KOMPAS.com – Beberapa hari lalu beredar video di media sosial yang menunjukkan wisatawan terseret ombak di Pantai Kedung Tumpang, Tulungagung, Jawa Timur.
Dilaporkan olehKompas.com, Senin (14/10/2024), salah satu akun X yang mengunggah video tersebut adalah @Heraloe*** pada Minggu (13/10/2024) pukul 13.39 WIB.
Dalam video tersebut terlihat sekelompok pemuda sedang bermain di Pantai Kedung Tumpang. Salah satu dari mereka tampak berdiri di pinggir tebing karang, berlatar lautan lepas.
Tak lama, datang ombak besar yang langsung menyapu bebatuan karang yang ada, termasuk wisatawan tersebut.
Direktur Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo menjelaskan, sebenarnya saat ini kondisi gelombang dari selatan Sumatera, selatan Jawa, hingga selatan Pulau Sumba sedang tinggi-tingginya.
“Gelombang di selatan Pulau Jawa ini cukup tinggi yang mencapai dua sampai 2,5 meter” kata Eko Prasetyo kepada Kompas.com, Jumat (18/10/2024)
Menaggapi insiden tersebut, Eko menjelaskan, karena adanya energi gelombang ditambah dengan kecepatan gerak angin, ombak akan memiliki kekuatan yang dahsyat saat menghempas ke garis pantai.
Alhasil, ombak tersebut dapat merusak karang atau tebing, bahkan bisa menarik manusia dan kapal.
BASARNAS Tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung melakukan oleh tempat kejadian dan pemeriksaan terhadap jenazah korban yang tersapu ombak di pantai Kedung Tumpang Tulungagung Jawa Timur, Jumat (18/10/2024)."Agar insiden seperti itu tidak terulang kembali, diperlukan edukasi kepada wisatawan untuk berwisata yang aman, nyaman, dan indah. Keselamatan itu nomor satu jadi jangan ambil risiko saat berwisata," jelas Eko.
"Saya mewakili BMKG ingin mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu memperhatikan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG guna memastikan kondisi tempat wisata aman," tambah dia.
Ia berpesan, jika terjadi cuaca ekstrem atau gelombang tinggi, wisatawan sebaiknya jangan mendekati air dan cukup menikmati pantai dari jarak aman.
Adapun pihaknya rutin memberikan informasi maritim setiap hari kepada masyarakat pesisir dan wisatawan. Sebab, kewaspadaan terhadap potensi bahaya di setiap lokasi pesisir harus ditingkatkan.
"Kami juga meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks yang tidak sesuai fakta karena dapat menyebabkan kepanikan," tegas Eko.
Sebagai informasi, dilaporkan oleh Kompas.com, Sabtu (19/10/2024), wisatawan yang tersapu ombak akhirnya ditemukan dalam radius 23 kilometer (km) dari titik kejadian. Korban ditemukan setelah proses pencarian selama enam hari oleh tim SAR gabungan.