KOMPAS.com - Fosil armadillo raksasa menunjukkan bahwa manusia tinggal di Amerika Selatan jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (18/7/2024) fosil tulang tersebut ditemukan di sepanjang tepi Sungai Reconquista, timur laut wilayah Pampean di Argentina modern.
Hewan tersebut termasuk dalam spesies glyptodont, kerabat armadillo raksasa yang telah punah, disebut Neosclerocalyptus yang dapat tumbuh hingga panjang 2 meter dan tampaknya menjadi sumber makanan yang berlimpah.
Buktinya, para arkeolog di Universitas Nasional La Plata menemukan bekas potongan khas di sekitar panggul, ekor, dan pelindung tubuh yang disebabkan pemotongan peralatan batu.
Benua Amerika dahulu kaya akan megafauna alias hewan berukuran sangat besar, yang kini sudah punah. Itu termasuk kungkang tanah raksasa dan sejenis ilama yang sangat besar.
Banyak bukti menunjukkan bahwa manusia prasejarah memburu binatang raksasa ini, sehingga memunculkan gagasan bahwa perburuan berlebihan bertanggung jawab atas kepunahan mereka.
Nah, temuan serta penanggalan sisa-sisa armadillo pun menjadi penting. Pasalnya, beberapa dekade terakhir telah terjadi banyak perdebatan tentang kapan manusia bermigrasi dari Eurasia ke Amerika.
Perkiraan konservatif menunjukkan bahwa manusia pertama di Amerika dimulai setidaknya 16.000 tahun yang lalu. Namun, serangkaian penelitian terbaru telah memundurkan jangka waktu tersebut.
Studi terhadap armadillo yang disembelih mengungkapkan bahwa manusia pertama tiba di Amerika jauh sebelum 16.000 tahun yang lalu.
Selain itu, bukti menunjukkan bahwa manusia juga telah tiba di Amerika Selatan bagian selatan jauh sebelum ini.
Dari penanggalan dan bekas sisa penyembelihan armadillo, peneliti menemukan manusia sudah menghuni Amerika sekitar 21.000 tahun yang lalu.
Temuan ini juga menjadi bukti arkeologi paling awal manusia di bagian selatan benua.
"Bukti penelitian mempertanyakan kerangka waktu munculnya manusia pertama di Amerika 16.000 tahun yang lalu," kata Miguel Delgado, salah satu penulis studi ini dalam sebuah pernyataan.
Bagaimana para manusia purba ini berpindah ke Amerika?
Konsensus saat ini mengatakan bahwa manusia pertama kali menginjakkan kaki di Amerika setelah bermigrasi dari Siberia ke Alaska dengan melintasi Beringia, sebuah jembatan darat yang ada selama Zaman Es terakhir ketika permukaan laut jauh lebih rendah.
Banyak sekali gelombang migrasi yang mungkin terjadi dan selama ribuan tahun, beberapa dari kelompok ini mulai melakukan perjalanan lebih jauh ke selatan, dan akhirnya menetap hingga ke Amerika Selatan bagian selatan yang berjarak ribuan kilometer jauhnya dari Beringia.
Studi baru ini dipublikasikan di jurnal PLOS ONE.