Chery akan meluncurkan baterai jenis solid baterai pada 2026. Tak tanggung-tanggung, jarak tempuh baterai termutakhir itu bisa melahap Jakarta sampai Bali untuk sekali pengisian.
Kabar tersebut diumumkan Gao Xinhua, Executive Vice President Chery Automobile saat agenda Chery Global Innovation Conference 2024 di Wuhu, China.
Baterai Kunpeng, begitu namanya disebut. Teknologi itu menggunakan battery solid state.
Jenis baterai ini memiliki beberapa keuntungan yang menjadikannya menarik, mulai dari kepadatan energi yang lebih tinggi, umur panjang, dan waktu pengisian lebih cepat. Chery mengumumkan jadwal penggunaan baterai Kunpeng bakal dilakukan pada 2026.
Kunpeng memiliki tiga model antara lain;
Lithium iron phosphate
Square ternary
Large cylindrical ternary
Fitur tambahan dari Chery yang tidak kalah penting yakni punya pengecasan dengan label 6C, yang membuat waktu pengisian baterai jadi lebih cepat dibandingkan yang ada di pasaran saat ini.
Misalnya baterai dengan kapasitas 100 kWh dapat diisi dengan arus 600 kW. Menurut perwakilan Chery, hanya dalam 5 menit pengisian mobil listrik.
Baterai lithium iron phosphate memiliki kepadatan energi 120-160 Wh/kg. Jenis baterai ini diklaim bisa mendapat jangkauan 200-600 km. Sedangkan jika baterai digunakan pada mobil jenis PHEV dan Extended Range Electric Vehicles (EREV) bisa menjangkau mode EV 100-200 km. Teknologi ini dapat mendukung pengisian daya 1C-6C dan dapat digunakan dalam suhu sekitar antara -30°C dan 65°C.
Lanjut baterai terner square Chery akan digunakan untuk EV dengan jangkauan 600-800 km. Kemudian PHEV dan EREV dengan jangkauan yang bervariasi dari 150-300 km.
Terakhir adalah large cylindrical ternary yang dikembangkan untuk EV dengan jarak tempuh 700-1.200 km. Jika dilihat jarak maksimal, Jakarta-Bali itu cukup sekali pengisian. Sedangkan PHEV/EREV dapat menempuh jarak antara 150-300 km dengan sekali pengisian daya.
Baterai ini menjadi bagian penting dari strategi Chery dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan dan efisien, sejalan dengan tren global menuju elektrifikasi.
Baterai Kunpeng bisa melakukan siklus pengisian daya lebih dari 3.000 kali. Saking awet dan daya tahannya, dalam presentasi, Chery menunjukkan bahwa salah satu sel baterai dengan sudut yang terpotong, baterai masih dapat digunakan.
"Kami yakin industri harus mencari peluang besar baru," kata Yin Tongyue, ketua Chery Automobile Co., Ltd.
"China punya pasar 30 juta per tahun, dan pasar global mendekati 100 juta kendaraan. Ruang yang sangat luas. Kami berupaya untuk unik dan berbeda dari yang lain," tambahnya lagi.
Nissan, Honda, dan Mitsubishi resmi membentuk aliansi untuk elektrifikasi dan kecerdasan kendaraan. Kolaborasi ini menghasilkan sinergi dan peluang bisnis baru. [477] url asal
Nissan, Honda dan Mitsubishi Motors mengumumkan bahwa mereka resmi beraliansi. Ketiga perusahaan otomotif Jepang itu menandatangani nota kesepahaman untuk membahas kerangka kerja elektrifikasi dan kecerdasan kendaraan.
Awalnya, Nissan dan Honda pada Maret 2024 mengumumkan kolaborasi untuk lebih mempercepat inisiatif yang bertujuan mencapai netralitas karbon dan masyarakat tanpa kecelakaan lalu lintas. Untuk mengantisipasi kolaborasi di berbagai bidang seperti teknologi lingkungan, teknologi elektrifikasi, dan pengembangan perangkat lunak, diskusi dilakukan dalam lingkup yang luas.
"Keikutsertaan Mitsubishi Motors dalam bidang-bidang potensi kolaborasi yang dipertimbangkan dan didiskusikan oleh Nissan dan Honda tidak hanya akan menambah pengetahuan dan kekuatan baru, namun juga akan memberikan sinergi lebih lanjut yang hanya dapat dihasilkan oleh ketiga perusahaan tersebut, serta peluang bisnis baru," demikian dikutip dari siaran pers Honda.
Representative Executive Officer, President and CEO Nissan, Makoto Uchida, mengatakan pihaknya senang menyambut anggota baru dalam kemitraan strategis Honda dan Nissan.
"Mitsubishi Motors memiliki teknologi dan keahlian unik dan telah berkolaborasi dengan Nissan sebagai mitra. Melalui kolaborasi antara ketiga perusahaan, kami berharap kemitraan ini akan berkembang menjadi sesuatu yang menciptakan nilai lebih besar, dan untuk menghadirkan produk dan layanan unik dari setiap perusahaan yang memenuhi beragam kebutuhan pelanggan," kata Uchida.
Menurut Toshihiro Mibe, Presiden dan Perwakilan Pejabat Eksekutif Honda, industri otomotif berada dalam periode transformasi yang dikatakan hanya terjadi satu kali dalam satu abad.
"Kami berharap kombinasi teknologi dan pengetahuan yang dikembangkan oleh Nissan dan Honda, serta kekuatan dan pengalaman Mitsubishi Motors, akan memungkinkan kita untuk bergerak lebih cepat menyelesaikan berbagai persoalan terkait elektrifikasi dan kecerdasan dalam skala global, dan membantu memimpin reformasi masyarakat sebagai yang terdepan," katanya.
Presiden dan CEO Mitsubishi Motors Takao Kato menambahkan, diskusi Nissan dan Honda mengenai kemungkinan kemitraan telah mengalami kemajuan. Mitsubishi telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam kerangka ini.
"Kolaborasi dengan mitra sangat penting dalam industri otomotif saat ini, yang sedang mengalami perubahan pesat akibat inovasi teknologi seperti elektrifikasi dan kecerdasan. Kami percaya bahwa kami dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan baru di berbagai bidang melalui kolaborasi antara ketiga perusahaan," pungkasnya.
Subsidi mobil listrik di Thailand berdampak pada industri otomotif. Efek samping ini harus diwaspadai oleh RI yang juga sedang beralih ke kendaraan listrik. [684] url asal
Subsidi untuk mobil listrik yang diberikan pemerintah Thailand untuk warganya memiliki efek samping. Industri otomotif yang menjadi salah satu penopang ekonomi negara itu diyakini menjadi kurang sehat.
Program subsidi kendaraan listrik di Thailand sudah dimulai sejak 2022 berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China. Program itu bertujuan agar mobil listrik lebih terjangkau. Pemerintah Thailand menawarkan subsidi hingga 150.000 baht (sekitar Rp 68 juta) per unit kendaraan listrik.
Perjanjian tersebut juga menghapuskan tarif atas kendaraan listrik impor asal China yang akan dijual di Thailand. Syaratnya perusahaan itu harus memproduksi mobil listrik di Thailand sejumlah mobil yang telah diimpor sejak 2022. Produksi lokal mobil listrik di Thailand harus dimulai tahun ini.
Namun, seperti dilansir Asia Nikkei, insentif mobil listrik dari pemerintah Thailand yang jorjoran itu memicu efek domino. Para tokoh industri mengatakan, efek dari insentif besar-besaran itu membuat kendaraan listrik di sana kelebihan pasokan. Ini juga memicu perang harga mobil bermesin konvensional. Bahkan, efeknya membuat pabrik mobil konvensional mengurangi produksi dan menutup pabrik, sampai produsen suku cadang yang gulung tikar.
"Penjualan mobil berbahan bakar fosil mulai turun setelah subsidi kendaraan listrik di Thailand. Produsen mobil Jepang paling terkena dampaknya karena mereka memproduksi sekitar 90 persen kendaraan fosil di negara tersebut," demikian dikutip Asia Nikkei.
"Konsekuensi yang tidak diinginkan juga telah menyebar ke rantai pasokan (produsen komponen kendaraan), di mana setidaknya selusin produsen suku cadang telah tutup karena sebagian besar produsen kendaraan listrik China yang disubsidi tidak membeli dari sebagian besar produsen suku cadang tersebut," tulisnya.
Efek samping dari subsidi kendaraan listrik ini jangan sampai menular ke Indonesia yang juga tengah beralih ke era elektrifikasi kendaraan. Sebab, industri otomotif Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang besar perekonomian negara. Industri ini membuka 1,5 juta lapangan pekerjaan dari hulu ke hilir dan telah menyumbangkan 4 persen dari PDB Indonesia. Selain itu, produk otomotif dalam negeri juga diekspor ke berbagai negara.
Menurut pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu, kehadiran kendaraan listrik bisa berdampak kepada pemasok komponen otomotif.
"Di Indonesia juga sudah sejak 2 tahun lalu dibahas oleh para perakit dan industri pemasok part tier 3 dan 2, bahwa sekitar 45 persen industri komponen, khususnya yang membuat parts mesin motor bakar akan tutup secara bertahap," kata Yannes kepada detikOto, Rabu (31/7/2024).
Untuk itu, produsen otomotif maupun pemasok komponen harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain menghadirkan kendaraan listrik, kendaraan dengan bahan bakar terbarukan bisa dikembangkan.
"Beda Thailand dan Indonesia ada di model kebijakannya. Kalau Thailand full ke EV, sedangkan Indonesia memilih kebijakan teknologi berbasis energi baru dan terbarukan yang sifatnya bauran, alias campur sari. Karena, jika Thailand hanya punya sangat sedikit tambang nikel dan lithium, Indonesia terbesar di dunia. Thailand tidak punya sawit, Indonesia terbesar dunia," ujar Yannes.
Makanya, Indonesia juga sedang mengembangkan bahan bakar nabati berupa biodiesel dan bioetanol. Biodiesel saat ini sudah mencapai 35 persen atau B35. Sedangkan bioetanol yang sudah diujicoba untuk umum baru mencapai 5 persen (Bioetanol E5).
"Produsen otomotif perlu mengembangkan parts motor bakar agar dapat mengonsumsi biofuel (B20, B30 hingga kelak B100) dan kelak bioetanol, terutama untuk kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan lain sebagainya untuk pasar di luar Jawa. Populasi kendaraan pribadi di Pulau Jawa sudah padat, sesuai dengan kepadatan penduduknya yang tertinggi di Indonesia," saran Yannes.