JAKARTA, KOMPAS.com - Ketahui musim terbaik sebelum berlibur ke Kobe, Jepang. Ibu kota dari Prefektur Hyogo ini menawarkan beragam pesona wisata yang sayang untuk dilewatkan.
Bukan hanya daging sapi Kobe yang terkenal dengan guratan marmer putihnya, melainkan tempat-tempat wisata favorit wisatawan dalam dan luar negeri.
Remi Matsunari dari departemen pariwisata Kobe Tourism Bureau, mengatakan, wisatawan Indonesia bisa datang ke Kobe pada musim apa saja, kecuali musim panas.
"Karena ya kalau musim panas, cuma kebagian panasnya saja. Tidak seperti musim semi, musim gugur," ujar Remi ketika ditemui Kompas.com di Japan Travel Fair, Mal Kota Kasablanka Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2024).
Musim panas di Jepang umumnya dimulai pada Juli hingga Agustus setiap tahun. Jadi, hindari bulan ini bila ingin menikmati banyak wisata di Kobe.
Bila datang saat musim semi, wisatawan bisa menikmati indahnya bunga sakura yang bermekaran di Kobe.
Selanjutnya, saat musim gugur tiba, turis Indonesia dapat melihat indahnya dedaunan yang gugur dari pohon.
Kompas.com/Krisda Tiofani Remi Matsunari dari departemen pariwisata Kobe Tourism Bureau saat menjelaskan tips membeli daging sapi Kobe di Jepang kepada Kompas.com, Jumat (30/8/2024).Remi menuturkan, ada juga tempat wisata yang disarankan untuk semua musim di Kobe, yakni Kobe Port Museum.
Kobe Port Museum dibuka sejak 2021 lalu, menawarkan indahnya akuarium yang dipadukan dengan digital art.
Ada juga taman bunga Kobe Fruits & Flower Park Ozo, yang menghasilkan jenis-jenis bunga berbeda di setiap musim.
"Di setiap musim akan ganti-ganti tanamannya, menarik buat dilihat wisatawan," kata Remi.
Remi menyarankan, setidaknya tinggal di Kobe selama tiga hari empat malam sampai lima hari untuk menikmati ragam wisatanya.