#30 tag 24jam
USDT Jadi Pemain Baru di Minyak Timur Tengah, Kok Bisa?
Pendanaan Tether pada transaksi minyak mentah US$45 juta dengan USDT jadi langkah besar dalam adopsi kripto di perdagangan global. [593] url asal
(BlockChain-Media) 09/11/24 10:30
v/17866906/
Tether baru saja mencatat sejarah dengan menyelesaikan pendanaan transaksi minyak mentah pertama di Timur Tengah menggunakan stablecoin mereka, USDT.
Transaksi ini mengamankan pengangkutan 670.000 barel minyak mentah Timur Tengah, yang bernilai sekitar US$45 juta, dan akan selesai pada Oktober 2024.
Langkah ini membawa Tether dan teknologi blockchain semakin dekat ke inti sektor perdagangan global, khususnya di kawasan yang berperan penting dalam pasar energi dunia.
Pendanaan Perdagangan Berbasis USDT: Mempercepat Proses dan Mengurangi BiayaDengan meluncurkan transaksi berbasis USDT ini, Tether mengincar pengembangan sektor pembiayaan perdagangan yang nilainya diperkirakan mencapai US$10 triliun.

Menggunakan stablecoin seperti USDT dalam transaksi besar berpotensi mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pembayaran tradisional yang sering lambat dan mahal.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menegaskan bahwa penggunaan teknologi blockchain melalui USDT akan mengubah proses bisnis.
“Dengan USDT, kami berharap dapat membawa efisiensi dan kecepatan ke pasar yang sebelumnya sangat bergantung pada struktur pembayaran konvensional,” ujar Ardoino.
Tether Trade Finance, divisi investasi Tether, bertujuan untuk membuka akses yang lebih besar terhadap pembiayaan perdagangan yang efisien.
Dengan transaksi ini, perusahaan tidak hanya menawarkan kecepatan dan penghematan biaya, tetapi juga meningkatkan transparansi, sebuah keunggulan utama dari teknologi blockchain yang menarik perhatian pelaku bisnis di sektor energi.
Dampak Strategis bagi Adopsi Kripto di Dunia BisnisLangkah Tether untuk mendanai transaksi minyak mentah dengan USDT ini memperlihatkan ambisi besar mereka untuk memperkenalkan kripto sebagai bagian integral dari perdagangan global.
Di pasar minyak yang sangat terstruktur, di mana transaksi seringkali lambat dan penuh tantangan birokratis, pendekatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi adopsi kripto yang lebih luas.
Para ahli percaya bahwa keberhasilan transaksi ini akan mendorong lebih banyak pelaku bisnis untuk mempertimbangkan stablecoin dalam transaksi mereka.
Adopsi kripto di sektor perdagangan, terutama untuk komoditas seperti minyak, masih berada pada tahap awal. Namun, semakin banyak bisnis yang mulai melihat potensi efisiensi dari transaksi berbasis blockchain.
Dengan memfasilitasi pendanaan transaksi minyak mentah, Tether menunjukkan potensi besar kripto di dunia bisnis.
“Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan efisiensi di pasar global dengan menggunakan USDT,” ujar seorang analis pasar energi yang melihat inovasi ini sebagai revolusi di sektor perdagangan.
Investasi Tether di Timur Tengah: Mendorong Inklusi Keuangan di Kawasan StrategisSelain transaksi minyak mentah, Tether juga mengumumkan investasi strategis sebesar US$3 juta di aplikasi Kem, sebuah platform manajemen keuangan yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan di Timur Tengah.
Investasi ini diharapkan membantu memperluas adopsi USDT di kawasan ini dan memberikan solusi keuangan yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Kemungkinan besar, melalui Kem, Tether akan dapat memperkenalkan USDT sebagai alat pembayaran yang andal dan cepat, serta memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih mudah.
“Pendanaan ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kehadiran USDT di Timur Tengah,” ungkap Ardoino.
Keputusan Tether untuk mendukung Kem diharapkan dapat memberikan dorongan besar bagi adopsi kripto di kawasan yang dianggap strategis ini. Dengan populasi yang terus berkembang dan ekonomi yang semakin terkoneksi secara digital, Timur Tengah menjadi pasar penting bagi Tether dan stablecoin lainnya.
Masa Depan Pembiayaan Perdagangan dengan StablecoinMasuknya Tether ke dalam sektor pembiayaan perdagangan menyoroti potensi besar stablecoin di luar sektor keuangan tradisional.
Stablecoin tidak hanya memiliki nilai yang stabil dibandingkan kripto lainnya, tetapi juga menghadirkan keuntungan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan. Dengan transaksi minyak mentah ini, Tether memperlihatkan bagaimana stablecoin dapat diterapkan dalam perdagangan komoditas dengan nilai besar.
Dalam jangka panjang, keberhasilan proyek ini dapat mendorong adopsi stablecoin lain dalam transaksi komoditas lainnya.
“Tether membuka peluang besar bagi penggunaan blockchain dalam perdagangan global, yang berpotensi mengubah struktur pasar secara mendasar,” ujar seorang ahli keuangan internasional.
Dengan semakin banyaknya bisnis yang mengadopsi teknologi blockchain, Tether menempatkan dirinya sebagai pelopor dalam industri pembiayaan perdagangan berbasis stablecoin. [st]
Klarifikasi Tether Soal Tuduhan Pencucian Uang, Ada Kepentingan Politik?
Tether membantah laporan WSJ tentang dugaan penyelidikan DOJ terkait pencucian uang dan pelanggaran sanksi. [430] url asal
#tether #tether-stablecoin #usdt #wsj
(BlockChain-Media) 26/10/24 19:06
v/17023978/
Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, membantah laporan WSJ yang mengklaim perusahaan tersebut sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait dugaan pencucian uang dan pelanggaran sanksi.
Laporan itu menyebutkan bahwa otoritas AS menyelidiki kemungkinan penggunaan Tether stablecoin USDT oleh pihak ketiga untuk membiayai perdagangan narkoba, terorisme, dan aktivitas pencucian uang.
Selain itu, Departemen Keuangan AS diduga mempertimbangkan sanksi terhadap perusahaan itu karena Tether stablecoin USDT banyak digunakan oleh entitas yang masuk daftar sanksi, termasuk Hamas dan pedagang senjata Rusia.
Namun, Paolo Ardoino, CEO Tether, dengan cepat menepis klaim tersebut. Ardoino menegaskan bahwa perusahaannya tidak sedang diinvestigasi dan menilai laporan WSJ sebagai spekulasi yang tidak berdasar.

“Seperti yang kami sampaikan kepada WSJ, tidak ada indikasi bahwa Tether sedang diselidiki. WSJ hanya mengulang isu lama,” jelasnya, Sabtu (26/10/2024).
Pihaknya juga mengecam WSJ karena pelaporannya yang dinilai tidak bertanggung jawab dan menyebarkan ketidakpastian.
“Kisah-kisah ini didasarkan pada spekulasi murni, meskipun Tether telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang adanya penyelidikan semacam itu terhadap perusahaan,” sebagaimana dinyatakan dalam klarifikasi resminya.
Rekam Jejak Kerja Sama Tether dengan Penegak HukumPihak tether menekankan bahwa laporan WSJ mengabaikan kerja sama ekstensif perusahaan dengan penegak hukum untuk memberantas aktivitas kriminal.
Tether menegaskan bahwa hingga saat ini, mereka telah bekerja sama dengan 180 lembaga di 45 yurisdiksi dan berhasil membekukan lebih dari 1.850 dompet Tether stablecoin USDT yang terlibat dalam aktivitas ilegal.
Perusahaan juga memblokir transaksi senilai lebih dari US$225 juta dan memulihkan hampir US$114 juta sebelum ada perintah resmi.
Pada September 2024, perusahaan tersebut memperkuat langkah antikejahatan dengan membentuk External Investigations Unit, yang terdiri dari mantan aparat penegak hukum, jaksa, dan analis forensik.
Perusahaan yang mengeluarkan Tether stablecoin USDT tersebut menyayangkan pihak WSJ yang secara sembrono mengklaim hal tersebut.
“Artikel tersebut juga dengan sembarangan mengabaikan keterlibatan Tether yang terdokumentasi dengan baik dan luas dalam kerja sama dengan penegak hukum untuk memberantas pelanggar yang berusaha menyalahgunakan Tether dan cryptocurrency lainnya,” tuturnya.
Spekulasi Motif Politik di Balik Tuduhan WSJSelain dampak hukum dan ekonomi, tuduhan ini juga memicu spekulasi adanya motif politik. Howard Lutnick, CEO Cantor Fitzgerald, dikenal sebagai pendukung Donald Trump dan memiliki hubungan bisnis dengan Tether.
Penurunan Harga Bitcoin Pasca Klaim WSJ Dampak ini mengingatkan pasar pada gejolak yang terjadi ketika Binance dan CEO-nya, Changpeng Zhao, didakwa melanggar undang-undang pencucian uang, yang juga mengguncang pasar saat itu.
Di tengah situasi ini, Ardoino menegaskan kembali bahwa Tether akan tetap beroperasi secara transparan dan mendukung stabilitas pasar kripto.
Dengan klarifikasi ini, pihaknya berharap dapat meredakan kekhawatiran pasar dan memulihkan kepercayaan terhadap Tether stablecoin USDT di tengah situasi yang tidak pasti. [dp]
Stablecoin Siap Mengubah Cara Uang Bergerak, Kok Bisa?
Laporan terbaru menunjukkan stablecoin mengganggu pasar remitansi dan forex. Bagaimana pengaruhnya terhadap masa depan keuangan? [296] url asal
#stablecoin #uang-stablecoin #usdc #usdt
(BlockChain-Media) 23/10/24 10:00
v/16872283/
Laporan kuartal ketiga (Q3) dari Artemis mengungkapkan bahwa stablecoin berada di titik puncak untuk mengganggu seluruh cara uang bergerak di dunia.
Tren yang meningkat terlihat dalam berbagai aspek, termasuk valuta asing atau forex (FX), remitansi, pembayaran lintas negara dan transaksi antar individu (P2P). Hal ini menandakan bahwa peran stablecoin dalam ekonomi global semakin signifikan dan berpotensi merombak sistem keuangan tradisional.
Stablecoin Mulai Mengganggu Pasar ForexStablecoin, terutama dalam perdagangan mata uang, menunjukkan perubahan besar. Data dari Circle mengenai EURC (Euro Coin) menunjukkan peningkatan volume pada bursa terdesentralisasi (DEX).
Volume ini tidak hanya meningkat, tetapi mulai menunjukkan infleksi yang signifikan, di mana perdagangan mata uang menggunakan stablecoin dapat mengganggu peran mata uang fiat di bursa forex tradisional.
Pertumbuhan Cepat Remitansi dari AS ke MeksikoSalah satu koridor remitansi terbesar di dunia, yaitu antara AS dan Meksiko, mencatatkan nilai tahunan sebesar US$1,2 miliar.
Ini menunjukkan bahwa baik individu maupun institusi besar mulai mempercayai dan menyimpan nilai yang lebih besar dalam bentuk stablecoin, menguatkan peran stablecoin sebagai aset digital yang aman dan stabil dalam menghadapi volatilitas pasar kripto.
Dampak Masa Depan Stablecoin terhadap Kripto dan Sektor LainDengan pertumbuhan dan adopsi stablecoin yang begitu pesat, dampaknya terhadap masa depan kripto dan sektor lain dalam kehidupan manusia akan sangat besar.
Stablecoin dapat berfungsi sebagai jembatan antara kripto dan ekonomi tradisional, mempercepat adopsi kripto dalam kehidupan sehari-hari, dari belanja online hingga pembayaran tagihan.
Selain itu, dengan kemampuan stablecoin untuk digunakan dalam remitansi, perdagangan dan bahkan investasi, keuangan global akan menjadi lebih inklusif, transparan dan efisien. Hubungan stablecoin dengan sektor keuangan lainnya, seperti perbankan dan pembayaran, juga akan semakin erat, menciptakan ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
Hal ini dapat memicu inovasi lebih lanjut dalam sistem pembayaran global serta menciptakan peluang baru di berbagai industri, seperti e-commerce, perbankan dan investasi. [st]
Stablecoin USDT Cetak Rekor Baru di Jaringan Tron dan Ethereum, Kapitalisasinya Sentuh US$120 Miliar
Kapitalisasi pasar stablecoin USDT mencapai US$120 miliar, dengan lebih dari 51 persen beredar di Tron dan 45 persen di Ethereum. [514] url asal
#ethereum #stablecoin #stablecoin-usdt #tron #usdt
(BlockChain-Media) 21/10/24 11:30
v/16783509/
Stablecoin Tether USD (USDT), yang merupakan pemimpin dalam pasar stablecoin global, baru saja mencatat pencapaian penting dengan nilai kapitalisasi pasar melebihi US$120 miliar.
Angka ini mencerminkan pengaruh besar USDT dalam ekosistem kripto, khususnya dalam hal likuiditas dan stabilitas yang ditawarkan oleh stablecoin di pasar yang sangat volatil.
Lebih dari separuh sirkulasi USDT saat ini ada di Tron, sementara sebagian besar sisanya berada di Ethereum, dengan keduanya memainkan peran kunci dalam mendukung transaksi lintas jaringan yang cepat dan murah.
Peran Tron dan Ethereum dalam Sirkulasi USDTBerdasarkan data dari Lookonchain, 61,49 miliar USDT atau 51.17 persen beredar di jaringan Tron, menjadikannya jaringan utama untuk stablecoin ini. Di sisi lain, 54,48 miliar USDT atau 45,34 persen beredar di jaringan Ethereum.

Tron berhasil menjadi pilihan utama banyak pengguna berkat biaya transaksi yang rendah dan efisiensinya. Sementara Ethereum dikenal dengan ekosistem DeFi yang kaya, biaya gas yang lebih tinggi sering kali membuat Tron lebih menarik untuk transaksi skala besar yang melibatkan stablecoin seperti USDT.
Satu contoh signifikan adalah volume perdagangan harian USDT di Tron yang mencapai US$53 miliar, melampaui volume harian rata-rata Visa yang hanya mencapai US$42 miliar.
Ini menunjukkan betapa cepatnya adopsi kripto, khususnya stablecoin, di sektor pembayaran global, bahkan melampaui sistem pembayaran tradisional yang sudah mapan.
Dampak Pertumbuhan USDT bagi Pasar KriptoPertumbuhan kapitalisasi pasar USDT yang sangat pesat sejalan dengan meningkatnya minat global terhadap stablecoin. Stablecoin telah menjadi jembatan penting antara mata uang fiat dan aset digital yang sangat fluktuatif.
Fungsinya tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi instrumen yang memberikan likuiditas dan stabilitas dalam ekosistem kripto yang lebih luas.
Keberhasilan USDT dalam meraih posisi dominan di antara stablecoin lainnya didukung oleh peningkatan minat dari para investor institusi dan pengguna ritel yang mencari cara lebih aman untuk berpartisipasi dalam pasar kripto.
Pertumbuhan ini juga terjadi bersamaan dengan peningkatan penerbitan USDT di berbagai jaringan blockchain, seperti yang terlihat dari penerbitan tambahan US$1 miliar di jaringan Tron beberapa bulan terakhir.
Tantangan dan Peluang di Masa DepanMeskipun pencapaian ini sangat signifikan, USDT tidak lepas dari tantangan. Salah satu kekhawatiran utama yang sering diungkapkan adalah terkait dengan transparansi cadangan aset yang mendukung USDT.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tether, sebagai penerbit USDT, telah menghadapi kritik terkait apakah semua USDT yang beredar sepenuhnya didukung oleh cadangan fiat.
Di sisi lain, dengan semakin banyaknya stablecoin yang bermunculan, termasuk Ripple USD (RUSD), pasar stablecoin semakin kompetitif. Namun, posisi USDT masih tetap dominan.
Dengan kehadiran di 16 blockchain berbeda, USDT tetap menjadi pilihan utama untuk transaksi lintas batas dan sebagai instrumen penyimpanan nilai dalam ekosistem kripto.
Masa Depan Stablecoin di Tengah RegulasiDi tengah pertumbuhan pesat ini, perhatian dari regulator di seluruh dunia juga semakin meningkat. Berbagai yurisdiksi kini mulai merancang regulasi yang lebih ketat terkait penggunaan stablecoin.
Misalnya, di AS, Undang-Undang Lummis-Gillibrand sedang dirancang untuk memberikan kerangka regulasi yang jelas bagi stablecoin, termasuk aspek penerbitan, penebusan dan cadangan.
Selain di AS, negara-negara lain seperti Tiongkok dan Singapura juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengatur stablecoin dalam sistem keuangan mereka. Upaya ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keuangan sekaligus mendorong inovasi dalam penggunaan kripto. [st]
Ada Visa di Balik Rencana Stablecoin Bank Spanyol, BBVA
Visa ternyata ada di balik rencana penerbitan stablecoin besutan bank besar asal Spanyol, BBVA yang akan diluncurkan tahun 2025. [835] url asal
#bbva #blockchain #smart-contract #stablecoin #usdc #usdt #visa
(BlockChain-Media) 03/10/24 21:56
v/15928458/
Visa ternyata ada di balik rencana penerbitan stablecoin besutan bank besar asal Spanyol, BBVA. Visa sendiri memiliki sistem terpadu mempermudah perusahaan untuk membuat stablecoin dan sejak tahun 2018 Visa memang sudah melirik keunggulan teknologi blockchain.
BBVA, salah satu bank terbesar di Spanyol, akan meluncurkan stablecoin pada tahun 2025 dengan dukungan Visa. Langkah ini memperkuat posisinya dalam pasar digital yang semakin berkembang.
BBVA telah mengumumkan rencananya untuk memasuki pasar stablecoin yang semakin padat. Bank Spanyol ini berencana meluncurkan aset digital baru pada tahun depan dengan bantuan dari Visa.
Menurut Francisco Maroto, Kepala Aset Digital dan Blockchain BBVA, bank saat ini berada pada tahap uji coba dari sistem tokenisasi Visa (VTAP) yang dirancang untuk membantu lembaga keuangan meluncurkan aset token mereka sendiri. Ia berharap proyek ini mencapai tahap prototipe dan aktivitas langsung pada tahun 2025.
Maroto menyatakan bahwa BBVA masih belum memutuskan apakah stablecoin yang akan diluncurkan akan didukung oleh deposito, dana pasar uang, atau mata uang fiat seperti euro atau dolar AS. Ia menambahkan bahwa rencananya aset ini akan digunakan sebagai lapisan penyelesaian di bursa-bursa.
“Kami ingin memastikan bahwa teknologi blockchain dapat mengubah cara kami bertukar nilai secara digital, dan pada akhirnya memengaruhi cara sistem keuangan bekerja,” ujarnya, dilansir dari Fortune, Kamis (3/10/2024).
BBVA telah berkecimpung dalam dunia aset digital sejak tahun 2014. Maroto berharap bahwa proyek terbaru ini akan memungkinkan bank untuk memanfaatkan tren yang berkembang dalam tokenisasi aset seperti real estate dan dana kredit swasta.
Tokenisasi telah menjadi salah satu perkembangan paling signifikan dalam dunia keuangan, memungkinkan aset fisik untuk diubah menjadi bentuk digital yang dapat diperdagangkan secara lebih efisien dan meningkatkan likuiditasnya.
7 Skenario Logis VTAP, Sistem Tokenisasi Aset Besutan VISA
Persaingan StablecoinStablecoin merupakan kategori luas dalam ruang kripto, menggambarkan aset yang dimaksudkan untuk mempertahankan harga tertentu dan didukung oleh cadangan seperti mata uang fiat, komoditas, atau bahkan mata uang kripto lainnya.
Meskipun sektor ini sudah ada selama satu dekade, stablecoin yang didukung dolar seperti USDC dari Cirle dan USDT dari Tether, telah meledak dalam popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang mendukung stablecoin ini menghasilkan keuntungan besar melalui hasil dari aset dasar, yang biasanya mencakup Treasury AS (surat utang Pemerintah AS) dan aset lain bernilar dolar lainnya.
Namun, sektor tradisional keuangan juga mulai terjun ke dalam persaingan. Misalnya, PayPal meluncurkan stablecoinPYUSD pada Agustus 2023. Belum lama ini PayPal membolehkan merchant mereka bertransaksi kripto di akun bisnis mereka. Selain itu, berbagai penawaran dari luar negeri juga memberikan hasil kepada pelanggan mereka, pilihan yang masih terbatas di AS karena ketidakpastian regulasi.
Dari arsip Blockchainmedia.id, pemain besar lainnya yang ingin terjun ke sektor stablecoin adalah Ripple Labs yang selama beberapa bulan terakhir mengujicoba RLUSD mereka. Jepang pun disebut-sebut sebagai salah satu sasaran pasar mereka.
Ada pula BlackRock yang mendukung stablecoinUStb dengan token RWA BUILD sebagai underlying asset-nya. Pasar Real-World Asset (RWA) diperkirakan dapat mencapai US$16 triliun pada tahun 2030.
PYUSD PayPal Tembus US$1 Milyar: Apa Langkah Selanjutnya?
BBVA Pakai Teknologi Tokenisasi Milik VisaVisa minggu lalu mengumumkan produk baru yang memungkinkan lembaga keuangan, seperti bank, untuk meluncurkan stablecoin mereka sendiri, yang disebut VTAP alias Visa Tokenized Asset Platform.
Meskipun use casenya akan bervariasi, tujuannya adalah agar bank dapat memilih jenis aset yang akan menjadi cadangan, yang bisa berupa mata uang fiat atau deposito. Token ini awalnya hanya akan berfungsi dalam ekosistem bank itu sendiri, namun Cuy Sheffield, kepala kripto Visa, mengatakan kepada Fortune pada April bahwa rencana jangka panjang adalah untuk memfasilitasi interoperabilitas antar lembaga yang berbeda, yang menjadi keunggulan dari stablecoin yang lebih universal seperti USDC yang dapat berfungsi di berbagai blockchain.
Mengapa Perbankan Lirik Tokenisasi Real Asset?
Kerjasama BBVA dengan VisaBBVA memilih untuk bekerja dengan Visa daripada menggunakan opsi stablecoin yang sudah ada, karena reputasi Visa yang sudah mapan dan kepatuhan regulasinya. Sebagai salah satu lembaga keuangan pertama yang bereksperimen dengan produk baru ini, BBVA memiliki keunggulan karena sebagian besar beroperasi di Eropa, yang baru-baru ini memberlakukan pengawasan terhadap stablecoin.
“BBVA berencana membangun stablecoin ini dengan basis euro, mengingat kehadiran kami yang kuat di Eropa. Stablecoin ini dapat digunakan untuk settlement di bursa yang menawarkan aset berupa token, dengan BBVA mengelola mekanisme mint dan burnyang mengonversi mata uang fiat ke dalam ekosistem kripto,” tegas Francisco Maroto.
XRP Resmi Hadir di Aplikasi Garanti BBVA, Cek Fitur Barunya!
Meskipun BBVA berharap dapat memulai uji coba langsung tahun depan, Maroto menjelaskan bahwa pasar AS tidak termasuk dalam rencana jangka pendek mereka.
“Kami saat ini menawarkan layanan kustodian dan perdagangan Bitcoin, Ethereum, dan USDC di Swiss untuk pelanggan perbankan pribadi dan institusional, dan akan segera diluncurkan di Turki,” ujarnya.
Indonesia Minati StablecoinSebelumnya, dalam sebuah penelitian yang disponsori oleh VISA, terungkap bahwa penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam. Use case-nya tak hanya untuk crypto trading, tetapi menjadi alternatif layanan perbankan yang jauh lebih efisien.
Riset VISA: Stablecoin di Indonesia Jadi Alternatif Perbankan
“Kami menemukan bahwa pengguna di Indonesia tidak hanya menggunakan stablecoin untuk perdagangan kripto, tetapi juga sebagai alat konversi mata uang digital, melakukan pembayaran lintas negara, serta sebagai instrumen tabungan dalam dolar digital,” jelas dalam riset itu. [ps]
Tether Melaju! Kapitalisasi Pasar USDT Hampir Sentuh US$120 Milyar
Tether capai rekor kapitalisasi pasar US$119 milyar, makin mendominasi stablecoin. USDT kini kuasai 70,4 persen kapitalisasi pasar. [542] url asal
(BlockChain-Media) 23/09/24 10:30
v/15431523/
Dalam perkembangan terbaru, stablecoin besutan Tether, USDT, telah mencapai rekor kapitalisasi pasar baru dengan nilai mendekati US$120 milyar.
Pencapaian ini menegaskan posisi USDT sebagai pemain utama dalam industri kripto, mengukuhkan dominasinya dalam pasar stablecoin di tengah tren pertumbuhan yang pesat.
Kapitalisasi Pasar Tether Dekati US$120 MilyarBerdasarkan data dari IntoTheBlock, kapitalisasi pasar Tether berada di angka US$119 milyar, hanya selangkah lagi menuju tonggak US$120 milyar.
Hal ini memperkuat posisi USDT sebagai stablecoin nomor satu dan menjadikannya aset kripto terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar, setelah Bitcoin dan Ethereum.
Juga, USDT sekarang menguasai sekitar 70,4 persen pangsa pasar dari total stablecoin yang beredar, dengan arus modal yang terus mengalir ke dalamnya. Kenaikan ini seiring dengan lonjakan total kapitalisasi pasar stablecoin yang mencapai lebih dari US$169 milyar.
Pertumbuhan Pesat Pasar StablecoinKapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan telah mengalami pertumbuhan yang signifikan sejak awal tahun ini. Pada Oktober 2023, total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai US$122 milyar.
Namun, dengan adanya tren bullish dalam beberapa bulan terakhir, total kapitalisasi tersebut telah melonjak hingga US$169 milyar pada September 2024, meningkat sekitar 38,5 persen.
Pertumbuhan pesat ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital yang stabil terus meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan inflasi yang melanda berbagai negara.
Peran Utama Tether dalam DominasinyaPencapaian stablecoin Tether dalam kapitalisasi pasar bukanlah kebetulan. Dalam dua tahun terakhir, Tether telah mengalami peningkatan pangsa pasar yang luar biasa.
Pada 2022, pangsa pasar USDT masih berada di angka 55 persen, namun saat ini telah melonjak menjadi 75 persen.
Peningkatan tersebut tak lepas dari kemampuannya menjaga nilai yang stabil terhadap dolar AS, menjadikannya pilihan favorit bagi para trader dan investor yang mencari stabilitas di tengah volatilitas pasar kripto.
Selain itu, penurunan performa kompetitor seperti USDC juga telah berkontribusi pada dominasi USDT di pasar stablecoin.
Arus masuk modal ke USDT juga terus mengalir, terutama dalam beberapa minggu terakhir.
Treasuri Tether bahkan mencetak US$1 milyar USDT baru di jaringan Ethereum dan tambahan US$100 juta USDT di jaringan Tron, menunjukkan tingginya permintaan akan stablecoin ini.
Dengan ini, total pasokan Tether telah hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, tumbuh dari nilai US$65 milyar menjadi US$118 milyar saat ini.
Keberhasilan Tether juga terlihat dari pendapatannya yang meningkat pesat. Dalam 30 hari terakhir saja, Tether dilaporkan menghasilkan pendapatan sekitar US$400 juta.
Ini menunjukkan bahwa meski menghadapi kompetisi dari stablecoin lain seperti USDC dan bahkan pesaing baru seperti PYUSD milik PayPal, Tether masih mampu menjaga keunggulannya di pasar.
Kompetisi dengan Stablecoin LainnyaKendati Tether mendominasi pasar, kompetisi dalam sektor stablecoin tetap sengit. USDC, stablecoin terbesar kedua, hanya memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$35,88 milyar, yang hanya sepertiga dari kapitalisasi Tether.
Sementara itu, stablecoin-stablecoin lain seperti First Digital USD (FDUSD) juga mengalami pertumbuhan, dengan kapitalisasi pasar yang meningkat 47 persen dalam 30 hari terakhir, mencapai US$2,94 milyar. Meski begitu, para pesaing ini belum mampu menggoyahkan dominasi Tether.
Melihat tren saat ini, sepertinya Tether akan terus memimpin di pasar stablecoin. Faktor-faktor seperti meningkatnya minat terhadap aset digital stabil, ketidakpastian ekonomi global, dan melemahnya mata uang fiat di beberapa negara berkembang menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.
Adanya pesaing baru seperti Ripple dengan rencana peluncuran Ripple USD (RUSD) tampaknya tidak menghalangi Tether untuk mempertahankan dominasinya. Mari kita saksikan. [st]
Tether Unggul dalam Transparansi dan Cegah Kejahatan Kripto
Tether unggul dalam transparansi, cegah kejahatan keuangan dan menyediakan stabilitas bagi 350 juta pengguna di seluruh dunia. [606] url asal
#kripto #stablecoin #tether #usdt
(BlockChain-Media) 19/09/24 10:00
v/15221064/
Tether telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin dalam pasar stablecoin global melalui transparansi keuangan, kerja sama erat dengan lembaga penegak hukum, serta kemampuannya menjaga stabilitas di tengah volatilitas pasar.
Dengan cadangan melebihi kewajiban sebesar US$5,3 milyar, Tether memberikan jaminan keamanan bagi lebih dari 350 juta penggunanya di seluruh dunia. Selain itu, Tether juga mengambil peran penting dalam melawan kejahatan keuangan, menjadikannya bagian vital dari ekosistem keuangan modern.
Tether: Transparansi Keuangan yang Kuat dan TerpercayaDalam postingan di situs resminya, perusahaan ini menonjolkan transparansi sebagai nilai utama dalam operasinya. Ini dibuktikan dengan laporan independen yang dilakukan oleh firma akuntansi global ternama, BDO.
Pada kuartal kedua 2024, Tether melaporkan memiliki cadangan sebesar US$118,4 milyar, yang melebihi kewajibannya sebesar US$5,3 milyar.
Laporan ini menegaskan kekuatan keuangan Tether, di mana sebagian besar cadangannya berupa treasuri AS, yaitu lebih dari US$97,6 milyar.
Jika perusahaan tersebut dianggap sebagai sebuah negara, mereka akan menjadi pemilik treasuri terbesar ke-18 di dunia, bahkan melampaui negara-negara seperti Jerman dan Australia.
Transparansi ini tidak hanya dibatasi pada laporan periodik, tetapi juga disertai laporan harian yang memberikan detail cadangan secara rinci. Hal ini membuat Tether unggul dalam memberikan rasa aman dan jaminan kepada pengguna, serta melampaui tingkat transparansi banyak lembaga keuangan tradisional.
Kolaborasi dengan Penegak Hukum dan Pencegahan Kejahatan KeuanganSebagai penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether berkomitmen dalam mendukung upaya penegakan hukum di berbagai negara.
Perusahaan itu secara proaktif bekerja sama dengan lebih dari 180 lembaga di 45 yurisdiksi untuk membekukan sekitar 1.850 dompet yang terkait dengan aktivitas kriminal. Hingga saat ini, lebih dari US$113,8 juta aset berhasil dipulihkan dari aktivitas ilegal.
Salah satu tindakan terbaru yang dilakukan oleh Tether adalah membekukan hampir US$5 juta yang terkait dengan Lazarus Group, kelompok hacker dari Korea Utara. Aksi ini menegaskan kemampuan mereka dalam merespons ancaman keuangan global dengan cepat, melindungi integritas ekosistem stablecoin.
Selain itu, dalam sebuah operasi yang melibatkan Departemen Kehakiman AS, Tether berhasil memfasilitasi penyitaan hampir US$9 juta dari organisasi penipuan dunia maya. Aksi ini diakui secara terbuka oleh otoritas AS sebagai langkah signifikan dalam mengamankan aset digital dari penipuan.
Tether dan TRON Bentuk Unit Khusus Hentikan Kejahatan Kripto
Menyediakan Stabilitas di Pasar yang Tidak StabilTidak hanya dalam hal penegakan hukum, Tether juga berperan besar dalam menjaga stabilitas pasar di tengah gejolak.
Pada Mei 2022, saat pasar kripto mengalami krisis besar yang dipicu oleh depegging Terra-LUNA, Tether berhasil menebus lebih dari US$10 milyar dalam satu minggu dan US$20 milyar dalam sebulan tanpa mengalami gangguan.
Ini membuktikan bahwa perusahaan tersebut sepenuhnya mendukung setiap token yang diterbitkannya dengan cadangan berkualitas tinggi dan likuid.
Keberhasilan Tether dalam menangani permintaan penebusan yang besar ini jauh melebihi kemampuan banyak bank besar di seluruh dunia.
Bahkan, dalam sejarah perbankan, belum ada lembaga keuangan yang mampu menangani penarikan sebesar 12 persen dari kewajibannya dalam satu minggu tanpa terguncang. Hal ini menunjukkan keunggulan Tether dalam menyediakan likuiditas yang sangat tinggi bagi penggunanya.
Tether Angkat Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan
Inklusi Keuangan Global dan Dominasi Dolar ASPeran Tether tidak hanya terbatas pada transparansi dan stabilitas, tetapi juga dalam meningkatkan inklusi keuangan global.
Di berbagai wilayah dengan mata uang lokal yang tidak stabil, stablecoin menjadi alternatif yang aman dan stabil bagi individu untuk menyimpan dan mentransfer nilai.
Penggunaan stablecoin Tether memungkinkan partisipasi lebih luas dalam perdagangan internasional, terutama di kawasan yang sulit mengakses dolar AS, seperti di Amerika Latin dan Asia.
Selain itu, dengan kepemilikan lebih dari US$97,6 milyar dalam treasuri AS, Tether memperkuat sistem keuangan AS.
Hal ini secara langsung mendukung dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan global, menjadikannya lebih mudah diakses oleh jutaan orang di seluruh dunia. [st]
Tether Angkat Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan
Tether, perusahaan penerbit stablecoin USDT mengumumkan pengangkatan Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan. [638] url asal
#paolo-ardoino #reku #stablecoin #tether #usdt
(BlockChain-Media) 13/09/24 22:12
v/14988966/
Tether, perusahaan penerbit stablecoin USDT mengumumkan pengangkatan Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan. Spiro akan bertanggung jawab penuh untuk membina hubungan baik dengan pemerintah termasuk para pembuat kebijakan lintas negara. Di Indonesia, Tether akan hadir bersama Reku dalam roadshow di 10 kota.
Tether, perusahaan terbesar dalam industri aset digital, secara resmi mengumumkan penunjukan Jesse Spiro sebagai Kepala Urusan Pemerintahan pada 13 September 2024. Jesse akan bertanggung jawab dalam memimpin kebijakan dan upaya keterlibatan dengan pembuat undang-undang, regulator, serta pemangku kepentingan utama lainnya di seluruh dunia.
Jesse Spiro memiliki pengalaman luas dalam hubungan pemerintah dan regulasi di industri blockchain, dengan lebih dari enam tahun bekerja di sektor tersebut. Sebelum bergabung dengan Tether, ia menjabat sebagai Kepala Hubungan Regulasi untuk bisnis Blockchain dan Mata Uang Digital di PayPal selama tiga tahun terakhir. Selain itu, Jesse juga pernah memegang posisi sebagai Kepala Urusan Pemerintahan di Chainalysis, sebuah perusahaan analitik blockchain ternama.
PYUSD PayPal Tembus US$1 Milyar: Apa Langkah Selanjutnya?
Menurut rilis resmi Tether, Jumat, 13 September 2024, pengalaman Jesse yang mendalam di bidang legislatif dan regulasi menjadikannya kandidat yang tepat untuk membantu memperkuat misi Tether dalam membangun ekosistem keuangan dan teknologi yang siap menghadapi masa depan. Dengan latar belakangnya yang kuat, ia diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan di tengah perubahan lanskap peraturan global yang dinamis.
“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Tether, karena Tether memainkan peran penting dalam perkembangan ekonomi digital saat ini, termasuk dominasi dolar AS dalam ekonomi global. Lanskap legislatif dan regulasi yang terus berkembang akan memerlukan kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta. Melalui pendidikan dan keterlibatan, saya berharap dapat bekerja sama dengan industri, pembuat undang-undang, dan lembaga pemerintah untuk terus mengembangkan Tether dan ekosistem digital ini,” ungkap Jesse Spiro.
Keberhasilan Jesse dalam membangun hubungan yang erat antara industri aset digital dan sektor publik telah membuahkan hasil positif, mendorong pertumbuhan yang matang, inovasi yang bertanggung jawab, serta kesuksesan dalam organisasi yang pernah diwakilinya.
Paolo Ardoino, CEO Tether, juga menyatakan kegembiraannya atas penunjukan Jesse Spiro, bahwa penunjukan Jesse menegaskan komitmen Tether terhadap inovasi yang bertanggung jawab dan kepemimpinan di industri aset digital.
“Kami sangat bersemangat menyambut Jesse ke dalam tim Tether. Keahliannya yang mendalam dalam hubungan pemerintah dan teknologi blockchain akan sangat berharga bagi kami saat kami terus menghadapi lingkungan peraturan yang kompleks dan berubah dengan cepat,” jelasnya.
Penunjukan Jesse Spiro sebagai Kepala Urusan Pemerintahan di Tether datang di saat industri aset digital semakin mendapat sorotan dari regulator dan pembuat kebijakan di berbagai negara. Banyak pihak mengakui bahwa regulasi yang tepat akan sangat penting bagi masa depan ekonomi digital yang sehat dan aman. Di sisi lain, Tether juga terus berinovasi dan memperluas jangkauannya di sektor-sektor strategis.
Sebelumnya, Tether juga telah membuat sejumlah langkah penting, termasuk mengadakan Plan B Forum pertama di El Salvador yang akan diselenggarakan pada Januari 2025. El Salvador adalah negara pertama di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan resmi.
El Salvador Tambah 1 Bitcoin Setiap Hari Selama 665 Hari
Selain itu, Tether baru-baru ini mengumumkan pembentukan Unit Pemantau Keuangan T3 bersama TRON dan TRM Labs, sebuah inisiatif untuk memerangi aktivitas ilegal yang terkait dengan penggunaan USDT di blockchain TRON.
Di Indonesia, Tether juga telah menjalin kolaborasi dengan Reku. Tether akan meluncurkan program roadshow di 10 kota besar di Indonesia mulai September 2024-Maret 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang aset kripto dan teknologi di baliknya, serta potensi besar yang dimilikinya dalam mengubah lanskap ekonomi global.
Ekonomi AS Tangguh, Analis Reku: Imbas ke Pasar Kripto Belum Cukup Positif
Dengan semakin kuatnya peran Tether di berbagai sektor dan wilayah, kehadiran Jesse Spiro di posisi strategis ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi perusahaan dan industri secara keseluruhan. Fokusnya pada hubungan pemerintah dan kebijakan regulasi diprediksi akan memainkan peran penting dalam menentukan arah perkembangan aset digital di masa depan. [ps]
Jaringan TRON Catat Rekor Baru untuk Pemegang TRX dan Transaksi USDT
Lonjakan 237 persen pemegang TRX dan pertumbuhan pesat transaksi USDT di TRON menunjukkan masa depan cerah ekosistem blockchain ini. [209] url asal
(BlockChain-Media) 13/09/24 10:30
v/14988963/
Pertumbuhan jaringan TRON dalam beberapa tahun terakhir sangat signifikan, baik dari sisi jumlah pemegang token TRX jangka panjang maupun dari volume transaksi USDT di jaringannya.
Hal ini menunjukkan keyakinan kuat terhadap masa depan TRON DAO dan keefektifan solusi transfer gas-free (tanpa biaya gas) yang ditawarkan.
Lonjakan Jumlah Pemegang TRX Jangka PanjangBerdasarkan data terbaru dari IntoTheBlock, TRX saat ini memiliki hampir 90 juta alamat pemegang jangka panjang. Angka ini mencatat peningkatan yang mengesankan sebesar 237 persen hanya dalam satu tahun terakhir.
Pada tahun 2023, volume transaksi tahunan USDT di TRON mencapai 3,6 triliun, sebuah pencapaian yang memecahkan rekor. Bahkan, pada September 2024, volume transaksi USDT di jaringan TRON hampir mencapai 3,4 triliun, hampir menyamai total volume transaksi sepanjang tahun 2023.
Pertumbuhan ini menempatkan jaringan TRON sebagai salah satu jaringan terbesar di dunia dalam hal transaksi USDT. solusi transfer gas-free dari TRON juga telah menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan ini.
Dengan menawarkan pengalaman transaksi tanpa biaya jaringan bagi 3 juta pengguna TRON di seluruh dunia, solusi ini telah memberikan kemudahan dan efisiensi yang luar biasa.
Jumlah pengguna yang memanfaatkan solusi ini terus meningkat dengan cepat, menunjukkan bahwa jaringan TRON tidak hanya menawarkan transaksi yang efisien, tetapi juga solusi yang lebih terjangkau bagi penggunanya. [st]
Riset VISA: Stablecoin di Indonesia Jadi Alternatif Perbankan
Penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam, tak hanya untuk trading kripto, tetapi sebagai alternatif sistem perbankan. [799] url asal
#crypto-exchange #dolar-digital #indonesia #kripto #stablecoin #tether #usdt #visa
(BlockChain-Media) 13/09/24 02:17
v/14976861/
Dalam sebuah penelitian yang disponsori oleh VISA, terungkap bahwa penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam. Use case-nya tak hanya untuk crypto trading di beragam crypto exchange, tetapi kian berubah menjadi alternatif layanan perbankan yang jauh lebih efisien.
Penggunaan stablecoin di Indonesia semakin meluas, tidak hanya untuk kebutuhan perdagangan aset kripto, tetapi juga sebagai alternatif perbankan tradisional. Banyak pengguna mulai mengandalkan stablecoin sebagai sarana untuk mengonversi stablecoin bernilai dolar AS (seperti USDT) dan euro, melakukan pembayaran antar negara, hingga menyimpan tabungan dalam bentuk dolar digital itu.
Faktanya, stablecoin kini sangat kuat dan terus meningkat. Pasokan stablecoin secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar US$170 miliar, dengan nilai transaksi yang diselesaikan mencapai triliunan dolar setiap tahunnya.
Setiap bulan, ada sekitar 20 juta address di beragam blockchain melakukan transaksi stablecoin, dan lebih dari 120 juta address memiliki saldo stablecoin. Angka-angka ini menunjukkan bahwa stablecoin telah menjadi infrastruktur keuangan paralel yang menarik, yang hanya berawal dari hampir nol pada lima tahun yang lalu.
Penelitian yang dilakukan oleh Castle Island Ventures, Brevan Howard Digital, dan Visa Crypto, bekerja sama dengan YouGov itu mengungkapkan bahwa banyak pengguna di pasar negara berkembang seperti Indonesia mulai mengandalkan stablecoin untuk tujuan-tujuan yang lebih luas. Studi ini dilakukan melalui survei terhadap 2.541 pengguna kripto di lima negara besar, termasuk Indonesia, dengan tujuan memahami bagaimana stablecoin digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut laporan itu, penggunaan stablecoin di Indonesia telah berkembang melampaui fungsi utamanya sebagai alat perdagangan di crypto exchange.
“Kami menemukan bahwa pengguna di Indonesia tidak hanya menggunakan stablecoin untuk perdagangan kripto, tetapi juga sebagai alat konversi mata uang digital, melakukan pembayaran lintas negara, serta sebagai instrumen tabungan dalam dolar digital,” jelas dalam riset itu.
Studi ini juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan utama penggunaan stablecoin di Indonesia adalah untuk mengakses dolar digital dengan mudah. Pengguna lebih memilih stablecoin daripada menggunakan sistem perbankan, karena alasan efisiensi, potensi imbal hasil yang lebih tinggi, dan rendahnya kemungkinan campur tangan dari pemerintah.
Selain itu, survei mencatat bahwa 57 persen dari 2.541 pengguna kripto di lima negara besar, termasuk Indonesia, melaporkan peningkatan penggunaan stablecoin selama setahun terakhir, dan 72 persen dari mereka memperkirakan akan semakin sering menggunakan stablecoin di masa mendatang.

“Pengguna di Indonesia lebih suka stablecoin, karena dapat melakukan konversi mata uang dengan cepat dan fleksibel, terutama di luar jam operasional bank lokal,” jelas laporan tersebut.
Crypto exchange Pintu, yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, juga mencatat tren ini. Pintu menawarkan berbagai stablecoin yang bernilai dolar AS dan euro. Pengguna Pintu dapat memanfaatkan stablecoin untuk berbagai keperluan, mulai dari perdagangan hingga penghematan biaya transaksi lintas negara.
“Banyak pengguna kami menggunakan stablecoin untuk menghindari batasan transaksi bank tradisional, seperti batas minimum dan maksimum transfer mata uang asing,” ujar Pintu dikutip dari laporan tersebut.
Blockchain Ethereum Nomor SatuUntuk urusan blockchain yang digunakan, blockchain Ethereum menjadi jaringan yang paling banyak digunakan oleh pengguna Pintu untuk mentransfer stablecoin bernilai dolar AS, dengan persentase sekitar 50 persen dari total transaksi. Jaringan lain yang juga popular adalah Binance Smart Chain (BS) dan Tron. Selain itu, USDT menjadi pilihan favorit pengguna dibandingkan USDC besutan Cirle, menyumbang lebih dari 90 persen dari total transfer.
Tidak hanya di Indonesia, penelitian ini juga mencakup negara-negara lain seperti Brasil, India, Nigeria, dan Turki. Namun, pola penggunaan stablecoin bervariasi di tiap negara. Di Indonesia, konversi mata uang menjadi tujuan utama, sementara di negara lain seperti Nigeria, fokusnya lebih pada penyimpanan uang dalam dolar untuk menghindari devaluasi mata uang lokal.
Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti bagaimana stablecoin telah menjadi instrumen penting dalam portofolio banyak pengguna di Indonesia.
“Di pasar negara berkembang seperti Indonesia, stablecoin semakin mendominasi portofolio pengguna, terutama bagi mereka yang ingin mengamankan nilai mata uang mereka dalam bentuk dolar digital,” tambah laporan tersebut.
Studi ini juga memberikan pandangan menarik tentang peran stablecoin di masa depan. Pengguna di Indonesia semakin melihat stablecoin sebagai alternatif yang lebih praktis dan fleksibel dibandingkan layanan perbankan tradisional, khususnya dalam hal efisiensi transaksi dan akses ke dolar digital tanpa batasan ketat dari bank.
Stablecoin memang menawarkan berbagai keuntungan untuk pembayaran lintas negara, menghilangkan perantara dan memungkinkan transaksi yang lebih transparan, efisien, dan murah.
“Stablecoin memberikan keunggulan dibandingkan sistem pembayaran lintas batas tradisional, yang dapat memakan waktu beberapa hari, mahal, kurang transparan, dan terbatas dalam aksesibilitasnya,” tersebut di penelitian tersebut.
Dijelaskan bahwa salah satu alasan inefisiensi sistem tradisional adalah keterlibatan banyak perantara dan mata uang dalam proses, yang menambah biaya dan waktu.
Di sisi lain, stablecoin memungkinkan pembayaran antara negara bisa diselesaikan kapan saja, hanya dalam beberapa menit, dan dengan biaya yang lebih murah (misalnya hanya 1 dolar untuk setiap transaksi untuk semua besaran) daripada menggunakan layanan perbankan biasa.
Dengan adanya perkembangan ini, stablecoin tampaknya akan terus memainkan peran penting dalam sistem keuangan Indonesia, terutama di kalangan pengguna yang mencari cara lebih cepat dan efisien untuk mengelola keuangan mereka di dunia digital. [ps]
Terbitkan US$1 Milyar USDT di Tron, Tether Perkuat Pasokan
Tether menerbitkan US$1 milyar USDT di jaringan Tron pada 20 Agustus 2024, meningkatkan pasokan total menjadi US$33 milyar dalam setahun. [396] url asal
(BlockChain-Media) 21/08/24 10:30
v/14520730/
Penerbit stablecoin terkemuka, Tether, telah menerbitkan US$1 milyar USDT di jaringan Tron, semakin memperkuat dominasinya di pasar stablecoin.
Penerbitan ini, yang tercatat pada hari Selasa (20/8/2024), telah membawa total jumlah USDT yang diterbitkan selama setahun terakhir menjadi US$33 milyar, menegaskan tingginya permintaan akan stablecoin dan pendekatan strategis Tether dalam manajemen likuiditas.
Strategi Tether dalam Menjaga Keseimbangan Pasokan USDTCrypto Economy melaporkan bahwa, penerbitan terbaru di Tron merupakan bagian dari strategi Tether yang lebih luas untuk menjaga keseimbangan pasokan USDT di berbagai jaringan blockchain.
Dengan memanfaatkan dompet perbendaharaan (treasury wallet), Tether memastikan bahwa pasokan stablecoin-nya memenuhi permintaan pasar tanpa menyebabkan fluktuasi mendadak dalam ketersediaan.
Manajemen likuiditas yang hati-hati ini sangat penting di pasar kripto yang volatil, di mana menjaga stabilitas menjadi hal utama.
Diversifikasi Jaringan: Fokus pada Tron dan EthereumSelama setahun terakhir, Tether secara strategis mendistribusikan penerbitan USDT di berbagai jaringan, dengan US$19 milyar dicetak di Tron dan US$14 milyar di Ethereum.
Diversifikasi ini tidak hanya menyoroti pentingnya blockchain ini dalam ekosistem stablecoin, tetapi juga mencerminkan komitmen Tether untuk mendukung berbagai platform.
Tron, khususnya, telah muncul sebagai pemain utama, kini mengendalikan 37,9 persen dari total pasar stablecoin, menurut data dari Coin Metrics per 16 Agustus 2024. Nilai total stablecoin di jaringan Tron telah melampaui US$61 milyar, menjadikannya kekuatan dominan di industri ini.
Proses Reposisi Inventaris TetherPenerbitan US$1 milyar terbaru di Tron mengikuti langkah serupa di jaringan Ethereum, di mana Tether menambahkan US$1 milyar lagi dalam USDT pada 13 Agustus 2024. Tindakan ini merupakan bagian dari apa yang digambarkan Tether sebagai proses reposisi inventaris.
Dalam proses ini, perusahaan membangun cadangan untuk memastikan pasokan USDT yang cukup tersedia untuk permintaan di masa mendatang, swap antar-jaringan, dan kebutuhan pasar lainnya.
Pendekatan ini mencerminkan praktik manajemen inventaris dalam bisnis tradisional, di mana perusahaan mempertahankan cadangan untuk memenuhi permintaan pelanggan tanpa perlu merilis produk baru secara langsung.
Meskipun Tether tidak memberikan penjelasan rinci mengenai tujuan spesifik penerbitan US$1 milyar baru di Tron tersebut, dapat disimpulkan bahwa hal ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas dan memastikan pasokan USDT yang memadai di jaringan tersebut.
Hal ini sangat penting mengingat tingginya permintaan USDT di Tron, seperti yang tercermin dalam data transparansi Tether. Pada hari Senin (19/8/2024), perbendaharaan Tether hanya memiliki US$36 juta USDT yang disahkan namun belum diterbitkan di Tron, menunjukkan perlunya pengisian ulang untuk memenuhi kebutuhan pasar. [st]
Dana Segar Stablecoin US$2,8 Miliar Siap Masuk Pasar Kripto, Reli Bitcoin Bisa Berlanjut
Dana segar berupa stablecoin bernilai total US$2,8 miliar siap masuk ke pasar kripto. Ini bisa berimbas terhadap perlanjutan reli Bitcoin. [446] url asal
#arus-masuk-modal #bitcoin #btc #dana-segar #kripto #stablecoin #tether #usdc #usdt
(BlockChain-Media) 14/08/24 18:46
v/14430306/
Dana segar berupa stablecoin bernilai total US$2,8 miliar siap masuk ke pasar kripto. Ini bisa berimbas terhadap perlanjutan reli Bitcoin. Hal itu disampaikan oleh 10x Research kemarin.
“Tadi malam, Tether menerbitkan US$1 miliar dalam bentuk stablecoin USDT, meskipun tampaknya ini lebih merupakan upaya untuk membangun persediaan (inventory building) daripada penerbitan segera (immediate issuance), namun hampir US$2,8 miliar stablecoin telah diterbitkan oleh Tether dan Circle awal minggu lalu, menunjukkan bahwa beberapa investor institusi sedang menyuntikkan modal segar ke pasar kripto. Jika tren penerbitan itu berlanjut, Bitcoin dapat mengalami kenaikan lebih lanjut,” tulis 10x Research, Selasa (13/8/2024).

Para pendukung teori ini seringkali merujuk pada data historis untuk menunjukkan adanya korelasi antara peningkatan penerbitan stablecoin dan pergerakan harga pasar kripto.
Misalnya, mereka menunjukkan bahwa selama periode ketika penerbitan stablecoin meningkat, seperti Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), sering kali terjadi kenaikan harga yang signifikan dalam aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum.
Pendukung teori ini mencatat bahwa stablecoin berfungsi sebagai kendaraan untuk memasukkan uang ke dalam ekosistem kripto tanpa perlu konversi langsung dari mata uang fiat, sehingga bisa mempercepat aliran dana dan mendorong reli harga.
Tether Garap Bisnis Bitcoin Mining
Kaitan serupa juga bisa ditemukan dalam pasar keuangan tradisional. Misalnya, peningkatan jumlah uang yang beredar atau ekspansi kebijakan moneter oleh Federal Reserve dapat mempengaruhi pasar saham.
Ketika The Fed mencetak lebih banyak dolar atau melakukan pelonggaran kuantitatif, ada peningkatan likuiditas yang juga dapat mendorong harga saham naik. Dalam konteks ini, baik pasar kripto maupun pasar saham menunjukkan bahwa likuiditas yang meningkat dapat mempengaruhi dinamika harga secara signifikan.
Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun ada korelasi yang diamati, hubungan sebab-akibat yang jelas dan konsisten sulit ditetapkan secara definitif. Korelasi tidak selalu berarti sebab akibat, dan banyak faktor lain juga dapat mempengaruhi pergerakan harga di pasar kripto maupun pasar saham.
Namun demikian 10x Research menegaskan konsep ini, bahwa karena aliran uang alias dana segar luas sebagian besar terhenti pada awal April 2024, koreksi harga berikutnya diharapkan terjadi.
“Namun, kebangkitan dalam aliran uang tertentu membantu mendorong harga saat pasar mendekati titik terendah. Faktor kritisnya adalah memantau keberlanjutan aliran ini, karena reli sering kehilangan momentum tanpa dukungan yang berkelanjutan,” sebutnya.
Konsep ini diamini oleh CoinEx dalam laporannya terbaru, bahwa aliran masuk stablecoin mulai pulih pada Juli, dengan penerbitan bersih mencapai sekitar US$290 juta, mendekati level yang terlihat pada Desember 2023.

“ATS menilai perubahan keseimbangan berbobot di seluruh pasar. Metrik ini juga menunjukkan adanya pergeseran kembali ke perilaku akumulasi yang dominan.Pergeseran menuju akumulasi yang disebutkan sebelumnya telah menyebabkan ATS mencatat nilai tertinggi yang mungkin, yaitu 1,0, yang menunjukkan akumulasi signifikan sepanjang bulan lalu,” tulis Glassnode dalam catatan terbaru mereka, Selasa (13/8/2024). [ps]