. Titik air turun menjadi hujan, yang akan memenuhi sungai, laut dan danau, kemudian menguap kembali.
Siklus atau daur air merupakan suatu proses perputaran air yang terjadi di alam secara berulang-ulang dan teratur dari bumi ke atmosfer, dan kembali lagi ke bumi.
Ulasan uap air di udara akan membentuk awan atau yang dikenal dengan kondensasi merupakan bagian dari pembelajaran sains, yang bisa menambah wawasan siswa.(IJS)
Baca Juga: Awan: Kumpulan Uap Air di Langit yang Berasal dari Air Bumi
Kenapa Siklus Pertemanan Itu Selalu Come And Go? - kumparan.com
Tulisan ini berisi tentang siklus pertemanan yang datang lalu pergi. Hal ini ternyata juga pernah diteliti oleh seorang professor. [1,055] url asal
#hubungan-pertemanan #pertemanan #teman #siklus #psikologi
(Kumparan.com) 30/07/24 19:29
v/12678369/
Hubungan pertemanan tidak selalu bertahan selamanya. Seringkali, kita menemui fenomena ini di kalangan remaja yang sering mengalami pertemanan yang come and go. Misalnya, saat seseorang pindah sekolah atau pindah kelas, biasanya mereka akan menemukan lingkungan baru yang otomatis menghasilkan teman-teman baru.
Hal ini terjadi karena teman sekelas biasanya memiliki tujuan yang sama, seperti menyelesaikan tugas bersama, mengikuti kegiatan yang sama, atau menghadapi ujian yang sama.
Ketika situasi dan lingkungan berubah, seperti pindah ke sekolah lain atau memiliki kelas yang berbeda, tujuan dan interaksi juga berubah, sehingga pertemanan lama mungkin memudar sementara pertemanan baru mulai terbentuk. Perubahan ini merupakan bagian alami dari kehidupan sosial remaja, di mana mereka terus-menerus beradaptasi dengan lingkungan baru dan membentuk hubungan baru yang sesuai dengan situasi mereka saat ini.
Hal ini ditemukan oleh seorang profesor bernama Mark I. Knapp yang melakukan penelitian mendalam mengenai perspektif perkembangan hubungan. Penelitian ini menjelaskan bagaimana hubungan tumbuh, bertahan, dan pada akhirnya berakhir. Konsep ini digambarkan seperti tangga yang memiliki sepuluh tahap, baik naik maupun turun, yang meliputi:
Tahap ini adalah awal dari sebuah hubungan. Pada fase ini, terjadi perkenalan awal atau ajakan untuk berteman. Contohnya, ketika seseorang memperkenalkan diri di acara sosial, atau ketika kita mulai berbicara dengan teman baru di tempat kerja atau sekolah. Interaksi pada tahap ini masih bersifat dangkal dan formal, seperti memperkenalkan nama, asal, atau pekerjaan.
Setelah perkenalan, tahap selanjutnya adalah eksplorasi. Di sini, kedua pihak mulai mengeksplorasi satu sama lain, mencoba memahami minat, hobi, dan kepribadian masing-masing. Mereka mungkin mulai berbicara lebih dalam tentang diri mereka, berbagi cerita, atau menghabiskan waktu bersama dalam kegiatan yang ringan. Percakapan pada tahap ini lebih banyak berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mencari tahu apakah ada kecocokan atau kesamaan di antara keduanya.
Pada tahap ini, hubungan mulai menjadi lebih intens dan mendalam. Pola komunikasi berubah menjadi lebih interpersonal, dengan pembicaraan yang lebih emosional dan pribadi. Kedua individu mungkin mulai berbagi rahasia, perasaan, dan pengalaman yang lebih pribadi. Mereka juga mulai mengembangkan rasa saling percaya dan keakraban yang lebih dalam. Aktivitas bersama menjadi lebih sering dan bermakna, menunjukkan bahwa hubungan ini mulai menjadi lebih serius.
Hubungan semakin menyatu pada tahap ini. Kedua individu mulai menggabungkan kehidupan mereka, menjadi lebih dekat dan lebih terhubung. Mereka mungkin mulai berbagi rutinitas, memiliki teman-teman yang sama, atau terlibat dalam aktivitas bersama secara rutin. Identitas mereka sebagai pasangan atau teman mulai terlihat oleh orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga mungkin mulai menggunakan kata ganti seperti "kita" atau "kami" untuk menggambarkan diri mereka sebagai satu kesatuan.
Tahap ini menandai hubungan yang telah menjadi sangat erat dan ditunjukkan secara publik. Mereka menunjukkan komitmen mereka kepada orang lain, baik melalui pengakuan publik, perayaan, atau simbol-simbol lainnya. Misalnya, mereka mungkin merayakan hari jadi pertemanan atau memposting tentang hubungan mereka di media sosial. Hubungan ini diakui oleh orang-orang di sekitar mereka, dan mereka dianggap sebagai teman dekat atau pasangan oleh banyak orang.
Pada tahap ini, tekanan dari faktor eksternal mulai muncul, dan perbedaan sikap serta pandangan dalam hubungan menjadi lebih nyata. Kedua individu mulai menyadari perbedaan di antara mereka dan mungkin mulai merasakan kebutuhan untuk menegaskan identitas masing-masing. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh perubahan situasi, seperti pindah kerja atau pindah tempat tinggal, atau perbedaan nilai dan tujuan hidup. Meskipun masih ada rasa kedekatan, ketegangan mulai muncul dalam hubungan.
Interaksi mulai berkurang pada tahap ini. Perubahan sikap dan perbedaan yang semakin menonjol menyebabkan komunikasi dan interaksi menjadi terbatas. Mereka mungkin mulai menghindari topik-topik sensitif atau konflik, dan percakapan menjadi lebih dangkal dan formal. Kedua individu mulai membatasi diri dalam berbagi perasaan atau informasi pribadi. Aktivitas bersama juga mulai berkurang, dan hubungan mulai terasa lebih distan.
Hubungan mulai merosot pada tahap ini, dengan sering terjadinya pertengkaran atau konflik. Komunikasi semakin berhenti, dan tidak ada perkembangan positif dalam hubungan. Kedua individu mungkin merasa terjebak atau bosan dengan keadaan hubungan yang tidak berubah. Mereka mulai kehilangan minat untuk memperbaiki atau mengembangkan hubungan, dan sering kali, suasana menjadi tegang atau tidak nyaman.
Pada tahap ini, kedua pihak mulai menghindari interaksi untuk menghindari konflik lebih lanjut. Mereka mungkin mulai menghindari bertemu atau berkomunikasi satu sama lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi menjadi semakin jarang, dan ketika mereka berinteraksi, suasana biasanya kaku atau canggung. Kedua individu mungkin mencari cara untuk menghindari situasi di mana mereka harus berhadapan satu sama lain.
Hubungan berakhir pada tahap ini. Kedua individu memutuskan untuk mengambil jalan yang berbeda dalam hidup mereka dan mengakhiri pertemanan atau hubungan tersebut. Mereka mungkin melakukan percakapan terakhir untuk menyelesaikan masalah yang tersisa atau untuk mengucapkan selamat tinggal. Setelah hubungan berakhir, mereka mungkin merasakan berbagai emosi, seperti kesedihan, kelegaan, atau bahkan rasa syukur atas pengalaman yang telah mereka bagikan.
Tampaknya menyedihkan jika setiap hubungan harus mengalami fase come and go, apalagi sudah ada penelitian yang mendukung bahwa proses sebuah hubungan pada akhirnya akan berakhir. Namun, ada banyak contoh orang yang berhasil menjaga pertemanan mereka hingga usia tua. Bagaimana mereka melakukannya?
Jika kita melihat pada sepuluh konsep yang dijelaskan sebelumnya, terutama pada tahap differentiating, sangat penting bagi setiap individu dalam hubungan untuk saling terbuka satu sama lain mengenai masalah yang dihadapi. Komunikasi yang jujur dan transparan adalah kunci untuk mengatasi perbedaan yang muncul. Pada tahap ini, perbedaan sikap, pandangan, dan nilai-nilai mungkin mulai terlihat lebih jelas, namun hal ini bukan berarti akhir dari sebuah hubungan.
Perbedaan dalam hubungan adalah sesuatu yang sangat wajar dan alami. Setiap individu memiliki latar belakang, pengalaman, dan pandangan hidup yang unik, sehingga perbedaan pendapat atau ketidaksepakatan tidak bisa dihindari. Yang penting adalah bagaimana kita menanggapi dan mengelola perbedaan tersebut. Dengan sikap terbuka, empati, dan keinginan untuk memahami perspektif satu sama lain, perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan yang memperkaya hubungan, bukannya melemahkannya.
Selain itu, penting untuk tetap menjaga rasa saling menghormati dan menghargai dalam setiap interaksi. Mengakui bahwa setiap orang memiliki hak untuk memiliki pandangan dan perasaan yang berbeda dapat membantu mengurangi konflik dan meningkatkan kedekatan emosional. Menggunakan perbedaan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama juga dapat memperkuat ikatan pertemanan.
Jadi, meskipun siklus pertemanan yang datang dan pergi adalah hal yang alami, penting untuk diingat bahwa keterbukaan satu sama lain sangatlah penting dalam sebuah hubungan. Dengan adanya keterbukaan dan komunikasi yang jujur, kita dapat mengatasi perbedaan dan memperkuat hubungan, memungkinkan pertemanan untuk bertahan dan berkembang meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Dengan memahami dan menerapkan konsep-konsep ini, kita dapat lebih efektif dalam menjaga pertemanan yang berarti dan tahan lama.
