#30 tag 24jam
Jaga Likuiditas, Bank-Bank Digital Berani Beri Bunga Deposito Tinggi
Persaingan bank-bank digital makin sengit dalam menjaring dana pihak ketiga (DPK) salah satunya dengan bunga deposito tinggi. [555] url asal
#bisnis-perbankan #bunga-deposito #dana-pihak-ketiga-dpk #bank-digital #bunga-deposito-bank #superbank #bank-digital-superbank #setoran-awal-superbank #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijak
(Kontan-Keuangan) 25/07/24 07:58
v/12024817/
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bank-bank digital makin sengit dalam menjaring dana pihak ketiga (DPK). Tak ayal bank digital tidak gentar menawarkan bunga tinggi demi bisa bersaing di pasar dan menjaga likuiditasnya.
Superbank misalnya, bank milik EMTEK Group ini makin gencar tawarkan bunga simpanan tinggi. Terbaru, Superbank meluncurkan produk depositonya dengan tawaran bunga 7,5% per tahun, dan setoran minimal Rp 500.000.
Jika dibandingkan dengan bank digital lainnya, ini termasuk kategori deposito paling mudah untuk diakses nasabah ritel perorangan, mengingat rata-rata bank digital yang menawarkan bunga deposito di atas 7% memberi syarat minimal dana awal Rp 1 juta.
Dalam peluncurannya, Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan deposito Superbank hadir untuk melengkapi berbagai pilihan produk simpanan yang aman dan mudah bagi nasabah Superbank, sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.
Padahal, sebelumnya Superbank pada April 2024 lalu juga baru meluncurkan produk Celengan by Superbank dengan tawaran bunga tertinggi, yakni 10% per tahunnya.
“Dengan terus meluncurkan produk dan layanan inovatif, kami optimis dapat mendukung pengelolaan finansial nasabah secara aman dan mudah serta membantu mereka menikmati keuntungan simpanan mereka secara optimal,” ujarnya dalam keterangan resminya,Selasa (23/7).
Sementara itu, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) juga menawarkan bunga deposito tinggi sampai 8% per tahunnya.
Direktur Bisnis BNC Aditya Windarwo mengatakan, penawaran bunga tinggi sudah menjadi strategi bank digital dalam menarik minat masyarakat untuk menyimpan dananya di bank digital. Ini juga sebagai strategi bersaing di pasar, dimana banyak bank digital yang juga menawarkan bunga tinggi
“Bunga 8% itu menjadi strategi gimmick menarik nasabah buat simpan dananya, tapi kami saat ini lebih menawarkannya kepada nasabah korporasi, dan kita wajibkan mereka untuk kunci simpanannya lebih panjang,” ungkap pria yang akrab disapa Adit kepada Kontan.
Lebih lanjut, Aditya menyebut, nasabah ritel perorangan yang memiliki dana besar, dan menjadikan deposito instrument investasi demi untung besar, pastinya akan sangat memperhitungkan tawaran bunga dari bank digital, dan akan lebih memiliki bank yang tawarkan bunga tertinggi.
Sisanya nasabah perorangan dengan dana yang tidak besar, kebutuhannya tidak fokus pada investasi deposito jangka panjang, dan hanya menjadikan deposito sebagai tempat singgah dana sementara sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Perlu diketahui, BNC sendiri menawarkan produk deposito yang beragam yakni Deposito WoW dan Deposito Flexi, dengan bunga mulai dari 5,50% hingga 8% per tahunnya.
Sementara itu, melihat fenomena bunga tinggi yang ditawarkan bank digital, pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Research LPPI, Trioksa Siahaan mengatakan, hal ini sudah menjadi hal biasa dalam persaingan bank digital menghimpun DPK.
“Ini memang strategi untuk himpun DPK, tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas mereka. Yang perlu diperhatikan nasabah dalam menyimpan dananya di bank digital adalah melihat Kesehatan dan likuiditasnya, sehingga ini akan meminimalisir resiko yang bisa terjadi nantinya,” ungkap Trioksa kepada Kontan.
“Ingat, tawaran return tinggi tentu risikonya juga tinggi,” imbuhnya.
Tidak beda jauh dengan Perencanaan Keuangan Perencanaan Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini juga menilai produk deposito bank digital cukup menarik.
"Deposito bank digital dengan bunga 8-9% per tahun cukup menarik saat ini, saya melihat deposito bank digital mungkin menjadi pilihan yang paling aman dan menarik untuk jangka pendek," ungkap Mike.
Menurut Mike produk deposito bank digital memberikan imbal hasil yang tinggi dengan risiko yang relatif lebih rendah. Mike menyarankan untuk menyimpan dana di bank digital dengan jangka waktu di bawah satu tahun.
Sejumlah Bank Digital Ini Beri Bunga Deposito Tinggi Demi Jaga Likuiditas
Persaingan bank-bank digital makin sengit dalam menjaring dana pihak ketiga (DPK) salah satunya dengan bunga deposito tinggi. [555] url asal
#bunga-deposito #dana-pihak-ketiga-dpk #bank-digital #bunga-deposito-bank #superbank #bank-digital-superbank #setoran-awal-superbank #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan-Keuangan) 24/07/24 18:22
v/11951861/
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bank-bank digital makin sengit dalam menjaring dana pihak ketiga (DPK). Tak ayal bank digital tidak gentar menawarkan bunga tinggi demi bisa bersaing di pasar dan menjaga likuiditasnya.
Superbank misalnya, bank milik EMTEK Group ini makin gencar tawarkan bunga simpanan tinggi. Terbaru, Superbank meluncurkan produk depositonya dengan tawaran bunga 7,5% per tahun, dan setoran minimal Rp 500.000.
Jika dibandingkan dengan bank digital lainnya, ini termasuk kategori deposito paling mudah untuk diakses nasabah ritel perorangan, mengingat rata-rata bank digital yang menawarkan bunga deposito di atas 7% memberi syarat minimal dana awal Rp 1 juta.
Dalam peluncurannya, Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan deposito Superbank hadir untuk melengkapi berbagai pilihan produk simpanan yang aman dan mudah bagi nasabah Superbank, sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.
Padahal, sebelumnya Superbank pada April 2024 lalu juga baru meluncurkan produk Celengan by Superbank dengan tawaran bunga tertinggi, yakni 10% per tahunnya.
“Dengan terus meluncurkan produk dan layanan inovatif, kami optimis dapat mendukung pengelolaan finansial nasabah secara aman dan mudah serta membantu mereka menikmati keuntungan simpanan mereka secara optimal,” ujarnya dalam keterangan resminya,Selasa (23/7).
Sementara itu, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) juga menawarkan bunga deposito tinggi sampai 8% per tahunnya.
Direktur Bisnis BNC Aditya Windarwo mengatakan, penawaran bunga tinggi sudah menjadi strategi bank digital dalam menarik minat masyarakat untuk menyimpan dananya di bank digital. Ini juga sebagai strategi bersaing di pasar, dimana banyak bank digital yang juga menawarkan bunga tinggi
“Bunga 8% itu menjadi strategi gimmick menarik nasabah buat simpan dananya, tapi kami saat ini lebih menawarkannya kepada nasabah korporasi, dan kita wajibkan mereka untuk kunci simpanannya lebih panjang,” ungkap pria yang akrab disapa Adit kepada Kontan.
Lebih lanjut, Aditya menyebut, nasabah ritel perorangan yang memiliki dana besar, dan menjadikan deposito instrument investasi demi untung besar, pastinya akan sangat memperhitungkan tawaran bunga dari bank digital, dan akan lebih memiliki bank yang tawarkan bunga tertinggi.
Sisanya nasabah perorangan dengan dana yang tidak besar, kebutuhannya tidak fokus pada investasi deposito jangka panjang, dan hanya menjadikan deposito sebagai tempat singgah dana sementara sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Perlu diketahui, BNC sendiri menawarkan produk deposito yang beragam yakni Deposito WoW dan Deposito Flexi, dengan bunga mulai dari 5,50% hingga 8% per tahunnya.
Sementara itu, melihat fenomena bunga tinggi yang ditawarkan bank digital, pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Research LPPI, Trioksa Siahaan mengatakan, hal ini sudah menjadi hal biasa dalam persaingan bank digital menghimpun DPK.
“Ini memang strategi untuk himpun DPK, tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas mereka. Yang perlu diperhatikan nasabah dalam menyimpan dananya di bank digital adalah melihat Kesehatan dan likuiditasnya, sehingga ini akan meminimalisir resiko yang bisa terjadi nantinya,” ungkap Trioksa kepada Kontan.
“Ingat, tawaran return tinggi tentu risikonya juga tinggi,” imbuhnya.
Tidak beda jauh dengan Perencanaan Keuangan Perencanaan Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini juga menilai produk deposito bank digital cukup menarik.
"Deposito bank digital dengan bunga 8-9% per tahun cukup menarik saat ini, saya melihat deposito bank digital mungkin menjadi pilihan yang paling aman dan menarik untuk jangka pendek," ungkap Mike.
Menurut Mike produk deposito bank digital memberikan imbal hasil yang tinggi dengan risiko yang relatif lebih rendah. Mike menyarankan untuk menyimpan dana di bank digital dengan jangka waktu di bawah satu tahun.
Bos Superbank Bicara soal Peluang IPO, dalam Waktu Dekat?
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan memberikan penjelasan terkait peluang IPO. [486] url asal
#superbank #bank-digital-superbank #ipo-superbank #bank-digital-grab #bank-digital-emtek #ipo-bank #tigor-m-siahaan
(Bisnis.Com - Finansial) 11/07/24 21:15
v/10453793/
Bisnis.com, JAKARTA - Bank digital kongsi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) PT Super Bank Indonesia atau Superbank buka suara terkait aksi perseroan melantai di Bursa. Lantas, apakah rencana ini bakal terlaksana tahun ini?
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan sejauh ini pihaknya masih akan lebih dulu berfokus pada hal akuisisi pengguna usai launching hingga pengembangan produk yang terintegrasi dengan ekosistem. Alhasil, untuk rencana IPO ini belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Jadi, capital market [pasar modal] belum dalam tahun ini, kita baru aja dapat suntikan dari pemegang saham [yaitu Grab, Singtel, dan KakaoBank] sebesar Rp1,2 triliun. Jadi, dari segi capital cukup baik,” ujarnya dalam Media Visit di Wisma Bisnis Indonesia, Kamis (11/7/2024).
Adapun, tepat tahun lalu Wakil Direktur Utama Emtek Sutanto Hartono mengatakan EMTK tentu saja tertarik untuk membawa anak usahanya melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pasalnya, IPO akan membuat perusahaan menjadi lebih baik.
"Investor juga pasti akan mendorong kami untuk memberikan kejelasan untuk exit strategy yang cukup aman dan transparan. Jadi, itu adalah tujuan bersama," ujar Sutanto, pada paparan publik di Jakarta, Rabu (14/6/2023).
Namun, Sutanto juga mengungkapkan bahwa saat itu, dia merasa masih terlalu dini untuk mengumumkan rencana IPO untuk Superbank, mengingat pada Juni 2023 bank tersebut belum launching.
Lebih lanjut, untuk saat ini memang Superbank masih akan terus menggaet pengguna baru di tengah makin masifnya perubahan perilaku masyarakat di layanan keuangan digital.
Tigor menyampaikan usai masuk ke dalam aplikasi Grab, ke depan, pihaknya akan menyasar ekosistem EMTK, seperti Vidio sebuah platform OTT hingga Bukalapak dengan menyasar mitra dalam hal pembiayaan mikro.
Selain itu, dalam waktu dekat, perseroan juga akan meluncurkan produk pinjaman, simpanan berjangka, QRIS hingga layanan BI Fast demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saat ini memang yang piloting itu loan direct, tapi untuk Grab community dulu. Jadi, di Grab itu ada kriteria, misal lokasi, behavior, tren dan sebagainya, ini ada skor-skornya masuk lending ke situ. Sementara yang [kredit] channeling sudah jalan,” ucapnya.
Kata Tigor, sejauh ini digitalisasi menjadi kekuatan bagi bank untuk bisa menyasar underbanked. Alhasil, pihaknya kini terus memastikan untuk bisa menciptakan aplikasi yang sederhana dan ringan untuk beragam lapisan masyarakat.
Menurutnya, sejauh ini Superbank memiliki keunggulan dibanding bank digital lain, utamanya soal adopsi data science hingga penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terintegrasi dengan seluruh sistem pembayaran dan profil risiko pengguna.
"Kalau dilihat dari onboarding kita juga pikirin, gimana kita harus sangat cepat [dalam proses]. Emang sih enggak kelihatan dari fisik, tapi kita optimalkan dari sisi experience user," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menyebut meski bank-bank besar Tanah Air mulai muncul dengan mengembangkan bisnis aplikasi super (super app), akan tetapi Superbank optimistis untuk bisa bersaing. Ini lantaran, Superbank memiliki pasar yang berbeda dengan bidikan bank-bank konvensional yang ada.
"Saat ini kita melihat pasarnya berbeda ya. Kalau sekarang kita benar-benar enggak ada offline present, pure digital kalau konvensional itu kan switching dari cabang jadi digital," ujarnya.
Superbank Perluas Akses Layanan Keuangan Digital
Superbank terus memperluas layanan digital bagi masyarakat dan berkomitmen untuk menyediakan fitur yang terintegrasi dengan ekosistem luas, termasuk Grab. [476] url asal
#superbank #superbank-aplikasi-grab #bank-digital-superbank #aplikasi-grab #emtek #bank-digital #tigor-m-siahaan
(Bisnis.Com - Finansial) 11/07/24 15:11
v/10425078/
Bisnis.com, JAKARTA - Bank digital milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), yakni Superbank, terus memperluas layanan dan segmen pasar. Perseroan juga berkomitmen untuk menyediakan fasilitas keuangan yang mudah dan terintegrasi dengan ekosistem yang luas, termasuk Grab.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan saat ini perseroan ingin memperluas akses finansial yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Setelah perbincangan yang cukup lama, sekitar setahun lebih. Akhirnya, Kakaobank melakukan investasi pertamanya di luar Korea, yakni dengan kita,” ujarnya pada saat Media Visit ke Kantor Bisnis Indonesia, Kamis (11/7/2024).
Menurutnya, Superbank memiliki keunggulan dibanding bank digital lain, utamanya terkait adopsi data science hingga penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terintegrasi dengan seluruh sistem pembayaran dan profil risiko pengguna.
Ke depan, dengan makin masifnya perubahan perilaku masyarakat di layanan keuangan digital, pihaknya akan meluncurkan profuk pinjaman, simpanan berjangka, QRIS hingga BI Fast demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tercatat, permintaan layanan finansial kini telah didominasi 42,4% dengan kisaran usia 25-54 tahun dengan penetrasi internet mencapai 73%.
Di sisi lain, dengan kecanggihan teknologi yang ada, pihaknya memang memiliki misi memberikan akses ke layanan finansial bagi lebih banyak masyarakat Indonesia, khususnya segmen underbanked, baik UMKM maupun retail mikro secara jangka panjang.
“Kita memanfaatkan data yang dimiliki Grab terkait tren penjualan mereka [UMKM], apakah konsisten atau tidak, lalu lokasinya bagaimana dan lain sebagaimana. Jadi, kita jadi tahu mana yang layak diberikan financing. Dari data [Grab] kita bisa buat credit scoring yang canggih,” jelasnya.
Didukung oleh pemimpin industri di sektor teknologi, media, dan keuangan seperti Grab, Grup EMTEK, Singtel, dan KakaoBank, Superbank terus mengintegrasikan teknologi dalam layanan finansial dalam produk serta layanannya.
Sebelumnya, Superbank telah menghadirkan Celengan by Superbank, produk tabungan yang menawarkan nasabah untuk menabung harian dalam jumlah kecil secara otomatis dengan bunga tinggi 10% per tahun yang melengkapi produk tabungan utama dan Saku by Superbank.
Berbagai produk tabungan inovatif serta hadirnya Superbank di Grab merupakan bukti konkret dari komitmen Superbank untuk terus berinovasi dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Tigor melanjutkan sejauh ini digitalisasi menjadi kekuatan bagi bank untuk bisa menyasar underbank. Alhasil, perseroan kini terus memastikan untuk bisa menciptakan aplikasi yang sederhana dan ringan untuk banyak tipe handphone.
"Karena underbank banyak punya handphone tapi memorinya kan kecil, jadi kalau dibandingkan Superbank ini paling ringan dari aplikasi bank digital lain. Kalau dilihat dari onboarding kita juga pikirin, bagaimana kita harus sangat cepat [dalam proses]. Emang sih enggak kelihatan dari fisik, tapi kita optimalkan dari sisi experience user," katanya.
Lebih lanjut, dia menyebut meski bank-bank besar Tanah Air mulai muncul dengan mengembangkan bisnis aplikasi super (super app), akan tetapi Superbank optimistis untuk bisa bersaing. Ini lantaran, Superbank memiliki pasar yang berbeda dengan bidikan bank-bank konvensional yang ada.
"Saat ini kita melihat pasarnya berbeda ya. Kalau sekarang kita benar-benar enggak ada offline present, pure digital kalau konvensional itu kan switching dari cabang jadi digital," ujarnya.
Persaingan Makin Ketat, Bank Digital Ramai-ramai Gelar Aksi Korporasi Tahun Ini
Sejumlah bank digital ramai-ramai lakukan aksi korporasi di tahun ini dengan berencana untuk melakukan penambahan modal. [1,120] url asal
#bank-digital #industri-bank-digital #saham-bank-digital #bank-digital-superbank #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan-Uang) 09/07/24 19:33
v/10217026/
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Di tengah ketatnya persaingan, sejumlah bank digital ramai-ramai lakukan aksi korporasi di tahun ini dengan berencana untuk melakukan penambahan modal.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) misalnya yang belum lama ini melanjutkan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. BNC telah resmi mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat, 28 Juni 2024.
BNC dengan ini melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) kepada para pemegang saham dengan skema PMHMETD VII sebanyak Rp 1,31 miliar saham baru atas nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham. Jumlah tersebut setara dengan 9,82% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Harga pelaksanaan adalah sebesar Rp 300 per saham.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama, PT Bank Neo Commerce Tbk Aditya Windarwo, mengatakan, jumlah dana yang akan diterima perseroan melalui rights issue ini mencapai Rp 393,5 miliar.
Dana dari rights issue akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui permodalan yang lebih kokoh, BNC bermaksud untuk meningkatkan penyaluran pinjaman dan mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan pasar.
Dalam PUT ini, setiap pemegang saham yang memiliki 700 juta lembar saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 10 Juli 2024 pukul 16:00 WIB mempunyai 76,26 juta HMETD dimana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.
Pemegang Saham Pengendali Perseroan, PT Akulaku Silvrr Indonesia memberikan komitmen sebagai Pembeli Siaga, yang akan membeli seluruh sisa saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lainnya.
"Kami merasa aksi korporasi rights issue ini akan berdampak strategis untuk perseroan dalam mendukung peningkatan kinerja yang lebih optimal. Pada rights issue ini, PT Akulaku Silvrr Indonesia selaku Pemegang Saham Pengendali Perseroan memberikan komitmen menjadi standby buyer. Artinya, PT Akulaku Silvrr Indonesia akan melaksanakan seluruh haknya dan membeli seluruh sisa saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lain secara tunai di atas harga pasar saat ini," jelas Aditya dalam siaran pers, belum lama ini.
Tentunya kata Aditya hal ini menunjukkan komitmen PT Akulaku Silvrr Indonesia untuk mendukung Bank Neo Commerce khususnya dalam meningkatkan pelayanannya kepada seluruh nasabah dan mewujudkan cita-cita inklusi keuangan di tanah air.
Selanjutnya ada Superbank yang mendapatkan suntikan modal untuk investasi sebesar Rp 1,2 triliun dari pemegang sahamnya, yaitu Grab, Singtel, dan KakaoBank.
Tambahan investasi yang disetorkan oleh ketiga pemegang saham ini akan mendukung Superbank dalam meningkatkan layanan dan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan finansial dan gaya hidup nasabah yang beragam.
Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank mengatakan, investasi ini menegaskan keyakinan dan dukungan pemegang saham terhadap visi dan potensi pertumbuhan Superbank, yang baru saja menjadi bank pertama di Indonesia yang memberikan akses kepada jutaan pengguna dan mitra Grab untuk membuka rekening, menabung, dan menggunakan rekening sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan para pemegang saham dalam mendukung upaya kami untuk terus membuat produk dan layanan perbankan digital yang inovatif dan relevan. Tambahan investasi ini akan memperkuat kami dalam memperluas layanan finansial inklusif dan pembiayaan yang mudah diakses oleh lebih banyak nasabah ritel dan UMKM underbanked di Indonesia," kata Tigor.
Didukung oleh ekosistem yang terdiri dari para pemain industri utama seperti Emtek Group, Grab, Singtel, dan KakaoBank, tambahan investasi ini akan secara signifikan memperkuat kapabilitas dan daya saing Superbank di pasar Indonesia.
Belum lama ini, PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) atau Bank Saqu juga mendapatkan suntikan modal dari pemegang sahamnya PT Astra International Tbk. (ASII) melalui PT Sedaya Multi Investama (SMI) atau Astra Financial senilai Rp 444,81 miliar.
ASII mengumumkan transaksi afiliasi antara anak usahanya, yakni SMI dengan BJJ, pada 27 Juni 2024. Obyek transaksi adalah sebagian saham baru BJJ sebanyak 130.586 lembar dengan nilai per saham sebesar Rp3.406.31, yang diambil bagian oleh SMI.
Manajemen ASII menerangkan, transaksi afiliasi itu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan dukungan pendanaan kepada BJJ, yang akan digunakan untuk keperluan umum korporasi.
"Bagi SMI, pelaksanaan transaksi dapat memberikan manfaat finansial berupa dividen sebagai imbal hasil investasi di BJJ," tulis ASII di keterbukaan informasi.
Berbeda dengan Krom Bank, dalam menghadap persaingan dengan bank digital lainnya, Krom Bank tidak hanya menawarkan suku bunga deposito yang tinggi, tetapi juga fokus menghadirkan fleksibilitas fitur dan layanan. Hal ini akan membuat nasabah lebih nyaman bertransaksi dan mengelola keuangan di bank digital serta lebih loyal terhadap layanan perusahaan.
Anton Hermawan, Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk menyebutkan bahwa bank digital perlu merancang layanan yang memiliki nilai tambah selain penyediaan bunga deposito yang tinggi, sehingga mampu bersaing di industri.
"Meskipun pertumbuhan industri bank digital masih berada pada tahap awal, namun Krom Bank melihat bahwa bank digital perlu memiliki unique value proposition untuk lebih menarik target market dan unggul di pasar," katanya.
Sementara itu, PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengaku sampai saat ini belum berencana untuk menambah modal mengingat kondisi likuiditas masih cukup baik dan kecukupan modal masih sangat besar dengan capital adequacy ratio (CAR) mencapai 55% per kuartal I-2024.
Direktur Kepatuhan & Corporate Secretary Bank Jago Tjit Siat Fun mengatakan, Bank Jago akan terus fokus dalam mengembangkan Aplikasi Jago (Jago App) dan fitur-fiturnya dan tertanam di dalam ekosistem digital Indonesia.
"Dengan aspirasi untuk meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta orang melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan, Bank Jago mengembangkan Aplikasi Jago (Jago App) yang dirancang untuk dapat tertanam di berbagai ekosistem digital, serta dapat disesuaikan (customized) dan dipersonalisasi (personalized) sesuai dengan kebutuhan masing-masing nasabah," jelasnya.
Ke depan, dalam menghadapi persaingan dengan bank digial lain, Bank Jago akan terus memperdalam kolaborasi dengan ekosistem digital yang sudah ada, seperti ekosistem GoTo, Bibit dan Stockbit, dan BFI Finance, serta memperluas kolaborasi dengan ekosistem yang baru untuk terus memberikan produk dan layanan keuangan kepada nasabah.
"Kami tentu juga berkomitmen meningkatkan kinerja dan memperkuat kondisi fundamental bank untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas," imbuhnya.
Di sisi lain, Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki menilai, prospek kinerja bank digital ke depan masih berat karena super Apps milik big banks seperti BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI juga menawarkan fitur yang serupa dengan segala kelebihannya, sehingga bank digital disebut Yaki masih harus banyak mengeluarkan promo-promo untuk menggaet DPK.
"Ke depan masih akan berat potensinya selain karena masih harus banyak berikan promo-promo untuk menggaet DPK dan menyalurkan kredit dalam bentuk paylater/kartu kredit dan lainnya yang membuat margin bank digital tertekan, kejadian serangan siber juga masih menjadi perhatian masyarakat. Jadi masih harus di waspadai kinerjanya," tuturnya.
Walau demikian, Yaki menyebut saham ARTO, AGRO dan BBYB paling menarik dengan dukungan induk usahanya. Oleh karena itu, Yaki merekomendasikan saham ARTOtrading buy target Rp 2.670, AGROtradingbuy target Rp 268 - Rp 270, dan BBYBtrading buy target Rp 280 - Rp 290.