JAKARTA, investor.id - Bitcoin (BTC) melanjutkan tren kenaikannya dengan menembus harga US$ 68 ribu. Penguatan ini diprediksi masih akan berlanjut menuju US$ 70 ribu, apa penopangnya?
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, berita tentang kemungkinan perubahan dalam regulasi kripto Amerika Serikat (AS) AS semakin memanaskan pasar. Donald Trump, calon terdepan dari Partai Republik, disebut-sebut akan membongkar hambatan regulasi kripto jika ia terpilih kembali.
Pernyataan ini berasal dari anggota Kongres Bryan Donalds, yang menyampaikan bahwa Trump berpotensi memberhentikan Ketua SEC, Gary Gensler pada hari pertama masa jabatannya. Selain itu, platform taruhan Polymarket melaporkan bahwa peluang kemenangan Trump dalam pemilu Presiden AS meningkat dari 54,7% pada 14 Oktober menjadi 58,5% pada 17 Oktober.
“Kemenangan Trump dianggap sebagai faktor positif bagi BTC, karena investor mengantisipasi regulasi yang lebih longgar dan lebih ramah terhadap kripto,” jelas Fyqieh, Kamis (17/10/2024).
Lebih lanjut Fyqieh memaparkan, investor besar juga ikut terlibat dalam tren bullish ini. Pada Selasa (14/10), pasar ETF BTC-spot AS melaporkan total arus masuk bersih sebesar US$371 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun, dengan arus masuk terus berlanjut hingga Rabu (16/10/2024).
“Beberapa ETF yang menunjukkan aktivitas signifikan meliputi: Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) arus masuk sebesar US$14,8 juta dan Bitwise Bitcoin ETF (BITB) arus masuk sebesar US$12,9 juta,” jelas Fyqieh.
Dalam tiga hari terakhir, Fyqieh menambahkan, total arus masuk bersih mencapai lebih dari US$ 65 juta, yang mencerminkan kepercayaan kuat investor terhadap potensi kenaikan harga BTC lebih lanjut.
Walaupun tren saat ini sangat positif, Fyiqeh mengingatkan, investor tetap harus waspada terhadap risiko yang ada, termasuk potensi penjualan besar-besaran BTC oleh pemerintah AS, yang memegang lebih dari 203 ribu BTC. Jika pemerintah AS memutuskan untuk menjual cadangannya, hal ini bisa memberikan tekanan besar pada harga Bitcoin.
Arus Masuk ETF
Namun, tren arus masuk ETF yang kuat dan sentimen positif terhadap kebijakan suku bunga The Fed membantu meredam kekhawatiran ini. Fyqieh menambahkan bahwa sentimen bullish ini bisa menjadi peluang besar bagi investor, terutama jika ada perubahan dalam regulasi kripto AS yang memberikan lebih banyak kebebasan kepada pasar.
"Jika regulasi AS berubah menjadi lebih ramah terhadap kripto, kita bisa melihat kenaikan harga Bitcoin yang lebih agresif. Investor harus terus mengikuti perkembangan ini dan memanfaatkan momentum yang ada," ujar Fyqieh.
Untuk itu, Fyqieh menyarankan investor mempertimbangkan sentimen terhadap jalur suku bunga The Fed, Pemilihan Presiden AS, dan tren arus pasar ETF BTC-spot AS. Penembusan dari level tertinggi pada Rabu di US$68.387 akan membawa level resistensi US$ 69 ribu ke dalam permainan.
“Lebih jauh lagi, penembusan di atas level resistensi US$ 69 ribu dapat memberi peluang bagi para pembeli untuk mencapai level US$70 ribu,” tutup Fyqieh.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News