#30 tag 24jam
Tips Aman Saat Berkenalan Melalui Dating Apps
Jangan langsung percaya dengan orang yang cocok di aplikasi kencan, kenali lebih dalam agar tidak termakan janji manis. [543] url asal
#tinder #bumble #aplikasi-kencan #aplikasi-kencan-online #tips-kencan-online
(Bisnis.Com - Terbaru) 29/10/24 15:21
v/17154126/
Bisnis.com, JAKARTA - Kini sudah banyak aplikasi yang bisa menghubungkan orang-orang secara online, salah satunya dating apps seperti Bumble dan Tinder.
Dating apps atau aplikasi kencan menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan karena berfungsi sebagai ‘mak comblang’ untuk orang-orang yang ingin mencari pasangan. Tidak sedikit pasangan yang mengawali kehidupan pernikahannya dari aplikasi kencan.
Seiring berjalannya waktu, aplikasi kencan semakin marak dan beragam, tetapi penggunaannya tetap harus diwaspadai.
Meskipun banyak orang yang berhasil menjadi pasangan dari aplikasi kencan, tidak sedikit juga orang yang menjadi korban akibat aplikasi ini. Untuk itu, berhati-hatilah saat berkenalan dengan orang baru di aplikasi kencan.
Simak tips aman saat berkenalan melalui aplikasi kencan:
1. Pilih aplikasi kencan yang terpercaya
Lakukan riset sebelum memilih aplikasi kencan yang akan digunakan. Usahakan pilih aplikasi kencan yang sudah terkenal, banyak pengguna, dan memiliki reputasi yang baik. Hal ini dilakukan untuk menghindari banyak modus penipuan melalui aplikasi kencan.
2. Jangan cantumkan seluruh informasi pribadi di profil
Saat mengisi profil di aplikasi kencan, usahakan untuk tidak mencantumkan informasi pribadi yang mendetail, seperti nama belakang, alamat rumah, nomor telepon, dan tempat kerja. Pastikan untuk isi data diri secara umum seperti nama, gender, hobi, dan umur.
3. Tanya media sosial milik teman kencan
Saat cocok dengan seseorang di aplikasi kencan, tanya terkait media sosial yang dimiliki. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi profil pasangan dan mengantisipasi bila profil yang dicantumkan pada aplikasi kencan adalah profil palsu. Bila sekiranya orang tersebut mencurigakan, segeralah block dan report profil orang tersebut.
4. Jangan bertukar nomor telepon di awal perkenalan
Jangan langsung percaya dengan orang yang cocok di aplikasi kencan. Dalam hal ini, jangan berikan nomor telepon atau ID aplikasi chatting lainnya sebelum benar-benar yakin. Bila masih pada tahap awal perkenalan, usahakan untuk tetap melakukan obrolan di aplikasi kencan.
5. Selalu beritahu teman rencana kencan Anda
Beritahulah teman Anda terkait rencana kencan Anda, terkhususnya saat ingin melakukan first date. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi saat kencan. Untuk berjaga-jaga, kirim live location keberadaan Anda dan informasi detail mengenai teman kencan Anda kepada teman Anda.
6. Lakukan videocall atau minta teman kencan Anda untuk mengirim foto sebelum bertemu untuk pertama kali
Sebelum bertemu untuk pertama kali, cobalah untuk melakukan video call atau minta pasangan kencan untuk mengirimkan foto dirinya. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi identitas pasangan dengan jelas. Saat ini banyak orang-orang tidak bertanggung jawab yang mengambil foto orang lain dan menutupi identitas dirinya untuk melakukan penipuan.
7. Bertemulah di tempat umum atau terbuka
Bila ingin bertemu untuk pertama kali, usahakanlah untuk bertemu di tempat umum atau tempat yang terbuka dan jangan bertemu di tempat sepi atau private. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi saat first date.
8. Hindari pulang bersama teman kencan
Hindarilah pulang bersama teman kencan saat pertama kali bertemu. Alih-alih pulang bersama, sebaiknya Anda pulang dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat first date.
9. Jangan ‘oversharing’ mengenai kehidupan pribadi, terutama terkait finansial
Pada tahap awal perkenalan, usahakan jangan terlalu ‘oversharing’ atau menceritakan seluruh kehidupan pribadi, terutama yang berkaitan dengan uang.
Hal ini dikarenakan saat ini banyak orang yang mencari pasangan berkedok menipu di aplikasi kencan. Hindari pembicaraan-pembicaraan sensitif sampai sudah benar-benar yakin dan percaya dengan pasangan. (Jesslyn Samantha Rumiris Lumbantobing)
Capek Main Aplikasi Kencan, Gabung Klub Lari Jomlo Bisa Jadi Pilihan
Sebagian orang sudah bosan scrolling aplikasi kencan untuk cari pasangan dan kini melirik klub lari. Minat mencoba? [698] url asal
#aplikasi-kencan #kencan #klub-lari
(Kompas.com) 06/08/24 13:06
v/13510444/
KOMPAS.com - Aplikasi kencan kian digemari untuk mencari pasangan di tengah perkembangan era digital saat ini.
Namun, sebagian orang ternyata justru lelah menggulirkan layar untuk mencari calon pasangan dan memilih pertemuan secara fisik lewat klub lari.
Tak hanya mencari pasangan, cara ini sekaligus membantu kita menjaga gaya hidup bugar.
Dilansir dari Time Out, klub lari para jomlo kini sedang hits di Amerika Serikat, khususnya New York.
The Lunge Run Club adalah salah satu klub lari jomlo paling berkembang pesat di New York. Lucunya, klub ini didirikan oleh aplikasi kencan Lunge yang ingin menghubungkan para jomlo lewat aktivitas nyata daripada di dunia maya.
"Aplikasi kencan sudah tidak lagi bekerja karena kita trrus-menerus menggulirkan layar pada orang-orang di sekitar kita secara acak," ujar salah satu pengelola klub, Rachel Lansing, seperti dilansir dari Time Out, Selasa (6/8/2024).
Mereka bahkan memberlakukan dress code khusus bagi para jomlo yang mengikuti aktivitas lari.
Rachel menyebutkan, para jomlo akan diminta menggunakan pakaian berwarna hitam.
Tak sedikit di antara mereka yang kembali ikut pada agenda lari berikutnya.
"Banyak orang datang hanya untuk mencari teman, tapi kami juga melihat ada banyak cerita romantis sukses yang terjadi. Semuanya kembali datang untuk acara dan komunitas ini," tuturnya.
PIXABAY/WAL_172619 Ilustrasi lari maraton.Serupa, ada pula Chicago Run Collective yang digelar di Chicago, Illinois. Banyak di antara peserta yang datang untuk mencari pasangan potensial sembari menjaga kebugaran.
Ternyata, tak semua yang bergabung dengan klub ini terbiasa beraktivitas lari. Seorang peserta bernama Davawnna Clark, misalnya, yang memilih jeda dari aplikasi kencan untuk serius menekuni klub ini.
"Sebetulnya aku bukan pelari, jadi cukup gugup untuk bergabung dengan klub ini. Ini pertama kalinya aku di sini, tapi vibe-nya sangat positif dan ada beberapa orang yang datang menghampiriku," katanya, seperti dilansir dari CBS.
- Pertama Kali Ikut Half Marathon, Catat 3 Tips Ini
- Sebelum Lari Maraton, Perhatikan Asupan yang Dikonsumsi
Klub ini kian diminati seiring bertumbuhnya pencinta lari di media sosial.
Co-founder Chicago Run Collective Maya Carducci dan Jordan Williams melahirkan aktivitas tersebut sebagau ruang di mana kebugaran dan interaksi sosial saling berbaur.
Bagi para jomlo, mereka bahkan menciptakan tanda khusus untuk membantu para peserta "berbasa-basi", termasuk yang ingin menyampaikan kepada orang-orang bahwa dirinya lajang dan mencari teman lari bersama.
"Kami bahkan mendapatkan pesan langsung dari orang-orang yang mengatakan mereka lajang dan ingin bertemu seseorang di klub lari ini."
"Kami ingin memastikan setiap orang punya kesempatan untuk didengarkan. Jadi ketika kamu lajang, ambillah tanda khusus tersebut dan berjalan-jalanlah menggunakannya," ujar Williams.
Carducci meyakini, klub-klub lari menawarkan pengalaman nyata sebagai alternatif aplikasi kencan yang mungkin tidak cocok bagi sebagian orang.
Sebab, beberapa orang lebih menyukai interaksi nyata, sehingga ketika diberi kesempatan melakukan sesuatu mereka akan mengambilnya.
"Terutama untuk menarik orang-orang dengan pemikiran yang sama," katanya.
Adapula Frankie Ruiz, pendiri Brickell Run Club in Miami yang bertemu dengan pasangan hidupnya di South Beach Run Club.
Ia dan sang istri Carla Duenas adalah sesama pelari. Mereka kini sudah menikah dan memiliki dua anak.
Saat itu, kata Ruiz, Carla mengajaknya untuk mendirikan klub lari yang kemudian mereka luncurkan pada 2009.
Hingga saat ini, lari masih menjadi bagian dari hidup pasangan ini.
"Saat ini kami masih berlari bersama dan sudah jadi bagian dari hidup. Kami bahkan membuatnya sebagai bagian dari pernikahan," tuturnya, sembari menjelaskan bahwa tema pesta mereka adalah half marathon.
"Ini bukan sebuah obsesi, melainkan bagian dari diri kami," sambung Ruiz.
Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram anEin Beitrag geteilt von KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)