KUTA, investor.id - Aryaduta Bali dengan bangga menjadi tuan rumah Kompetisi Mengukir Buah untuk pertama kalinya pada hari Minggu, (28/7/2024) di Lippo Mall Kuta. Acara yang meriah ini merupakan bagian dari Kampanye Sapta Rasa, sebuah perayaan kuliner yang berlangsung dari bulan Mei hingga Agustus 2024, yang mencakup semua properti di bawah naungan Aryaduta Hotel Group.
Sapta Rasa Food Festival di Aryaduta Bali diluncurkan pada hari yang sama, menampilkan UMKM lokal sebagai penyewa makanan dan minuman. Mereka menawarkan berbagai makanan khas Indonesia, termasuk sate, nasi Padang, jajanan tradisional dan minuman tradisional. Festival ini disambut dengan partisipasi dan antusias dari para pedagang.
Untuk lebih memeriahkan Sapta Rasa Food Festival, Aryaduta Bali menyelenggarakan Kompetisi Mengukir Buah. Acara perdana ini diikuti oleh delapan peserta berbakat yang berkompetisi untuk membuat karya dalam waktu tiga jam, dengan tema “Konservasi Spesies Satwa Liar”.
Kompetisi ini dinilai oleh para profesional ternama, yakni I Ketut Suaryana dan I Nyoman Sungada. Keduanya merupakan penilai berlisensi dan seniman profesional, bersama dengan Executive Chef Aryaduta Bali Ernawati Ginting. Kompetisi ini diakhiri dengan pengumuman tiga pemenang, yang masing-masing mempersembahkan karya yang luar biasa.
Putu Gede Ananta Wijaya, yang memenangkan juara pertama, menghidupkan Harimau Sumatra yang megah. Harimau Sumatra, yang terancam punah dan merupakan hewan asli pulau Sumatera, Indonesia, dikenal dengan belang-belangnya yang gelap dan rapat. Ukiran rumit Wijaya menangkap keindahan dan keanggunan harimau yang ganas.
Pemenang kedua, I Made Hendra Permana Putra, menampilkan burung cendrawasih yang eksotis. Berasal dari Papua Nugini dan Australia bagian timur, burung cendrawasih terkenal dengan bulu mereka yang rumit dan tampilan yang rumit. Karya seni Putra menekankan keseimbangan alam dan pentingnya melindungi spesies yang unik dan indah ini dari kepunahan.
Pemenang ketiga, I Gede Agustin Anggara Putra, menampilkan seekor elang yang sedang terbang tinggi dalam karyanya. Elang, yang melambangkan kebebasan dan keagungan alam, adalah burung pemangsa yang kuat yang ditemukan di berbagai wilayah di seluruh dunia. Ukiran rinci Putra menyoroti kehadiran elang yang kuat dan menggarisbawahi pentingnya melestarikan habitat untuk burung-burung yang luar biasa ini.
General Manager Aryaduta Bali RM Rendy Prapanca memuji para peserta dan dengan mengatakan bahwa semua peserta membuat karya yang fantastis.
“Setiap karya mereka sangat luar biasa dan sangat selaras dengan tema. Jika saya menjadi juri, saya akan merasa sangat sulit untuk memilih para pemenang. Namun, ketiga pemenang benar-benar pantas mendapatkan penghargaan mereka. Dengan adanya event ini, kami ingin memupuk bakat-bakat muda di Bali dan memberikan mereka kesempatan untuk bersinar dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan di masa depan," kata Rendy.
“Kompetisi hari ini menampilkan para peserta profesional dan pemula. Bahkan para pemula pun menunjukkan penguasaan teknik dan kreativitas dalam karya-karya mereka. Saya berharap lebih banyak acara seperti ini untuk mengembangkan bakat-bakat muda," kata Juri I Ketut Suaryana.
“Saya berharap dengan adanya acara seperti ini, kita dapat meningkatkan standar ukiran buah kita untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Acara ini menarik banyak penonton, dengan banyaknya penonton yang berkumpul di atrium utama Lippo Mall Kuta untuk menyaksikan jalannya kompetisi," tambah Juri I Nyoman Sungada.
Kemeriahan memuncak saat pengumuman pemenang, dengan banyaknya penonton yang mengabadikan momen tersebut dan kembali hadir untuk acara penyerahan penghargaan. Acara ini diakhiri dengan penampilan tarian Bali kontemporer yang memukau.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News