JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA) efektif mulai 31 Juli 2024 ini.
Saham AIMS pun langsung melesat 25% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 540 pada sesi I perdagangan 31 Juli. Dalam satu pekan terakhir saham ini melambung 63,64%. Tapi dalam periode year to date (ytd) melemah 42,86%.
Sebelumnya AIMS masuk papan pemantauan khusus karena memenuhi kriteria 3, yakni tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya.
Namun perseroan telah menyampaikan laporan keuangan periode 30 Juni 2024 yang tidak diaudit. Di situ tercatat pendapatan usaha Rp 97,5 juta yang berasal dari penjualan hasil tambang pihak ketiga.
Angka pendapatan di semester I-2024 berbanding jauh dari periode yang sama tahun 2023 yang saat itu membukukan pendapatan Rp 9,75 miliar yang juga merupakan penjualan hasil tambang pihak ketiga.
Per 30 Juni 2024, perseroan mencatatkan rugi bersih setelah pajak Rp 749,36 juta.
Perubahan Nama
Artha Mahiya Investama (AIMS) sebelumnya bernama Akbar Indo Makmur Stimec. Pergantian nama sebagaimana disetujui dalam rapat umum pemegang saham perseroan pada 29 April 2024.
Sempat diberitakan (AIMS) yang bergerak di bidang energi, terus memantapkan rencana bisnis di 2024. Langkah AIMS di 2024 akan fokus pada perubahan bidang usaha utama meliputi food & beverage (FnB), entertainment, olahraga, dan media.
Sejalan dengan perubahan bidang usaha tersebut, AIMS akan melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Tapi hingga kini belum ada info lanjutan mengenai rencana tersebut.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News