KOMPAS.com - Jaring hitam yang dulu dipasang dekat minimarket Lawson di Fujikawaguchi, Prefektur Yamanashi, Jepang, untuk menghalangi pemandangan Gunung Fuji, telah dibuka sejak Kamis (15/8/2024).
Awalnya jaring tersebut dipasang guna mengendalikan wisatawan yang kerap memadati spot tersebut untuk memotret Gunung Fuji.
"Sejak kami memasang kasa pada bulan Mei, tidak ada lagi orang yang berlama-lama di area tersebut. Kami merasa ini efektif," kata seorang anggota dewan kota, dikutip dari CNN, Kamis (22/8/2024).
Lebih lanjut disampaikan, pembukaan jaring hitam ini rencananya dilakukan untuk sementara waktu lantaran angin kencang yang terjadi di daerah tersebut. Tujuannya agar tidak membahayakan.
Pejabat di Fujikawaguchi mengatakan, tidak ada batasan waktu untuk memasang kembali jaring penghalang tersebut. Masih ada petugas keamanan yang berpatroli di wilayah tersebut dan jaring dapat dipasang kembali jika situasi berubah.
AFP/KAZUHIRO NOGI Penghalang pemandangan Gunung Fuji yang dipasang warga Kota Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi, Jepang, pada Selasa (21/5/2024) sudah dihiasi lubang. Warga kesal dengan ulah para turis yang kerap membuang sampah sembarangan dan memasuki wilayah tanpa izin.Sebagai informasi, daerah Fujikawaguchi menjadi populer di media sosial karena punya spot foto yang langsung menghadap ke Gunung Fuji.
Setelah viral di berbagai platform media sosial, banyak wisatawan yang datang berkunjung dari berbagai belahan dunia.
Namun, menurut penuturan warga sekitar, para pengunjung yang datang kerap melakukan hal meresahkan. Misalnya membuang sampah sembarangan dan melanggar rambu lalu lintas.
"Ada serangkaian kegiatan ilegal yang mengganggu seperti membuang sampah, memasuki tempat tersebut tanpa izin, merokok, makan di tempat parkir, atau di bawah atap rumah pribadi, dan memasuki atap tanpa izin," kata seorang penghuni gedung sebelah Lawson.
Dok. Pixabay/BottonDown Ilustrasi Gunung Fuji di Jepang.Dikutip dari Soranews24, jaring hitam sepanjang 20 meter x 2,5 meter kemudian dipasang pada pertengahan Mei 2024, tepat di seberang Lawson, supaya menghalangi pemandangan melihat panorama Gunung Fuji.
Akhir musim panas adalah musim topan di Jepang, dan Jumat lalu badai dahsyat diramalkan akan bertiup melalui daerah Fujikawaguchiko.
Jaring hitam setinggi 20 meter dinilai dapat menjadi material yang berbahaya jika tidak diamankan dari terpaan angin kencang.
Oleh karena itu, pada Kamis (15/8/2024) lalu pejabat kota membuat keputusan untuk menurunkan jaring tersebut sebelum kedatangan angin topan.
"Selama wisatawan tetap menunjukkan sopan santun, kami tidak akan memasang kembali layar tersebut," tutur juru bicara kota, dikutip dari Soranews.