#30 tag 24jam
Bappebti Izinkan Badan Usaha dan Badan Hukum Membuat Akun Aset Kripto, Ini Rinciannya!
Bappebti mengizinkan badan usaha dan badan di Indonesia membuka akun di crypto exchange, ini jawaban Kepala Bappebti. [1,065] url asal
#aset-kripto #aset-perusahaan #bappebti #blackrock #crypto-exchange #indonesia #investasi #tesla
(BlockChain-Media) 30/10/24 09:48
v/17193173/
Bappebti mengizinkan badan usaha dan badan hukum di Indonesia untuk membuat akun sebagai pelanggan aset kripto di crypto exchange, yang memungkinkan mereka berinvestasi dalam aset digital itu. Bagaimana aturan mainnya? ini jawaban Kasan, Kepala Bappebti kepada Blockchainmedia.id.
Dalam peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terbaru, lembaga di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia itu mengizinkan badan usaha dan badan hukum untuk membuka akun di crypto exchange di Indonesia. Di sisi lain, pakar hukum Unair menjabarkan alasan apakah aset kripto sejatinya dapat dianggap sebagai aset perusahaan.
Jenis baru pelanggan aset kripto, “non-orang perseorangan” itu tertuang dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 9 Tahun 2024 Tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. Peraturan itu ditetapkan pada 16 Oktober 2024 lalu.
Pada pasal 16A di peraturan itu disebutkan bahwa pelanggan aset kripto non orang perseorangan adalah badan usaha atau badan hukum yang beroperasi di wilayah Indonesia. Ini berbeda pelanggan aset kripto untuk kategori orang perseorangan yang juga membolehkan warga negara asing untuk membuka akun aset kripto.

Di Indonesia sendiri dikenal sejumlah jenis badan usaha atau badan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT) dan Persekutuan Komanditer (CV), selain Perusahaan Umum (Perum), Perusahaan Perseroan (Persero), Koperasi, Firma (Fa), Badan Layanan Umum (BLU), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Persekutuan Perdata (PP), termasuk Yayasan.
Ini Penjelasan Kepala BappebtiKepada Blockchainmedia.id, Kasan, Kepala Bappebti, menjelaskan dasar pertimbangan yang memungkinkan badan usaha atau badan hukum di Indonesia diperbolehkan untuk membuka akun di crypto exchange sebagai pelanggan aset kripto.
“Pertimbangan utama adalah perkembangan pesat dalam dunia teknologi serta perusahaan manajemen investasi global yang semakin berfokus pada para investor kripto. Perusahaan-perusahaan besar seperti MicroStrategy, Tesla, dan BlackRock memainkan peran penting dalam tren ini,” jelas Kasan kepada Blockchainmedia.id melalui WhatsApp, Rabu (30/10/2024).
Kasan menambahkan, dasar pertimbangan lain adalah bahwa Bappebti tetap mengedepankan perlindungan bagi konsumen dan menjaga kondusivitas industri kripto di tanah air, serta membuka ruang investasi bagi non-perseorangan yang merupakan badan usaha atau badan hukum, sebagaimana tertuang dalam peraturan itu.
Samara Asset Group Ikuti Langkah Microstrategy Beli Bitcoin, Harga Saham Langsung Meroket
Hanya untuk Investasi, Bukan Alat PembayaranBagaimana aturan mainnya? Bappebti dalam peraturan itu merinci sejumlah ketentuan dan aturan spesifik bagi badan usaha atau badan hukum yang ingin membuka akun aset kripto. Salah satu yang ditegaskan adalah penggunaan akun itu hanya untuk investasi bukan sebagai alat pembayaran dan transaksi barang dan jasa.
Kaidah umum untuk penerimaan pelanggan aset kripto non-orang perseorangan hanya dapat dilakukan oleh pedagang fisik aset kripto yang telah memiliki sistem dalam penerapan prinsip know your transaction (KYT) dan penerapan prinsip travel rules yang terintegrasi.
Selain itu, badan usaha atau badan hukum harus memenuhi ketentuan lain, seperti wajib memiliki perizinan berusaha dari kementerian atau lembaga yang berwenang, memiliki tempat kedudukan atau domisili dalam wilayah NKRI.
Selain itu dijelaskan bahwa akun hanya untuk tujuan investasi dan tidak sebagai sarana untuk pembayaran atau transfer kekayaan, yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang berhak mewakili berdasarkan surat kuasa.
Kemudian ada ketentuan untuk menggunakan dana atau aset kripto yang sumbernya berasal dari kekayaan badan usaha atau badan hukum tersebut sendiri dan bukan dana atau aset kripto yang bersumber atau milik dari pihak lain, pengumpulan dari masyarakat, hasil tindak pidana, pencucian uang, pendanaan terorisme, serta proliferasi senjata pemusnah massal, yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang berhak mewakili berdasarkan surat kuasa.
“Sesuai peraturan itu, pembukaan akun tersebut ditujukan hanya untuk investasi dan harus disertai surat pernyataan yang menyatakan bahwa dana yang digunakan hanya berasal dari kekayaan badan usaha atau badan hukum yang bersangkutan, yang juga harus dibuktikan dengan surat pernyataan,” tegas Kasan.
Pun lagi Bank Indonesia pada tahun 2018 menegaskan bahwa aset kripto di Indonesia dilarang digunakan sebagai alat pembayaran, karena sangat berisiko dan sarat akan spekulasi serta tidak ada otoritas yang bertanggung jawab dan tidak adanya underlying asset yang mendasarinya.
Bappebti: Memecoin PEPE Masuk 5 Besar Transaksi Kripto di Indonesia Sepanjang September 2024
Dapatkah Aset Kripto Dijadikan Aset Perusahaan?Terkait dengan itu, apakah serta merta aset kripto dapat dianggap sebagai aset perusahaan? Jikalau merujuk dari hasil kajian yang dilakukan oleh Dian Purnama Anugerah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, yang dipublikasikan di Hukumonline.id pada 3 November 2022, terdapat beberapa hal penting mengenai apakah aset kripto dapat dijadikan sebagai aset perusahaan.
Dian merujuk definisi aset kripto yang ditetapkan Bappebti, bahwa aset kripto merupakan komoditi tidak berwujud dalam bentuk digital, menggunakan teknologi kriptografi dan jaringan informasi untuk mengatur penciptaan unit baru serta memverifikasi transaksi tanpa campur tangan pihak lain. Berdasarkan definisi ini, aset kripto dapat dikategorikan sebagai benda bergerak tidak berwujud.
“Aset didefinisikan sebagai kekayaan yang dimiliki oleh individu atau entitas, baik berwujud maupun tidak berwujud, dan memiliki manfaat di masa depan. Perusahaan dapat memiliki berbagai jenis aset, termasuk aset kripto. Namun, untuk mengklasifikasikan aset kripto dalam perusahaan, terdapat dua karakteristik penting yang perlu diperhatikan, yaitu tujuan utama dari aset kripto dan cara aset tersebut memperoleh nilai,” tulis Dian di artikel itu.
Dia pun menyoroti, bahwa aset kripto tidak dapat dikategorikan sebagai kas atau setara kas karena beberapa alasan, di antaranya adalah bahwa aset kripto tidak berfungsi sebagai alat tukar atau pembayaran, dan tidak didukung oleh regulasi pemerintah. Selain itu, aset kripto tidak memiliki kemampuan untuk menetapkan harga barang dan jasa secara langsung. Aset kripto juga tidak memenuhi kualifikasi sebagai instrumen keuangan, karena pemegang aset kripto tidak memiliki hak kontraktual atas kas atau aset dari entitas lain.
“Jika dikategorikan sebagai properti investasi, aset kripto juga tidak memenuhi syarat, karena tidak memiliki bentuk fisik seperti tanah atau bangunan, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 16. Oleh karena itu, klasifikasi yang paling relevan untuk aset kripto sebagai aset perusahaan adalah sebagai persediaan (inventory) atau sebagai aset tidak berwujud (intangible asset) dalam bentuk aset non-moneter,” tulisnya.
Tambah Dian lagi, syarat agar aset kripto dapat dijadikan persediaan (inventory) adalah bahwa aset tersebut harus diperdagangkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
“Sedangkan untuk dikategorikan sebagai aset tidak berwujud, aset kripto harus memenuhi kriteria yang tercantum dalam PSAK 19, yaitu dapat diidentifikasi, diperjualbelikan, ditukarkan, atau ditransfer secara individual tanpa bentuk fisik,” imbuhnya.
Hasilnya, mengenai aset kripto sebagai aset perusahaan adalah bahwa aset kripto dapat diklasifikasikan sebagai aset perusahaan, tetapi dengan batasan tertentu. Aset kripto dapat dianggap sebagai aset perusahaan adalah sebagai persediaan (inventory) atau sebagai aset tidak berwujud, tergantung pada tujuan penggunaannya dan cara aset tersebut memperoleh nilai. [ps]
Katalis Harga Bitcoin Sudah di Depan Mata
Bitcoin Spot ETF Option yang baru saja mendapatkan lampu hijau di AS, dapat ditafsirkan sebagai katalis harga Bitcoin berikutnya. [1,238] url asal
#bitcoin #bitcoin-spot-etf #btc #bursa-efek #bursa-kripto #crypto-exchange #derivatif #etf #option #sec
(BlockChain-Media) 19/10/24 22:11
v/16715975/
Spot Bitcoin ETF Option yang baru saja mendapatkan lampu hijau di AS, dapat ditafsirkan sebagai katalis harga Bitcoin berikutnya.
Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat (AS) baru saja memberikan lampu hijau kepada Bursa Efek New York (NYSE) dan CBOE untuk mulai me-listing dan memperdagangkan produk derivatif Spot Bitcoin ETF Option. Keputusan ini menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan keberagaman instrumen investasi bernilai kripto besar itu, yang dapat diakses oleh investor dan trader, baik oleh individu maupun institusi di Negeri Paman Sam itu.
Untuk NYSE, SEC mengizinkan produk option terhadap ETF berikut ini: Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, ARK21Shares Bitcoin ETF, Invesco Galaxy Bitcoin ETF, Franklin Bitcoin ETF, VanEck Bitcoin Trust, WisdomTree Bitcoin Fund, Grayscale Bitcoin Trust, Grayscale Bitcoin Mini Trust, Bitwise Bitcoin ETF, iShares Bitcoin Trust ETF, dan Valkyrie Bitcoin Fund.
Sedangkan untuk CBOE adalah: Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, ARK21Shares Bitcoin ETF, Invesco Galaxy Bitcoin ETF, Franklin Bitcoin ETF, VanEck Bitcoin Trust, WisdomTree Bitcoin Fund, Grayscale Bitcoin Trust BTC, Bitwise Bitcoin ETF, iShares Bitcoin Trust ETF, dan Valkyrie Bitcoin Fund, menurut pengajuan yang diunggah pada Jumat (18/10/2024).

SEC menyetujui Spot Bitcoin ETF tersebut pada Januari 2024. Badan tersebut pertama kali menyetujui pencatatan produk option terhadap iShares Bitcoin Trust (IBIT) besutan BlackRock di bursa efek Nasdaq pada September 2024.
Spot Bitcoin ETF Option dapat ditafsirkan sebagai katalis harga Bitcoin yang sudah di depan mata. Terlebih-lebih, pasalnya, AS adalah pasar keuangan dan sekuritas terbesar di dunia, termasuk pasar ETF dan regulated, sehingga tingkat likuiditasnya sangat tinggi.
Namun demikian, tak sedikit di antara kita yang masih bingung apa sebenarnya Spot Bitcoin ETF Option itu. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap namun sederhana.
Apa Itu Spot Bitcoin?Sebelum kita membahas perihal option bernilai ETF itu, kita kembali dulu kepada pemahaman inti dari Spot Bitcoin.
Spot Bitcoin merujuk pada aset BTC yang dibeli atau dijual secara langsung dengan harga saat itu di pasar. Transaksi ini diselesaikan segera, dan kepemilikan Bitcoin langsung berpindah tangan.
Analoginya, membeli Spot dapat diibaratkan seperti membeli sayuran segar di pasar. Anda pergi ke pasar, melihat harga sayuran yang Anda inginkan, dan membayar untuk membawanya pulang. Begitu transaksi selesai, sayuran tersebut langsung menjadi milik Anda. Ya, seperti istilahnya, on-the spot, Anda memperoleh barang itu secara langsung di tempat.
Misalkan seorang investor ingin membeli 1 Bitcoin dengan harga spot saat ini senilai US$65.000 di sebuah crypto exchanger alias bursa kripto. Investor tersebut melakukan pembelian langsung 1 Bitcoin menggunakan stablecoin USDT. Setelah transaksi selesai, Bitcoin tersebut langsung menjadi milik investor, dan mereka dapat menyimpannya di dompet digital pribadi, di luar dompet digital di bursa kripto. Hal yang sama kelak jika sang investor ingin menjualnya.
Di Indonesia, istilah spot diterjemahkan sebagai “fisik”, karena perdagangan komoditi dan barang sebelum ada fasilitas elektronik, dilakukan secara fisik di pasar secara langsung. Itulah sebabnya crypto exchange di Indonesia disebut Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dalam relasinya mereka sebagai anggota di bursa derivatif (pasar turunan) aset kripto CFX. Di Indonesia kripto dikategorikan sebagai aset komoditi atau cukup disebut dengan “aset kripto” saja.
Apa Itu Spot Bitcoin ETF?Jika Spot Bitcoin adalah pembelian BTC secara langsung, maka Spot Bitcoin Exchange-Traded Fund (ETF) adalah cara untuk membeli aset BTC secara tidak langsung, yang diwakili oleh perusahaan tertentu (penerbit ETF) dalam bentuk saham yang diperdagangkan di bursa efek.
ETF itu sendiri mirip seperti reksadana, yang memungkinkan investor untuk membeli sekumpulan aset dalam satu produk investasi. Di Indonesia, kita mengenalnya dengan istilah reksadana ETF. Namun, perbedaan utamanya adalah bahwa ETF diperdagangkan di bursa efek seperti saham, sehingga investor dapat membeli dan menjualnya sepanjang hari dengan harga yang bervariasi, sedangkan reksadana biasanya diperdagangkan hanya sekali sehari setelah pasar tutup dengan harga yang ditentukan pada saat itu.
Dengan kata lain, SpotBitcoin ETF adalah dana yang diperdagangkan di bursa yang melacak (tracking) harga Bitcoin di pasar spot secara langsung. Dengan membeli saham ETF ini, investor mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin tanpa harus membeli Bitcoin secara langsung.
Membeli saham Bitcoin Spot ETF dapat dianalogikan dengan membeli tiket konser. Anda tidak perlu memiliki band atau artis itu sendiri secara langsung. Tetapi dengan tiket, Anda mendapatkan akses untuk menikmati penampilan mereka. Sama halnya, dengan membeli saham ETF, Anda tidak memiliki Bitcoin secara langsung, tetapi Anda dapat menikmati keuntungan dari pergerakan harganya.
Misalkan sebuah Spot Bitcoin ETF diperdagangkan di bursa saham Nasdaq dengan simbol “IBIT.” Seorang investor membeli 10 saham dari ETF ini pada harga US$40 per saham. Jika harga Bitcoin naik menjadi US$60.000, maka nilai saham ETF juga kemungkinan besar akan meningkat. Dalam hal ini, underlying value dari ETF itu adalah pergerakan harga BTC di pasar spot.

Sementara itu, Spot Bitcoin ETF Option adalah kontrak perdagangan di pasar derivatif yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, bagi pemegangnya untuk membeli atau menjual saham dari Spot Bitcoin ETF pada harga yang telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu. Option ini memungkinkan investor untuk berspekulasi terhadap pergerakan harga ETF Bitcoin.
Membeli Spot Bitcoin ETF Option dapat diibaratkan dengan membeli voucher diskon untuk belanja. Misalnya, jika voucher memungkinkan Anda membeli barang seharga US$50, tetapi harga pasar saat ini adalah US$70, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar US$20 jika Anda menggunakan voucher tersebut.
Dalam konteks Spot Bitcoin ETF Option, jika Anda memiliki option untuk membeli ETF dengan harga yang lebih rendah daripada harga pasar, Anda bisa membeli ETF dengan harga strike price (harga spesifik) yang lebih rendah dan menjualnya di pasar dengan harga yang lebih tinggi, sehingga mendapatkan keuntungan dari selisih harga tersebut.
Contohnya lainnya begini, seorang investor membeli call option (berspekulasi harga Spot Bitcoin ETF akan meningkat) dengan strike price US$55 pada Spot Bitcoin ETF yang saat ini diperdagangkan di US$50. Jika harga ETF naik di atas US$55, investor dapat menggunakan option itu untuk “berhak” membeli saham ETF dengan harga lebih rendah, sehingga menghasilkan keuntungan saat menjualnya di pasar. Kebalikan dari call option adalah put option.
Option dan ETF, adalah dua dari beragam produk di pasar derivatif secara umum di dunia keuangan, lainnya adalah, Futures Contracts (kontrak berjangka), Swaps, Forwards Contracts, Exotic Options, Credit Derivatives, Exchange-Traded Notes (ETNs), Warrants, dan Contracts for Difference (CFDs). Masing-masing menawarkan kelebihan dan keunggulan masing-masing.
Pasar derivatif dikenal sebagai pasar dua arah, karena memberikan kesempatan kepada para pelaku pasar untuk mengambil posisi baik dalam kenaikan maupun penurunan harga aset yang mendasarinya.
Para spekulan juga menggunakan pasar derivatif untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga, baik dengan mengharapkan kenaikan atau penurunan. Ini memberikan likuiditas dan kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi dalam pasar tanpa harus memiliki aset fisiknya, terlebih-lebih memungkinkan penggunaan fitur leverage.
Harga Bitcoin (BTC) Bisa Segera Jadi US$100 Ribu, Ini Alasannya!
Katalis Harga Bitcoin, dengan Potensi SpekulasiPengenalan produk derivatif seperti Spot Bitcoin ETF Option ini dapat meningkatkan likuiditas pasar, memberikan lebih banyak pilihan bagi investor untuk berinvestasi dalam Bitcoin dan produk terkait. Selain itu, keberadaan produk yang menyasar “pemain besar” ini ini juga dapat meningkatkan volatilitas pasar, karena lebih banyak spekulasi dapat terjadi, dengan investor yang mencoba memanfaatkan fluktuasi harga.
Keputusan SEC untuk mengizinkan listing dan perdagangan Spot Bitcoin ETF Option membuka peluang baru, khususnya bagi investor di AS dan tidak tertutup kemungkinan investor global melalui broker besar di Negeri Paman Sam.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Spot Bitcoin, Spot Bitcoin ETF, dan Spot Bitcoin Option, investor dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan memanfaatkan keberagaman instrumen investasi yang tersedia. Dengan katalis harga Bitcoin yang kini semakin dekat, investor diharapkan lebih siap untuk meraih potensi pertumbuhan yang ada. [ps]
Analis: Publikasikan cadangan aset kripto bentuk tanggungjawab Indodax
Langkah Indodax, crypto exchanges di Indonesia yang mempublikasikan proof of reserve atau dana cadangan dinilai sebagai upaya yang tepat untuk mengembalikan ... [277] url asal
#indodax #aset-kripto #crypto-exchanges
(Antara) 25/09/24 17:43
v/15619047/
Jakarta (ANTARA) - Langkah Indodax, crypto exchanges di Indonesia yang mempublikasikan proof of reserve atau dana cadangan dinilai sebagai upaya yang tepat untuk mengembalikan kepercayaan membernya dalam mengatasi insiden peretasan atau hack di perusahaan tersebut.
“Proof of reserve adalah poin yang menarik dan merupakan sebuah bentuk tanggung jawab dari Indodax. Ini juga menjadi cara mitigasi atau penanganan yang baik,” ujar crypto analyst Angga Andinata di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya Indodax mempublikasikan kepemilikan dana cadangan sekitar Rp11,5 triliun dalam bentuk aset kripto.
Menurut Angga, upaya yang dilakukan Indodax tersebut menjadi poin menarik bagi masyarakat Indonesia karena member dan pegiat kripto melihat transparansi dari perusahaan.
Menurut dia, seharusnya exchanges lain di Indonesia juga menerapkan publikasi dana cadangan seperti yang dilakukan oleh Indodax. Apalagi, akan ada penerapan aturan baru, dimana aset kripto akan diawasi oleh OJK.
Nantinya, dana dari crypto exchanges akan disimpan oleh perusahaan kustodian, lanjutnya, oleh karena itu perusahaan kustodian agar bisa mempublikasikan berapa dana kustodian di masing-masing.
"Ini akan lebih baik. Karena menerapkan sistem transparansi. Tentu kita berharap mereka semua bisa mempublikasikan proof of reserve," katanya.
Sementara itu CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan upaya mempublikasikan dana cadangan kripto sebagai langkah dalam memulihkan kepercayaan para membernya dan merupakan bentuk tanggung jawab kepada member.
“Jadi, kita memang publikasikan dana cadangan aset kripto kita. Siapapun bisa melihat. Saat insiden, ini menjadi poin menarik bagi para member,” katanya.
Dampak dari upaya yang dilakukan tersebut, tambahnya terbukti mengembalikan kepercayaan member hal itu terlihat total volume transaksi Indodax menembus Rp547 miliar pascainsiden peretarasn.
Menurut dia, upaya yang dilakukan Indodax perlu diterapkan oleh exchanges lainnya demi menciptakan iklim investasi aset kripto yang transparan, aman dan terpercaya.
Pewarta: Subagyo
Editor: Adi Lazuardi
Copyright © ANTARA 2024
Riset VISA: Stablecoin di Indonesia Jadi Alternatif Perbankan
Penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam, tak hanya untuk trading kripto, tetapi sebagai alternatif sistem perbankan. [799] url asal
#crypto-exchange #dolar-digital #indonesia #kripto #stablecoin #tether #usdt #visa
(BlockChain-Media) 13/09/24 02:17
v/14976861/
Dalam sebuah penelitian yang disponsori oleh VISA, terungkap bahwa penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam. Use case-nya tak hanya untuk crypto trading di beragam crypto exchange, tetapi kian berubah menjadi alternatif layanan perbankan yang jauh lebih efisien.
Penggunaan stablecoin di Indonesia semakin meluas, tidak hanya untuk kebutuhan perdagangan aset kripto, tetapi juga sebagai alternatif perbankan tradisional. Banyak pengguna mulai mengandalkan stablecoin sebagai sarana untuk mengonversi stablecoin bernilai dolar AS (seperti USDT) dan euro, melakukan pembayaran antar negara, hingga menyimpan tabungan dalam bentuk dolar digital itu.
Faktanya, stablecoin kini sangat kuat dan terus meningkat. Pasokan stablecoin secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar US$170 miliar, dengan nilai transaksi yang diselesaikan mencapai triliunan dolar setiap tahunnya.
Setiap bulan, ada sekitar 20 juta address di beragam blockchain melakukan transaksi stablecoin, dan lebih dari 120 juta address memiliki saldo stablecoin. Angka-angka ini menunjukkan bahwa stablecoin telah menjadi infrastruktur keuangan paralel yang menarik, yang hanya berawal dari hampir nol pada lima tahun yang lalu.
Penelitian yang dilakukan oleh Castle Island Ventures, Brevan Howard Digital, dan Visa Crypto, bekerja sama dengan YouGov itu mengungkapkan bahwa banyak pengguna di pasar negara berkembang seperti Indonesia mulai mengandalkan stablecoin untuk tujuan-tujuan yang lebih luas. Studi ini dilakukan melalui survei terhadap 2.541 pengguna kripto di lima negara besar, termasuk Indonesia, dengan tujuan memahami bagaimana stablecoin digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut laporan itu, penggunaan stablecoin di Indonesia telah berkembang melampaui fungsi utamanya sebagai alat perdagangan di crypto exchange.
“Kami menemukan bahwa pengguna di Indonesia tidak hanya menggunakan stablecoin untuk perdagangan kripto, tetapi juga sebagai alat konversi mata uang digital, melakukan pembayaran lintas negara, serta sebagai instrumen tabungan dalam dolar digital,” jelas dalam riset itu.
Studi ini juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan utama penggunaan stablecoin di Indonesia adalah untuk mengakses dolar digital dengan mudah. Pengguna lebih memilih stablecoin daripada menggunakan sistem perbankan, karena alasan efisiensi, potensi imbal hasil yang lebih tinggi, dan rendahnya kemungkinan campur tangan dari pemerintah.
Selain itu, survei mencatat bahwa 57 persen dari 2.541 pengguna kripto di lima negara besar, termasuk Indonesia, melaporkan peningkatan penggunaan stablecoin selama setahun terakhir, dan 72 persen dari mereka memperkirakan akan semakin sering menggunakan stablecoin di masa mendatang.

“Pengguna di Indonesia lebih suka stablecoin, karena dapat melakukan konversi mata uang dengan cepat dan fleksibel, terutama di luar jam operasional bank lokal,” jelas laporan tersebut.
Crypto exchange Pintu, yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, juga mencatat tren ini. Pintu menawarkan berbagai stablecoin yang bernilai dolar AS dan euro. Pengguna Pintu dapat memanfaatkan stablecoin untuk berbagai keperluan, mulai dari perdagangan hingga penghematan biaya transaksi lintas negara.
“Banyak pengguna kami menggunakan stablecoin untuk menghindari batasan transaksi bank tradisional, seperti batas minimum dan maksimum transfer mata uang asing,” ujar Pintu dikutip dari laporan tersebut.
Blockchain Ethereum Nomor SatuUntuk urusan blockchain yang digunakan, blockchain Ethereum menjadi jaringan yang paling banyak digunakan oleh pengguna Pintu untuk mentransfer stablecoin bernilai dolar AS, dengan persentase sekitar 50 persen dari total transaksi. Jaringan lain yang juga popular adalah Binance Smart Chain (BS) dan Tron. Selain itu, USDT menjadi pilihan favorit pengguna dibandingkan USDC besutan Cirle, menyumbang lebih dari 90 persen dari total transfer.
Tidak hanya di Indonesia, penelitian ini juga mencakup negara-negara lain seperti Brasil, India, Nigeria, dan Turki. Namun, pola penggunaan stablecoin bervariasi di tiap negara. Di Indonesia, konversi mata uang menjadi tujuan utama, sementara di negara lain seperti Nigeria, fokusnya lebih pada penyimpanan uang dalam dolar untuk menghindari devaluasi mata uang lokal.
Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti bagaimana stablecoin telah menjadi instrumen penting dalam portofolio banyak pengguna di Indonesia.
“Di pasar negara berkembang seperti Indonesia, stablecoin semakin mendominasi portofolio pengguna, terutama bagi mereka yang ingin mengamankan nilai mata uang mereka dalam bentuk dolar digital,” tambah laporan tersebut.
Studi ini juga memberikan pandangan menarik tentang peran stablecoin di masa depan. Pengguna di Indonesia semakin melihat stablecoin sebagai alternatif yang lebih praktis dan fleksibel dibandingkan layanan perbankan tradisional, khususnya dalam hal efisiensi transaksi dan akses ke dolar digital tanpa batasan ketat dari bank.
Stablecoin memang menawarkan berbagai keuntungan untuk pembayaran lintas negara, menghilangkan perantara dan memungkinkan transaksi yang lebih transparan, efisien, dan murah.
“Stablecoin memberikan keunggulan dibandingkan sistem pembayaran lintas batas tradisional, yang dapat memakan waktu beberapa hari, mahal, kurang transparan, dan terbatas dalam aksesibilitasnya,” tersebut di penelitian tersebut.
Dijelaskan bahwa salah satu alasan inefisiensi sistem tradisional adalah keterlibatan banyak perantara dan mata uang dalam proses, yang menambah biaya dan waktu.
Di sisi lain, stablecoin memungkinkan pembayaran antara negara bisa diselesaikan kapan saja, hanya dalam beberapa menit, dan dengan biaya yang lebih murah (misalnya hanya 1 dolar untuk setiap transaksi untuk semua besaran) daripada menggunakan layanan perbankan biasa.
Dengan adanya perkembangan ini, stablecoin tampaknya akan terus memainkan peran penting dalam sistem keuangan Indonesia, terutama di kalangan pengguna yang mencari cara lebih cepat dan efisien untuk mengelola keuangan mereka di dunia digital. [ps]
Ekosistem EgonCoin (EGON) sebagai Public Blockchain hingga Rumah bagi NFT Marketplace
Public blockchain EgonCoin menawarkan sejumlah fitur menarik yang mendukung elemen ekosistemnya yang luas. Apa saja, selain kripto EGON? [889] url asal
#crypto-exchange #defi #dex #kecepatan-transaksi #nft #non-fungible-token #pos #proof-of-stake #public-blockchain #transaksi
(BlockChain-Media) 26/07/24 14:07
v/12184973/
Menjawab tantangan di industri Web3 saat ini, khususnya di sektor public blockchain, terbilang ketat. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan aspek ekosistem yang menyeluruh dan lengkap. Singkat kata, fiturnya tidak boleh tanggung-tanggung, mulai dari yang mendukung DeFi hingga NFT marketplace. Inilah yang ditawarkan oleh EgonCoin (EGON).
EgonCoin sebagai Public BlockchainDilansir dari situs resminya, EgonCoin (memiliki native crypto bersimbol EGON), menyebut dirinya sebagai public blockchain yang mengusung algoritma konsensus Elevated Proof-of-Stake (EPoS).
Konsensus ini diklaim sangat efisien dari segi kecepatan dan biaya transaksi tanpa mengorbankan aspek keamanan. Disebut sebagai EgonChain, blockchain explorer mereka bisa diakses dari laman EgoScan.
Elevated Proof-of-Stake (EPoS) adalah algoritma konsensus untuk public blockchain yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, kecepatan, dan skalabilitas jaringan dibandingkan dengan sistem Proof-of-Stake (PoS)tradisional.

Salah satu kritik utama terhadap Proof-of-Work (PoW), algoritma yang digunakan oleh Bitcoin, adalah konsumsi energinya yang tinggi. EPoS dirancang untuk menjadi jauh lebih efisien dalam hal energi, mirip dengan PoS, tetapi dengan optimasi tambahan yang membuatnya lebih ramah lingkungan.
EPoS menawarkan insentif yang lebih menarik bagi pengguna untuk berpartisipasi dalam staking. Dengan memberikan reward yang lebih kompetitif, lebih banyak pengguna akan terdorong untuk ikut serta dalam mengamankan jaringan, meningkatkan desentralisasi dan keamanan pada public blockchain yang satu ini.
Public blockchain dengan algoritma Elevated Proof-of-Stake (EPoS) dirancang untuk menangani lebih banyak transaksi per detik (TPS) dibandingkan dengan sistem Proof-of-Stake (PoS) tradisional.
Dalam konteks EgonCoin yang menggunakan EPoS, jaringan dapat menangani hingga 10.000 transaksi per detik. Ini menjadikannya salah satu sistem yang sangat efisien dan cepat dalam memproses transaksi di dunia blockchain.
Mendukung Beragam Aplikasi, Dari DeFi Hingga NFT MarketplaceSebagai salah satu public blockchain yang tergolong baru, EgonCoin menawarkan elemen ekosistem yang lengkap, mulai dari wallet yang mendukung DeFi, hingga NFT marketplace sendiri.
EgonWalletSalah satu wallet unggulan yang ditawarkan adalah EgonWallet yang berjenis self custody. Ini memastikan pengguna memiliki kendali penuh terhadap private key-nya, sehingga aset di dalamnya jauh lebih aman.
Aplikasi lainnya adalah DEX alias decentralized exchange alias bursa kripto desentralistik, di mana perdagangan tidak diatur oleh entitas sentral termasuk EgonCoin sendiri, tetapi oleh masih-masing penggunanya. Dalam hal ini, EgonCoin meminjam kemampuan dua DEX popular, yakni PancakeSwap dan UniSwap.
Play2Earn GameAda pula sektor NFT yang digarap, yakni dalam rupa Play2Earn NFT card game. Ini merupakan jenis permainan kartu digital di mana pemain dapat memperoleh imbalan nyata, biasanya dalam bentuk kripto atau Non-Fungible Tokens (NFT), dengan memainkan game tersebut. Konsep ini menggabungkan elemen permainan tradisional dengan teknologi public blockchain untuk menciptakan pengalaman yang interaktif dan menguntungkan bagi pemain.
Dalam Play2Earn NFT card game, pemain menggunakan kartu digital yang masing-masing memiliki karakteristik dan kekuatan unik. Kartu ini dapat dikumpulkan, diperdagangkan, dan digunakan untuk bertarung melawan pemain lain dalam pertandingan. Setiap kartu dan aset dalam game ini direpresentasikan sebagai NFT di blockchain, sehingga setiap kartu adalah unik, langka, dan kepemilikannya dapat diverifikasi secara digital.
Pemain bisa mendapatkan cryptocurrency atau NFT di public blockchain EgonCoin sebagai imbalan dengan menyelesaikan misi, memenangkan pertandingan, atau berpartisipasi dalam turnamen. Pemain juga dapat memperdagangkan kartu dan aset NFT mereka di marketplace yang terintegrasi dengan game, memungkinkan mereka untuk menghasilkan uang dengan menjual kartu langka atau aset berharga lainnya.
Keuntungan dari Play2Earn NFT card game termasuk kepemilikan dan nilai nyata, karena pemain benar-benar memiliki aset tersebut dan bisa menjual atau memperdagangkannya. Ini membuka peluang bagi siapa saja di seluruh dunia untuk menghasilkan pendapatan hanya dengan bermain game, yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan. Selain itu, pemain sering kali membentuk komunitas yang kuat di sekitar game, berinteraksi, dan berkolaborasi untuk meningkatkan pengalaman bermain mereka.
NFT MarketplaceHal lainnya di ekosistem public blockchain EgonCoin adalah NFT marketplace khusus yang segera diluncurkan dalam waktu dekat ini.
NFT marketplace adalah platform digital yang memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan NFT mereka. NFT telah merevolusi cara kita melihat dan berinteraksi dengan aset digital, membawa transparansi dan kepemilikan yang terverifikasi ke dalam dunia digital. NFT Marketplace memainkan peran penting dalam ekosistem blockchain, apalagi untuk public blockchain dengan menyediakan tempat yang aman dan efisien untuk transaksi ini.
Seiring dengan perkembangan teknologi blockchain, NFT marketplace telah menjadi semakin popular. Keunikan dan keaslian dari setiap NFT membuatnya sangat berharga di mata kolektor dan investor. Misalnya, NFT dapat berupa karya seni digital, musik, video, atau item dalam game, yang semuanya memiliki nilai unik yang dapat diverifikasi melalui teknologi blockchain.
Peran Kripto EGONKripto EGON memiliki peran penting dalam ekosistem public blokchain EgonCoin. Kripto ini digunakan sebagai mata uang utama pada platform Egon Exchange, memungkinkan pemegangnya untuk mengakses berbagai manfaat dan layanan. Pengguna dapat membayar biaya transaksi di Egon Exchange menggunakan kripto EGON, yang juga berfungsi sebagai komponen utama ekosistem platform, menyediakan berbagai keuntungan dan insentif bagi penggunanya.
Salah satu manfaat utama menggunakan token EgonCoin adalah kemampuannya untuk mendapatkan imbalan melalui staking. Pengguna dapat melakukan staking token mereka di aplikasi staking yang terdesentralisasi untuk mendukung keamanan jaringan dan memperoleh imbalan sebagai kompensasi. Selain itu, token EgonCoin memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai layanan DeFi, termasuk melakukan pembayaran dengan lebih aman dan cepat di seluruh dunia.
Dengan menggunakan kripto EGON, pengguna dapat menikmati manfaat penuh dari blockchain EgonCoin, yang dirancang untuk memberikan keamanan, kecepatan, dan efisiensi yang lebih baik dalam transaksi digital. Token ini juga mendorong partisipasi aktif dalam ekosistem, meningkatkan desentralisasi dan stabilitas jaringan secara keseluruhan.
Dilansir dari Coinmarketcap, salah satu crypto exchange yang mendukung perdagangan EGON adalah Coinstore. [ps]
Harga BTC Terjun Bebas ke US$53.571 Jauh di Bawah EMA-200 dan Rollblock Tawarkan Permainan Beragam
Harga BTC terjun bebas hari ini, Jumat ke US$53.571, jauh di bawah level EMA-200 harian. Secara teknikal ini adalah penurunan dahsyat. [558] url asal
#analisis-teknikal #bitcoin #btc #crypto-exchange #ema #exponential-moving-average #pemerintah-jerman
(BlockChain-Media) 05/07/24 14:09
v/9774991/
Harga BTC terjun bebas di bawah EMA-200 pada hari ini, secara teknikal menandakan penurunan dahsyat dan bisa terus berlanjut. Bagaimana berikutnya? Sementara itu ada Rollblock (RBLK) yang menawarkan permainan beragam di platform-nya.
Harga BTC Terjun Bebas, Ada Apa Lagi?Harga BTC terjun bebas hari ini, Jumat (5/7/2024) ke US$53.571, jauh di bawah level EMA-200 harian. Ini merupakan turunan lanjutan usai hari sebelumnya berada di bawah level penting itu ditutup turun di US$57.000. Ini adalah sinyal bearish bagi Bitcoin sekaligus kabar buruk dalam jangka panjang.
Secara teknikal, ketika sebuah candlestick berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 200-harian, ini umumnya menandakan bahwa harga aset saat ini berada di bawah harga rata-rata jangka panjangnya. Tekanan hebat yang mirip seperti hari ini adalah pada medio Agustus 2023, lalu pulih pada pertengahan Oktober.
Ini sering ditafsirkan sebagai sinyal bearish, yang menunjukkan bahwa aset berada dalam tren menurun atau mengalami tekanan ke bawah. Bahkan pada skala mingguan BTC saat ini berada di bawah EMA-20.

Investor dan trader kerap melihat EMA-200 sebagai indikator teknikal yang signifikan. Ketika harga berada di bawah level ini, ini bisa menandakan bahwa sentimen pasar yang lebih luas terhadap aset tersebut adalah negatif.
EMA-200 juga dianggap sebagai indikator tren jangka panjang. Ini meratakan data harga selama periode yang substansial, membuatnya kurang sensitif terhadap fluktuasi harga jangka pendek dan lebih indikatif terhadap tren jangka panjang.
Secara ringkas, sebuah candlestick berada di bawah EMA-200 pada grafik harian adalah indikator bearish, yang menunjukkan bahwa aset mungkin berada dalam tren menurun atau menghadapi tekanan ke bawah dalam jangka panjang.
Sebelumnya, pada akhir Juni 2024, 10X Research sudah memprediksi tren penurunan lebih lanjut bagi BTC, bahwa aset kripto wahid itu bisa ke US$55.000.
Tekanan jual besar memang tak terhindarkan, karena Pemerintah Jerman berkali-kali mentransfer Bitcoin simpanan mereka ke sejumlah crypto exchange. Sementara itu ganti rugi BTC korban MtGox tampak sudah dimulai (kabar terakhir dari Arkham Intelligence mencapai 47.229 BTC, setara US$2,7 miliar). Ini memicu sentimen negatif, bahwa pasar mulai melakukan aksi jual.
Bisa Menuju US$47 RibuTerbaru, Pendiri dan CEO Cryptoquant Ki Young Ju mengatakan di X, bahwa BTC bisa terus terkoreksi dalam jangka pendek maksimal hingga US$47 ribu.
“Jika Anda berinvestasi di pasar spot, sebaiknya memegang posisi hingga awal atau pertengahan tahun depan. Ini bukanlah pasar yang baik untuk melakukan leverage di futures. Saya sarakan untuk tidak trading dan beristirahat hingga ada tekanan beli yang kuat. Namun tentu saja, keputusan akhir ada di tangan Anda,” ujarnya.

Analisis harga BTC terjun bebas bersamaan tibanya kabar tentang proyek baru yang bernama Rollblock. Rollblock memilih fokus di sektor permainan daring yang memiliki unsur hiburan.
Dengan sejumlah banyak permainan tersedia di platform mereka, adanya penerbitan token kripto khusus, diharapkan bisa memperkuat fokus mereka di sektor ini.
Kripto juga disebut tak hanya bagian dari pengayaan teknologi blockchain di Rollblock, tetapi ada bagian dari teknologi Web3 itu dimanfaatkan sebagai bagian dari enkripsi permainan, sehingga sensasi bermain menjadi lebih aman dan terkesan lebih adil.
“Teknologi itu digabungkan dengan AI, agar keputusan dalam bermain menjadi lebih efektif,” tertera di situs mereka.
Rollblock memiliki native token bersimbol RBLK yang kelak bisa dimanfaatkan untuk beragam kemudahan di platform, di antaranya untuk staking reward, manfaat buy back untuk nilai token oleh developer, termasuk akses khusus di platform. [ps]