KOMPAS.com - Inter Milan mengalami kekalahan perdana dalam laga uji coba pramusim. Nerazzurri kalah 0-2 dari klub Karim Benzema, Al Ittihad.
Laga uji coba antara Inter vs Al Ittihad berlangsung di Stadion Brianteo, Monza, Italia, Rabu (7/8/2024).
Al Ittihad menang 2-0 berkat sepasang gol striker anyar mereka yang baru didatangkan dari Aston Villa, Moussa Diaby (25', 46')
Inter pun kembali menuai hasil kurang menyengangkan dalam masa pramusim setelah beberapa hari lalu ditahan imbang oleh Pisa (1-1) asuhan Filippo Inzaghi.
Ketika melawan Al Ittihad, Inter sejatinya memulai pertandingan dengan baik dan menciptakan beberapa peluang emas.
Namun, persis di depan mulut gawang, Luiz Felipe, berhasil menyelamatkan gawang Al Ittihad dari upaya eks rekan setimnya di Lazio, Joaquin Correa. Upaya Matteo Darmian via sundulan juga tak berbuah gol.
Al Ittihad kemudian memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter. Diaby mencetak gol pertama pada menit ke-25 lewat tembakan diagonal, memanfaatkan umpan terobosan dari Houssem Aouar.
Proses serangan Al Ittihad yang berbuah gol pembuka itu juga melibatkan kontribusi Karim Benzema, yang memberikan bola kepada Aouar.
Setelah gol tersebut, Al Ittihad tampil lebih solid. Inter tampak kurang intens dalam melakukan pressing, sering terjebak offside, dan beberapa kali kecolongan dalam situasi serangan balik.
Benzema sejatinya punya kans untuk menggandakan keunggulan Al Ittihad andai lebih tenang dalam memaksimalkan peluang emas di depan gawang yang kosong, setelah menerima umpan Diaby.
Pada awal babak kedua, persisnya menit ke-46, gawang Inter jebol lagi setelah Alessandro Bastoni melakukan kesalahan dalam proses konstruksi serangan.
Momen itu menghasilkan kans bagi Al Ittihad yang masih bisa diselamatkan kiper Inter, Yann Sommer. Namun, bola pantul hasil penyelamatan Sommer bisa dicocor oleh Diaby.
Respons tak bisa diberikan oleh Inter yang pada babak kedua mulai melakukan serangkaian pergantian pemain.
Pertandingan ini juga diwarnai dengan ketegangan, persis setelah Diaby melakukan pelanggaran dengan menyikut bek muda Inter, Alessandro Fontanarosa.
Insiden ini memicu perdebatan panjang dengan Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu yang berada di bangku cadangan.
Diaby bahkan harus ditenangkan oleh sang pelatih, Laurent Blanc. Sang pelatih asal Perancis itu kemudian memutuskan untuk menarik keluar Diaby.
Saat digantikan, Diaby mendapat cemoohan dari penonton di stadion. Tetapi, eks penyerang Aston Villa itu merespons dengan menunjukkan dua jari sebagai tanda dua gol yang telah diciptakannya.
Uji coba kontra Al Ittihad tak hanya kurang baik bagi Inter secara hasil. Usai pertandingan, Il Nerazzurri (Si Hitam-Biru) juga mendapati pemainnya mengalami problem kebugaran.
Stefan de Vrij mengalami cedera otot di pengujung pertandingan. Ia pun harus menyusul Marko Arnautovic, Piotr Zielinski, dan Mehdi Taremi yang sudah lebih dulu masuk ruang terapi.
AL ITTIHAD (4-3-2-1): 1-Rajkovic; 37-Al Saqour, 25-Al Mousa (71' Al-Shanqiti), 5-Luiz Felipe (25' A. Al-Ghamdi [71' Al Sahafi]), 15-Kadesh (85' Fallatah); 14-Al Nashri, 8-Fabinho, 19-Diaby; 10-Aouar (85' Al Shehri), 16-F. Al Ghamdi (83' H. Al Ghamdi); 9-Benzema.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pelatih timnas Prancis Laurent Blanc resmi menjadi juru taktik baru untuk klub Liga Pro Saudi Al-Ittihad yang diperkuat Karim Benzema.
AFP mewartakan pada Sabtu (13/7/2024), Al-Ittihad merekrut Laurent Blanc atas rekomendasi Karim Benzema yang memerlukan pelatih berbahasa Prancis.
Hadirnya Laurent Blanc juga diharapkan bisa mengoptimalkan kinerja gelandang Prancis N'Golo Kante dan Fabinho yang pernah tiga musim memperkuat AS Monaco.
Kendati demikian, Al-Ittihad tidak mengungkapkan besaran gaji dan durasi kontrak yang diberikan kepada Laurent Blanc.
Blanc dan Benzema pernah bekerja sama untuk Timnas Prancis dalam Piala Eropa 2012. Namun Blanc mengundurkan diri setelah Prancis disingkirkan Spanyol di babak perempat final.
Setelah itu, Blanc menukangi Paris Saint-Germain pada 2013–2016 dengan mempersembahkan tiga gelar Liga Prancis dan dua gelar Piala Prancis. Namun pelatih itu tetap dipecat oleh pemilik PSG Nasser Al-Khelaifi lantaran gagal di Liga Champions.
Setelah empat tahun menganggur, Blanc akhirnya menerima tawaran klub Qatar Al-Rayyan. Namun Blanc hanya bertahan selama satu setengah musim bersama Al-Rayyan sebelum mengundurkan diri pada Februari 2022 karena kinerja klub yang tidak memuaskan.
Pada semester dua 2022, Blanc kembali ke Prancis untuk melatih Lyon. Namun Blanc hanya bertahan selama satu musim kemudian dipecat pada awal musim 2023 imbas tiga kekalahan beruntun di laga pembuka Liga Prancis.
Kendati mengalami rentetan hasil buruk, namun Al-Ittihad berharap Blanc bisa memperbaiki kinerja klub yang finis di posisi lima pada musim lalu.