JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) mencatat pertumbuhan trafik signifikan atas Volume Lalu Lintas (VLL) jalan tol yang dimiliki.
Tahun ini, tercatat rata-rata 239.905 kendaraan per hari melewati jalan tol milik perseroan.
Pada Semester I 2024, terdapat peningkatan trafik sebesar 14,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023.
Data ini mencakup seluruh jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya, baik yang terletak di Jalan Tol Trans-Sumatra maupun di JORR-S dan Akses Tanjung Priok (ATP).
Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Adjib Al Hakim, kehadiran jalan tol di Pulau Andalas ini tak hanya menjadi faktor utama dalam peningkatan aset Hutama Karya, namun berdampak positif bagi konektivitas.
Sehingga, berkontribusi pada efisiensi ekonomi serta penurunan biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terkait dengan daya saing produk domestik.
Keberhasilan Hutama Karya dalam mencatatkan pertumbuhan aset ini tidak terlepas
dari dukungan kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sinergi yang kuat dengan stakeholder (pemangku kepentingan) lainnya.
"Sebagai bagian dari komitmen kami untuk menjaga dan mengelola aset Hutama Karya, kami menerapkan prinsip Good-Corporate-Governance (GCG), memastikan transparansi, akuntabilitas, dan integritas,” ujar Adjib dalam keterangannya, Jumat (27/9/2024).
Hingga akhir tahun 2023, aset perseroan telah tembus Rp 169,73 triliun.
Aset ini naik Rp 76,22 triliun atau 81,51 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 93,51 triliun.
Hal inilah yang menjadikan Hutama Karya sebagai satu–satunya BUMN dengan aset jumbo pada klaster infrastruktur.