#30 tag 24jam
Ramai Ancaman Gempa Megathrust, Ini Kaum Diazab dengan Guncangan Bumi
Alquran menyebut kaum-kaum yang diazab Allah dengan guncangan gempa bumi dahsyat. [482] url asal
#gempa-megathrust #bagaimana-gempa-megatrhust-mengguncang #kisah-nabi #azab-allah #nabi-shaleh #sodom
(Republika - Khazanah) 14/08/24 07:32
v/14394322/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran mengandung berbagai kisah mengenai orang-orang di masa lalu. Ada yang taat, tetapi ada pula di lain pihak yang justru durhaka. Kaum-kaum yang menolak kebenaran ditimpa azab dari Allah SWT.
Adanya kisah perihal kaum-kaum nabi yang durhaka hendaknya menjadi pelajaran bagi umat Rasulullah SAW. Jangan meniru mereka yang telah mengingkari utusan Allah dan berbuat kerusakan di bumi-Nya.
Salah satu kaum yang ditimpa azab gempa bumi adalah Tsamud. Kisah tentangnya dapat dilihat pada surah al-A’raf ayat ke-77 dan 78. Disampaikan bahwa mereka telah durhaka kepada Allah dan utusan-Nya, yakni Nabi Shaleh AS.
“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: 'Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).' Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka” (QS al-A’raf: 77-78)
Ayat di atas menyebutkan perihal turunnya azab, yakni berupa gempa bumi, kepada kaum Tsamud. Sebab, mereka telah mengingkari dan menentang kebenaran yang dibawa oleh Nabi Shaleh AS.
Para mufasir Alquran menjelaskan, kaum Tsamud piawai dalam memahat bukit-bukit dan kaki-kaki gunung sedemikian rupa. Dari hasil pahatan itu, mereka bisa membuat rumah-rumah dan bahkan istana-istana nan megah. Orang-orang yang didakwahi Nabi Shaleh itu juga menikmati kekayaan yang banyak melalui keahliannya dalam berdagang--walaupun sering kali dengan kecurangan.
Kaum Tsamud menghuni kawasan yang kini bernama Madain Saleh. Itu berada di Provinsi Hejaz, Kerajaan Arab Saudi.
Selain mereka, kaum Sodom juga ditimpa azab yang berupa gempa bumi dahsyat. Kepada mereka, Allah mengutus Nabi Luth AS.
Mereka mempraktikkan homoseksual ...
Senasib dengan kaum Nabi Shaleh dan Nabi Luth, orang-orang Madyan juga merasakan murka Allah. Sebab, mereka mengingkari syiar kebenaran yang dilakukan Nabi Syuaib AS. Bukannya menyembah hanya kepada Allah, kaum ini justru sujud pada pohon-pohon besar. Selain itu, kebiasaannya adalah berbuat kejahatan dan maksiat.
Dalam Alquran, gempa bumi yang menimpa penduduk Madyan ini disebutkan dalam surah al-A’raf dan al-Ankabut.
“Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): 'Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi.' Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu’aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi” (QS al-A’raf: 90-92).
“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: 'Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.' Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka” (QS al-Ankabut: 36-37).
Gempa Megathrust Mengancam, Benarkah Azab akan Datang?
Ada pula bencana yang murni karena unsur alam. [894] url asal
#gempa #bagaimana-gempa-megatrhust-mengguncang #sejarah-gempa-megathrust #bagaimana-gempa-megathrust #gempa-tsunami #gempa-megathrust-di-indonesia #gempa-aceh #gempa-guncang-israel #goncangan-gempa-di
(Republika - Khazanah) 14/08/24 05:28
v/14390648/
REPUBLIKA.CO.ID, Ancaman dampak gempa bumi megathrust Jepang yang bisa sampai ke Indonesia menjadi satu hal yang mesti diwaspadai. Pasalnya, bangsa Indonesia sudah berpengalaman diguncang gempa hingga tsunami yang kerap menimbulkan korban jiwa.
Sebagai sebuah peristiwa alam, tidak jarang banyak yang memaknai gempa sebagai sebuah azab dari Allah SWT. Terlebih, jika ada praktik kemaksiatan terjadi di area bencana. Dalam wawancaranya dengan Republika beberapa waktu lalu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda menyampaikan, umat Islam perlu membedakan dua jenis bencana. Yakni, bencana alam yang sifatnya murni dan bencana alam yang sifatnya ada unsur campur tangan manusia.
"Kita harus mampu membedakan bencana karena bencana ada yang murni karena bencana alam, ada bencana yang terjadi karena campur tangan manusia, seperti banjir, kebakaran hutan, itu kan ada unsur tangan manusia dalam tata kelola alam," kata Kiai Miftah saat dihubungi, beberapa hari berselang.
Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surah ar-Rum ayat 41, "Zhaharal-fasaadu fil-barri wal-bahri bima kasabat aydinnaasi liyudziqahum bajdhalladzi amiluu la'allahum yarji'un." Artinya, "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Dari firman Allah tersebut, Kiai Miftah melanjutkan, ada salah satu unsur yang menegaskan bahwa Allah ingin kita sadar. Artinya, bencana itu bisa jadi sebuah peringatan. "Bahwa kita harus pintar dalam tata kelola alam ini, kita harus menjaga alam ini. Kalau tidak pintar-pintar menjaga alam, maka akan ada bencana. Inilah yang disebut bencana karena campur tangan manusia seperti banjir, kebakaran hutan," kata dia.
Di sisi lain, Kiai Miftah menjelaskan, ada pula bencana alam yang murni terjadi karena unsur alam seperti gunung meletus, gempa, tsunami. Hal ini dinilai menjadi tanda bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha Kuat, Maha Menciptakan, dan menjadi Penyadar bahwa manusia atau makhluk merupakan hamba yang lemah. "Bencana itu juga bisa menjadi pengingat bahwa ada kiamat sugra dan kiamat kubra, sehingga kita memahami bencana seperti itu peringatan," ujarnya.
Alam, kata dia, merupakan sebagian dari tanda kebesaran Allah SWT yang jika mampu diperhatikan dan direnungkan secara saksama dapat memberi pelajaran dan petunjuk bagi manusia untuk lebih mengenal kebesaran dan kemahakuasaan Allah SWT. Menurut dia, gunung memiliki dinamika dan alur kehidupannya sendiri, sehingga fenomena gunung meletus merupakan fenomena alam yang sering terjadi.
Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh menambahkan, seiring dengan banyaknya bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tsunami, dan erupsi gunung berapi, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam untuk bermuhasabah, bertobat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. "Mari berkomitmen meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjauhi maksiat. Dan saya mengimbau, mengajak kepada umat Islam untuk membaca qunut nazilah," ujarnya.
Gempa bumi mengguncang Jepang pekan lalu terjadi di Megathrust Nankai Jepang selatan. Gempa tersebut dinilai berpotensi mengancam kepulauan Indonesia. Gempa megathrust pun menjadi salah satu gempa yang sempat muncul menjadi perbincangan di media sosial.
Sumber gempa Megathrust Nankai terletak di sebelah timur lepas pantai Pulau Kyushu, Shikoku dan Kinki di Jepang Selatan. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan Megathrust Nankai merupakan salah satu zona seismic gap yaitu zona sumber gempa potensial tetapi belum terjadi gempa besar dalam masa puluhan hingga ratusan tahun terakhir. Saat ini, Megathrust Nankai sedang mengalami proses akumulasi medan tegangan kerak bumi.
Dalam pernyataannya Daryono mengatakan catatan sejarah menunjukkan Megathrust Nankai membangkitkan beberapa kali gempa dahsyat yang hampir semuanya memicu tsunami. Daryono mengatakan sistem Megathrust Nankai memang sangat aktif. Berdasarkan data sejarah zona sumber gempa ini dapat memicu gempa dahsyat yang bermagnitudo 8,0 lebih di setiap satu atau dua abad.
Lokasi perintatan tsunami di Jepang pada Kamis (8/8/2024). - (Badan Meteorologi Jepang)
"Palung Nankai memiliki beberapa segmen megathrust, namun jika seluruh tepian patahan tersebut tergelincir sekaligus, para ilmuwan Jepang yakin palung tersebut mampu menghasilkan gempa berkekuatan hingga 9,1 magnitudo," kata Daryoni dalam pernyataanya, Senin (12/8/2024).
Daryono mencatat para ilmuwan Jepang mengeluarkan peringatan pasca gempa Miyazaki 7,1 magnitudo pekan lalu. Ia menjelaskan kekhawatiran itu muncul karena gempa besar tersebut dipicu salah satu segmen di Megathrust Nankai.
Di zona Megathrust ini terdapat palung bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang dari Shizouka disebelah barat Tokyo hingga ujung selatan Pulau Kyushu. Gempa 7,1 magnitudo dikhawatirkan menjadi pemicu atau pembuka gempa dahsyat berikutnya di Sistem Tunjaman Nankai.
Daryono mengatakan jika kekhawatiran para ahli Jepang itu menjadi kenyataan maka akan terjadi gempa dahsyat yang tidak saja berdampak merusak tetapi juga akan memicu tsunami."Pertanyaannya, jika gempa dahsyat itu terjadi apakah ada efeknya terhadap lempeng-lempeng tektonik yang ada di Indonesia?" kata Daryono.
Ia menegaskan gempa besar di Megathrust Nankai, dipastikan deformasi batuan skala besar yang terjadi tidak akan berdampak terhadap sistem lempeng tektonik di wilayah Indonesia karena jaraknya yang sangat jauh. Ia menjelaskan biasanya dinamika tektonik yang terjadi hanya berskala lokal hingga regional pada sistem Tunjaman Nankai.
"Selanjutnya, jika gempa dahsyat di Megathrust Nankai tersebut benar-benar terjadi, apakah ada kemungkinan terjadi tsunami? Jawabnya, kemungkinan besar gempa besar tersebut dapat memicu tsunami, karena setiap gempa besar dan dangkal di zona megathrust akan memicu terjadinya patahan dengan mekanisme naik (thrust fault) yang dapat mengganggu kolom air laut (tsunami)," kata Daryono.
Daryono mengatakan tsunami besar di Jepang dapat menjalar hingga wilayah Indonesia. Namun BMKG dapat memantau apa yang terjadi di Jepang secara realtime dan menganalisanya dengan cepat termasuk memodelkan tsunami yang akan terjadi dan dampaknya menggunakan system InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System).