UNGARAN, KOMPAS.com - Lampion yang diterbangkan di area Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/8/2024) malam, menjadi penanda dimulainya Gedongsongo Festival & Travelmart yang digelar selama dua hari.
Sebelumnya, warga dan pemangku budaya di Kabupaten Semarang mengikuti ritual bersih-bersih Candi Gedongsongo.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengatakan, acara tersebut bertujuan memperkenalkan destinasi wisata di Kabupaten Semarang sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
"Kita memang akan memperbanyak event (acara) untuk menarik wisatawan, selain itu juga mengembangkan event yang sudah ada. Gedongsongo Festival & Travelmart akan dipusatkan di Green Valley Resort untuk mempertemukan pelaku usaha di dunia pariwisata," ujar Wiwin, Rabu (28/8/2024).
Adapun Festival Lampion, lanjut Wiwin, menjadi hal baru dalam Gedongsongo Festival & Travelmart 2024.
"Ternyata ini sangat diminati pengunjung, namun kami akui masih perlu perbaikan dan penyempurnaan agar berjalan lebih baik dan pengunjung puas," kata dia.
Wiwin menuturkan, Candi Gedongsongo menjadi icon pariwisata Kabupaten Semarang yang bertaraf internasional.
Maka dari itu, promosinya harus terus didorong agar kunjungan wisatawan bisa maksimal dan akan berdampak terhadap destinasi wisata yang lain.
KOMPAS.com/Dian Ade Permana Gedong Songo Travel Fest 2023 menjadi ajang bertemunya pelaku wisata untuk mengenalkan potensi Kabupaten SemarangWakil Bupati Semarang, Basari menyampaikan, sebagai acara tahunan, Gedongsongo Festival & Travelmart harus dikemas menarik dan kreatif sehingga memiliki ciri tersendiri. Basari pun sempat khawatir karena Festival Lampion baru pertama kali digelar.
"Ini kan api, namun ternyata sudah ada persiapan dari Damkar (Pemadam kebakaran) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di sejumlah titik untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," paparnya.
Seorang pengunjung asal Kota Semarang, Nonik mengatakan, Gedongsongo Festival & Travelmart sangat bagus untuk menarik wisatawan.
Meski begitu, dia menyesalkan penyelenggaran yang belum maksimal, apalagi acara tersebut mendatangkan artis.
"Harusnya undangan dengan penonton yang membayar tiket dipisahkan, agar kita juga merasa nyaman. Selain itu, rundown acara juga diperketat agar molor tidak lama," pesannya.