KOMPAS.com - Mantan gelandang timnas Indonesia, Ahmad Bustomi, mengakhiri kariernya sebagai pemain profesional pada tahun ini.
Kini, ia memulai petualangannya sebagai pelatih dengan menakhodai Persema Malang yang akan bermain di Liga 4 Indonesia.
Ia salah satu yang membawa Arema juara Indonesia Super League tersebut sudah mempersiapkan diri menjadi pelatih dalam beberapa tahun terakhir.
Semasa pandemi Covid-19 melanda yang membuat kompetisi vakum, ia memanfaatkan waktu untuk menimba ilmu kepelatihan dengan mengikuti kursus kepelatihan.
Saat ini, ia sudah mengantongi lisensi kepelatihan B AFC dan sedang menyelesaikan kursus kepelatihan A AFC.
Lisensi A AFC sendiri merupakan lisensi kepelatihan tertinggi di AFC dan menunjukkan kelayakan untuk menukangi klub Liga Indonesia.
Menariknya, sebenarnya musim ini Ahmad Bustomi masih mempunyai kesempatan untuk melatih klub Liga 2 Indonesia.
Namun, ia lebih memilih bertualang bersama Persema yang merupakan klub masa kecilnya tersebut.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pelatih Ahmad Bustomi saat memimpin latihan perdana klub Liga 4 Persema Malang untuk musim 2024-2025 di Lapangan Tunggul Wulung Kota Malang, Sabtu (19/10/2024) pagi."Sepertinya musim ini saya memilih fokus di kepelatihan. Sebenarnya, ada tawaran bermain di Liga 2. Namun, saya putuskan untuk mengambil lisensi kepelatihan A," ujarnya kepada sejumlah media, termasuk Kompas.com.
Salah satu alasannya memilih Persema adalah karena utang budi. Pesepak bola kelahiran 13 Juli 1985 tersebut memulai kariernya sebagai pemain Persema Junior.
Tim berjuluk Bledek Biru tersebut juga mengorbitkan namanya sebagai wonderkid potensial yang menarik perhatian Arema dan mengantarkannya ke puncak karier.
"Tawaran melatih di luar Jawa Timur juga ada. Namun, ada tugas melatih Persema. Saya tidak berpikir lama karena Persema ini tim yang membesarkan saya sejak level junior sampai senior," ujar Ahmad Bustomi.
Selain alasan tersebut, ia merasa situasi dan kondisi Persema saat ini membuatnya tertantang. Ia pun bertekad membawa klub bangkit dan kembali menjadi tim yang disegani.
Pada masa jayanya, Persema mampu menggaet pemain-pemain besar seperti Bima Sakti, Arif Suyono, Irfan Bachdim, hingga Kim Kurniawan.
Perkenalan Ahmad Bustomi bertepatan dengan latihan perdana Persema, Sabtu (19/10/2024) pagi. Tanggal perkenalannya mengingatkan kepada nomor punggung yang biasa dipakai saat masih aktif bermain.
Selama menjadi pemain profesional, ia memiliki pengalaman yang bagus sehingga dapat menjadi modal berharga dalam membimbing pemain di Persema.
"Saat ini, progres seleksi sambil jalan. Akan ada evaluasi setiap minggu. Jumlah pemain juga masih menyesuaikan. Ada pemain yang keluar dan masuk. Sambil menunggu kepastian regulasi dan kapan kompetisi musim ini akan dimulai," tutur mantan pemain Persija Jakarta itu.
"Kami ingin membangun tim berkarakter Malang yang bisa bermain cepat dan keras. Namun, sepak bola modern juga sudah berkembang. Kami membutuhkan pemain cerdas. Jadi, harus ada karakter Malang dan cerdas sesuai sepak bola modern," katanya.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Mantan pemain Timnas Indonesia yang kini berkarir menjadi pelatih klub Liga 1 2024-2025, Ahmad Bustomi saat memimpin latihan perdana di Lapangan Tunggul Wulung Kota Malang, Sabtu (19/10/2024) pagi. Kini, ia berani bermimpi untuk membawa Persema ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang menghadirkan kembali derbi Malang melawan Arema FC.
"Kami jadi tim Liga 4 dari Malang yang paling akhir melakukan persiapan. Sekarang, kami berikan kesempatan lebih dulu untuk pemain asli Malang di awal seleksi. Semoga muncul talenta dari Malang yang bisa mengembalikan Persema ke kasta tertinggi," kata Ahmad Bustomi.
"Dulu, ada Derbi Malang juga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sekarang, tinggal Arema yang masih bertahan. Mohon doa semoga ke depan bisa terjadi lagi," katanya.