#30 tag 24jam
Munas IKA FH Unisba, Sobandi Terpilih sebagai Pimpinan Presidium
Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (IKA FH Unisba) digelar di Aula Utama Unisba, Gedung Hj Kartini Kridhoharsojo. - Bagian all [253] url asal
(iNews - Terkini) 28/09/24 19:26
v/15702921/
BANDUNG, iNews.id - Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (IKA FH Unisba) digelar di Aula Utama Unisba, Gedung Hj Kartini Kridhoharsojo, Sabtu (28/9/2024). Kegiatan tersebut mengangkat tema, 'Dari Alumni Untuk Ummat'.
Munas IKA FH Unisba ini digelar setelah periode sebelumnya dilaksanakan pada masa Covid-19 di mana ruang bersilaturahmi hanya terjangkau oleh daring. Munas Kali ini dilaksanakan dalam suka cita dan hampir setiap alumni bersilaturahmi mengenang masa-masa perkuliahan dahulu dengan kebanggaan terhadap perkembangan Unisba luar biasa.
"Hari ini menjadi catatan sejarah bagi IKA FH Unisba karena telah berhasil mengumpulkan dan mempersatukan seluruh angkatan dengan sistem pimpinan kolektif dengan harapan adanya kesinambungan komunikasi dan eratnya hubungan setiap periode angkatan 70" 80" 90" 2000" dan menjadi dukungan bagi seluruh alumni," ujar Tonny Irawan selaku demisioner Ketua IKA FH Unisba 2021-2024.
Selain itu, Intan Permatasari selaku Ketua Pelaksana Munas menilai momen ini merupakan luar biasa dan di luar dugaan karena dihadiri oleh angkatan yang menjadi ajang silaturahmi.
Dalam munas itu terpilih 5 orang pimpinan presidium, yakni
1. Dr. Sobandi S.H.,M.H.
2. Irfan Arifian,S.H.
3. Denden Imadudin,S.H.M.H
4. Dr. Fadhil Muhamad, S.H.,M.H.
5. Deky Rosdiana,S.H.M.H
Sobandi selaku ketua presidum pertama merupakan lulusan FH Unisba angkatan 1989 yang merupakan Kepala Biro Hukum dan Humas MA Periode 2024-2029
Harapan ke depannya untuk IKA FH Unisba, Ikatan alumni yang jaya artinya adalah IKA FH Unisba mampu memberikan kontribusi bagi umat dan ikut serta membangun bangsa.
Editor: Kurnia Illahi
Mengenal Sosok Mahasiswa Berprestasi Unisba
Capaian unggulan, gagasan kreatif, kemahiran berbahasa Inggris jadi poin penting. [603] url asal
#unisba #sely-astuti #mahasiswa-berprestasi-unisba
(Republika - News) 08/08/24 15:05
v/13796101/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa berprestasi merupakan sosok individu yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik saja, tetapi juga aktif dalam berbagai aktifitas yang menghasilkan berbagai prestasi baik ditingkat nasional maupun internasional.
Universitas Islam Bandung (Unisba) sebagai perguruan tinggi swasta Islam yang terakreditasi 'Unggul' dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan merupakan lembaga pendidikan tinggi yang mampu mengintegrasikan antara nilai-nilai keagamaan dan akademik, berperan aktif dalam menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dalam mencapai potensi maksimalnya.
Adalah Sely Astuti, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) angkatan 2021 yang dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tahun 2024. Capaian unggulan, gagasan kreatif, serta kemahiran berbahasa Inggris menjadi poin penting yang membuatnya unggul dari kandidat-kandidat lain.
Sebelum menjadi Mawapres, Sely telah mengukir berbagai prestasi gemilang, seperti National University Debating Champions (NUDC) dengan dua kali menjadi pemenang dan best speaker, menjadi presenter terbaik di konferensi internasional, hingga student mobility ke Malaysia. “Dari NUDC, saya termotivasi untuk mengikuti hal-hal lain yang sesuai minat dan potensi saya,” ujarnya.
Tidak hanya berhasil di ranah akademik, Sely juga pandai mengelola waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik. Dengan jurnal harian dan metode pengelolaan waktu yang efektif, Sely mampu menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik. Ia menggunakan metode Matriks Eisenhower yang dapat mengklasifikasikan waktu untuk mengerjakan akademik maupun non-akademik.
“Semua hal baik di dunia ini dimulai dengan mimpi. Jika kita sudah memiliki mimpi, seluruh semesta juga akan membantu untuk mewujudkannya. Teruslah memiliki mimpi, jangan takut seberapapun kamu gagal,” ucapnya.
Sely pun membagikan tipsnya agar bisa memperoleh peluang sehingga bisa menjadi mahasiswa berprestasi seperti dirinya yaitu harus selalu ingat dengan tujuan, cita-cita dan mimpi yang ingin dicapai. “Dengan cara itu aku pribadi bisa mempertahankan motivasi untuk konsisten mengejarnya. Lalu buat goals juga penting dengan dibarengi usaha buat mencapai tujuan/mimpi itu,” ujarnya.
Ia pun berpesan untuk tidak takut gagal dalam mencoba berbagai hal. “Karena pastinya aku pun pernah gagal ribuan kali tapi selalu lihat ada hal positif yang bisa diambil, dengan berfikir kayak ‘well, at least now i know how to debate like a pro’,” kata Sely.
Menurut Sely, dengan banyak mencoba berbagai hal walaupun hasilnya berbeda-beda dan terkadang tidak sesuai apa yang diharapkan, upaya yang telah dilakukan semaksimal mungkin tersebut menjadi hal yang sangat penting untuk bisa lebih mengembangkan diri. “Jangan takut coba atau gagal, asal dibarengin usaha yang maksimal dengan kapasitas diri, maka jatuhnya itu gak akan terlalu sakit,” ungkapnya.
Terakhir tipsnya adalah dengan manajemen waktu yaitu dengan pintar mengatur waktu untuk segala kegiatan termasuk untuk diri sendiri. “Ini agar tetap ‘waras’, jadi sempatkan waktu buat kerja. Ambisi boleh tapi jaga kesehatan mental, fisik, dan otak,” ujar Sely.
Sely berharap ke depannya ia bisa lebih berdampak lagi kepada masyarakat, baik dari mental healthnya atau dari ilmu yang pernah dipelajari saat berkuliah di psikologi. “Caranya dengan menggali ilmu saya lagi dibidang yang terkhusus misalnya dari riset psikologi yang berdampak nantinya menjadi psikolog dan bisa langsung terjun ke masyarakat,” terangnya.
Ia juga berharap nantinya bisa memperoleh kesempatan memperoleh ilmu psikologi dari universitas terkemuka yang ada di Inggris untuk belajar, serta saat menyelesaikan studinya nanti dan kembali lagi ke Indonesia bisa mengimplementasikannya sehingga dapat berdampak untuk masyarakat.
Terakhir harapannya adalah bisa lebih mengembangkan diri dengan lebih kreatif lagi dengan membuat inovasi-inovasi baru untuk mental health bangsa Indonesia.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Sely telah membuktikan Unisba adalah tempat yang tepat untuk meraih prestasi dan mengembangkan diri. Mari bergabung dengan Unisba dan bersama-sama kita wujudkan masa depan yang gemilang. Jadilah bagian dari generasi muda berprestasi yang siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Unisba, pilihan tepat untuk pendidikan berkualitas dan masa depan cemerlang!
Pinjaman Online Syariah: Tantangan dan Peluang dalam Fintech di Era Digital
Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Unisba Akhmad Yusup, S.Sy., M.Sc. [496] url asal
#dosen-unisba #pinjaman-online-syariah #tantangan #peluang #fintech-di-era-digital
(Republika - News) 07/08/24 18:34
v/13675481/
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Di era digital yang serba cepat ini, fintech atau teknologi keuangan telah mengubah lanskap industri keuangan secara signifikan. Salah satu layanan fintech yang paling populer adalah pinjaman online, yang menawarkan kemudahan dan kecepatan akses kepada masyarakat. Namun, dalam konteks hukum ekonomi syariah, pinjaman online menghadapi tantangan unik yang membutuhkan perhatian khusus.
Prinsip Ekonomi Syariah dalam Pinjaman Online
Ekonomi syariah didasarkan pada prinsip-prinsip yang menekankan keadilan, transparansi, dan larangan riba (bunga). Dalam konteks pinjaman online, hal ini berarti bahwa platform yang ingin beroperasi secara syariah harus memastikan bahwa mereka tidak mengenakan bunga pada pinjaman dan mematuhi prinsip-prinsip lainnya, seperti menghindari gharar (ketidakpastian) dan maisir (spekulasi).
Pinjaman online syariah biasanya menggunakan sistem akad qard (pinjaman tanpa bunga) atau akad murabahah (jual beli dengan margin keuntungan yang disepakati) sebagai alternatif terhadap sistem pinjaman konvensional yang berbasis bunga. Dengan cara ini, pinjaman online syariah dapat menawarkan solusi yang lebih etis dan sesuai dengan ajaran Islam.
Tantangan dalam Implementasi
-Kepatuhan Syariah
Memastikan bahwa semua aspek dari platform pinjaman online sesuai dengan hukum syariah adalah tantangan utama. Ini mencakup tidak hanya struktur keuangan tetapi juga transparansi dalam semua transaksi.
-Kepercayaan Konsumen
Kepercayaan konsumen adalah kunci keberhasilan fintech syariah. Tantangan bagi platform adalah membangun kepercayaan tersebut melalui praktik bisnis yang transparan dan etis.
-Regulasi dan Pengawasan
Regulasi yang jelas dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa layanan pinjaman online syariah benar-benar beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Di Indonesia, misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan pedoman untuk memastikan kepatuhan syariah bagi lembaga keuangan.
-Pendidikan dan Literasi Keuangan
Kurangnya pemahaman masyarakat tentang prinsip-prinsip ekonomi syariah dan layanan fintech syariah merupakan tantangan lainnya. Edukasi dan literasi keuangan yang baik sangat penting untuk mendorong adopsi pinjaman online syariah.
Peluang dalam Ekosistem Fintech Syariah
-Pertumbuhan Pasar
Dengan populasi Muslim yang besar dan kebutuhan akan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, fintech pinjaman online syariah memiliki potensi pasar yang luas. Di Indonesia, pertumbuhan fintech syariah diprediksi akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.
-Inovasi Produk
Fintech syariah memiliki kesempatan untuk mengembangkan produk dan layanan inovatif yang memenuhi kebutuhan spesifik pasar Muslim. Penggunaan teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dapat membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi.
-Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan Tradisional
Fintech syariah dapat bekerja sama dengan bank syariah dan lembaga keuangan lainnya untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan terintegrasi.
-Dukungan Pemerintah
Banyak pemerintah, termasuk Indonesia, memberikan dukungan untuk pengembangan fintech syariah sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi syariah.
Masa Depan Pinjaman Online Syariah
Masa depan pinjaman online syariah tampak cerah dengan semakin meningkatnya minat dan dukungan terhadap ekonomi syariah secara global. Namun, untuk mencapai potensi penuh, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan fintech syariah. Selain itu, peningkatan literasi keuangan dan pemahaman masyarakat tentang produk-produk syariah akan menjadi kunci dalam mendorong adopsi yang lebih luas.
Dengan pendekatan yang tepat, fintech pinjaman online syariah dapat menjadi solusi keuangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim tetapi juga menawarkan alternatif etis bagi seluruh masyarakat di era digital ini.
Bagaimana Unisba Mempersiapkan Lulusannya ke Dunia Kerja? Ini Caranya
Secara konsisten Unisba menerapkan nilai-nilai ke-Islaman. [494] url asal
#unisba #universitas-islam-bandung
(Republika - News) 03/08/24 13:49
v/13124421/
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Universitas Islam Bandung (Unisba) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi Islam terkemuka di Jawa Barat dan Banten yang terakreditasi Unggul dari BAN-PT, berdedikasi dalam mempersiapkan lulusannya agar siap menghadapi tantangan saat terjun ke dunia kerja dan masyarakat.
Melalui berbagai program dan pendekatan komprehensif, Unisba memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik saja, tetapi juga keterampilan praktis dengan nilai-nilai ke-Islaman yang sangat dibutuhkan dalam mengantarkannya kepada karier cemerlang, serta menebarkan manfaat ketika terjun ke masyarakat.
Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Berbagai Aspek
Secara konsisten Unisba menerapkan nilai-nilai ke-Islaman dalam setiap aspek kehidupan kampus sejalan dengan tradisi akademik yang merupakan tradisi Islam. Unisba membekali para mahasiswa dengan 3 spirit, yakni mujahid (pejuang), mujtahid (pemikir), dan mujadid (inovator/pembaharu). Hal ini diterapkan guna membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten dalam keilmuannya saja, tetapi juga berakhlakul karimah.
“Ini sesuai dengan Q.S. Al Alaq dimana perintah pertama iqra, yang artinya baca atau belajar. Jadi bagaimana dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang secara formal diaplikasikan dalam kurikulum, seperti kita memiliki Pendidikan Agama Islam selama tujuh semester dan pesantren. Atau dalam aktifitas lainnya seperti diskusi, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya yang merupakan perintah dari Al Quran untuk terus belajar,” ungkap Rektor Unisba Prof. Dr. H. Edi Setiadi melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/8/2024).
Pengembangan Softskill melalui Organisasi Kemahasiswaan
Unisba mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan softskill yakni nalar, minat dan bakat melalui organisasi kemahasiswaan dan berbagai kursus penataran yang dibutuhkan di dunia kerja. Nantinya juga akan berdampak pada output kampus, yakni para alumni yang memiliki kompetensi dan budi pekerti yang baik.
“Kami mempersiapkan mahasiswa ke depan ketika terjun ke masyarakat dengan membangun softskill. Disamping itu dibekali juga dengan pembelajaran jaringan komunikasi, literasi komunikasi, dan kerja sama dengan orang lain,” katanya.
Menghasilkan Lulusan yang Interdisipliner melalui Sertifikasi Kompetensi
Melalui sertifikasi kompetensi, Unisba mempersiapkan lulusannya menjadi interdisipliner, artinya mempunyai keahlian khusus sesuai program studinya tapi juga mempunyai kompensi lain untuk memperkuat keahlian keilmuannya.
“Kompetensi yang ditawarkan LSPU (Lembaga Sertifikasi Profesi Unisba) dengan 37 skema tentunya kompeten yang berakhlakul karimah. Apalagi pesan pendiri Unisba KH.EZ Muttaqien agar lulusan Unisba harus menjadi ulama yang intelek dan intelek yang ulama,” ungkap Rektor.
Bursa Kerja Bagi Lulusan melalui Unisba Career Expo
Unisba memberikan fasilitas kemudahan kepada lulusannya untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan harapan dan cita-cita melalui Unisba Career Expo yang menjadi agenda tahunan.
Menurut Rektor, kegiatan Unisba Career Expo ini merupakan salah satu kontribusi Unisba atas kerja sama dengan berbagai kalangan, untuk membantu pemerintah menekan tingginya tingkat pengangguran dari jumlah angkatan kerja di wilayah perkotaan.
“Kami fasilitasi untuk lulusan Unisba dan umum, untuk mengisi kesempatan kerja di Unisba Career Expo. Kami ingin memfasilitasi para lulusan untuk mendapatkan informasi lowongan kerja," ujarnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Unisba berkomitmen untuk senantiasa menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keunggulan akademis, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja dan memiliki berbudi pekerti yang baik. Lulusan Unisba diharapkan menjadi individu yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun internasional.
Ketika Post Truth Mewarnai Pemberitaan
Kebenaran kini seolah ada di bagaimana netizen mayoritas berpendapat. [692] url asal
#universitas-islam-bandung #unisba #post-truth
(Republika - News) 14/07/24 14:28
v/10750183/
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Firmansyah, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Belakangan muncul fenomena bagaimana netizen seolah menjadi detektif dan mencoba menguak kasus yang sedang ramai. Kasus Vina Cirebon yang diangkat menjadi sebuah film dan juga kasus pembunuhan Mirna dengan menggunakan kopi sianida, merupakan dua contoh dari sekian banyak kasus yang merasa dipecahkan oleh netizen.
Kekuatan netizen seakan melegitimasi bahwa penyelesaian kasus dapat dipengaruhi oleh desakan dari masyarakat. Kini semakin kuat peran netizen untuk mendapatkan peran dalam setiap kasus dan permasalahan di negeri ini.
Padahal netizen belum tentu benar. Kebenaran kini seolah ada di bagaimana netizen mayoritas berpendapat. Kebenaran bahkan dapat digiring dengan asumsi netizen. Di sinilah post truth berkembang, yakni ketika keyakinan dan perasaan pribadi lebih berpengaruh dalam pembentukan opini publik dibanding fakta-fakta objektif.
Bisa dikatakan kebenaran kini merupakan konstruksi realitas dari penyebar dan penerima post truth tersebut. Secara garis besar post truth dapat diartikan sebagai sebuah keyakinan pada suatu hal sehingga melegitimasi kebenaran hal tersebut dengan mengabaikan informasi-informasi atau fakta-fakta lain yang bertentangan.
Berkembangnya media sosial sebagai alternatif media arus utama pada akhirnya menjadi peluang untuk beredarnya post truth. Tidak seperti media arus utama, dalam media sosial tidak ada filterisasi serta cek dan ricek informasi. Post truth tumbuh karena tidak adanya filter atau gate yang bertanggungjawab menyaring informasi yang menyebar.
Masyarakat yang diberikan beban untuk menyaring informasi yang beredar. Besarnya pengaruh informasi-informasi dan pesan-pesan hoax dan post truth pada masyarakat Indonesia menimbulkan pertanyaan bagaimana melakukan antispasi terhadap gelombang post truth yang semakin tak terbendung seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Bila hanya mengandalkan pada pendidikan masyarakat terhadap teknologi, perlu waktu yang lama bagi masyarakat untuk memahami kerentanan informasi dan pesan post truth.
Penyebaran hoaks di Indonesia ini dipandang semakin menimbulkan beragam masalah. Jemadu (2017) menyebutkan bahwa awalnya masyarakat mencari kebenaran atas informasi melalui media mainstream, namun saat ini hoax justru masuk ke dimensi lain di media sosial dan diadopsi begitu saja di media mainstream tanpa klarifikasi. Pertanyaan justru tertuju pada media massa arus utama sebagai produsen berita faktual mungkinkah juga terdampak post truth?
Steve Tesich memopulerkan kata post-truth untuk pertama kali dalam tulisannya yang diterbitkan majalah The Nation, 1992. Tulisan tersebut mengangkat skandal Iran-Kontra dan Perang Teluk Persia yang terjadi pada tahun tersebut.
Tesich menilai bahwa sebagai orang bebas, setiap orang bebas memutuskan apa yang ingin dihidupkan di dunia post-truth. Biasanya pengirim dan penerima pesan post truth memiliki kesamaan dalam keyakinan akan suatu hal. Sehingga ketika pesan post truth itu diterima, maka tanpa pikir panjang penerima pesan tersebut meyakini kebenaran di dalamnya dan bukan tidak mungkin bahwa penerima tersebut mengirimkan kembali pesan tersebut kepada orang lain yang memiliki keyakinan yang sama. Pesan berantai tersebut pun semakin meluas sehingga pesan post truth yang beredar menjadi sebuah kebenaran yang diyakini sebagai kebenaran yang sesungguhnya, dengan mengabaikan informasi lain atau fakta-fakta yang muncul.
Masyarakat saat ini lebih mudah percaya pada informasi post truth yang belum diketahui kebenarannya daripada informasi berdasarkan fakta yang sesungguhnya namun tidak sesuai dengan keyakinannya. Celakanya adalah media massa arus utama juga terjebak pada informasi post truth di media sosial viralitas akan mendatangkan atensi masyarakat yang besar pada berita. Seperti halnya dalam istilah ekonomi, proses demand (permintaan) dan supply (penawaran) pada berita viral yang dapat mempengaruhi jumlah produksi pesan tersebut di masyarakat.
Semakin banyak permintaan sebuah produk berita viral maka akan semakin banyak produksi pesan yang akan beredar di masyarakat. Begitu juga dengan penawaran produk berita yang didapat dari viralitas di media sosial yang berpotensi mengandung post truth, semakin banyak yang mengkonsumsi maka produsen akan menganggap bahwa pesan tersebut menjadi produk unggulan dan akan terus diproduksi lalu ditawarkan kembali ke masyarakat.
Produsen informasi yang resmi yakni pers dan media massa arus utama kini tidak lagi punya kekuatan agenda setting, tetapi mengikuti tren viral di masyarakat. Jurnalisme di media arus utama yang sakral justru terancam oleh berita post truth di media sosial yang justru membuat masyarakat terlena dengan berbagai drama yang ditampilkan dalam pemberitaan.
Belum lagi industri media massa yang kini diisi para content creator bukan news creator. Alhasil, traffic kini lebih diutamakan dibandingkan kualitas dalam produk jurnalismenya. Berita mengenai korupsi dan isu berdampak masif kini kalah dengan berita drama pembunuhan berseri-seri.