#30 tag 24jam
50% Penerima KIP-K Masuk PTN Jalur SNBP 2024
Mahasiswa penerima KIP-K memiliki prestasi akademik yang baik. [183] url asal
#kip-kuliah #snbp-2024 #prestasi-penerima-kip-k #penerima-kip-k
(MedCom) 23/08/24 16:09
v/14566076/
Jakarta: Program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) diberikan kepada mahasiswa miskin. Pada 2024, sebanyak 200 ribu KIP-K baru telah dibagikan.Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Adhika Ganendra, menyatakan mahasiswa penerima KIP-K memiliki prestasi akademik yang baik. Sehingga, mereka bisa dapat menembus jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024.
"50 persennya, 101 ribu itu merupakan siswa miskin yang dapat diterima di jalur prestasi dan perguruan tinggi negeri," beber Adhika dalam webinar KIP Kuliah Wujudkan Mimpi Anak Indonesia di YouTube Kemdikbud RI dikutip Jumat, 23 Agustus 2024.
Artinya, kata dia, semakin banyak anak miskin yang terbantu sekaligus berprestasi. Adhika mengatakan angka 50 persen siswa berprestasi itu meningkat dari tahun sebelumnya.
"Itu 10 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," ungkap dia.
Dia menuturkan data penerima KIP-K sudah terintegrasi dari jenjang sebelumnya, yakni pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. "Sehingga yang menerima KIP-K itu kita juga melihat data saat mereka menerima KIP dari pendidikan dasar dan menengah," papar Adhika.
| Baca juga: Kisah I Gede Wahyudi, Penerima KIP-K yang Jadi Wisudawan Terbaik FKH Unair |
(REN)
Fiqka Balas Bully dengan Prestasi, Diterima Kuliah Gratis di FKH UGM
Fiqka berap mendapat ejekan lantaran kondisi keluarganya yang miskin. [832] url asal
#fkh-ugm #fkh #ugm #snbp-2024 #snbp #mahasiswa-ugm #mahasiswa
(MedCom) 29/07/24 10:46
v/12514784/
Jakarta: Refiqka Asmilla Rahma tak menyangka bisa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia tak percaya meski sudah bolak balik buka pengumuman.“Entah berapa kali buka tutup pengumuman. Berulang kali saya bertanya, benar ndak ini,” ucap Fiqka dikutip dari laman ugm.ac.id, Senin, 29 Juli 2024.
Awalnya, dia memilih Program Studi Kedokteran Hewan IPB University. Seiring berjalannya waktu, salah satu temannya menentukan pilihan yang sama.
Ia sempat dipanggil pihak sekolah untuk mengganti pilihan. Kebijakan SMA Negeri 1 Soralangun, Jambi berkeinginan mereka yang mendapat kuota SNBP memiliki peluang besar diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Ia mengalah dan menuruti arahan pihak sekolah.
“Bingung waktu itu. Karena memang tidak mungkin dalam satu sekolah diperbolehkan memilih perguruan tinggi dan prodi yang sama,” beber dia.
Saat batas akhir pendaftaran semakin mepet, teman-temannya mendorong agar Fiqka memilih Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Keraguan muncul. Fiqka lantas meminta pendapat ibunya, Wiwik Purwaningsih.
Tak kunjung bisa menentukan, ia teringat pesan ayahnya saat duduk di kelas XI 'koe ne wes lulus arep neng endi?' Ia mengaku selalu terngiang pertanyaan itu. Tak lama, sang paman yang juga adik kandung ibu di Klaten memintanya memilih UGM. Namun, dia masih ragu.
“Om tidak berani kayaknya, UGM itu terlalu tinggi,” ucap Fiqka memberi jawab.
Fiqka sangat bersyukur dikelilingi orang-orang yang peduli dan mencintai. Meski, tak sedikit juga yang tidak suka padanya.
Fiqka lahir dari pasangan Kasto dan Wiwik Purwaningsih dan memiliki adik kandung Ferizka Asmilla Rahma. Kasto yang penjual mi ayam keliling di seputar Pasar Soralangun meninggal dunia saat Fiqka duduk di kelas V SDN 64/VII Sukasari II Kec. Sarolangun.
Setelah itu, ibunya Wiwik Purwaningsih menikah lagi dengan Suyatno yang berprofesi sebagai tenaga serabutan di Perkebunan Kelapa Sawit. Pasangan ini dikaruniai anak M. Raka Dirga Wijaya.
“Ya sekarang ini, saya hidup bersama ayah sambungan, karena ibu menikah lagi karena merasa tidak kuat kalau membiayai hidup sendirian,” ungkap Fiqka.
Kemiskinan membuat Fiqka sering mengalami ejekan teman sejak kecil. Tak jarang, ia menahan semua itu dan menangis ketika sampai di rumah.
Ejekan yang terus ia alami menjadikannya terbiasa dan kuat. Ia bersyukur bisa berdiam tak membalas apa pun saat teman-temannya yang tak suka padanya mengejek.
Bahkan, saat duduk di bangku SMA Negeri 1 Sarolangun, sebagian teman-temannya justru gemas dengan sikap Fiqka. Teman-teman yang peduli padanya berharap Fiqka membalas mereka yang membully. Namun, sekali lagi Fiqka memilih berdiam, diam, dan diam.
“Kenapa mesti membalas? Ya sudah, sejak kecil aku mengalami itu. Sejak itu aku hanya ingin bapak nantinya bisa mengambil rapor dengan tegak kepala biarpun miskin,” ucap Fiqka.
Fiqka tidak membalas dengan cacian namun dengan prestasi-prestasi membanggakan. Almarhum Kasto selalu bangga manakala sedang mengambil rapor kenaikan kelas.
Kasto selalu bangga karena Fiqka menjadi langganan yang terbaik di kelasnya. Prestasi-prestasi ini terus berlanjut saat bersama ayah sambungnya, Suyatno.
Saat duduk di bangku SMA Negeri 1 Soralangun, ia meraih juara 4 Olimpiade Kebumian tingkat kabupaten Tahun 2022. Juara 2 Olimpiade Kebumian tingkat kabupaten Tahun 2023 dan Juara 1 lomba Cipta Puisi tingkat kabupaten 2023. Ia juga aktif berorganisasi di Kerohanian Islam (Rohis) dan sebagai penghafal Al-Q’uran (Tahfiz).
Fiqka mengungkapkan membagi waktu menjadi kunci keberhasilannya meraih prestasi. Gadis yang memiliki hobi membaca ini selalu meluangkan waktu belajar setelah salat isya hingga pukul 22.30.
“Kalau sampai jam 23.00, aku malah kadang pusing. Makanya harus membatasi,” beber dia.
Saat jam kosong pelajaran ia memanfaatkan waktu membaca novel. Ia asyik di bawah meja membaca novel.
Baginya, kelas kosong pelajaran tidak bisa dimanfaatkan untuk belajar. Kelas kosong biasanya ribut karenanya ia memilih membaca novel.
Fiqka mengaku masuk tipe orang yang bisa belajar ketika fokus. Apabila belum fokus, mudah buyar. Namun, ketika sudah fokus apa pun yang terjadi ia tidak peduli.
“Di rumah kan banyak buku. Kalau sudah pegang buku dan fokus sampai dipanggil pun saya tidak mendengar,” beber dia.
Tak cuma belajar, ia juga kerap membantu ibunya menjemur jagung sebelum berangkat sekolah saat musim kemarau di rumahnya yang terletak di rumahnya di Sungai Batu RT 10 RW 3 Sukasari Kec. Sarolangun Kab. Sarolangun Prov. Jambi. Ia tak segan membawa dagangan jagung marning dan keripik tempe ibunya untuk dijual di sekolahnya.
“Lumayan berapa pun keuntungan bisa membantu pembiayaan kebutuhan rumah,” ucap Fiqka.
Fiqka lega diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM . Apalagi, mendapatkan subsidi UKT 100 persen dari UGM. Baginya, kesempatan kuliah di UGM membuka harapan baru untuk keluarganya.
“Pinginnya kuliah nanti lancar, setelah lulus ada sih niatan kembali ke daerah transmigrasi di Jambi, karena di sini kan belum ada dokter hewan, dan banyak pemilik sapi dan kambing,” ucap dia.
Wiwik Purwaningsih, kini bisa tersenyum lega melihat Fiqka diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM dengan mendapatkan subsidi UKT 100 persen. Ia berharap Fiqka akan baik-baik kuliah di UGM dan diberi kelancaran.
“Saya mau nyangoni apa, saya juga tidak punya. Berdoa saja semoga Fiqka selalu sehat, bisa kuliah dengan baik dan jangan lupa salat,” pesan dia.
| Baca juga: Sempat Dapat Ranking 10 Terbawah di SMA, Happy Kerja Keras hingga Diterima UGM Lewat SNBP |
(REN)
Regina, Anak Pengrajin Bambu dari Buleleng Kuliah Gratis di UGM
Regina sudah bersiap melamar kerja bila tak lolos seleksi. [878] url asal
#mahasiswa-baru-ugm #maba-ugm #ugm #mahasiswa #snbp-2024 #snbp
(MedCom) 26/07/24 20:09
v/12217850/
Jakarta: Ni Putu Dinda Regina, 18, tak berhenti menangis begitu tahu diterima kuliah di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Regina sudah bersiap melamar kerja bila tak lolos seleksi.Dia tak mau menyusahkan orang tunya yang merupakan pengrajin anyaman sokasi untuk membiayai kuliahnya. Beruntung, guru bimbingan konseling di sekolahnya menyarankan mendaftar kuliah sambil mencari peluang beasiswa.
Saran itu pun diambil oleh Regina. Dia diterima di Fakultas Hukum UGM dengan beasiswa UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen.
Regina mengaku masih merasa seperti mimpi diterima kuliah di Fakultas Hukum UGM. Tidak terbayangkan sebelumnya, seorang anak gadis desa tinggal di pedalaman perbukitan bisa diterima kuliah di salah satu universitas bergengsi di Indonesia.
Keluarga Regina tinggal di daerah perbukitan di desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Daerah ini dikenal sulit air. Setiap harinya, setiap keluarga di desa ini harus mengambil air yang berjarak kurang lebih 5 kilometer.
Bahkan, untuk keperluan mandi cuci kakus saja, keluarga Regina masih menggunakan kamar mandi sederhana di luar rumah. Kamar mandi itu hanya mengandalkan dinding dari atap asbes bekas, lantainya dari bata bekas yang disusun seadanya. Lalu sisa pecahan genteng disulap jadi lubang kloset.
Saking tidak percaya dirinya, ia sempat menyembunyikan informasi terkait pendaftaran kuliahnya di UGM pada teman-teman di sekolahnya. “Saya enggak kepikiran akan kuliah, maunya bakalan kerja dulu nanti baru mikirin kuliah,” kenang dia dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 26 Juli 2024.
Regina masih ingat, saat ia menyampaikan maksudnya untuk mendaftar kuliah ke ibunya, Ni Kadek Nely Supriyati, 43. Dia meyakinkan sang ibu agar tidak usah khawatir soal biaya karena ia juga mendaftar beasiswa.
“'Nanti pas nggak dapat beasiswa, gimana?', 'Tapi saya mau coba dulu, Bu',” kata Regina menjawab ibunya yang khawatir
Sang ibunda tidak pernah melarang keinginan sang anak. Meski dari pekerjaan ia dan suami sebagai pengrajin bambu, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli bensin motor untuk keperluan Regina pergi ke sekolah di SMAN 1 Singaraja yang jaraknya 17 kilometer dari rumah.
“Setiap tiga hari sekali dikasih uang Rp50 ribu untuk ganti bensin boncengan dengan teman ke sekolah,” kata dia.
Di sekolah, Regina dikenal dengan anak yang cukup cerdas. Selain sering juara kelas, nilai mata pelajaran IPS seperti Geografi dan Ekonomi, ia selalu mendapat nilai 9.
“Selama tiga tahun sering juara 2 dan pernah juara 4 pas di awal, tapi nilai selalu naik terus,” ujar dia.
Regina mengandalkan buku-buku LKS yang ia beli di sekolah untuk mendukung belajar. Sedangkan, untuk buku cetak sudah didapatkan dari sekolah gratis.
Adapun untuk belajar, Regina menyempatkan waktu sekitar 1-2 jam menjelang tidur. “Sore hari setelah pulang sekolah, saya membantu ibu buat anyaman. Sekitar jam 8 malam saya mulai belajar dan buka buku,” kata dia.
Regina tahu diri tidak menuntut banyak ke kedua orang tuanya. Apalagi sang Ayah, I Gede Suastra Jaya, 44, beberapa tahun lalu pernah terkena serangan stroke ringan. Praktis, pekerjaan yang dilakoni sekarang ini membantu sang istri membuat anyaman dan berjualan bensin eceran di depan rumahnya.
Tepat di hari pengumuman kelulusan tiba, Regina masih ingat persis saat pulang sekolah, dia tidak begitu antusias untuk membuka layar ponselnya karena merasa tidak akan lolos. Kalau pun lolos, ia hanya diterima di salah perguruan tinggi negeri di Bali.
“Saya enggak yakin bakalan diterima, jadi enggak bilang ke teman-teman, kebetulan waktu itu link web sempat error,” kenang dia.
Selang beberapa jam kemudian, Regina mencoba membuka situs pengumuman SNBP. Dia tidak menyangka namanya terdaftar diterima kuliah di prodi Ilmu Hukum UGM.
“Saya lolos, Pak,” kata regina pada Ayahnya.
"Lolos di Bali?" tanya ayahnya.
“Nggak, di Jogja,” timpal Regina.
Kedua orang tua regina senang bukan kepalang, anaknya sulungnya diterima kuliah di PTN. Saat itu, ayah dan ibunya tampak senang, namun juga tidak bisa menyembunyikan raut sedih di wajah mereka memikirkan soal biaya Regina ketika kuliah kelak.
Namun, saat registrasi dan pengumpulan dokumen, sang ibunda, Nely Supriyati, tidak menyembunyikan kebahagiaannya setelah mengetahui anaknya mendapat beasiswa UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen dari kampus UGM.
"Saya bersyukur sekali ia bisa kuliah di UGM, apalagi bisa dapat beasiswa,” katanya.
Menurutnya, beasiswa UKT sangat membantu beban ekonomi keluarganya. Nely mengaku dari penghasilan ia dan suami sebagai pengrajin sokasi hanya cukup untuk menyambung hidup dari hari ke hari.
Setiap harinya, keduanya dapat menyelesaikan 3-4 anyaman sokasi. Untuk satu sokasi, ia jual ke pengepul seharga Rp20 ribu.
Dari satu anyaman sokasi ini, ia mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp15 ribu dipotong dari biaya pembelian bahan baku. “Dalam sebulan, kalau saya dapat Rp500 ribu, kalo bapak dapat Rp1 jutaan. Sekitar Rp1,5 juta berdua,” kata dia.
Sebagai orang desa yang tinggal di pedalaman perbukitan, Nely mengaku tidak tahu banyak soal kampus UGM. Yang ia tahu dari televisi atau obrolan dari tetangganya yang menyampaikan, Nely menjadi orang tua beruntung karena anaknya diterima di kampus pilihan.
“Katanya dapat sekolah di UGM itu tidak mudah, orang pilihan katanya,” ujar dia.
Sebagai orang tua, Nely tidak berharap banyak pada anak perempuannya. Apalagi ia dan suami tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, keduanya hanya sampai lulus SMP. Kini, hanya doa yang ia bisa panjatkan agar Regina bisa meraih mimpi dan cita-cita yang diinginkannya.
“Kita tidak bisa beri bekal apa-apa. Semoga ia bisa sukses menuntut ilmu di sana. Semoga apa yang diinginkannya sesuai harapannya,” tutur Nely.
| Baca juga: Sempat Dapat Ranking 10 Terbawah di SMA, Happy Kerja Keras hingga Diterima UGM Lewat SNBP |
(REN)
Kisah Inspiratif Johan, Anak Petani asal Samosir Lolos Kuliah Gratis di FEB UGM
Johan Vylvius Rajaguguk (18) anak petani di Samosir lolos tanpa tes di UGM melalui jalur SNBP 2024. Dia juga mendapat bebas biaya pendidikan selama kuliah. - Bagian all [721] url asal
#kisah-inspiratif #anak-petani #samosir #snbp-2024 #ugm
(iNews - Terkini) 05/07/24 06:24
v/9714466/
JAKARTA, iNews.id - Kisah inspiratif datang dari Johan Vylvius Rajaguguk (18) anak petani asal Samosir, Sumatra Utara (Sumut). Dia lolos seleksi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) tanpa tes melalui jalur SNBP 2024.
Anak sulung dari pasangan Sindak Manahara Rajaguguk (44) dan Tiurma Lumban Raja (37) akan kuliah di Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.
Tak hanya lolos seleksi, Johan dinyatakan sebagai penerima Uang Kuliah Tunggal Pendidikan Unggul bersubsidi 100 persen (UKT 0) dari UGM. Artinya dia dibebaskan dari biaya pendidikan selama kuliah. Bahkan Johan pun juga dinyatakan sebagai kandidat kuat penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dari pemerintah.
“Ini mimpi Johan, saya senang mendengar itu. Kami orang tua ini hanya selalu berdoa untuk keberhasilannya,” ujar Sindak Manahara ayah Johan dikutip dari laman UGM, JUmat (5/7/2024).
Johan bukan berasal dari keluarga orang berada. Orang tuanya sehari-hari bekerja mengurus sawah warisan orang tua. Namun kedua orang tuanya memang bertekad mengusahakan semua anaknya bisa sekolah sampai bangku perguruan tinggi. Apa pun cara dan sekuat yang bisa dilakukan, keduanya berkeinginan agar anak-anak tidak berhenti sekolah seperti yang dialami mereka.
“Saya dan istri hanya lulusan SMP. Sudah cukup kami orang tua yang gagal, janganlah anak-anak seperti kami. Jadi bagaimanapun caranya kami dorong anak-anak bisa sekolah dengan baik hingga perguruan tinggi,” kata sindak.
Tiurma, Ibunda Johan merasa senang dan bersyukur atas pencapaian anak sulungnya. Dengan mata berkaca-kaca menahan haru, dia mengungkap harapan Johan mampu menjalani kuliah dengan lancar.
"Harapannya agar Johan bisa menjalani studi dengan baik dan setelah lulus segera mendapat pekerjaan yang dicita-citakan dan bisa turut mengubah nasib keluarga," ucapnya.
Johan bermimpi bisa kuliah sejak berada di bangku sekolah dasar (SD). Segala proses kemudian berjalan dan dia sangat meyakini kuliah sebagai bagian dari pendidikan menjadi jalan untuk memangkas rantai kemiskinan di keluarganya.
Tidak tanggung-tanggung dan mungkin diremehkan karena dia bermimpi bisa kuliah di UGM, salah satu universitas terbaik di Indonesia. Sekali lagi, mimpi besarnya adalah bisa kuliah di UGM. Karenanya dia bertekad dan mengimbangi dengan berprestasi di setiap jenjang pendidikan yang dilalui.
Saat menjalani pendidikan di SD N 3 Nainggolan, Johan selalu menduduki peringkat pertama di sekolah. Pun saat di bangku SMP N 1 Nainggolan dan SMA N 1 Pangururan, prestasi terus berlanjut dengan selalu masuk dalam deretan peringkat atas sekolah.
Selain di bidang akademik, Johan juga berhasil mencatatkan prestasi di bidang non akademis. Di antaranya berhasil menjuarai Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Pantomim Tingkat Kecamatan Nainggolan (2017), Juara Harapan 2 Lomba Festival Kebudayaan Cabang Kriya Kabupaten Samosir (2023) dan Peraih Grade A pada Grand Final USU Student Olympiad (2023).
Ada keraguan dan sempat merasa pesimis saat akan mendaftar kuliah melalui jalur prestasi. Johan mengaku dihinggapi rasa ketakutan tidak lolos bersaing dengan ribuan siswa lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Apalagi mengingat dia hanya seorang anak dari keluarga biasa yang lahir dan besar di sebuah desa kecil. Menjalani hidup jauh dari pusat kota Medan dengan keterbatasan fasilitas.
“Diterima di FEB UGM menjadi momen yang paling membahagiakan bagi saya. Sebelumnya ada rasa pesimis dan takut tidak diterima,” kata Johan.
Keinginannya kuliah di UGM begitu kuat. Lagi-lagi persoalan biaya menjadi pertimbangan orang tuanya. Tak ada cara lain buat dia untuk terus berusaha meyakinkan orang tuanya agar diperbolehkan mendaftar kuliah di UGM.
“Saya mencari beasiswa agar tidak membebani. Saat itu saya bilang ke Bapak dan Mamak. Pak, Mak tenang saja pasti akan ada jalan untuk Johan, nanti akan cari beasiswa,” ucapnya.
Memilih Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Johan ternyata memiliki mimpi mendirikan bisnis fashion. Untuk mendukung impiannya itu, sejak SMA dia memiliki catatan gemilang dalam mata pelajaran ekonomi.
Johan pun bercerita bila dia sempat bimbang saat memilih program studi. Namun pada akhirnya dia memutuskan untuk mengambil prodi Ilmu Ekonomi yang dinilainya cukup menantang dengan prospek kerja yang menjanjikan.
“Puji Tuhan bisa lolos jalur SNBP. Sebenarnya tidak menyangka bisa lolos lewat jalur prestasi ini karena melihat rata-rata sekolah saya tidak termasuk jajaran sekolah favorit,” katanya.
Johan pun semakin merasakan kebahagiaan karena janji mencari beasiswa kepada orang tuanya terwujud. Karena ia dinyatakan salah satu penerima UKT 0 alias kuliah tanpa dipungut biaya hingga selesai kuliah.
Di titik inilah Johan semakin yakin betapa besarnya kekuatan doa orang tua dan kuasa Tuhan pada umatnya yang mau berusaha.
“Selama kita bersama Tuhan, yakinlah kesuksesan itu akan kita dapatkan atas kuasa Tuhan,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw
Gagal SNBP dan SNBT? 5 PTN Ini Buka Jalur Mandiri Tanpa Tes yang Bisa Dicoba
Kamu gagal SNBP dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024? Jangan bersedih, banyak Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang saat ini membuka jalur Mandiri. Ini... | Halaman Lengkap [699] url asal
#jalur-seleksi-mandiri #snbp-2024 #perguruan-tinggi-negeri #rapor #siswa-berprestasi
(SINDOnews Ekbis - Success Stories) 16/05/24 14:00
v/11047600/
JAKARTA - Ini daftar 5 PTN yang membuka jalur mandiri dengan nilai rapor dan prestasi. Kamu gagal di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024? Jangan bersedih, banyak Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang saat ini membuka jalur Mandiri.Bahkan sejumlah PTN membuka jalur Mandiri tanpa tes. Kampus mana saja? Artikel kali ini akan membahas 5 PTN yang membuka jalur Mandiri tanpa tes, simak ya!
Daftar PTN yang Buka Seleksi Jalur Nilai Rapor dan Prestasi
1. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Dilansir dari laman resmi UGM disebutkan bahwa Pencarian Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) UGM merupakan jalur seleksi yang diperuntukkan bagi siswa pemenang/juara lomba di bidang olahraga, seni, dan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sesuai program studi yang dipilih.
Tingkat kejuaraan yang diakui adalah kejuaraan tingkat provinsi, nasional, maupun internasional dan/atau kejuaraan yang diselenggarakan oleh UGM, dibuktikan dengan sertifikat/piagam kejuaraan.
Juara pada kejuaraan beregu harus dibuktikan dengan kehadiran dan keikutsertaan seluruh anggota tim saat pelaksanaan lomba. Syarat khusus untuk klastek Iptek direkomendasikan oleh sekolah dan termasuk 25 persen siswa terbaik di kelasnya.
Adapun untuk klaster olahraga dan seni siswa yang direkomendasikan oleh sekolah sebanyak 50 persen siswa terbaik di kelasnya atau 60 persen siswa terbaik di kelasnya untuk juara 1 dan/atau juara 2 nasional serta juara 1, 2, 3, 4, dan 5 pada kejuaraan olahraga internasional.
2. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
UNY punya jalur masuk yang seleksinya berdasarkan nilai rapor akademik, yakni seleksi mandiri (SM) prestasi akademik UNY. Program ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik untuk berkuliah di UNY.
Melalui jalur ini, siswa dapat memilih dua program studi di UNY. SM Prestasi akademik UNY mewajibkan calon mahasiswa untuk menyertakan rapor semester 1-5. Pendaftaran telah dibuka mulai 01 April 2024 hingga 04 Juli 2024.
Berikut persyaratan selengkapnya:
1. Peserta adalah lulusan SMA/MA/SMK atau sederajat dan lulusan Paket C Tahun 2022, 2023, atau 2024 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2024)
2. Peserta mengunggah bukti kelulusan berupa Ijazah atau SKL atau Surat Keterangan Kelas XII
3. Wajib memiliki nilai rapor semester 1 sampai dengan 5
4. Sertifikat/piagam penghargaan prestasi bidang akademik bersifat opsional (tidak wajib)
5. Wajib mengunggah portofolio bagi yang memilih program studi Bidang Seni & Olahraga.
3. Universitas Airlangga (Unair)
Seleksi Mandiri Universitas Airlangga (SMUA) terdiri dari empat jalur seleksi, salah satunya berdasarkan prestasi akademik atau Mandiri Prestasi. Seleksi ini mempertimbangkan rapor siswa, prestasi akademik dan non-akademik.
Adapun SMUA prestasi akademik hanya diperuntukkan untuk siswa eligible dan mewajibkan peserta melampirkan kartu peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang memilih salah satu program studi di Unair. Peserta dapat mendaftar secara online melalui laman web https://pendaftaran.unair.ac.id dan login secara berkala untuk memeriksa hasil verifikasi.
4. Universitas Indonesia (UI)
Salah satu seleksi masuk UI menggunakan nilai rapor dan prestasi akademik melalui jalur prestasi dan pemerataan kesempatan belajar (PPKB). Selain prestasi akademik dan rapor calon mahasiswa baru, penilaian seleksi ini juga ditentukan dengan indeks sekolah asal. Jalur ini menyediakan dua jenjang pendidikan, Sarjana (S1) dan Vokasi (D3 dan D4).
Dalam pendaftaran PPKB terdapat tiga jenis formulir yang ditawarkan, yaitu aarjana jalur reguler (S1 Reguler), sarjana jalur non reguler (S1 Non reguler) dan vokasi (D3 dan D4). Peserta hanya bisa memilih maksimal 1 pilihan prodi saat mendaftar. Biasanya, PPKB buka mulai Mei hingga Juni dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 850 ribu.
5. Universitas Brawijaya (UB)
PTN yang berlokasi di Malang, Jawa Timur ini membuka jalur masuk khusus seleksi rapor, Seleksi Masuk Universitas Brawijaya (SMUB) jalur prestasi. Jalur ini memberikan kesempatan untuk calon mahasiswa yang berprestasi di berbagai bidang.
Mulai dari bidang akademik, olahraga dan seni hingga keagamaan, seperti peraih juara 1, 2, atau 3 di lomba nasional maupun internasional, Hafidz dan Hafidzah Alquran, dan penghafal kitab suci dari berbagai agama di Indonesia.
Data nilai rapor yang perlu disiapkan untuk mendaftar jalur ini:
1. Nilai yang diisikan adalah nilai seluruh mata pelajaran bagian nilai pengetahuan
2. Nilai yang diisikan adalah nilai pada lima semester (kelas 10 semester 1-2, kelas 11 semester 1-2, kelas 12 semester 1).
Peserta bisa membaca informasi lain seputar SMUB Jalur Prestasi di laman https://selma.ub.ac.id/seleksi-mandiri-ub-jalur-nilai-rapor-dan-nilai-utbk-2023/.