KOMPAS.com - Tingkat okupansi penginapan di Nusa Penida, Bali, tercatat berkisar 60-80 persen. Angka tersebut dicapai meskipun saat ini Pulau Dewata tengah memasuki masa low season (sepi kunjungan).
"Musim low season kunjungan mulai turun biasanya pada Oktober hingga November," ucap Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Klungkung, Wayan Sukadana, dilansir dari Antara, Rabu (23/10/2024).
Menurutnya, angka tersebut tercapai salah satunya berkat acara yang diadakan, salah satunya Nusa Penida Festival 2024 dari Kamis (10/10/2024) sampai Minggu (12/10/2024).
Wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Nusa Penida, termasuk Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, sebagian besal berasal dari negara-negara Eropa, di antaranya Jerman dan Inggris, serta China dan India.
Dok. UNSPLASH/Chaitanya Maheshwari Ilustrasi Broken Beach di Nusa Penida, Bali.Sebagai informasi, Wayan menyampaikan, saat ini ada sekitar 600 unit penginapan di Nusa Penida. Akomodasi yang dikelola masyarakat, seperti homestay dan cottage, mendominasi.
Ia melanjutkan, saat masa high season (masa ramai wisatawan), rata-rata tingkat okupansi di Nusa Penida mencapai 70-90 persen.
Pelaku wisata, tambah Wayan, tengah membuat program pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus menawarkan pengalaman bagi wisatawan. Contohnya, budidaya rumput laut dan konservasi.
"Pariwisata harus dimaknai sebagai ekonomi berkelanjutan, budaya berkelanjutan, dan konservasi alam," kata dia.