#30 tag 24jam
Kesimpulan Akhir Kasus 7 Remaja di Kali Bekasi, Polisi Pastikan Tak Ada Pelanggaran
Teka-teki penyebab kematian tujuh remaja yang jasadnya ditemukan mengapung di Kali Bekasi akhirnya terungkap. Bagaimana kejadiannya? Halaman all [993] url asal
#7-jasad-kali-bekasi-teridentifikasi #mayat-di-kali-bekasi #kali-bekasi-7-mayat #7-mayat-di-kali-bekasi #penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi
(Kompas.com) 05/10/24 11:36
v/16010000/
BEKASI, KOMPAS.com - Teka-teki penyebab kematian tujuh remaja yang jasadnya ditemukan mengapung di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024) pagi, akhirnya terungkap.
Polisi menyimpulkan, ketujuh remaja ini tewas karena tenggelam usai menceburkan diri ke Kali Bekasi.
Mereka meloncat ke sungai tak lama setelah Tim Perintis Patroli Presisi Polres Metro Bekasi Kota mendatangi sebuah gubuk atau warung yang berada di bantaran Kali Bekasi, Jalan Satopati, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Sabtu (21/9/2024) dini hari.
Gubuk ini menjadi tempat sekitar 60-90 remaja berkumpul dalam rangka merayakan ulang tahun kelompok gengster Cikunir All Stars yang hendak mencari lawan aksi tawuran.
Adapun mereka yang tewas tenggelam di Kali Bekasi yakni, Muhamad Farhan (20), Rizki Ramadan (15), Ridho Darmawan (15), Rezky Dwi Cahyo (16), Ahmad Davi (16), Muhammad Rizky (19), dan Vino Satriani (15).
Tewas tenggelam
Dari hasil penyidikan, Polres Metro Bekasi Kota menyimpulkan tujuh remaja tewas karena tenggelam usai menceburkan diri ke sungai.
Para remaja ini meloncat ke sungai setelah digerebek Tim Perintis Patroli Presisi Polres Metro Bekasi Kota.
"Dari ketujuh jenazah, dapat disimpulkan dari hasil luar, otopsi dan toksikologi meninggal karena tenggelam," kata Kasat Reskrim Polres Metro Kota Bekasi Komisaris Audy Joize Oroh dalam konferensi pers di Markas Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (4/10/2024) siang.
Kesimpulan lainnya, tujuh korban dan puluhan remaja lainnya berkumpul di gubuk bantaran Kali Bekasi dalam rangka merayakan ulang tahun kelompok gengster Cikunir All Stars.
Selain perayaan ulang tahun ini, para remaja ini juga disebut akan menggelar aksi tawuran dengan mencari calon lawan secara acak.
"Perkumpulan gengster dalam rangka ulang tahun geng Cikunir All Stars," terang dia.
Berhamburan sebelum polisi tiba di gubuk
Audy mengatakan bahwa para remaja sudah berhamburan melarikan diri sebelum Tim Perintis Patroli Presisi tiba di gubuk bantaran Kali Bekasi.
"Jadi, tim patroli belum sampai di lokasi tersebut, sekumpulan anak muda itu sudah berlarian berhamburan," ujar Audy dalam konferensi pers di Markas Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (4/10/2024).
Audy bilang, saat tim patroli tiba di gubuk, para remaja tersebut melarikan diri ke berbagai arah. Salah satunya meloncat ke Kali Bekasi yang berada tepat di belakang gubuk tempat mereka berkumpul.
Ada pula beberapa remaja yang tetap berdiam diri di gubuk dan akhirnya pasrah ditangkap petugas.
Sedangkan mereka yang meloncat ke Kali Bekasi, empat remaja di antaranya kembali ke daratan setelah ditolong oleh Tim Perintis Patroli Presisi.
Namun mereka yang tetap nekat mengarungi Kali Bekasi ditemukan tewas.
"Ada sekitar empat orang (yang kembali ke daratan). Ini yang diketahui oleh tim patroli, sehingga tim patroli memberikan pertolongan kepada empat orang tersebut," ungkap dia.
Tak ada tembakan
Polisi juga memastikan Tim Perintis Patroli Presisi tak melakukan penembakan saat membubarkan puluhan remaja.
Hal ini didasari pengakuan dari 23 saksi mata di lokasi yang menyatakan tak mendengar adanya suara tembakan dari anggota polisi.
"Dari keterangan 23 saksi yang ada di tempat kejadian, itu tidak ada satu pun yang mendengar adanya suara tembakan," tegas Audy.
Selain merujuk keterangan 23 saksi, polisi juga telah meminta klarifikasi kepada sembilan anggota Tim Perintis Patroli Presisi.
Dalam klarifikasi ini, seluruh anggota Tim Perintis Patroli Presisi menyatakan sama sekali tidak melakukan penembakan untuk membubarkan massa.
"Dari tim patroli sendiri tidak ada yang mengeluarkan tembakan. Jadi dipertegas kembali tidak ada yang mendengar tembakan dan mengeluarkan tembakan," imbuh dia.
Ditemukan kadar alkohol dan pasir di jasad korban
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri menyatakan jasad tujuh remaja tewas tersebut positif mengandung alkohol.
Hal itu disimpulkan Tim Pemeriksa Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri usai memeriksa organ hati, lambung, dan usus dari masing-masing jasad korban.
"Untuk pemeriksaan alkohol, kami temukan di semua organ tubuh dari ketujuh korban itu positif alkohol jenis etanol dengan berbagai variasi kadar atau konsentrasi," ujar anggota Puslabfor Bareskrim Mabes Polri AKP Helmiady.
Adapun Puslabfor Bareskrim Mabes Polri memeriksa toksikologi terhadap tiga organ dari ketujuh jasad korban di Laboratorium Toksikologi Forensik Puslabfor Bareskrim Mabes Polri pada 23 September 2024.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menggunakan lima parameter pemeriksaan terhadap organ hati, lambung, dan usus dari masing-masing jasad korban.
Kelima parameter pemeriksaan tersebut mencakup pemeriksaan dugaan racun pestisida, racun arsenik, racun sianida, alkohol, dan bahan kimia lainnya.
Hasilnya, tiga jenis organ tubuh dari masing-masing jasad korban tidak ditemukan kandungan racun pestisida, racun arsenik, dan racun sianida.
"Kemudian untuk bahan kimia lainnya, kami temukan di semua organ tubuh. Kami melakukan identifikasi, terdeteksi bahan kimia kafein...," kata Helmiady.
Sementara hasil pemeriksaan Rumah Sakit Polri pada bagian dalam jasad menemukan adanya kandungan pasir, lumpur, dan tumbuhan air yang tersebar di beberapa organ tubuh korban.
"Pemeriksaan dalam kami temukan pasir, lumpur di saluran pencernaan dan pernapasannya. Kemudian kami ambil sampel getah paru dan di sumsum kami temukan ganggang atau tumbuhan air," ujar Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal RS Polri, Farah.
Sedangkan dari pemeriksaan pada bagian luar tubuh ketujuh korban menunjukkan kondisi jasad sudah membusuk lanjut dan masih berpakaian yang basah.
"Jadi pakaiannya basah, tangannya keriput terendam dalam air," imbuh dia.
Tak ada pelangggaran anggota
Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya menyebut, tidak ada pelanggaran disiplin maupun kode etik anggota dalam kasus tewasnya tujuh remaja di Kali Bekasi.
"Hasilnya adalah tidak ditemukan adanya pelanggaran disiplin dan atau tidak ditemukan adanya pelanggaran kode etik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.