KOMPAS.com - Jasa open trip kerap jadi pilihan bagi wisatawan yang hendak naik gunung, terutama bagi yang belum punya pengalaman mendaki gunung.
Pemula yang hendak ikut open trip sebaiknya cerdas memilih jasa pemandu wisata yang hendak digunakan. Jangan sampai, kegiatan mendaki gunung memberi pengalaman yang buruk karena salah memilih jasa open trip.
Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Rahman Mukhlis menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat memilih jasa open trip pendakian gunung.
Tips memilih jasa open trip naik gunung
1. Cek legalitas jasa penyedia open trip
Kata Rahman, penting untuk memeriksa legalitas dan kredibilitas penyedia jasa open trip yang hendak dipilih.
"Pertama, kita harus lihat legalitas dari perusahaannya, sekarang izin berusaha sudah lebih mudah, ada yang jenisnya usaha perseorangan ataupun PT, ada yang koperasi, atau kalau di desa ada BUMDes gitu. Pastikan jelas dulu secara aspek legal," kata Rahman kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (9/10/2024).
Begitu juga jika penyedia jasa open trip merupakan sebuah biro perjalanan, maka harus dipastikan izin usahanya.
2. Cek kapabilitas SDM
Pemandu yang akan memandu wisatawan saat mendaki gunung haruslah punya pengalaman dan kapabilitas dalam mendaki gunung. Maka dari itu, sebaiknya cari tahu latar belakang penyedia jasa sebelum memilih.
"Pastikan menggunakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang kompeten, yang sudah profesional, sudah tersertifikasi kalau untuk pemandunya," kata Rahman.
Termasuk, sambungnya, pemandu tersebut memang punya cukup pengalaman dalam mendaki gunung, atau pemandu tersebut berasal dari organisasi pecinta alam.
Kemudian, penting pula untuk melihat ulasan mengenai penyedia jasa trip dari penggunaan media sosial. Ulasan tersebut bisa dilihat melalui laman media sosial, website, atau ulasan di Google.
3. Cek program trip yang ditawarkan
Saat memilih jasa open trip naik gunung, penting untuk memeriksa program trip yang ditawarkan. Dalam hal ini seperti itinerary selama trip, fasilitas yang ditawarkan akomodasi, dan transportasi yang disediakan pada setiap paketnya.
"Rundown-nya jelas, informasi tentang trip-nya jelas, biayanya berapa, termasuk fasilitasnya apa saja. Bagaimana fasilitas akomodasi, transportasi, makan, perlengkapan, termasuk mana biaya yang ditanggung dan yang tidak tertanggung oleh peserta, harus jelas," kata Rahman.
Kemudian, tambahnya, harus ada informasi yang jelas mengenai aspek apa saja yang menjadi tanggung jawab penyelenggara jasa open trip. Kata Rahman, tarif setiap open trip berbeda-beda, ini biasanya disesuaikan dengan fasilitas yang ditawarkan.
Khusus aspek fasilitas, biasanya satu orang pemandu akan mendampingi lima orang peserta trip.
"Tergantung skala trip-nya, ada yang bahkan (open trip untuk) VIP (perbandingan antara pemandu dan peserta trip) bisa satu banding satu. Tapi rata-rata idealnya satu pemandu (mendampingi) lima orang peserta untuk umum," ujarnya.