JAKARTA, investor.id - Pasar kripto terpuruk dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin ambles ke level US$ 64 ribu setelah keputusan The Fed. Hal itu karena ketegangan yang terjadi di Timur tengah memuncak.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (1/8/2024) pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global terkoreksi 1,84% menjadi US$ 2,33 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) anjlok 2,17% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 64.729 per koin atau setara Rp 1,05 miliar (kurs, Rp 16.253).
Hal serupa terjadi pada Ethereum (ETH) yang terpangkas 1,23% menjadi US$ 3.236 per koin. Sedangkan Binance (BNB) jatuh 1,18% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 577 per koin.
Dikutip dari Coindesk, Bitcoin turun di bawah US$ 65 ribu setelah pertemuan The Fed karena ketegangan di Timur Tengah memuncak. Aksi harga terjadi karena para pemimpin Iran dilaporkan memerintahkan serangan balasan terhadap Israel, yang meningkatkan kekhawatiran tentang konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Mata uang kripto anjlok tajam pada hari Rabu karena meningkatnya risiko geopolitik menarik perhatian investor setelah penutupan pertemuan The Fed Juli.
Aksi jual terjadi saat New York Times melaporkan bahwa para pemimpin Iran memerintahkan pembalasan terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, yang meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
Sebelumnya hari ini, The Fed tidak mengubah suku bunga acuan dan memberikan sedikit indikasi bahwa pemangkasan suku bunga yang diharapkan secara luas pada September.
Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, meskipun belum ada keputusan yang dibuat tentang pemangkasan suku bunga pada September, tapi secara umum semakin dekat untuk hal itu.
Aset Tradisional Naik
Di saat aset digital mengalami kerugian, sebagian besar kelas aset tradisional naik lebih tinggi pada siang hari. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun 10 basis poin, sementara emas naik 1,5% menjadi US$ 2.450, sedikit di bawah rekor tertingginya.
Sedangkan harga minyak mentah WTI melonjak 5%. Saham juga melonjak pada siang hari, dengan indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi melonjak 3% dan S&P 500 menutup sesi dengan kenaikan 2,2%, dipimpin oleh kenaikan 12% yang dialami raksasa pembuat chip Nvidia (NVDA).
Perbedaan kinerja antara kelas aset dapat disebabkan oleh posisi pedagang sebelum pertemuan Fed, kata Zach Pandl, kepala penelitian di Grayscale, dalam catatan email.
Pandl mengatakan, saham mungkin sedikit kurang diminati setelah penarikan baru-baru ini, sementara bitcoin baru saja melewati periode yang kuat dengan arus masuk yang solid, sedangkan emas menguat setelah periode pelemahan.
"Gambaran yang lebih besar, kombinasi pemangkasan suku bunga Fed, fokus bipartisan pada isu kebijakan kripto, dan prospek Pemerintahan Trump kedua yang mungkin menganjurkan pelemahan dolar AS harus dianggap sangat positif untuk bitcoin," pungkasnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News