REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Dalam beberapa waktu terakhir ini, suhu ekstrem nol derajat celsius melanda Gunung Gede dan Pangrango, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berbicara tentang gunung, Alquran dan hadits pun telah mengungkapkannya.
Lalu mengapa Allah SWT menciptakan gunung? Dalam pandangan Islam, Allah SWT menciptakan gunung-gunung dengan beberapa tujuan penting yang dijelaskan dalam Alquran dan hadis. Di antaranya, gunung-gunung disebutkan sebagai pasak atau penstabil bumi.
Dilansir dari situs Islamqa, Rabu (24/7/2024), Alquran berbicara tentang gunung-gunung dan menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan gunung agar bumi tetap stabil dan tidak berguncang atau bergerak. Allah SWT berfirman:
وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُوْنٍ
Artinya: "Kami telah menghamparkan bumi, memancangkan padanya gunung-gunung, dan menumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran(-nya)." (QS Al-Hijr [15]:19)
Alquran telah menunjukkan bahwa gunung memiliki peran agar bumi tidak berguncang. Allah SWT berfirman:
وَجَعَلْنَا فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْۖ وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
Artinya: "Kami telah menjadikan di bumi gunung-gunung yang kukuh agar (tidak) berguncang bersama mereka dan Kami menjadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk." (QS Al-Anbiya [21]:31)
Di ayat yang lain, Allah SWT juga berfirman:
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ. وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ
Artinya: "Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS An-Naba [78]:6-7)
Tidak hanya itu, dalam surat An-Nazi'at ayat 32, Allah juga berfirman:
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Artinya: "Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh." (QS An-Nazi‘at [79]:32)
Ungkapan bahwa gunung-gunung itu kokoh tidak disangkal oleh geologi. Penelitian geologi membuktikan bahwa gunung-gunung tertanam kuat di bumi dan menstabilkan bumi. Akar pegunungan di bawah permukaan bumi beberapa kali lebih dalam daripada ketinggian yang terlihat di atas permukaan.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman bahwa Dia menjadikan gunung-gunung itu sebagai pasak, dan bagian pasak yang ditancapkan ke dalam tanah lebih panjang dari pada bagian yang tetap di atasnya. Hal itulah yang memberikan kekuatan lebih besar sehingga mampu menahan kuat.
Gunung...
Bertasbih dalam ayat-ayat di atas itu secara nyata dan hakiki, bukan metamorfosa. Allah SWT menjadikan bagi gunung-gunung itu kemampuan bertasbih bahkan mampu bertasbih bersama Nabi Daud.
Penundukan gunung untuk bertasbih dengan Daud adalah wujud menampakkan mukjizatnya sebagai nabi, begitu juga bentuk pengulangan dan kebersamaan bertasbih, dimana gunung itu mengulangi tasbinya Daud atau bertasbih atas perintah Daud.
Imam al-Qurthuby menjelaskan, Allah SWT menyebutkan apa yang diberikan kepada Daud berupa dalil dan mukjizat, yaitu bertasbihnya gunung bersamanya.
Imam Muqatil mengatakan ketika Nabi Daud berdzikir kepada Allah SWT maka gunung akan turut berdzikir bersamanya. Tasbihnya pun jelas berupa kata-kata yang dirapalkan dari terbit matahari hingga waktu terbenam.
Ketiga, khusyuk kepada Allah SWT
Gunung juga khusyuk kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana dijelaskan Surat al-Hasyr ayat 21.
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
“Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.”
Dalam konteks ayat ini, Allah SWT mengingatkan pentingnya tunduk dan takut kepada Allah SWT, dengan menjauhi maksiat dan melaksanakan kebaikan. Allah SWT menggambarkan permisalan yang tepat.
Gunung dengan segala Kekerasan nya bersamaan dengan turunnya Alquran tunduk kepada Allah SWT. Tentu manusia dengan segala kelebihannya dari segala makhluk tentu lebih sepatutnya tunduk kepada Allah SWT.