SERAM TIMUR, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memastikan peredaran uang layak edar di Pulau Geser, Seram Timur, Seram Bagian Timur, Maluku.
BI menyiapkan uang dengan total Rp 1,64 miliar bagi warga yang menukarkan uang lusuh dan kotor mereka.
"Melalui layanan penukaran uang rusak dan uang lusuh, Bapak Ibu bisa menukarkan dengan uang yang layak edar," kata Manajer BI Maluku Desi Muriany saat acara Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 di Pulau Geser, Selasa (22/10/2024).
Desi mengatakan bahwa uang rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang perlu dijaga.
“Perlu kita jaga kondisi fisiknya, dan kita perlu pahami bagaimana mengeluarkan rupiah untuk transaksi seharian,” ujar Desi.
Salah satu warga Pulau Geser yang menukarkan uang rupiahnya adalah Saleman (55), yang beprofesi sebagai nelayan.
Uang kartal milik Saleman yang sudah lusuh dan kotor ditukarkan dengan rupiah emisi terbaru. Total yang ia tukarkan sebesar Rp 1.073.000, yang terdiri dari pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 10.000 serta Rp 20.000.
"Ini sangat membantu, karena saya biasanya dapat uang dari hasil tangkap ikan itu sudah lusuh dan robek," kata Saleman.
Selain di Pulau Geser, BI juga menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 di Pulau Banda Neira, Gorom, Buru, dan Manipa.
BI bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL) menggelar ERB 2024 dengan menyasar 90 pulau di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di 18 provinsi.
ERB tahun ini telah dimulai pada Februari silam dengan menyasar lima pulau di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, yakni Sebatik, Bunyu, Derawan, Maratua, dan Taliyasan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso-990.
Pada bulan ini, ERB kembali digelar dengan menyasar pulau-pulau di Maluku dengan menggunakan KRI Teluk Lada-521.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman mengatakan bahwa tujuan digelarnya ERB untuk menjaga stabilitas ekonomi wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
BI ingin menjamin supaya ekonomi tetap berjalan dengan kehadiran rupiah. BI juga ingin memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh pelosok Indonesia.