#30 tag 24jam
Hacker Kembalikan Dana US$19,3 Juta ke Wallet Pemerintah AS yang Diretasnya
Industri kripto menghadapi gelombang peretasan yang semakin meningkat di kuartal ketiga 2024. [395] url asal
#arkham-intelligence #industri-kripto #peretasan-dompet-kripto #pemerintah-amerika-serikat #kasus-peretasan-bitfinex #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #peristiwa
(Kontan - Terbaru) 27/10/24 20:24
v/17069238/
Sumber: Cointelegraph | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kripto menghadapi gelombang peretasan yang semakin meningkat di kuartal ketiga 2024.
Salah satu peristiwa yang menonjol adalah peretasan dompet kripto milik pemerintah Amerika Serikat pada 24 Oktober 2024. Dalam kejadian ini, seorang peretas berhasil menyedot dana senilai US$20 juta dari dompet tersebut, yang berisi dana sitaan dari kasus peretasan Bitfinex tahun 2016.
Namun, mengejutkannya, peretas mengembalikan dana sebesar US$19,3 juta dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Kronologi Pengembalian Dana dan Informasi Terbaru dari Arkham Intelligence
Menurut informasi dari Arkham Intelligence, pengembalian dana yang dilakukan oleh peretas berlangsung secara bertahap.
Dana dikembalikan melalui beberapa dompet kripto yang teridentifikasi dimiliki oleh peretas, dengan awalan karakter “0xc9E”.
Berdasarkan data on-chain, peretas mengembalikan aset kripto yang terdiri atas:
- 2.412 Ether (ETH)
- 7.200 USD Coin (USDC)
- US$13,2 juta dalam bentuk Aave-staked USDC (aUSDC)
Dana yang dikembalikan mencakup sekitar 88% dari total dana yang diambil, sementara sisa sebesar US$700.000 dilaporkan telah dipindahkan ke beberapa bursa instan.
Identitas peretas dan alasan pengembalian dana tersebut masih belum diketahui, namun kasus ini memberikan gambaran akan tren peretasan yang semakin meningkat.
Peningkatan Insiden Peretasan di Kuartal Ketiga 2024
Di luar peretasan dompet pemerintah AS, kuartal ketiga 2024 juga menyaksikan beberapa insiden peretasan yang signifikan.
Beberapa peretasan tersebut termasuk eksploitasi protokol lintas-chain dan serangan pada domain situs web kripto.
Eksploitasi US$50 Juta pada Radiant Capital
Pada 16 Oktober, Radiant Capital, sebuah protokol peminjaman lintas-chain, mengalami eksploitasi sebesar US$50 juta. Peretas berhasil menembus sistem keamanan dengan mengakses kunci privat dari dompet multisignature pada jaringan BNB Smart Chain dan Arbitrum.
Satu minggu setelah eksploitasi, dana senilai US$52 juta dipindahkan oleh peretas ke jaringan Ethereum, yang semakin menyulitkan upaya pemulihan dana tersebut.
Serangan Front-End pada Situs Web Ambient Finance
Pada 17 Oktober, Ambient Finance, sebuah protokol perdagangan terdesentralisasi, mengalami serangan pada antarmuka situs webnya. Peretas berhasil mengkompromikan domain Ambient Finance dan mengganti tampilan situs dengan elemen berbahaya.
Namun, tim Ambient Finance berhasil mengembalikan kontrol atas situs tersebut dan memulihkan layanan bagi pengguna dalam waktu singkat.
Penipuan Airdrop Melalui Sosial Media Eigenlayer
Pada 18 Oktober, layanan restaking Eigenlayer menjadi target serangan di sosial media, di mana pelaku peretasan mengambil alih akun media sosial mereka di X dan menyebarkan tautan airdrop palsu.
Meskipun tautan tersebut hanya aktif beberapa menit, kejadian ini menyoroti potensi ancaman penipuan di platform sosial media.
Elon Musk Guncang Dunia Kripto, Tesla Pindahkan Bitcoin Senilai US$760 Juta
Dunia cryptocurrency kembali dikejutkan dengan berita perpindahan besar-besaran aset bitcoin milik Tesla. [701] url asal
#tesla #elon-musk #bitcoin #cryptocurrency #arkham-intelligence #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bisnis
(Kontan - Terbaru) 25/10/24 06:36
v/16550941/
Sumber: CoinDesk | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dunia cryptocurrency kembali dikejutkan dengan berita perpindahan besar-besaran aset bitcoin milik Tesla.
Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang bitcoin terbesar di kalangan korporasi ini, telah memindahkan hampir seluruh simpanan bitcoinnya senilai US$760 juta ke dompet yang tidak diketahui.
Langkah ini memicu spekulasi luas mengenai apakah Tesla, yang dipimpin oleh Elon Musk, berencana menjual seluruh aset bitcoinnya.
Tesla dan Bitcoin: Sejarah Kepemilikan dan Investasi Besar
Pada Februari 2021, Tesla secara resmi mengumumkan pembelian bitcoin senilai US$1,5 miliar, yang saat itu merupakan langkah berani dan menempatkannya sebagai salah satu pemegang korporasi terbesar di pasar kripto.
Pada puncaknya, nilai kepemilikan bitcoin Tesla mencapai sekitar US$2,5 miliar. Keputusan ini berbarengan dengan pengumuman Musk bahwa Tesla akan menerima pembayaran dalam bentuk bitcoin. Namun, tidak lama kemudian, rencana tersebut dibatalkan karena kekhawatiran lingkungan terkait jejak karbon dari proses penambangan bitcoin yang intensif secara energi.
Pada awal 2022, Tesla membuat langkah mengejutkan lainnya dengan menjual 75% dari kepemilikan bitcoinnya. Penjualan ini dilakukan dengan kerugian, dan pada akhirnya, perusahaan hanya mempertahankan sekitar 11.509 bitcoin, senilai kurang lebih US$770 juta pada saat itu.
Data ini diperoleh dari firma analitik kripto, Arkham Intelligence, yang menambahkan fitur pelacakan dompet bitcoin Tesla ke dashboard mereka pada Maret 2024.
Perpindahan Bitcoin Senilai US$760 Juta pada Oktober 2024
Pada 15 Oktober 2024, dompet yang dikaitkan dengan Tesla melakukan perpindahan lebih dari 11.500 bitcoin, dengan nilai sekitar US$760 juta, ke dompet-dompet dengan kepemilikan yang tidak diketahui.
Setelah transaksi ini, dompet Tesla hanya menyisakan sekitar US$6,65 dalam bentuk bitcoin—jumlah yang hampir tidak berarti bagi perusahaan sebesar Tesla. Hal ini memicu spekulasi di kalangan pengamat bahwa Tesla mungkin sedang bersiap untuk menjual seluruh aset kripto yang tersisa.
Arkham Intelligence, yang melacak transaksi ini, mencatat bahwa hingga saat ini tidak ada informasi pasti mengenai pihak yang menerima perpindahan tersebut, maupun apakah langkah ini merupakan bagian dari strategi keuangan Tesla yang lebih besar.
Meski demikian, fakta bahwa perpindahan ini terjadi ke dompet anonim memperkuat dugaan bahwa ini bisa menjadi sinyal penjualan.
Posisi Tesla di Antara Pemegang Bitcoin Korporat
Sebagai salah satu perusahaan publik terbesar yang memiliki bitcoin, Tesla menduduki posisi keempat di antara pemegang bitcoin terbesar di Amerika Serikat.
Menurut data dari BitcoinTreasuries, Tesla hanya kalah dari MicroStrategy—perusahaan perangkat lunak yang menjadi pelopor dalam adopsi bitcoin di neraca keuangan—serta dua perusahaan penambangan bitcoin, MARA Holdings dan Riot Platforms.
Kepemilikan besar-besaran ini menempatkan Tesla dalam sorotan sebagai salah satu perusahaan non-teknologi yang signifikan dalam pasar kripto.
Keputusan-keputusan Tesla, terutama yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan bitcoin, memiliki dampak besar terhadap pergerakan harga bitcoin di pasar global. Oleh karena itu, perpindahan terbaru ini mendapatkan perhatian luas dari investor dan analis.
Sikap Elon Musk Terhadap Bitcoin dan Cryptocurrency
Elon Musk dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka yang sering memberikan pandangan kontroversial mengenai cryptocurrency. Meski Tesla dan SpaceX, perusahaan yang juga dipimpin oleh Musk, memiliki bitcoin di neraca keuangan mereka, sikap pribadi Musk terhadap bitcoin tampaknya tidak sepenuh hati.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di YouTube pada Juli 2024, Musk menyatakan bahwa ia melihat "ada beberapa nilai dalam bitcoin, dan mungkin juga dalam beberapa kripto lainnya", namun ia lebih menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap dogecoin (DOGE).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa, meskipun Musk mendukung cryptocurrency secara umum, ia mungkin tidak memiliki komitmen yang sama terhadap bitcoin seperti halnya dengan dogecoin, yang sering ia promosikan dalam berbagai kesempatan, termasuk melalui akun media sosialnya.
Dampak Perpindahan Bitcoin Tesla pada Pasar Kripto
Perpindahan bitcoin Tesla yang hampir mencapai US$760 juta ke dompet anonim telah memicu volatilitas di pasar kripto. Harga bitcoin sering kali terpengaruh oleh tindakan pemegang besar (whale), dan Tesla, sebagai salah satu pemegang terbesar, memiliki kemampuan untuk menggerakkan pasar secara signifikan.
Meski belum ada indikasi pasti apakah perpindahan ini akan diikuti dengan penjualan besar-besaran, spekulasi tersebut cukup untuk menciptakan ketidakpastian di kalangan investor.
Para ahli pasar kripto memperkirakan bahwa, jika Tesla memang berencana untuk menjual seluruh aset bitcoinnya, hal ini dapat memicu penurunan harga sementara. Di sisi lain, jika perpindahan ini hanya merupakan bagian dari restrukturisasi dompet atau langkah-langkah keamanan, maka dampaknya terhadap harga mungkin akan lebih terbatas.
Tesla Tak Jual Bitcoin Mereka Setara US$776,9 Miliar, Ini Rincian Address Barunya
Arkham Intelligence meyakini, bahwa Tesla tidak menjual kepemilikan Bitcoin mereka yang setara US$778,9 miliar! [888] url asal
#arkham-intelligence #bitcoin #btc #elon-musk #tesla
(BlockChain-Media) 23/10/24 14:39
v/16883637/
Arkham Intelligence meyakini, bahwa Tesla tidak menjual kepemilikan Bitcoin (BTC) yang setara US$778,9 miliar! Berikut rincian 7 address barunya!
Hal itu mereka sampaikan beberapa jam lalu, terkait fakta bahwa pada beberapa waktu lalu ada pergerakan pemindahan semua BTC milik Tesla ke address yang baru.
“Kami meyakini pergerakan dompet Tesla yang kami laporkan minggu lalu adalah ‘rotasi dompet’ dengan Bitcoin yang masih dimiliki oleh Tesla. Tesla memindahkan seluruh saldo mereka sejumlah 11.509 BTC (US$776,9 juta) ke dompet baru,” sebut Arkham Intelligence di X.
Tesla kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan melakukan pergerakan besar terhadap aset Bitcoin (BTC) yang mereka miliki. Menurut laporan terbaru dari Arkham Intelligence, Tesla memindahkan seluruh saldo Bitcoin mereka yang berjumlah 11.509 BTC, setara dengan US$776,9 juta, ke tujuh dompet baru.

Arkham menyebutkan bahwa pergerakan dompet ini kemungkinan merupakan “rotasi dompet”, di mana kepemilikan Bitcoin tersebut masih tetap di tangan Tesla, tanpa adanya indikasi penjualan.
Ini berarti menyiratkan bahwa Tesla tidak menjual BTC mereka, melainkan hanya memindahkan aset digital tersebut ke dompet baru untuk alasan yang belum diketahui secara pasti.
Ini 7 Address Barunya!Saat ini, kata perusahaan riset kripto itu, saldo Bitcoin Tesla terbagi ke dalam tujuh dompet berbeda dengan rincian address sebagai berikut:
2.109,3 BTC (US$142,2 juta) di dompet 1Fnhp 1.900 BTC (US$128,1 juta) di dompet 1LERL 1.800 BTC (US$121,3 juta) di dompet 1D6Vh 1.700 BTC (US$114,6 juta) di dompet 16QZn 1.600 BTC (US$107,8 juta) di dompet 1QC2z 1.300 BTC (US$87,6 juta) di dompet 1Phab 1.100 BTC (US$74,1 juta) di dompet 1MGM8Menariknya, sebagian besar dompet Bitcoin Tesla ini menyimpan jumlah Bitcoin dengan angka yang bulat, kecuali satu dompet yang menyimpan 2.109,3 BTC. Setiap dompet juga telah menerima transaksi uji coba, yang menunjukkan bahwa semua dompet aktif.

Meskipun pergerakan ini dianggap sebagian pihak sebagai langkah pengamanan, beberapa spekulasi muncul bahwa Tesla mungkin sedang menyiapkan aset untuk dijaminkan guna mendapatkan pinjaman. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai tujuan dari rotasi dompet ini. Publik bisa memantau secara langsung kepemilikan Bitcoin Tesla ini di tautan ini.
Elon Musk Tegaskan Lagi Tak Sarankan Publik Beli Crypto
Bikin Heboh! Tesla Pindahkan BitcoinPada 18 Oktober 2024 lalu Tesla sempat picu kehebohan, karena terlacak melakukan transfer semua Bitcoin yang mereka miliki, senilai sekitar US$760 juta (harga saat itu), ke address dan dompet yang tidak dikenal dan tidak terkait dengan bursa kripto tertentu. Langkah ini memicu spekulasi mengenai alasan di balik pemindahan aset ini dan potensi dampaknya terhadap posisi Tesla di pasar cryptocurrency. Bahkan sejumlah netizen menilai Tesla mungkin berniat menjual BTC mereka seperti pada beberapa tahun lalu.
Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini merupakan salah satu pemegang Bitcoin terbesar di kalangan perusahaan publik, dengan transfer lebih dari 11.509 BTC, sebagaimana diungkapkan oleh Arkham Intelligence.
Spekulasi Baru Seputar Elon Musk dan D.O.G.E. (Department of Government Efficiency)
Dalam konteks kripto, pemindahan ini dapat dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan aset digital. Dengan memindahkan Bitcoin ke alamat baru yang tidak dikenal, Tesla berupaya mengurangi risiko pencurian atau peretasan yang dapat mengancam investasi mereka.
Selain alasan keamanan, langkah ini juga dapat menjadi bagian dari evaluasi strategi investasi Tesla dalam cryptocurrency. Sejak melakukan investasi besar di Bitcoin senilai US$1,5 miliar pada Februari 2021, perusahaan ini telah mengalami fluktuasi dalam kepemilikan aset digital.
Pada awal 2022, Tesla menjual sekitar 75 persen dari kepemilikan Bitcoin mereka, setara dengan Rp14 triliun, saat harga Bitcoin jatuh. Dengan memindahkan Bitcoin ke alamat baru, ada kemungkinan bahwa Tesla sedang mempertimbangkan untuk menjual sebagian atau seluruh aset mereka tergantung pada kondisi pasar yang ada.
Namun, hingga kini, baik Tesla maupun Elon Musk belum memberikan penjelasan resmi terkait pemindahan tersebut.
10 Kemungkinan Alasan di Balik Pemindahan Keamanan: Memindahkan Bitcoin dapat meningkatkan keamanan aset dengan mengurangi risiko pencurian atau peretasan, terutama jika menggunakan cold wallet yang tidak terhubung ke internet. Strategi Investasi: Langkah ini mungkin bagian dari evaluasi strategi investasi, di mana Tesla mempertimbangkan untuk menjual sebagian atau seluruh aset tergantung pada kondisi pasar. Transparansi dan Privasi: Penggunaan alamat baru bisa membantu menjaga privasi transaksi meskipun publik dapat melihat riwayat transaksinya, mengurangi spekulasi pasar. Regulasi dan Kepatuhan: Dengan perhatian yang meningkat pada regulasi cryptocurrency, Tesla mungkin ingin memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Pengaruh Elon Musk: Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh pandangan pribadi Musk terhadap Bitcoin dan bagaimana dia ingin mengelola eksposur perusahaan terhadap mata uang digital. Penghindaran Volatilitas: Pemindahan ini bisa jadi strategi untuk melindungi nilai aset dari fluktuasi harga yang tajam. Analisis On-Chain: Dengan memindahkan aset, Tesla bisa melakukan analisis data on-chain yang lebih baik, memungkinkan pemahaman lebih mendalam tentang dinamika portofolio. Integrasi dengan Teknologi Lain: Mungkin ada rencana untuk mengintegrasikan Bitcoin dengan teknologi baru, dan pemindahan ini adalah langkah awal. Keterbatasan Infrastruktur: Memindahkan Bitcoin dapat memberikan ruang bagi perbaikan atau peningkatan sistem yang ada tanpa risiko terhadap aset. Respon Terhadap Tuntutan Pemegang Saham: Jika ada tekanan dari pemegang saham untuk lebih aktif dalam mengelola aset digital, langkah ini mungkin menunjukkan responsif terhadap kebutuhan investasi cryptocurrency.Dengan langkah ini, Tesla menunjukkan bahwa mereka tetap proaktif dalam mengelola aset digital, menjawab berbagai tantangan, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik di dunia cryptocurrency. Keputusan ini mencerminkan faktor internal dan eksternal yang kompleks yang memengaruhi langkah strategis perusahaan di pasar yang terus berkembang. [ps]
Tenang! Tesla Masih Pegang Bitcoin US$780 Juta Meski Ada Transfer Besar
Tesla, produsen mobil listrik terkenal, kemungkinan besar masih memiliki seluruh Bitcoin yang bernilai US$780 juta, [485] url asal
#tesla #bitcoin #arkham-intelligence #rotasi-wallet #pemecahan-bitcoin #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Terbaru) 23/10/24 10:01
v/16872995/
Sumber: Cointelegraph | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tesla, produsen mobil listrik terkenal, kemungkinan besar masih memiliki seluruh Bitcoin yang bernilai US$780 juta, meskipun telah mentransfer semua dana tersebut ke beberapa wallet tak teridentifikasi pada 15 Oktober 2024, menurut laporan dari perusahaan analitik blockchain, Arkham Intelligence.
Dalam postingan di platform X pada 22 Oktober, Arkham menjelaskan bahwa pergerakan Bitcoin yang dilakukan Tesla minggu lalu merupakan bagian dari rotasi wallet, dengan Tesla masih tetap memiliki kendali atas aset tersebut.
ݗȰݗðݗװݗݗǰݗ˜: ݗǰݗذݗưݗ߰ݗ” ݗհݗܰݗǰݗְݗ°ݗܰݗ¡ ݗʰݗݗ߰ݗ߰ݗذݗǰݗ¦
We believe that the Tesla wallet movements that we reported on last week were wallet rotations with the Bitcoin still owned by Tesla.
Tesla moved their entire balance of 11,509 BTC ($776.9M) to new wallets. pic.twitter.com/aWeHrwjo22 — Arkham (@ArkhamIntel) October 22, 2024
Pemecahan Bitcoin ke Tujuh Wallet
Pada 15 Oktober, Tesla memecah 11.509 Bitcoin miliknya ke dalam tujuh wallet yang masing-masing memegang antara 1.100 hingga 2.200 BTC, menurut Arkham. Alamat wallet dengan kode “1Fnhp” dan “1LERL” menerima jumlah terbesar, dengan nilai masing-masing US$142,2 juta dan US$128,1 juta.
Transfer besar ini awalnya memicu kekhawatiran di pasar, terutama di media sosial seperti platform X, di mana pengguna menduga potensi penjualan besar-besaran yang dapat memengaruhi harga Bitcoin. Namun, Arkham mencatat bahwa hingga saat ini, tidak ada pergerakan lebih lanjut dari Bitcoin di wallet-wallet tersebut sejak tanggal 15 Oktober.
Harga Bitcoin Stabil dan Mengalami Kenaikan
Menariknya, perpindahan besar-besaran ini tidak mempengaruhi harga Bitcoin secara signifikan. Menurut data dari CoinGecko, harga Bitcoin bahkan meningkat sebesar 5%, dari waktu transfer Tesla hingga mencapai US$69.220 pada 21 Oktober. Namun, sejak itu, harga telah turun sedikit sebesar 2,3% menjadi US$67.600.
Walaupun alasan pasti di balik transfer ini belum jelas, beberapa pengamat berspekulasi bahwa Tesla mungkin memindahkan dana tersebut ke penyedia layanan kustodian. Langkah ini berpotensi memberikan Tesla kemampuan untuk mengamankan pinjaman dengan menggunakan Bitcoin sebagai jaminan.
Saat ini, Tesla diketahui menggunakan Coinbase Prime Custody untuk menyimpan aset Bitcoinnya, yang merupakan salah satu layanan kustodian terpercaya di industri kripto.
Tesla Tetap Menjadi Pemegang Bitcoin Korporat Terbesar Keempat
Jika analisis Arkham benar, Tesla akan tetap menjadi pemegang Bitcoin korporat terbesar keempat, hanya berada di belakang perusahaan MicroStrategy dan para penambang Bitcoin terkemuka seperti Marathon Digital dan Riot Platforms, menurut data dari Bitcoin Treasuries.
Selain Tesla, bisnis manufaktur antariksa milik Elon Musk, SpaceX, juga masih memiliki 8.285 Bitcoin senilai US$560 juta, menjadikannya pemegang Bitcoin terbesar ketujuh di antara perusahaan swasta.
Sejarah Bitcoin Tesla
Tesla pertama kali membeli Bitcoin pada Februari 2021, dengan pembelian sebesar US$1,5 miliar. Pada Maret 2021, CEO Tesla, Elon Musk, sempat menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk kendaraan Tesla, namun kebijakan ini dibatalkan hanya beberapa minggu kemudian.
Pengumuman terbaru mengenai rencana Tesla terkait kepemilikan Bitcoin ini kemungkinan akan diungkap pada panggilan pendapatan kuartal ketiga perusahaan yang dijadwalkan berlangsung setelah penutupan pasar pada 23 Oktober.
Elon Musk dan Langkah Mengejutkan Tesla, Nasib Bitcoin US$765 Juta Masih Jadi Misteri
Tesla baru-baru ini memindahkan Bitcoin senilai US$765 juta ke dompet yang tidak diketahui. [540] url asal
#bitcoin #tesla #elon-musk #cryptocurrency #arkham-intelligence #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bisnis
(Kontan - Terbaru) 17/10/24 08:27
v/16591470/
Sumber: Fortune | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hubungan Elon Musk dengan cryptocurrency, khususnya Bitcoin, kembali menarik perhatian. Berdasarkan laporan dari platform analitik blockchain Arkham Intelligence, perusahaan Tesla baru-baru ini memindahkan Bitcoin senilai US$765 juta ke dompet yang tidak diketahui.
Meskipun belum jelas apakah Tesla berencana untuk menjual Bitcoin tersebut, tindakan ini menambah spekulasi mengenai langkah berikutnya dari salah satu pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik AS.
Posisi Tesla dalam Kepemilikan Bitcoin
Sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di AS yang memegang Bitcoin, Tesla saat ini menduduki peringkat keempat dalam daftar pemegang Bitcoin, menurut BitcoinTreasuries. Di atas Tesla, hanya ada MicroStrategy, serta dua perusahaan penambang Bitcoin, MARA Holdings dan Riot Platforms, yang memiliki lebih banyak Bitcoin.
Namun, dibandingkan dengan kapitalisasi pasar Tesla yang mendekati US$700 miliar, nilai Bitcoin Tesla hanya merupakan bagian kecil, yaitu kurang dari 1%. Sebaliknya, bagi perusahaan-perusahaan lain seperti MicroStrategy dan penambang Bitcoin, aset cryptocurrency mereka mencapai lebih dari 25% dari valuasi mereka.
Investasi Awal Tesla dalam Bitcoin
Pada awalnya, Tesla membuat gebrakan besar pada tahun 2021 dengan berinvestasi sebesar US$1,5 miliar dalam Bitcoin. Langkah ini mencerminkan toleransi risiko yang tinggi dari Elon Musk, yang juga dikenal sebagai pendukung Dogecoin.
Musk memperkirakan bahwa investasi dalam Bitcoin akan membantu Tesla memaksimalkan pengembalian kas perusahaan dan memungkinkan perusahaan menerima pembayaran dalam bentuk kripto untuk kendaraan mereka. Setelah pengumuman ini, harga Bitcoin melonjak lebih dari US$10.000.
Namun, di tahun yang sama, Musk mundur dari langkah tersebut. Dia menyatakan kekhawatiran tentang penggunaan bahan bakar fosil, termasuk batu bara, yang berlebihan dalam penambangan Bitcoin.
Hal ini menyebabkan kemarahan di kalangan penggemar kripto, karena harga Bitcoin turun lebih dari 10%. Meskipun demikian, Musk menyatakan bahwa perusahaan tidak akan menjual Bitcoin tersebut dan akan kembali menerima pembayaran Bitcoin ketika penambangan menjadi lebih ramah lingkungan.
Perubahan Strategi di 2022
Pada musim panas 2022, Tesla kembali mengubah strateginya dengan menjual sebagian besar Bitcoin mereka pada harga rata-rata sekitar US$20.000 per Bitcoin, yang jauh di bawah harga pembelian awal.
Penjualan ini terjadi di saat harga Bitcoin berada di titik terendah, dan Tesla kehilangan sebagian besar dari investasi awalnya. Namun, Tesla masih menyisakan kurang dari 10.000 BTC, yang telah mengalami apresiasi lebih dari 350% sejak saat itu.
Jika Tesla tetap mempertahankan seluruh 43.200 BTC yang dibelinya, nilai investasinya akan lebih dari US$3 miliar saat harga Bitcoin mencapai puncaknya di US$73.750.
Peraturan Akuntansi Baru untuk Aset Kripto
Nasib sisa kepemilikan Bitcoin Tesla saat ini masih belum pasti. Namun, ada perubahan besar yang akan terjadi pada cara perusahaan seperti Tesla melaporkan aset kripto mereka di laporan keuangan.
Mulai 15 Desember, peraturan baru dari Financial Accounting Standards Board (FASB) akan berlaku, yang mensyaratkan agar aset kripto dinilai berdasarkan nilai wajar di neraca. Perubahan nilai ini harus dicerminkan dalam laba bersih pada akhir setiap periode pelaporan.
Sebelum peraturan baru ini, Bitcoin harus dicatat menggunakan model “cost-less-impairment,” yang berarti aset kripto hanya bisa diturunkan nilainya berdasarkan perubahan harga pasar, namun tidak bisa dinaikkan.
Dengan kata lain, keuntungan dari Bitcoin hanya akan muncul di laporan keuangan setelah aset tersebut dijual. Dengan aturan baru ini, masalah tersebut akan hilang, bahkan jika Tesla memilih untuk tidak menjual sisa kepemilikan Bitcoin-nya.