#30 tag 24jam
Penemuan dari Albert Einstein dan Terry Mart - kumparan.com
Albert Einstein dan Terry Mart menemukan teori relativitas dan juga partikel kaon. Berikut pembahasan lengkapnya. [340] url asal
(Kumparan.com - News) 22/09/24 17:11
v/15397076/
Berdasarkan catatan ilmu pengetahuan ada beberapa nama-nama yang sangat berpengaruh lewat penemuannya, misalnya Albert Einstein dan Terry Mart. Albert Einstein dan Terry Mart menemukan teori relativitas dan juga partikel kaon.
Penemuan tersebut merupakan penemuan yang sangat berpengaruh dan masih digunakan dalam berbagai bidang hingga saat ini. Tanpa adanya penemuan tersebut tentunya ilmu pengetahuan belum tentu maju seperti sekarang ini.
Albert Einstein merupakan salah satu ilmuwan terkenal yang memiliki cara pandang visioner dan mengubah pandangan banyak orang mengenai ruang, waktu dan juga materi. Sementara itu, Terry Mart, meskipun mungkin tidak seterkenal Einstein, juga telah memberikan kontribusinya dalam dunia ilmu pengetahuan.
Albert Einstein dan Terry Mart menemukan teori relativitas dan juga partikel kaon yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia hingga saat ini. Dikutip dari buku Albert Einstein dan Teori Relativitas karya Irwan Kurniawan, (2023) pengertian dari teori relativitas adalah sebagai berikut.
Ada dua jenis teori relativitas yang dikemukakan oleh Einstein. Pertama adalah teori relativitas khusus di mana dalam teori ini dijelaskan bahwa yang mutlak adalah hukum fisika dan juga kecepatan cahaya. Sementara itu, ruang dan waktu adalah relatif.
Sedangkan teori relativitas yang kedua adalah teori relativitas umum yang mana ini merupakan penggabungan dari teori Newton lewat beberapa percobaan yang gagal. Percobaan tersebut akhirnya menemukan penggabungan teori gravitasi relativitas yang dikenal dengan relativitas umum.
Teori ini menjelaskan bahwa gravitasi muncul sebagai bagian dari ruang dan waktu. Gravitasi tidak ada begitu saja melainkan hasil dari lengkungan ruang dan waktu yang disebabkan oleh adanya besaran massa.
Massa inilah yang pada akhirnya membuat ruang dan waktu menjadi melengkung lengkap dengan benda-benda di sekitar lengkungan yang tertarik mendekati sumber lengkungan tersebut.
Sementara itu Terry Mart yang merupakan salah satu peneliti asal Indonesia yang telah melakukan banyak penelitian. Salah satu temuannya adalah partikel kaon.
Partikel kaon atau dikenal juga dengan partikel aneh bila diproduksi maka akan berdampingan dengan hyperon. Penemuan ini memungkikan partikel kaon bisa disusupi dalam nukleus atau inti atom.
Kini diketahui bahwa Albert Einstein dan Terry Mart menemukan teori relativitas dan juga partikel kaon. Penemuan tersebut penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia. (WWN)
Sebuah Surat: Kemuakan Albert Einstein atas Israel dan Simpatinya untuk Palestina
Albert Einstein memprediksi soal keruntuhan Israel. [646] url asal
#albert-einstein #yahudi #israel #zionis-israel #palestina #islam
(Republika - Khazanah) 19/07/24 16:06
v/11315716/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Ilmuwan fisika legendaris Albert Einstein pernah meramalkan keruntuhan Israel saat dia diminta membantu mengumpulkan dana untuk sel-sel teror Zionis Israel. Sepuluh tahun sebelum negara itu mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1948 di atas tanah yang dicuri dari rakyat Palestina, Albert Einstein menggambarkan pembentukan Israel yang diusulkan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan sifat esensial Yudaisme.
Demikian diungkapkan Einstein dalam artikel yang ditulis Yvonne Ridley di Middle East Monitor. Setelah melarikan diri dari Hitler di Jerman dan akhirnya menjadi warga negara Amerika Serikat (AS), Einstein tidak membutuhkan pelajaran seperti apa fasisme itu.
Salah satu fisikawan terbesar dalam sejarah, dan didukung oleh beberapa intelektual Yahudi terkenal lainnya, Einstein melihat kekurangan dan garis patahan pada 1946 ketika ia berbicara kepada Komite Penyelidikan Anglo-Amerika tentang masalah Palestina. Dia tidak mengerti mengapa Israel dibutuhkan. "Saya percaya itu buruk," katanya.
Sebuah surat tahun 1922 di mana Albert Einstein menceritakan ketakutannya akan munculnya anti-Semitisme di Jerman, lebih dari satu dekade sebelum Nazi mengambil alih kekuasaan. (Reuters.com)
Dua tahun kemudian, pada 1948, ia dan sejumlah akademisi Yahudi mengirim surat ke New York Times untuk memprotes kunjungan Menachem Begin ke Amerika. Dalam surat yang terdokumentasi dengan baik, mereka mengecam Partai Begin's Herut (Kebebasan), menyamakannya dengan partai politik yang sangat mirip dalam organisasi, metode, filosofi politik, dan daya tarik sosialnya kepada Partai Nazi dan Fasis.
Herut adalah partai nasionalis sayap kanan yang kemudian menjadi Likud yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu. Sebagai pemimpin kelompok teroris Zionis Irgun, yang memisahkan diri dari organisasi paramiliter Yahudi yang lebih besar, Haganah, Begin dicari karena kegiatan teroris melawan otoritas Mandat Inggris.
Bahkan, ketika dia menjadi Perdana Menteri Israel (1997-1983) dia tidak pernah berani mengunjungi Inggris. Dia masih dalam daftar orang yang paling dicari.
Kekerasan menjelang kelahiran Israel-lah yang secara khusus membuat Einstein muak. Dan tidak diragukan lagi ini yang paling utama dalam pikirannya ketika dia menolak tawaran untuk menjadi Presiden Israel. Tawaran ini diajukan kepadanya pada 1952 oleh Perdana Menteri pendiri negara bagian, David Ben-Gurion.
Meskipun penolakannya sopan, Einstein percaya peran itu akan bertentangan dengan hati nuraninya sebagai seorang pasifis, dan fakta bahwa dia harus pindah ke Timur Tengah dari rumahnya di Princeton, New Jersey tempat dia menetap sebagai pengungsi Jerman.
Surat terakhir yang diteliti mengungkapkan tentang masalah Palestina. Singkat saja, hanya 50 kata itu termasuk peringatannya tentang "malapetaka terakhir" yang dihadapi Palestina di tangan kelompok teror zionis.
Surat khusus ini ditulis kurang dari 24 jam setelah berita 'disaring' tentang pembantaian Deir Yassin di Yerusalem Barat pada April 1948. Sekitar 120 teroris dari Begin's Irgun dan Stern Gang (dipimpin oleh teroris lain yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel, Yitzhak Shamir), memasuki desa Palestina dan membantai antara 100 dan 250 pria, wanita dan anak-anak.
Beberapa meninggal karena tembakan, yang lain dari granat tangan yang dilemparkan ke rumah mereka. Orang lain yang tinggal di desa yang damai itu terbunuh setelah dibawa dalam parade yang aneh melalui Yerusalem Barat. Ada juga laporan pemerkosaan, penyiksaan, dan mutilasi.
Surat yang diketik Einstein ditujukan kepada Shepard Rifkin, Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel, yang berbasis di New York. Kelompok ini awalnya diluncurkan untuk mempromosikan ide-ide anti-Inggris dari Stern Gang dan mengumpulkan uang di Amerika untuk membeli senjata untuk mengusir Inggris dari Palestina.
Rifkin ditunjuk sebagai direktur eksekutifnya, meskipun dia kemudian menyebut dirinya sebagai "orang yang jatuh". Dia telah diberitahu oleh Benjamin Gepner, seorang komandan mengunjungi AS, untuk mendekati Einstein untuk bantuannya.
Rifkin berkewajiban, tetapi setelah pembantaian Deir Yassin, ia menerima respons yang luar biasa dari fisikawan, yang dibuat hanya dalam 50 kata:
Yang terhormat,
Ketika bencana nyata dan terakhir harus menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab untuk itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu organisasi teroris membangun [sic] dari barisan kita sendiri. Saya tidak ingin melihat siapa pun yang terkait dengan orang-orang yang disesatkan dan kriminal itu.
Hormat kami,
Albert Einstein.
Ali Moustafa Mosharafa, Sahabat Einstein yang Diduga Tewas di Tangan Mossad
Einstein berduka atas kematian Ali Moustafa Mosharafa [681] url asal
#ali-moustafa-mosharafa #ilmuwan-mesir #sahabat-einstein #albert-einstein #ali-mosharafa #ali-mosharafa-tewas #ilmuwan-mesir-tewas-di-tangan-mossad #mossad-bunuh-ilmuwan #israel-bunuh-ilmuwan-mesir #al
(Republika - Khazanah) 15/07/24 08:39
v/10826666/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ali Moustafa Mosharafa merupakan sosok ilmuwan jenius asal Mesir. Kontribusi terbesar sosok kelahiran 11 Juli 1898 di Damietta, Mesir, ini adalah mengembangkan teori kuantum dan teori relativitas Albert Einstein. Dia merupakan salah satu ilmuwan terbaik dalam bidang fisika. Sayangnya, Ali Moustafa meninggal dunia pada tahun 1950.
Mosharafa merupakan satu dari tujuh ilmuwan di dunia yang mengetahui rahasia struktur atom. Pria yang dikirim Kementerian Pendidikan Mesir ke Inggris dan mendapat gelar sarjana sains dari Universitas Nottingham pada 1920 itu, tercatat pernah menulis buku tentang teori relativitas.
Buku tersebut lantas dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman kemudian dicetak ulang di Amerika Serikat. Dia juga menerjemahkan buku astronomi dan matematika setidaknya 10 judul buku.
Selama 1920 hingga 1930, Mosharafa mempelajari Persamaan Maxwell dan sering bertukar surat dengan Albert Einstein. Ketika Einstein mengunjungi Mesir, ia secara khusus meminta bertemu dengan Mosharafa. Dari pertemuan itulah, rumus E sama dengan MC kuadrat dikembangkan.
Tak hanya dikenal sebagai ilmuwan ulung, Mosharafa dikenal kontribusinya dalam bidang organisasi sosial. Pria yang memperoleh gelar Phd pada 1923 dari King's College London itu percaya gurun Mesir kaya akan uranium dan dia menganggap padang pasir sebagai sumber terkaya kedua setelah Sungai Nil.
Partisipasinya terekam dalam membangun asosiasi mahasiswa dan profesor. Dia pernah didaulat sebagai presiden asiosiasi itu. Para anggotanya terdiri atas mahasiswa dan profesor pilihan terbaik. Dia mengajarkan kebebasan berbicara dan cara mengatasi masalah serta diskusi yang lebih beradab dalam asosiasi tersebut.
Untuk kali pertama, fisikawan dan juga profesor matematika terapan di Fakultas Ilmu Pengetahuan di Universitas Kairo itu mengubah sejarah dengan menerima siswa dari negara Arab lainnya. Bagi dia, pembatasan nasional dan diskriminasi gender hanyalah cara lain menebarkan kebencian dan kecemburuan.
Perhatiannya terhadap perkembangan karya ilmiah tak bisa juga dipandang sebelah mata. Dia sangat ingin menyebarkan kesadaran ilmiah pada publik. Sebagai bukti dan contoh, dia menulis beberapa artikel dan buku untuk publik tentang sains secara sederhana. Warisan intelektualnya bisa ditelusuri, seperti tertuang dalam ensiklopedia ilmiah Arab dan buku-buku tentang warisan ilmiah orang Arab.
Setidaknya sebanyak 25 makalah di jurnal dan 12 buku ilmiah terkemuka mengenai teori kuantum, teori relativitas, dan hubungan antara radiasi dan materi, berhasil dicetuskan sosok penggemar musik dan matematika ini. Buku-bukunya yang terkenal, di antaranya We and Science, Science and Life, Atom and Atomic Bomb, Scientific Claims, dan Engeneering in Pharaohs Times.
Beberapa judul artikel dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan, di antaranya yang pertama On the appearance of unsymmetrical commponents in the stark effect terbit pada 1922 dan yang terakhir The mass defect curves on nuclear forces 1949.
Mosharafa tertarik dengan sejarah sains, terutama yang berasal dari ilmuwan Arab pada Abad Pertengahan. Bersama muridnya, M Morsi Ahmad, dia menerbitkan buku al-Khwarizm Book the compendious book on calculation by completion and balancing atau dikenal dengan kitab al-Jabr wa al-Muqabala.
Parlemen Mesir memuji kualifikasinya dan kelebihannya yang melampui dekan fakultas bahasa Inggris sehingga dia dipromosikan menjadi profesor. Dia merupakan prfesor matematika terapan Mesir pertama di fakultas sains.
Setelah diangkat menjadi profesor pada 1936, dia menjadi dekan fakultas pada usia 38 tahun. Dia tetap menjabat sebagai dekan hingga meninggal pada 1950.
Mosharafa adalah orang yang pertama meminta reformasi dan pengembangan sosial berdasarkan penelitian ilmiah. Dia sangat antusias menyebarkan kesadaran ilmiah dan menulis ilmiah.
Dia juga menentang penggunaan energi atom dalam perang dan memperingatkan agar tidak terjadi eksploitasi sains untuk dijadikan alat penghancuran.
Dia mendapat gelar 'pasha' dari Raja Farouq. Namun, dia menolak gelar tersebut karena tidak ada yang lebih berharga daripada gelar doktor sains. Sebuah laboratorium dan auditorium di Fakultas Sains Universitas Kairo, Mesir, diberikan namanya.
Keluarganya membuat hadiah tahunan berupa beasiswa atas namanya kepada siswa terpandai dalam gelar matematika. Dia meninggal dunia pada 15 Januari 1950 dalam usia 51 tahun. Namun, kematiannya masih meninggalkan rahasia hinga saat ini.
Ada teori konspirasi yang menyebutkan dia meninggal akibat operasi Mossad Israel sebagai perlawanan terhadap ilmuwan Arab terkemuka. Dunia meratapi kepergian ilmuwan besar.
Dunia sains pun mengalami kerugian besar karena kehilangan dia. Bahkan, seorang Albert Einstein pun tak percaya bahwa sahabatnya meninggalkannya lebih dulu. Dia masih meninggalkan pekerjaan rumah pengembangan energi atom yang belum selesai. Sosok ilmuan jenius dalam bidang fisika