Lampung Geh, Lampung Barat - Calon Gubernur Lampung Nomor Urut 01, Arinal Djunaidi, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor unggulan di Lampung Barat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan mengoptimalkan hasil kopi sebagai komoditas unggulan. Komitmen ini disampaikan Arinal saat menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDIP di Lapangan Betung, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin (7/10). Arinal menyoroti pentingnya dukungan bagi sektor pertanian dan penguatan produk kopi Lampung Barat, yang selama ini telah menjadi ciri khas daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kopi lokal sudah dikenal luas, namun langkah strategis diperlukan untuk meningkatkan nilai jual dan memperkuat daya saing di pasar lokal maupun internasional. "Kopi Lampung Barat sudah terkenal, namun kita harus terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitasnya agar lebih berdaya saing. Kami akan mendukung petani kopi dengan akses ke teknologi, permodalan, dan pasar agar hasil kopinya semakin optimal," jelasnya. Lebih lanjut, dalam upaya mendukung para petani, Arinal menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan Program Kartu Petani Berjaya. Program ini memberikan akses yang lebih baik terhadap permodalan, bibit unggul, pupuk, dan pasar bagi petani, termasuk petani kopi di Lampung Barat. Arinal optimistis bahwa perluasan program ini akan membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. "Kartu Petani Berjaya telah terbukti membantu petani meningkatkan produktivitas. Kami berkomitmen untuk memperluas cakupan program ini agar lebih banyak petani, terutama di Lampung Barat, dapat merasakan manfaatnya," jelasnya. Selain sektor pertanian, Arinal juga menggarisbawahi rencana pengembangan pariwisata berbasis alam di kawasan hutan lindung. Dengan memanfaatkan lahan seluas 500 hektare, Arinal berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat wisata alam yang berkelanjutan, tanpa merusak lingkungan. "Kita akan kembangkan sekitar 500 hektare kawasan hutan untuk pariwisata alam. Ini akan menjadi magnet baru bagi wisatawan dan berpotensi mendongkrak perekonomian masyarakat setempat tanpa merusak alam," tambahnya. Dengan strategi pengembangan yang menyeluruh, ia berharap Lampung Barat dapat tumbuh menjadi kawasan yang mandiri secara ekonomi, serta menjadi daerah yang lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional melalui peningkatan sektor-sektor unggulannya. (Cha/Ansa)