Emiten Properti Bersiap Cetak Rekor, Dua Saham Dijagokan

Emiten Properti Bersiap Cetak Rekor, Dua Saham Dijagokan

Emiten properti bersiap mengukir rekor tertinggi sepanjang sejarah. Saham BSDE dan SMRA menjadi pilihan utama. Simak selengkapnya... - Halaman all

(InvestorID) 09/08/24 15:00 13922881

JAKARTA, investor.id – Sejumlah emiten properti berhasil mencapai target pendapatan prapenjualan (marketing sales) pada semester I-2024. Berdasarkan cakupan riset KB Valbury Sekuritas, Ciputra Development (CTRA) memimpin. Diikuti oleh Bumi Serpong Damai (BSDE), Pakuwon Jati (PWON), dan Summarecon Agung (SMRA).

CTRA mampu merealisasikan marketing sales sebesar 55% hingga pertengahan tahun ini. Sedangkan BSDE mencapai 51%, PWON sebesar 50,4%, dan SMRA sebanyak 34,4%. Penjualan yang solid itu disokong oleh diskon pajak pertambahan nilai (PPN) dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang rendah.

“Tahun ini, total penjualan diperkirakan naik 6,6% yoy menjadi Rp 27,2 triliun, rekor tertinggi dalam sejarah,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Benyamin Mikael dalam risetnya.

Menurut dia, meskipun pasar properti sepi selama musim libur Lebaran, beberapa emiten tetap mencetak penjualan yang kuat pada kuartal II-2024. CTRA mencatatkan lonjakan 67,9% yoy, tetapi hanya naik 16,9% qoq. Sedangkan BSDE meningkat 18,1% yoy maupun qoq, terutama berkat penjualan tanah jointventure (JV).

Kemudian, PWON melaporkan peningkatan 27,4% yoy, tapi stagnan qoq. SMRA mengalami penurunan 5% yoy, namun meningkat 12,6% qoq.

Mikael mengharapkan peluncuran produk baru dapat meningkatkan penjualan pada semester II-2024, karena diskon PPN berkurang. CTRA berencana meluncurkan lima produk baru di beberapa kota besar, yang berpotensi menghasilkan Rp 2-2,5 triliun.

BSDE juga akan memperkenalkan lebih banyak unit dan meluncurkan produk perumahan premium menengah atas. Sedangkan PWON merencanakan tower baru di proyek perluasan Kota Kasablanka.

“Kami pun berharap SMRA dapat memenuhi target penjualan Rp 5 triliun dengan peluncuran produk baru di Bogor, Bandung, dan Tangerang,” jelas Mikael.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Sementara itu, proyek baru infrastruktur pada semester II-2024 bakal meningkatkan aksesibilitas dan daya jual produk properti. Jalan tol Cimanggis-Cibitung dan BSD-Balaraja Fase 1B akan bermanfaat secara signifikan bagi sejumlah wilayah, terutama BSDE (BSD City Fase 3 dan Kota Wisata) serta SMRA (Summarecon Crown Gading).

Di sisi lain, meskipun insentif PPN berkurang dan tarif PPN berpotensi naik pada 2025, penurunan BIrate dalam 6 hingga 12 bulan ke depan dapat mendongkrak kinerja emiten properti, termasuk harga sahamnya di lantai bursa. Namun, bunga KPR diperkirakan tidak turun signifikan.

Sebab itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor properti. Pilihan utama jatuh pada saham BSDE dan SMRA untuk mengantisipasi pertumbuhan laba dan marketing sales yang kuat. BSDE berpotensi melampaui target tahun ini. “SMRA tampak menjanjikan karena potensi aksi korporasi pada tahun depan,” sebut Mikael.

KB Valbury Sekuritas merekomendasikan buy saham BSDE dengan target harga Rp 1.310. Begitu juga dengan saham SMRA, rekomendasinya buy dan target harga Rp 700.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bsde #smra #emiten-properti #ctra #pwon #saham-properti #bunga-kpr #rekomendasi-saham #kb-valbury-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369649/emiten-properti-bersiap-cetak-rekor-dua-saham-dijagokan