BEKASI, KOMPAS.com - Calon wakil wali kota Bekasi nomor urut 2, Nurul Sumarheni optimistis bisa bersaing pada Pilkada Kota Bekasi 2024 kendati ini merupakan kali pertama dia terjun ke kontestasi politik.
"Tetap optimistis," kata Nurul saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/10/2024) sore.
Nurul mengakui dirinya dan calon wali kota pasangannya, Uu Saeful Mikdar, kerap kali diremehkan di pilkada karena minim pengalaman politik.
Diakui Nurul, kerap kali nama pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 1 Heri Koswara-Sholihin dan pasangan nomor urut 3 Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe dianggap lebih populer.
"Kalau saya melihatnya wajar. Pertama, pendaftaran terakhir. Kemudian untuk koalisi kami yang paling minim, hanya Nasdem dan Golkar, ditambah pendukung itu Partai Garuda. Secara jumlah kursi juga paling sedikit," kata Nurul.
Meski demikian, Nurul memastikan, dirinya tak terpengaruh asumsi tersebut.
Apalagi, ada banyak pihak yang menguatkannya untuk bersaing dengan kandidat lain.
"Kalau kami tidak terpengaruh dengan asumsi publik yang seperti itu, karena di lain pihak banyak juga kok yang menguatkan," tegas dia.
Nurul juga mengakui, dirinya belum secara masif melakukan pergerakan politik. Namun, menurutnya, ia dan Uu Saeful Mikdar bekerja secara senyap untuk Pilkada Bekasi 2024.
"Kami bekerja dalam senyap, tidak harus gegap gempita, tapi ada hasilnya. Dan, yang tahu datanya kami, bagaimana pergerakan konstituen, kami punya data base-nya," imbuh dia.
Adapun Pilkada Kota Bekasi 2024 diikuti tiga pasangan calon. Ketiganya yakni pasangan nomor urut 1 Heri Koswara-Sholihin.
Kemudian pasangan nomor urut 2 Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni, dan pasangan nomor urut 3 Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe.
Pasangan Heri-Sholihin diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Solidaritas Indonesia, dan Partai Hanura.
Sementara pasangan Uu-Sumarheni diusung oleh Partai Golkar dan Partai Nasdem, plus Partai Garuda sebagai partai pendukung.
Sedangkan pasangan Tri-Bobihoe didukung oleh koalisi gemuk yang terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Perindo.
Kemudian Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Partai Buruh, Partai Bulan Bintang, Partai Kebangkitan Nusantara, dan Partai Ummat.
Diketahui, masa kampanye Pilkada 2024 resmi dimulai pada 25 September 2024. Kampanye akan berlangsung selama 75 hari hingga 23 November 2024.
Sementara, hari pemungutan suara akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 27 November 2024.