JAKARTA, investor.id - PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 750 juta (23,08%) saham ke publik.
Adiwarna (NAIK) mematok harga penawaran umum Rp 107/saham, sehingga nilai keseluruhan IPO ini sebesar Rp 80,25 miliar.
Masa penawaran umum berlangsung pada 7-11 November 2024, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 13 November 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah MNC Sekuritas.
Adiwarna (NAIK) juga menerbitkan 375 juta waran seri I secara gratis. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran seri I. Setiap warannya memberikan hak bagi pemegangnya untuk menebus satu saham perseroan di harga pelaksanaan Rp 135. Sehingga nilai hasil pelaksanaan waran maksimal Rp 50,62 miliar.
Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) berdiri pada tahun 2007 di Jakarta, Indonesia. Perseroan melakukan kegiatan usaha utama dalam bidang engineering, procurement, & construction for fire protection system.
Perseroan memberikan solusi sebagai proteksi kebakaran yang lengkap dan berfokus pada segmen industri dengan risiko dan spesifikasi tinggi seperti data center, oil & gas, petrochemical, perbankan, pulp & paper, power plant, dan lain-lainnya. Sampai saat ini perseroan telah mengerjakan lebih dari 500 proyek yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia.
Pemegang saham perseroan saat ini terdiri dari PT Adiwarna Anugerah Investama menguasai 72,58% saham, Johannes 13,71% saham, dan Ernawati 13,71% saham. Johannes dan Ernawati merupakan penerima manfaat akhir NAIK. Johannes menjabat direktur utama perseroan. Sedangkan suami Ernawati, yakni Anwar Efendy menduduki posisi komisaris utama perseroan.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja perseroan. Sedangkan seluruh dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan juga untuk modal kerja perseroan.
Menarik
Menurut manajemen Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) dalam prospektus, berdasarkan penetapan harga penawaran sebesar Rp 107 setiap saham atau pada price earning ratio (PER) dengan perhitungan dengan menggunakan laba bersih periode 31 Mei 2024 adalah sebesar 14,39x; dan price to book value (PBV) setelah penawaran umum perdana mencapai 3,36x.
Dibandingkan dengan PER rata-rata perusahaan publik tercatat di industri sejenis yang sebesar 25,37x, PER perseroan menggunakan laba bersih periode 31 Mei 2024 sebesar 14,39x, adalah lebih rendah. Nilai PER yang lebih rendah dari industri sejenis menunjukkan bahwa tingkat valuasi saham NAIK yang ditawarkan pada valuasi yang cukup menarik dibandingkan perusahaan sejenis.
Sementara, PBV perseroan yaitu 3,36x, lebih rendah dibandingkan PBV rata-rata perusahaan publik tercatat di industri sejenis, yaitu 4,10x. Nilai PBV yang lebih rendah dari industri sejenis menunjukkan bahwa tingkat valuasi saham NAIK yang ditawarkan pada valuasi yang cukup menarik dibandingkan perusahaan sejenis.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News