#30 tag 24jam
Rencana Ekspansi Hary Tanoe Selepas Akuisisi Multivision Plus (RAAM)
Selepas akuisisi Multivision Plus (RAAM), Hary Tanoe lewat MNC Digital (MSIN) bakal meningkatkan produksi dan penyaluran konten di semua platform media. [711] url asal
#hary-tanoesoedibjo #hary-tanoe #akuisisi #akuisisi-raam #akuisisi-tripar-multivision #raam-punjabi #mnc-digital-entertainment #mnc-group #msin #rencana-ekspansi-msin #rencana-ekspansi-mnc-digital #emi
(Bisnis.Com - Market) 14/09/24 11:28
v/15002868/
Bisnis.com, JAKARTA — Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan akuisisi terhadap PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM) milik Raam Punjabi bakal memperkuat dominasi kedua perusahaan di industri hiburan Tanah Air.
Hary Tanoe, lewat PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN), baru saja menyelesaikan akuisisi 619,42 juta saham RAAM, atau setara 9,09% dari modal yang disetor penuh di RAAM, melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
MSIN membeli saham RAAM pada harga Rp500 per sahamnya, dengan nilai hingga Rp309,71 miliar.
“Akuisisi RAAM oleh MSIN merupakan pencapaian penting dalam upaya kami untuk memperluas operasi kami di sektor media dan hiburan Indonesia,” kata Hary Tanoe lewat keterbukaan informasi, Jumat (13/9/2024).
Hary Tanoe mengatakan perusahaannya bakal bekerjasama dengan RAAM untuk meningkatkan produksi konten, efisiensi biaya, shared expertise, ekspansi monetisasi platform hingga inisiatif kolaboratif lainnya.
“Kami sangat senang untuk dapat berkolaborasi dengan RAAM melalui akuisisi ini. Bersama-sama, perusahaan kami akan berusaha untuk lebih meningkatkan kepemimpinan kami tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri,” kata Hary Tanoe.
Rencanannya selepas akuisisi, Hary Tanoe lewat MSIN bakal meningkatkan produksi dan penyaluran konten di semua platform media setelah penggabungan pakar atau expertise dari kedua perusahaan.
Selain itu, rencana efisiensi biaya bakal dilakukan lewat pemanfaatan Movieland sebagai fasilitas produksi utama. Movieland seluas 21 hektar di KEK MNC Lido City bakal meningkatkan efisiensi produksi kedua perusahaan.
Sementara, penggabungan pakar atau shared expertise bakal meningkatkan kualitas penawaran MSIN & RAAM.
Di sisi lain, akuisisi MSIN terhadap RAAM secara otomatis membuka peluang monetisasi yang beragam. Sebagai bagian dari MNC Media & Entertainment, MSIN akan menawarkan peluang monetisasi tambahan untuk konten RAAM di TV FTA, TV Berbayar, OTT, dan media sosial.
Sebaliknya, bioskop milik RAAM di Indonesia akan memberi MSIN lebih banyak peluang untuk memonetisasi film-filmnya melalui perilisan film.
Berdasarkan riset internal MNC per Agustus 2024, MSIN terbilang memiliki eksposur yang intens di media sosial seperti Facebook, YouTube dan TikTok melalui berbagai saluran, termasuk jaringan multi-saluran (MCN). Perseroan memiliki 607,5 juta subscribers/followers dan 113,7 miliar views , dengan rata-rata 1,5 miliar views setiap bulan.
Dalam bisnis digitalnya, MSIN telah menyederhanakan operasi portal onlinenya, dengan menarik sekitar 40,8 juta pengguna aktif bulanan (MAU), di bawah iNews Media Group untuk meningkatkan sinergi dan efektivitas di antara seluruh unit usaha MNC Media & Entertainment.
Perseroan mengoperasikan 2 aplikasi OTT superapp , RCTI+ (AVOD) dan Vision+ (SVOD), yang secara kolektif memiliki lebih dari 110 juta pengguna aktif bulanan dengan lebih dari 2,8 juta pelanggan berbayar. Dengan
dimulainya EURO 2024 pada akhir Juni hingga Juli, performa ini akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.
Daya Tawar Raam Punjabi (RAAM)
RAAM mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Mei 2023 lalu. Perseroan berdiri sebagai salah satu kontributor utama dalam lanskap hiburan Indonesia.
RAAM beberapa tahun terakhir berhasil menyumbangkan 10 judul film masuk ke dalam jajaran Box Office Indonesia. Beberapa judul seperti Di Ambang Kematian, Kuntilanak, Sang Pencerah berhasil menghimpun jutaan tiket di Bioskop.
Di luar usaha sinematiknya, RAAM juga menciptakan serial web yang menarik dan konten drama untuk FTA TV, dengan memproduksi lebih dari 15.000 jam serial telivisi dan lebih dari 650 film.
Selain memproduksi dan menditribusikan konten, RAAM juga memiliki lisensi bioskop untuk beroperasi di 13 lokasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Memasuki 2024, RAAM merangkum pendapatan Rp64,09 miliar pada kuartal I/2024 atau melesat 104% YoY dari tahun sebelumnya Rp31,4 miliar. Perolehan ini membuat perseroan meraup laba bersih Rp4,8 miliar, dari sebelumnya rugi Rp10,8 miliar.
Pada 2023, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 24% year-on-year (YoY) menjadi Rp399,27 miliar, didorong segmen film yang naik 133% secara tahunan. Sementara laba bersih mencapai Rp102,98 miliar, tumbuh 18% YoY.
Corporate Secretary RAAM Sugiri menuturkan sejak melantai, perseroan juga mencatatkan perkembangan operasional dan pertumbuhan performa keuangan yang positif.
“Kontribusi signifikan tersebut muncul dari film ‘Di Ambang Kematian’ dengan jumlah penonton kedua terbanyak pada 2023 yakni 3,3 juta penonton. RAAM juga membuka 3 bioskop di semenjak IPO sehingga perseroan memiliki 12 bioskop hingga akhir 2023,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/5/2024).
___________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Profil Raam Punjabi Pemilik Multivision Plus yang Dicaplok Hary Tanoe (MSIN)
Tripar Multivision Plus adalah perusahaan didirikan oleh Raam Punjabi pada 1990 silam dan telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 mei 2023 lalu. [800] url asal
#raam-punjabi #profil-raam-punjabi #tripar-multivision-plus #mnc-digital-entertainment #hary-tanoesoedibjo #hary-tanoe #akuisisi #msin #akuisisi-raam #akuisisi-msin #mnc-grup #private-placement
(Bisnis.Com - Market) 14/09/24 08:45
v/14997148/
Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha sekaligus pemilik rumah produksi Multivision, Raam Punjabi belakangan ini ramai diperbincangkan usai PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) melakukan proses akuisisi atau investasi strategis terhadap PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM).
Seperti diketahui, Tripar Multivision Plus adalah perusahaan didirikan oleh Raam Punjabi pada 1990 silam dan telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 mei 2023 lalu.
Setelah listing lebih dari 1 tahun, RAAM akhirnya resmi diakuisisi oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) pada pekan ini, Jumat (13/9/2024).
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan bahwa akuisisi RAAM oleh MSIN tersebut merupakan pencapaian penting dalam upaya untuk memperluas operasi kedua emiten tersebut di sektor media dan hiburan Indonesia.
"Saya dalam beberapa kesempatan memiliki pengalaman yang baik dalam berkolaborasi dengan Raam Punjabi, membangun kemitraan yang kuat selama bertahun-tahun. Kami sangat senang untuk dapat berkolaborasi dengan RAAM melalui akuisisi ini," katanya dalam keterangan tertulis, pada Jumat (13/9/2024).
Lebih lanjut, MSIN mengakuisisi 619,42 juta saham RAAM, atau setara 9,09% dari modal yang disetor penuh di RAAM, melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Manajemen RAAM menetapkan jadwal pada 23 September 2024 untuk pelaksanaan penambahan modal. MSIN akan membeli saham RAMM pada harga Rp500 per sahamnya, dengan dana hingga Rp309,71 miliar.
Dia mengatakan bahwa MSIN dan RAAM akan berusaha bersama untuk meningkatkan kepemimpinan di industri media dan hiburan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri.
"RAAM terkenal karena selalu menetapkan tren dan dapat mengantisipasi masa depan hiburan, dan kami ingin terus mendorong pertumbuhan industri kreatif bersama mereka," tambahnya.
Setelah proses akuisisi, terdapat beberapa kolaborasi antara MSIN dan RAAM, di antaranya dalam pembuatan dan distribusi konten di semua platform media.
Selain itu, dalam proyek Movieland, MSIN dan RAAM bisa memanfaatkannya sebagai fasilitas produksi utama.
Kemudian, sebagai pemimpin di industri FTA TV dan bioskop tentu kedua emiten itu akan meningkatkan kualitas penawaran, saluran monetisasi yang beragam, dan inisiatif kolaborasi lainnya misalnya dalam pemasaran dan promosi.
Profil Raam Punjabi
Raam merupakan pria kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1943. Alih-alih langsung terjun ke dunia film, dia mengawali karir sebagai pegawai perusahaan tekstil pada 1962-1963. Dia kemudian mulai membangun usaha sendiri di bidang impor pada 1964-1969.
Melihat Indonesia sebagai negara yang potensial untuk mengembangkan dunia film, dia kemudian mulai bergerak di bidang impor fill pada 1967 melalui perusahaan yang dibangunnya bersama kakaknya, PT Indako Film, dengan modal Rp30 juta.
Tak lama waktu berselang, tiga tahun kemudian dia memulai usahanya sendiri dan mendirikan PT Panorama Film, serta menjadi Direktur Pemasaran di sana pada 1971-1976. Sejak itu terus terlibat dalam urusan film, antara lain memproduksi film berjududl Mama pada 1972 karya sutradara Wim Umboh, mendirikan Parkit Film mulai 1981, dan sejak 1990 bergerak pula di sinetron lewat Multivision Plus.
Dia kemudian mulai menghasilkan serial yang amat panjang "Gara-gara" dengan bintang Lydia Kandou dan Jimmy Gideon, atau drama seri yang juga panjang seperti "Bella Vista" I, II dan III.
Di tengah kondisi dunia perfilman yang kurang menarik kala itu, dia justru sukses dengan film bioskopnya dari Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro).
Dalam kurun waktu 17 tahun awal kariernya sebagai produser, Raam telah memproduksi lebih dari 100 film dengan perusahaan PT Parkit Film yang dia dirikan pada 1981.
Dari film-film yang dia produksi, dia sempt dua kali meraih piala khusus "H. Antemas" untuk "Pintar-pintar Bodoh" pada 1981 dan "Maju Kena Mundur Kena" pada 1983 sebagai film paling laris.
Dia juga membuat pula film bermutu, seperti calon film terbaik FFI 1987 "Cintaku Dirumah Susun", dan yang menghasilkan Piala Citra untuk Lydia Kandou pada FFI 1991, "Boneka Dari Indiana".
Adapun, dia kemudian membangun PT Tripar Multivision Plus degan modal Rp250 juta pada 1990 dan baru resmi melantai di bursa tahun tahun, tepatnya pada 8 mei 2023.
Piala-piala lainnya yang diraih Raam Punjabi dari hasil produksinya di antaranya seri "Lika Liku Laki-Laki" yang dibawakan pelawak Komar dan Ria Irawan, masuk nominasi atau meraih piala pada Festival Sinetron Indonesia.
Pada 14 November 2023 lalu, Raam Punjabi meraih penghargaan spesial Pengabdian Seumur Hidup dalam ajang Festival Film Indonesia, yang disampaikan oleh Reza Rahadian sebagai Ketua Komite FFI dalam Malam Anugerah Piala Citra FFI 2023.
Reza Rahadian mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada Raam Punjabi atas kemampuannya melalui perubahan dinamika perfilman dan kontribusinya yang signifikan di industri perfilman di Indonesia.
Raam juga aktif dalam organisasi PPFI, sebagai wakil ketua bidang luar negeri dan festival pada 1992-1995 dan wakil ketua bidang produksi pada 1996-1998.
Dia juga produktif menghasilkan sejumlah sinetron ternama "Saling Silang" pada 1995, "Simphoni Dua Hati" pada 1996, "Janjiku" pada 1997), dan masih banyak lagi.
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.