[POPULER NASIONAL] Golkar Isyaratkan Ridwan Kamil Maju Pilkada Jakarta | Gus Yahya Sebut PBNU-PKB Ibarat Pabrik dan Mobil
Berita Populer Nasional 3 Agustus 2024, Golkar dukung Dedi Mulyadi pada Pilkada Jabar; Gus Yahya ibaratkan PBNU dan PKB seperti pabrik dan mobil... Halaman all
(Kompas.com) 04/08/24 05:28 13198721
JAKARTA, KOMPAS.com - Perpolitikan terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 semakin menarik disimak jelang pembukaan pendaftaran calon kepala daerah pada 27 Agustus 2024.
Apalagi, di sejumlah provinsi yang memiliki basis massa banyak seperti Jawa Barat (Jabar) dan provinsi yang menjadi magnet kekuasaan seperti Jakarta.
Menariknya, Partai Golkar menyatakan dukungan pada kader Gerindra Dedi Mulyadi untuk Pilkada Jabar. Padahal, partai berlambang pohon beringin tersebut sebelumnya nampak bersikeras agar Ridwan Kamil maju sebagai petahana di Jabar.
Namun, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak menjawab dengan tegas saat ditanya partainya berarti mengiklhaskan Ridwan Kamil maju pada Pilkada Jakarta 2024.
1. Airlangga Tegaskan Golkar Dukung Dedi Mulyadi di Pilkada Jabar
Airlangga awalnya menjelaskan perihal dukungan partainya dan sejumlah partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mantan Bupati Purwakarta sekaligus kader Gerindra, Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur (bacagub) pada Pilkada Jabar 2024.
Diketahui, KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Kita sudah perkembangan tadi pertemuan di Jawa Barat antara Partai Golkar, DPD Partai Golkar, dan juga DPD Gerindra. Kemudian, ada juga pertemuan antara calon gubernur Jawa Barat, saudara Dedi Mulyadi, dengan pengurus Golkar juga antara lain Wakil Ketua (DPRD Jabar) Pak Ade Ginanjar, jadi pembicaraan sudah sampai sana," kata Airlangga ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2024).
Namun, Airlangga tidak menjawab tegas saat ditanya calon yang akan diusung pada Pilkada Jakarta. Dia hanya menyinggung soal KIM “plus".
"Ya kan sudah jelas kalau Jawa Barat begitu (dukung Dedi Mulyadi), berarti Jakarta siapa. Masih nanya? Apalagi Jakarta-nya KIM Plus," ujarnya.
Kemudian, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus menjelaskan maksud Airlangga soal dukungan partainya untuk Pilkada Jakarta.
Menurut Lodewijk, partainya membuka peluang mendukung Ridwan Kamil lantaran di Jawa Barat sudah mendukung Dedi Mulyadi.
"Ya itu yang kita, Pak Dedi di sana (Jawa Barat), berarti otw (on the way/jalan) RK (Jakarta) jadi benar. Mungkin baliho dipasang lagi kali ya, gimana setuju enggak?" tanya Lodewijk kepada awak media ditemui di tempat yang sama.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
2. Gus Yahya Sebut PBNU-PKB Ibarat Pabrik dan Mobil, jika Ditemukan Masalah Ya Harus Ditarik Kembali
Berita populer atau yang paling dibaca selanjutnya adalah terkait konflik antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau karib disapa Gus Yahya, mengibaratkan hubungan antara PBNU dan PKB seperti mobil dan pabrikan mobil.
Oleh karena itu, menurut dia, jika ditemukan masalah dalam sistem mobil yang diproduksi, maka pabrikan akan melakukan recall atau penarikan produk untuk diperbaiki.
“Kemarin ada perusahaan memproduksi mobil. Sudah dilempar ke pasar, sudah laku, ternyata ada kesalahan sistem di mobilnya. (Maka) Ditarik kembali produknya untuk diperbaiki sistemnya,” kata Gus Yahya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/8/2024).
Diketahui, konflik antara PBNU dan PKB bermula dari dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR RI terkait penyelenggaraan ibadah haji 2024.
Pansus tersebut disahkan oleh Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Salah satu fokus dari pansus tersebut adalah masalah kuota haji khusus.
Kemudian, PBNU juga membentuk Pansus untuk merebut kembali PKB yang sejumlah elitenya dinilai sudah ahistoris.
Pada Rabu 31 Juli, Pansus PKB mengundang eks Sekjen PKB Lukman Edy. Kemudian, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid juga dijadwalkan untuk hadir ke PBNU terkait masalah ini.
Hasanuddin Wahid dipanggil untuk datang ke Ruang Rapat Lantai 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat pada Senin, 5 Agustus 2024, pukul 12.30 WIB.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
#ridwan-kamil #pkb #dedi-mulyadi #pbnu #golkar #airlangga #gus-yahya #pilkada-2024 #pilkada-jakarta-2024 #pilkada-jawa-barat-2024 #pbnu-bentuk-pansus-rebut-pkb